Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Monday, 18 December 2017 10:03

Jutaan Umat Islam Keluarkan Petisi Untuk Donal Trump

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Aksi penolakan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donal Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mengalir dari berbagai penjuru. Kini umat Islam di Indonesia sejak pukul 11.00 pagi, Minggu (17/12)2017 berkumpul di Monas yang dimotori Majelis Ulama Indonesia(MUI) di dukung Ormas Islam membacakan petisi penolakan dan meminta pernyaataan itu di cabut. Besok(18/12)2017 akan disampaikan ke kedutaan Amerika.

        Di hadapan massa aksi bela Palestina, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Abbas,  Minggu (17/112) mengatakan saat membacakan petisi penolakan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. “Dukungan terhadap Palestina, ini yang mengatasnamakan seluruh Ormas Islam di Indonesia ini rencananya akan dikirimkan ke Kedutaan Besar AS yang berada di Jakarta pada Senin (18/12/2017) besok pagi,” ujarnya.

      Demikian isi petisi tersebut di antaranya:

1. Keputusan Donald Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai keadilan dunia internasional, melanggar HAM dan merusak perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini terus dilakukan PBB dan OKI. Oleh karena itu, keputusan itu harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.

2. Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.

3. Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

4. Mendesak kepada semua negara yang selama ini memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, terutama negara-negara yang tergabung dengan OKI, agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

5. Mendukung hasil deklarasi keputusan konferensi negara-negara OKI di Istanbul, Turki pada 13 Desember 2017, dan menegaskan perlunya didorong upaya pencapaian hak-hak warga negara Palestina secara permanen, termasuk hak menentukan nasib sendiri dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kotanya.

6. Jika Donald Trump tidak mencabut keputusan yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka kami mendesak PBB agar segera menggelar sidang istimewa untuk memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dengan opsi pembekuan Amerika Serikat sebagai anggota PBB, atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

7. Mendesak DPR membentuk panitia khusus (Pansus) untuk meninjau kembali semua bentuk investasi dan bisnis Amerika Serikat yang ada di negara Indonesia.

a. Mengimbau, seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan boikot terhadap seluruh produk perusahaan Amerika Serikat dan Israel yang beredar di Tanah Air. Agar kita tidak bergantung dengan produk tersebut dan menggunakan produk sejenis karya anak bangsa.

b. Kita serukan negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar memberikan bantuan dan meningkatkan saranan prasana kesehatan, pendidikan, tempat tinggal dan tempat-tempat ibadah bagi masyarakat Palestina.

 

c. Kita mengimbau masyarakat Indonesia agar berdoa untuk kedamaian dan kemerdekaan Palestina dan kepada umat Islam agar membaca qunut nazilah saat salat fardu.(vk)

Sunday, 17 December 2017 12:54

Kenapa Menag Lukman Disoraki Massa Aksi Bela Palestina

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  - Kejadian tak mengenakan menimpa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat hadir di acara Aksi Bela Palestina 1712.

Menteri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu disoraki oleh sejumlah peserta aksi saat akan berorasi di acara Aksi Bela Palestina 1712.

             "Huuu.. dasar Menag pendukung barat. Usir aja jangan kasih panggung orasi," teriak sejumlah peserta aksi di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim sempat disoraki oleh peserta Aksi Bela Palestina saat akan berorasi di silang Monas.

Salah seorang warga bernama Amien (33) mengaku kecewa dengan kehadiran menteri Lukman di Aksi Bela Palestina 1712 lantaran selama ini dianggap mendukung kebijakan pemerintah yang terkesan pro barat.

           “Kenapa dia harus ikut orasi. Kami tahu selama ini dia tak pernah membela umat Islam. Justru selama ini terkesan selalu bersebarangan dengan aksi-aksi umat Islam menentang sejumlah aksi umat Islam," tutur dia.

        Menanggapi hal itu, Ketua GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir (UBN) yang ikut mendampingi Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, kejadian itu (menag disoraki, red) mungkin karena ada beberapa hal yang belum tersampaikan klarifikasinya kepada masyarakat.  

“Karena, masalahnya ada beberapa pernyataan beliau yang diframming oleh beberapa media," tutur Ustaz Bachtiar Nasir saat ditemui oleh awak media, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

"Ya intinya ada sebagian yang tidak suka. Akan tetapi Alhamdulillah cuma sedikit ya kemudian mereka nurut ketika kita kendalikan," lanjutnya sambil tersenyum.(as)

 

 

Thursday, 14 December 2017 16:14

Presiden Undang Makan Siang Panglima TNI dan Kepala Staf

Written by

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menjamu makan siang dan menggelar pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 14 Desember 2017.

            Setelah makan siang dan pertemuan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa dirinya melaporkan tentang proses serah terima jabatan yang diawali dengan pelaksanaan fit and proper kemudian  pengambilan sumpah dan serah terima jabatan Panglima TNI. "Semuanya berjalan dengan lancar, aman, berkat dukungan dari semua pihak, dari KASAD, KASAL, semua dukung proses dari alih jabatan tersebut," ucap Hadi.

         Selain itu, Hadi juga menyebutkan bahwa masa transisi peralihan kepemimpinan di tubuh TNI semuanya berjalan sesuai rencana. "Berkat dukungan dari KASAD, KASAL, sehingga solidaritas di tubuh TNI sangat kuat karena dukungan-dukungan tersebut," tutur Hadi. Hal lain yang dibicarakan adalah mengenai industri strategis, dimana Presiden menginginkan peningkatan dari industri strategis tersebut untuk memenuhi kebutuhan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. "Industri strategis ini tentunya diperlukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang diperlukan oleh TNI," kata Hadi. 

        Namun yang terpenting dari pembicaraan tersebut adalah menjaga solidaritas TNI secara internal maupun solidaritas dengan Polri "Karena TNI-Polri apabila tercapai satu kesatuan solidaritas tinggi tentunya juga akan berpengaruh dari seluruh aspek kehidupan yang ada," ujar Hadi.(eas)

 

 

 

 

Thursday, 14 December 2017 16:07

Sampai di Tanah Air Presiden Sampaikan Hasil KTT LB OKI

Written by

 

 

JAKARTA)KORANRAKYAT.COM)  Presiden Joko Widodo bersama dengan rombongan tiba di Tanah Air usai kunjungannya ke Istanbul, Turki. Di sana, Presiden mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTTLB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membicarakan persoalan terkait Palestina.

  Tiba sekira pukul 12.30 WIB di Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 14 Desember 2017, Kepala Negara dengan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangannya. Selain itu, tampak pula menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

           Dalam keterangan persnya, Presiden berharap agar pertemuan tersebut menghasilkan tindakan nyata dan berharap negara-negara anggota OKI dapat mengupayakan perjuangan yang lebih dalam merespons situasi Palestina di Dewan Keamanan PBB."Di Dewan Keamanan PBB, negara-negara OKI harus dapat memastikan adanya pertemuan _open debate_ mengenai situasi di Palestina," ujarnya.Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyerukan agar negara-negara anggota OKI mendukung penuh upaya Palestina untuk mendapatkan status keanggotaan di sejumlah organisasi internasional. Dalam hal ini, negara-negara anggota OKI diharapkan untuk memulai lobi kepada negara-negara lain.

           "Anggota OKI juga harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional dan negara OKI harus memulai lobi dukungan kepada negara-negara gerakan nonblok," ia menambahkan.Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa KTTLB OKI yang dilaksanakan pada Rabu kemarin itu menghasilkan sejumlah kesepakatan."Pertama, menghasilkan resolusi OKI mengenai Al-Aqsa. Kedua, menghasilkan komunike final OKI, dan yang ketiga menghasilkan deklarasi Istanbul," ucapnya.

*Enam Usulan Presiden Jokowi di KTTLB OKI

            Sebelumnya, saat berkesempatan untuk menyampaikan pidatonya dalam forum tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan enam poin penting terkait usulan sikap negara-negara anggota OKI. Keenam poin penting tersebut kembali disampaikan Kepala Negara saat memberikan keterangan pers di Jakarta. 

"Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut," ucapnya. Menurutnya, solusi dua negara merupakan satu-satunya solusi yang dapat diterima di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai ibu kota Palestina. 

           Kedua, Presiden Jokowi mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem. Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.

       "Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai resolusi OKI," Presiden melanjutkan.

       Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina. Keenam, OKI juga harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina.(eas)

 

 

 

 

 

Saturday, 09 December 2017 02:52

Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang Jadi Panglima TNI

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.

  Hadi Tjahjanto dilantik menjadi Panglima TNI berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI. Sebelumnya, Hadi disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Panglima TNI usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada Rabu kemarin.Pria kelahiran 8 November 1963 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sejak 18 Januari 2017.

 Hadi mengawali karier sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Ia banyak menghabiskan waktunya di Skadron 4 Malang hingga menjabat Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2. Pada 2010-2011, ia diberi tugas untuk menjabat Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

 Dirinya juga sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016. Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi menjabat Irjen Kementerian Pertahanan.Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk kemudian diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.(eas)

 

 

 

 

 

 

 

.

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo setelah menerima kunjungan delegasi _High Peace Council_ (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan yang dipimpin langsung ketuanya, Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor.

  “Kita dianggap netral di tengah, tidak memiliki kepentingan. jadi antusias yang disampaikan oleh beliau akan kita sambut baik dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti,” ujar Presiden.

 Presiden Jokowi menyampaikan akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian.“Kemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan,” ujar Presiden. 

 Menurut Presiden, dalam pertemuan tersebut Khalili menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar. “Dan mereka ingin _sharing_ dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia,” ucap Kepala Negara.Sementara itu, Khalili menyampaikan bahwa dirinya membawa 39 orang delegasi dan sangat bangga dapat berada di Indonesia. ia juga mengatakan sangat senang jika Indonesia dapat berperan menyelesaikan konflik di Afghanistan karena dirinya menganggap Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat. 

 “Kami menyadari pentingnya peranan ulama Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia dapat membantu kami mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Dan kami sangat senang permintaan kami diterima serta menantikan peran Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di Afghanistan,” tutur Khalili.

 Selain membantu proses perdamaian di Afghanistan, Khalili mengakui bahwa pengalaman Indonesia dalam mewujudkan toleransi antar suku, budaya dan agama sangat penting. “Pengalaman Indonesia ini sangat penting bagi negara kami dan akan menerapkannya,” ucap Khalili.

 Selain bertemu Presiden, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan dijadwakan juga akan berdialog dengan  Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan berkunjung ke Istiqlal, pondok pesantren dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. “Untuk melihat kenapa di Indonesia bisa rukun, bersaudara,” kata Presiden. 

 Adapun kunjungan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang berlangsung April 2017.Setelah mengadakan pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden kemudian menjamu delegasi Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan di sebuah kafe yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor.

 Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.(eas)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Polri  dan TNI berhasil melakukan evakuasi evakuasi sekitar 345 warga desa Kimberly dan Utikini Papua , setelah melakukan aksi baku tembak Jumat (17/11) 2017 pada siang. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto ketika dihubungi, Jumat (17/11) 2017 membenarkan informasi tersebut." Info tersebut sudah benar. Sudah diklarifikasi dengan Asops Kapolri (Irjen M Iriawan), ujarnya"

Selanjutnya, Setyo menjelaskan setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh .” Oleh karena itu kita mengikuti saja perkembangannya, “ jelasnya.

            Secara terpisah Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar  ketika dihubungi, Jumat(17/11) 2017  menegaskan Dari informasi  yang dihimpun ,  petugas gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 345 warga desa Kimberly dan Utikini, Papua, Jumat (17/11) 2017  siang. Hal ini proses evakuasi sandera yang berlangsung dari pukul 11.00 WIT hingga 12 WIT  diwarnai penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Evakuasi berlangsung bertahap. Rombongan evakuasi pertama telah sampai dengan selamat di Mapolsek Tembagapura, Mimika, Papua.

Terkait dengan  menyikapi  penyekapan terhadap ratusan warga yang tinggal di sekitar area Freeport yang dilakukan kelompok bersenjata. “Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh kelompok bersenjata dilarang bepergian keluar kampung tersebut,” tegasnya.

Sementara  Kapolri Jenderal Tito Karnavian  mengatakan di Desa Banti yang lokasinya berdekatan dengan Kampung Kimbely, lanjut dia, informasinya ada sekitar 1.000 penduduk asli setempat juga dilarang bepergian. Petugas terus mengupayakan cara persuasif. Namun, apabila tidak berhasil, aparat tak segan-segan untuk bertindak."Negara tidak boleh kalah. Kita harus lakukan tindakan," ujarnya.

 Dikatakan Tito petugas berusaha  meminimalkan jatuhnya korban, baik dari warga masyarakat yang disandera, KKB, maupun petugas Polri dan TNI."Kadang jatuhnya korban tidak bisa dihindari, namanya operasi penegakkan hukum. Operasi bersenjata lawan bersenjata itu rentan ada korban," tandasnya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kapolri Jendral Tito  Karnavian tanggapi soal kebrutalan dan aksi teror dan penyanderaan  terhadap 1300 warga sipil di papua hingga tewaskan anggota Brimon dan warga sipil. Kalau sudah batas tertentu dan terjadi Deadlock maka aparat akan melakukan tindakan tegas.  ujarnya usai melakukan sertijab Irwasum Kamis (16/11) di Rupatama Mabes Polri.  

Dikatakan Tito saya  prihatin dan duka  atas  gugurnya anggota Brimob di Timika Polda Papua yang dalam rangka tugas melaksanakan tugas negara.kita sesalkan kita semua turut berduka cita tapi itulah resiko dari tugas .”Saya juga sudah berkali-kali  melakukan operasi kalau.sudah.menyangkut operasi daerah konflik, resiko memang tinggi tetapi kita semua percaya bahwa kematian itu ada ditangan Tuhan kita bisa mati kapan pun saja,dimana saja, siapa.saja  dalam operasi yang mempunyai  resiko tinggi, bisa saja meninggalnya serangan jantung. Semua karena Tuhan,” ujarnya.

Tito  yakin.karena anggota  niatnya baik dalam rangka tugas mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan menegakkan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Tembagapur saya doakan insyah Allah yang bersangkutan meninggal sebagai Syuhada dan diterima oleh Allah serta diampuni  dosanya.  ” Kita juga berikan kenaikan kepangkatan anumerta kepada yang bersangkutan haknya kita berikan ,keluarganya juga kita perhatikan,” tegasnya.

Untuk itu, Tito jelaskan Saya minta peristiwa ini tidak mengendorkan semangat anggota ,sekali lagi resiko kita menjadi anggota polisi, resiko menjadi Brimob banyak anggota gugur. Karena tugas polisi adalah tugas yang mulia jangan dilihat negatifnya saja banyak anggota anggota kita yang berjuang dilapangan gugur terluka yang mungkin terlupakan oleh masyarakat .” Kami meminta kepada masyarakat hanya ingin dukungan saja dan kami laksanakasn tugas untuk menjaga NKRI ,kami laksanakan.tugas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara ini kepada masyarakat meskipun resikonya hilang nyawa.      

          Ia juga  2 tahun di Papua jangan sampai ada yang mengatakan bapak jangan hanya omong  saja dan saya perna terlibat kontak senjata di Lamno Jaya saya pimpin.sendiri dua jam kontak tembak tetapi kalau memang Tuhan belum menentukan kematian saya ya  belum mati. Kalau Tuhan belum menentukan mati , buktinya saya juga masih hidup kendati ada resiko,” jelasnya.

          Tito katakana  situasinya susun  kekuatan di Papua sudah ada Polri dan TNI. Saya sudah koordinasi dengan Bapak Panglima, Kapolda sudah bersama-sama  Panglima, Kodam ada disana. Kekuatan kita cukup disana tetapi kelompok Kriminal bersenjata ada disana.” Mereka.memang menguasai medan,fisik.mereka di ketinggian mereka juga itu ketinggian hampir 2.000 itu cukup berat oleh karena itu disana ada warga masyarakat. Katanya tidak disandera tetapi saya ingin tanya apa istilah untuk mengganti situasinya disana masyarakat tidak boleh keluar dari situ dengan ancaman cuma bedanya tidak diikat tangannya, tidak di ikat kaki dan tanganya.hukuman itu namanya penyadraan perampasan kemerdekaan tidak memperbolehkan.orang lain.melakukan pembatasan sebebas-bebasnya ,” akunya.

          Seiring dengan itu, Tito mengungkapkan saya ingin.sekali hendaknya itu namanya pelepasan kemerdekaan, kemerdekaan apapun pembahasannya.yang disampaikan sekarang ini terjadilah adalah propaganda  tetapi yang kita inginkan  jangan sampai ada korban.

Dikatakan  kita Tito all out dilaksanakan namun kalau cara- persuasif tidak bisa kita lakukan dan deadlock maka kita tidak mungkin kita diamkan, negara  tidak boleh kalah dan.kita harus lakukan perlawanan tapi tentunya tindakan itu dengan mengurangi dan meminimalisir korban. “Kalau ada korban dihindarkan baik dikalangan Petugas atau dikalangan kelompok bersenjata atau di Masyarakat kadang-kadang tidak bisa di andaikan namanya operasi penegakkan hukum, operasi bersenjata rentan terhadap korban. Oleh karena.itu kawan-kawan Komnas HAM bisa datang kesana untuk melakukan mediasi, jangan.kalau ada apa apa hanya menyalakan pada petugas saja, ingat petugas ini Polisi dan TNI yang ada disini mereka juga berjuang nyawa. Jangan nanti mereka sudah bertindak ada korban disalahkan lagi ini,” rincinya.

Disinggung apakah belum diketahui motifnya seperti apa, Tito menandaskan Sparatisme, ya ada campur-campur ada motif ekonomi ke tempat pengulangan dengar -dengar mereka minta saham Freeport lah , motif sparatisme juga ia, pokoknya campur-campur. “Harus, sedapat mungkin gunakan rompi anti peluru .Ya, harusnya mereka menggunakan anti peluru. Rompi anti peluru kita nanti saya cek,tanya pada Kapolda cukup atau tidak.Kalau cukup silakan pakai dan wajibkan . Jangan ambil resiko karena saya tahu persis medan ,ini kan gunung dan kemudian jalannya berkelok-kelok dan kanan kiri jurang , hutan lebat kiri kanan dan itu cukup berat saya tahu. Ini bisa muncul dimana saja kelompok itu,” tandasnya.(vk)

 

 

PAPUA ( KORANRAKYAT.COM) Korban terus berjatuhan di Papua, setelah warga masyarakat dilaporkan tewas di tembak oleh kelompok Aksi teror yang dinamakan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB)  kini giliran dua anggota Brimob yang jadi sasaran peluru panas kelompok aksi teror, hingga seorang anggota Brimob tewas dan seorang mengalami luka berat. Masihkah aparat melunak,, tanpa memberikan tindakan tegas terhadap kelompok aksi teror yang menyandera 1300 warga di Papua.

Satuan Tugas Operasi Terpadu yang merupakan gabungan antara personel Tentara Nasional Indonesia dan Korps Brigade Mobil Kepolisian RI masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata yang melakukan teror penembakan di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah Papua tewas ditembak kelompok tersebut pada Rabu dinihari, 15 November 2017.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan operasi pengejaran kelompok bersenjata ditingkatkan lantaran kelompok tersebut memberikan perlawanan sengit kepada aparat. "Sampai sekarang, kami masih melakukan pengejaran. Mudah-mudahan sesegera mungkin para pelaku dapat kami lumpuhkan dan tangkap, sehingga dapat diketahui apa sesungguhnya maksud dan tujuan mereka," ucapnya, Rabu, 15 November 2017.

Ia berujar, dalam beberapa hari terakhir, kelompok bersenjata itu selalu melakukan penembakan kepada anggota Polri dan TNI serta para karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya. Bahkan, tutur dia, kelompok bersenjata melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil di Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura.Rabu sekitar pukul 03.50 WIT tadi, kelompok bersenjata itu terlibat kontak tembak dengan aparat Brimob Detasemen B Polda Papua di sekitar Mile 69, Distrik Tembagapura. Dalam insiden itu, dua anggota Brimob tertembak, satu di antaranya atas nama Brigadir Firman gugur setelah peluru bersarang di punggungnya. Rekan korban, Brigadir Kepala Rumente, menderita luka tembak pada bagian punggung dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tembagapura.

Kamal menuturkan baku tembak dengan kelompok bersenjata terjadi saat anggota sedang menelusuri jejak para pelaku penembakan terhadap kendaraan PT Freeport di lokasi yang sama. Dalam peristiwa itu, sopir kendaraan tersebut atas nama Raden Totok, karyawan PT Puncak Jaya Power, mengalami luka tembak di bagian paha "Menindaklanjuti kasus penembakan kemarin pagi di Mile 69, langkah-langkah yang dilakukan rekan kami di lapangan setelah melakukan olah TKP dan mendapat perlawanan dari KKB adalah menelusiri jejak-jejak para pelaku. Saat itulah, terjadi kembali kontak tembak, sehingga satu anggota kami gugur," kata Kamal.

Saat ini, jenazah Brigadir Firman dalam proses evakuasi dari Tembagapura menuju Timika, Papua, dengan penerbangan helikopter untuk segera dimakamkan. "Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga besar yang ada di Timika, apakah almarhum akan dimakamkan di Timika atau dibawa ke Sulawesi Selatan," ucapnya. Kamal menduga kedua korban tertembak oleh kelompok bersenjata dari posisi samping. Sebab, saat kontak tembak terjadi, dua anggota Brimob tersebut mengenakan rompi antipeluru.

Sementara sebelumnya Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Selasa (14/11) 2017 mengatakan dari hari kamis itu ada yang dilaporkan  ada keluarganya yang tidak kembali lagi  dan waktu ditelepon dia ada suara tembakan , dia katakan ada di Posisi ini dan kemudian ternyata di cek dia dan meninggal disitu.” Martinus Waker    dari kampung Banti,  . Kita tidak tau siapa yang menembak. Sampai sekarang yang menembak . Karena petugas kebetulan petugas tidak bisa masuk karena jalannya dilubangi pakai teko,” ujarnya.(rb/vk)

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Aksi teror 1300 Warga di Papua  hingga kini semakin menantang aparat . Disisi lain sejumlah warga sudah ada yang  jatuh sakit dan bahkan ada yang ditembak hingga tewas, namun cukup aneh tindakan polisi tidak  ada tindakan tegas, kendati upayah negosiasi telah dilakukan, sehingga terkesan lamban penangani aksi teror di papua.    

            Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Selasa (14/11) 2017 mengatakan dari hari kamis itu ada yang dilaporkan  ada keluarganya yang tidak kembali lagi  dan waktu ditelepon dia ada suara tembakan , dia katakan ada di Posisi ini dan kemudian ternyata di cek dia dan meninggal disitu.” Martinus Waker    dari kampung Banti,  . Kita tidak tau siapa yang menembak. Sampai sekarang yang menembak . Karena petugas kebetulan petugas tidak bisa masuk karena jalannya dilubangi pakai teko,” ujarnya.

Ketika ditanya mau sampai kapan dibiarkan oleh pemerintah, Setyo menegaskan Kita berharap secepatnya karena itu kan harus secara persuasif. Jangan sampai Itu ada  korban dan apa lagi masyarakat yang menjadi korban. Apa lagi masyarakat yang tidak tahu menjadi korban. “Itu  yang kita hindari dan oleh sebab itu kita cara -cara persuasip kita melakukan negosiasi. Semetara saya dengar sampai sekarang pihak TNI Polri disana       

Siapa Ketua KKB dan siapa yang ditua kan disitu, jadia kita dengan yang punya otoritas. Kalau tidak punya otoritas dia tidak bisa melakukan penyidikan dan kita berharap cara persuasif semuanya bisa terselesaikan dengan baik,” tegasnya.  

          Untuk itu, Setyo menjelaskan memang di kampung disitu namanya  Martinus Waker . Kampung Banti kampong Kembali disitu semua. Kelompok itu memang basisi disitu. Perna saya ceritakan bahwa dikampung itu tinggal 300 orang pendatang ada orang Jawa,ada orang Makasar, kemudian yang 1000 orang itu warga setempat . “Pekerjaan  mereka sehari-hari melakukan mendulang emas yang teling dari Freport itu. Nah kelompok KKB sudah mendapatkan nilai ekonomi dari situ dalam tanda petik mereka melakukan pemalakan mereka melakukan nilai ekonomi lah. Maka  ada disitu dan tahu persis  di Kampung-kampung itu. Dari deteksi petugas ad 21 orang yang didalam kampung,” jelasnya.

 

          Menyingung kondisi warga masyarakat, Setyo merincinya Infromasi dari warga yang keluar dan kemarin ada yang keluar ibu-ibu yang diantar keluar karena hamil ya memang untuk anak-anak memerlukan bantuan susu terutama makana-makanan untuj anak dan sudah  dukung oleh Pemda setempat dengan  memberikan dua container yang dibandtu juga pendistribusiannya.” Tetapi warga masyarajat tidak bisa keluar juga kita  bantu kita dekat kan kesana dan kita ambil pelan-pelan dan itu belum optimal. Ada utusan-utusan mereka dari warga . Masyarakat kan Ibu-ibu ada yang keluar,” rincinya.  

            Setyo menandaskan  Ya itu kita harapkan bisa masuk kesana dan bisa memberikan, tim kesehatan dengan  memberikan masukan gizi yang cukup. Kasihan  walaupun Pemda sudah memberikan susu dan bahan tambahan yang ada. Saya belum bisa pastikan disitu belum bisa dipastikan dengan batasan waktu. “Kita  berharap dari KKB juga lebih memahami  bahwa  fungsi aparat keamanan bahwa ingin membantu supaya masyarakat mendapat akses keluarga dari situ dan bisa beraktivitas seperti  itu . Kita berharap masih ada harapan dan ada komunikasi ya , kita berharap seperti itu dan mereka juga warga kita,”tandasnya.

             Sementara angota  Komisi 1  Abdul Kharis  mengatakan menyandera 1300 orang di dua desa itu tidak main main, kan banyak  jumlahnya. Kalau hanya sekedar motif ekonomi pengamatanya sangat sederhana, oleh karenananya harus dicari motif sebenarnya dan mereka dapat dari mana senjata yang ia miliki. O;eh, karenanya  TNI - Polri harus bisa bergerak dengan cepat, kalau langka negosiasi tak bisa harus ada langka lain yang lebih cepat   Hal senada juga  disampaikan  oleh  Ketua PPP  Romahurmuzy  yang kerap dipanggil Romi mengharapkan polisi bisa lebih cepat lagi  menyelesaikan aksi teror di Papua sehingga korban tidak berjatuhan (as/vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Kapolri sampaikan hanya puluhan orang yang disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tapi anehnya puluhan orang mampu menyadera ratusan orang yang ada di dua desa Banti 1000  dan desa  Kimbely  300 di Papua, yang jumlahnya penduduknya total  1.300 orang.  Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di temui disela-sela Launcing Aplikasi Pelayanan Lalu Lintas di Ancol, Kamis (9/11) 2017 mengatakan polisi dan TNI- Polri menurunkan kekuatan sekitar 1000 personil di mile 74.

Dikatakan Tito  Tembagapura di bagian atas nama Desanya  Banti karena saya mantan Kapolda Papua hafal betul disitu ada nama ilegal Saner artinya mendulang ilegal. “Jumlahnya dari 8.000 sampai 10.000 dan mereka mengambil hasil telinya Freeport, Teli artinya sisa. Disitu ada masyarakat lokal setempat, ada masyarakat pendatang,” ujarnya.

            Selanjutnya, Tito menegaskan saya pernah identifikasi ada kelompok Kriminal Bersenjata, saya menyebutkan KKB. Jumlahnya engga banyak sebetulnya antar paling banyak 20 orang. “Ada 5 sampai 10 senjata. Mereka ini belakangan melakukan aksi itu menyerang petugas, motifnya ala masalah Ekonomi.

Faktor ekonomi biasa dan lain-lain. Memang dibawa isu-isu marasisme dan lain-lain,” tegasnya Tito jelaskan  lebih banyak masalah ekonomi itu lah mereka melakukan aksi itu makanya dari Polri ,Polda, dari Kodam dan Polda ingin melakukan penguatan kekuatan bersama. TNI dan Polri ada 1.000 dan yang paling tinggi mile 74 sampai didaerah paling bawa namanya Port Side 74 Mile hampir 100 km panjangnya. “Tapi jalannya  gunung kanan kiri jurang, sungai.

Mereka adanya bergabung dengan masyarakat . Setelah habis penembakan mereka bergabung lagi dengan masyarakat. Karena petugas dari Polda dan Kodam sudah melakukan penguatan pengamanan sekaligus membuat tim pengejaran pada saat tim pengejaran dilumpuhkan mereka biasanya akan bersembunyi dan menggunakan tameng masyarakat tadi,” jelasnya.

 

 

           Sesuai perkembangan, Tito menandaskan  Baik masyarakat lokal maupun masyarakat pendatang. Langkah yang dilakukan sekarang pengamanan Freeport tim pengamanan melakukan  soft negosiasi melibatkan gereja, tokoh adat dan tokoh masyarakat disana karena komunikasi masih bisa dibangun. Saya berharap dengan komunikasi ini bisa diselesaikan dengan cara-cara soft dengan cara-cara damai.” Ketika cara damai dilakukan dengan sangat terpasa penegakan hukum dengan sangat terukur sekali kita harap tidak ada korban dari masyarakat pasti kita harus lakukan. Tetapi sementara sedang berjalan mudah-mudahan cepat selesai semua,” tandasnya.(vk)

Thursday, 09 November 2017 11:03

Empat Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden

Written by

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang telah ditentukan berdasarkan pedoman yang ada. Penganugerahan gelar tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan hari Pahlawan tahun 2017.

          Keempat tokoh dimaksud ialah Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Prof. Drs. H. Lafran Pane asal Yogyakarta.Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada keempatnya melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 dan dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 9 November 2017 dengan dihadiri oleh ahli waris dari keempat tokoh tersebut.

          Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Presiden Laksma TNI Imam Suprayitno, penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut memperhatikan petunjuk Presiden Republik Indonesia sesuai usulan dari Kementerian Sosial mengenai permohonan pemberian gelar pahlawan nasional. Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sendiri dalam menjalankan tugasnya berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.(eas)

 

 

Wednesday, 08 November 2017 14:13

Jokowi Mantu Kembali Angkat Adat Budaya Jawa Dan Batak

Written by

 

SOLO(KORANRAKYAT.COM) Senyum bahagia tergambar dari wajah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution usai proses ijab kabul berlangsung di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11/2017).Putri Presiden Joko Widodo tersebut resmi dipersunting sang pujaan hati yang merupakan teman semasa kuliah.

Kahiyang Ayu tampak anggun dan cantik menggunakan kebaya tradisional berwarna hitam bermotif emas. Corak warna yang sama juga dikenakan oleh mempelai pria.Sebelum proses ijab kabul berlangsung, kedua pihak keluarga mempelai memberikan sambutan. Setelah itu, barulah prosesi akad nikah dilangsungkan.

Dalam akad nikah ini, Presiden Jokowi bertindak sebagai wali dari putri kandungnya. Untuk saksi pernikahan, dari pihak Kahiyang Ayu adalah Jusuf Kalla dan Maruf Amin. saksi dari mempelai pria, yaitu Syafii Maarif dan Darmin Nasution.Proses ijab kabul dipandu oleh Basir selaku Kepala KUA Banjarsari. Jokowi tampak duduk di samping pejabat KUA tersebut. Mahar pernikahan yang diserahkan Bobby berupa perlengkapan alat salat dan emas 80 gram.

Setelah Bobby Nasution berhasil mengucapkan ijab kabul dalam sekali tarikan napas, keduanya langsung menandatangani buku nikah.

Tak hanya ramai di dalam negeri, pemberitaan seputar pernikahan anak perempuan dari Presiden RI ke-7 tersebut juga menjadi sorotan dunia. Media-media asing tersebut mengangkat berbagai sisi dari pernikahan yang sederhana, tapi penuh kebahagiaan itu.

1. Kaya Akan Unsur Tradisional

Salah satu media internasional yang menyoroti pernikahan Kahiyang Ayu dan dan Bobby Nasution adalah Straits Times. Media asal Singapura tersebut menyoroti pernikahan keduanya yang kaya akan unsur tradisional Jawa.

Berbagai prosesi dilangsungkan pertanda dalam menjelang hingga hari pernikahan. Kemarin pagi misalnya, keluarga dari kedua belah pihak mengadakan prosesi siraman untuk calon pengantin.Bobby Nasution saat menyerahkan mas kawin ke Kahiyang Ayu setelah melangsungkan akad nikah di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11).

Sebuah bak air disiapkan sebelum prosesi siraman. Air yang digunakan pun diambil dari tujuh sumber alam yang berbeda. Dalam adat Jawa, hal ini melambangkan berkah untuk kehidupan baru.Ibu Negera Iriana Joko Widodo memulai proses siraman air yang dipenuhi oleh kelopak bunga yang kemudian diikuti oleh anggota keluarga dan kerabat yang lain Sementara prosesi siraman berlangsung, ratusan warga Solo memenuhi sepanjang jalan tak jauh dari kediaman presiden di jalan Kutai Utara.

Warga sengaja menyediakan nasi tumpeng -- sajian khas Jawa yang disajikan secara tradisional pada perayaan besar."Kami juga ingin merayakannya. Kami sangat bahagia," ujar Sarwojo (62), penjual sayuran di Solo. Demikian dikutip dari Straits Times (8/11/2017)."Kami berdoa semoga pernikahan berjalan lancar dan pasangan akan bersama hingga kakek dan nenek," ia menambahkan.Selain siraman, ada pula prosesi lain yang disebut midodareni, yaitu pihak keluarga dari mempelai pria mengantar mas kawin ke rumah pengantin wanita.(eas)

 

 

SOLO(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo santai menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang mengatakan hajatan pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, sebagai acara yang berlebihan. Bagi Jokowi, pernikahan putri semata wayangnya itu tergolong sederhana."Ya relatif, lah yah. Yang namanya sederhana, wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan," kata Jokowi, usai gladi bersih di lokasi pernikahan, Gedung Graha Saba, Solo, Selasa 7 November 2017.

Pernikahan yang digelar pada Rabu 8 November 2017 besok itu, menurut Jokowi, tidak ada yang mewah. Selain karena di gelar di kampung halaman, juga banyak menggunakan fasilitas milik keluarga."Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri," kata Jokowi, yang turut didampingi oleh putra pertamanya Gibran Rakabuming.

Gedung Graha Saba Buwana – yang berlokasi di Banjar Sari, Surakarta – adalah milik keluarga Jokowi. Sementara urusan catering menggunakan Chilipari, yang dikelola oleh Gibran. Sementara kepanitiaan juga dipercayakan kepada putra sulung Jokowi itu. Sehingga, menurut presiden, tidak ada yang mewah, seperti yang disebutkan oleh Fahri.

"Jadi, jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah jadi ya adanya seperti ini," jelas Jokowi.Sebelumnya, Fahri menyoroti pernikahan Kahiyang. Menurutnya, acara pernikahan putri semata wayang Jokowi tersebut dinilai berlebihan.

Ia menyinggung aturan yang sempat dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, yang saat itu dijabat Yuddy Chrisnandi, yang hanya membolehkan pejabat mengundang paling banyak 400 orang untuk suatu hajatan.  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzahberpendapat, seharusnya pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, dirayakan secara sederhana dengan pesta kecil saja.Terlebih, menurut dia, sempat ada surat edaran agar pejabat negara tak mengundang pejabat lebih dari 400 orang. Menanggapi pernyataan itu, Menteri Koordinator  Kemaritiman  Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Boyolali, angkat bicara. Menurut dia, acara pernikahan tersebut tidak seharusnya dipermasalahkan.

"Ya enggak jugalah. Orang banyak yang tidak diundang. Masak mau orang nikah saja mesti diomongin," kata Luhut, Selasa (7/11/2017). Fahri juga menyarankan agar pesta pernikahan Kahiyang-Bobbydiumumkan melalui Twitter atau Vlog. "Ya itu, kan, yang ngomong suruh lihat sendirilah. Entar saya pengin lihat kalau dia (Fahri Hamzah) nikahin putrinya gimana," ujarnya.Fahri Hamzah juga diundang ke resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Rabu (8/11/2017). Namun, Fahri mengaku tak bisa datang karena pada tanggal tersebut berbenturan dengan jadwal piket pimpinan DPR.(as)

 

 

.JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menanggapi pertanyaan jurnalis terkait polemik reklamasi di kawasan Teluk Jakarta, Presiden menegaskan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan izin reklamasi baik selama ia menjabat sebagai Presiden maupun saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.“Saya sampaikan, saya sebagai presiden tidak pernah mengeluarkan izin untuk reklamasi. Sebagai gubernur, saya juga tidak pernah mengeluarkan izin untuk reklamasi,” tegas Presiden di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Rabu 1 November 2017.

             Terkait Peraturan Gubernur Nomor 146 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Membangun dan Pelayanan Perizinan Prasarana Reklamasi Kawasan Strategis Pantura Jakarta yang menjadi polemik, Presiden mengatakan bahwa Pergub itu merupakan petunjuk untuk mengajukan perizinan.“Kalau yang itu, Pergub itu kan Pergub yang acuan petunjuk dalam rangka kalau kamu minta izin, bukan reklamasinya. Kalau kamu minta izin, aturannya seperti apa. Bukan kamu saya beri izin, kamu saya beri izin reklamasi, bukan itu,” jelas Presiden.(eas)

 

Page 3 of 15

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan