Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Redaksi

Redaksi

Sunday, 21 April 2019 00:33

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten Manggai Sulawesi Tengah.

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu(17/4)2019 mengatakan Sementara secara umum bisa disimpulkan situasi Kantibmas   seluruh indonesia dari Aceh sampai Papua cukup kondusif ya. "Ada beberapa kejadian dan masalah penundaan pelaksanaan Pemilu di Papua dan sudah dikoordinasikan antara KPU dengan aparat setempat hari ini di upayakan tetap dilaksanakan,"ujarnya.

                 Selanjutnya, Dedi menegaskan demikian juga ada beberapa keterlambatan dan penghambatan masalah pemunggutan suara hari ini di Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah teng karena keterlambatan dari pelipatan surat suara oleh staf KPU hari ini. "Diupayakan tetap dilaksanakan . Yang menonjol Pemunggutan suara hari ini di Sulteng dan di Papua. Itu saja dan kalau yang lain alhamdulilah berjalan dengan lancar," Tegasnya.

           Disinggung untuk yang mau menghalang-halangi ke TPS ada engga ya, Dedi menjelaskan ya,ada beberapa pasal Undang-undang No.7 tahun 2017 dan termasuk juga ada peraturan KPU dibuat ada pasal 46, ada pasal 51 . "Isinya dan bunyinya; Barang siapa yang menghalang-halangi seseorang untuk melaksanakan menyampaikan inspirasinya ke TPS itu akan melakukan pencoblosan di Pidana dengan ancaman 2 tahun, kemudian dengan denda Rp 42 Juta," jelasnya.

             Lebih lanjut, Dedi merinci bisa juga di kenakan pasal 511 dan pasal yang di UU No.7 tahun 2018. Tergantung dari Panwas bersama aparat kepolisian ada di Gakumdu melihat fakta Hukum perbuatan seseorang tersebut." Artinya perbuatan orang tersebut telah menghalang-halangi seseorang untuk menyampaikan hak pilihnya adalah ancaman Pidananya," rincinya.

            Ketika ditanya apa sudah yang dilaporkan, Dedi membeberkan laporan sampai hari ini belum ada ,itu tetap akan kita pantau karena pasal itu diterapkannya pada pencoblosan saat ini. "Nanti dari Panwaslu akan melaksanakan hal ini dan Patroli terpadu kepolsian dan TNI akan melaksanakan hal ini patroli terpadu dalam rangka mengantisipasi dengan memberhentikan peristiwa-peristiwa tersebut,"bebernya.

              Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan tanggal sebelumnya ini sebelumnya untuk tindak pidana   pidana Pemilu ada 1 kasus dan proses sidik 1 kasus .
"Menurut tanggal sekarang artinya dari tadi malam sampai tadi pagi ada 3 kasus dan proses sidik 2 kasus dan tahap 2 ada 1 kasus . Tindak Pidana Pemilu selama operasi mantap brata yang sudah terlapor siaga ops Mabes Polri jumlah kasus ada 301 kasus yang proses sidik 91 kasus , kemudian yang tahap 2 pelimpahan tersangka dan barang buktinya ke JPU ada 109 Kasus," ungkapnya.

 

                Jadi, Dedi mengakui kemudian yang di selesaikan  P21 ada 45 kasus jadi masih proses untuk selanjutnya P21 dilimpahkan ke tahap 2 . "Untuk kasus menonjol menyangkut masalah pemilu ada 2 kasus.Yang kemudian diselesaikan SP3 dari 301 kasus itu ada 22 kasus yang di SP3 karena tidak  cukup bukti sehingga berhenti dan ada 29 kasus yang P19 oleh JPU. Karena belum lengkap," akunya.(vk)

Sunday, 21 April 2019 00:02

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (19/4)2019 mengatakan, sejumlah anggota Polri gugur saat melaksanakan pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan pasca penghitungan suara." Para anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas mengawal Pemilu 2019," ujarnya. 

          Selanjutnya, Dedi menegaskan anggota Polri yang        mendinggal dalam tugas akan dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi.  "Semua Almarhum dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi. Termasuk Brigjenpol Syaiful Zahri menjadi Irjenpol," tegasnya.

        Untuk itu, Dedi menjelaskan para anggota kepolisian yang gugur dalam tugas adalah: 1. Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara. 2. Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo. Gugur saat melaksanakan pengamanan TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. 3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Gugur dikarenakan sakit. 4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso. Gugur dalam kecelakaan menuju TPS," jelasnya. 

Dedi katakan   5. Bripka Ichwanul Muslimin, personel Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan menuju salah satu Polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS. 6. Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang, NTT. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019. 7. Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019. 8. Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari, Polres Pasuruan. Gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019. 9. Brigjen Syaiful Zahri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri,"rincinya. (vk)

 

 

Sunday, 14 April 2019 09:44

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja Migran Indonesia diperdagangan secara Ilegal.

            Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4)2019 mengatakan  Faksos  tentang tindak Pidana Perdagangan orang  ini adalah satu tim. Perlu disampaikan rekan-rekan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang diungkap  oleh Bareskrim ini adalah kasus yang terbesar yang pernah di ungkap Polri karena korbannya lebih dari seribu orang ." Ini juga merupakan kejatahan trans organisasi crime. Ada 4 negara tujuan , kasus ini nanti akan dikembangkan terus oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim," ujarnya.

                Selanjutnya, Dedi menegaskan tentunya kita juga bekerjasama dengan stecholder yang hadir pada siang hari ini nanti dari Dirtipidum akan menjelaskan secara detail bagaimana pengungkapan kasus tersebut dan langkah apa-apa saja sudah dilakukan. Rekan-rekan bisa bertanya kepada rekan-rekan stecholder terkait bekerjasama dalam rangka mengungkap kasus TPPO yang ada di Indonesia. "Kita juga cukup prihatin dengan kejadian seperti ini namun demikian Polri bersama stechlder terkait memberikan komitmen untuk tidak pernah berhenti dalam rangka menindak kasus-kasus TPPO," tegasnya. .

                    Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjend Pol Herry Rudolf Bajak ditemui di Bareskrim, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa(9/4)2019 mengatakan pada kesempatan ini kami akan menyampaikan informasi tentang perpekerrjakara Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang berhasil di ungkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam beberapa waktu belakangan ini . "Kalau bisa dilihat ada tayangan disana yang kami sampaikan ini ada 4 laporan Polisi yang kita tangani dan nanti saya akan jelaskan satu persatu," ujarnya. 

                Herry menjelaskan pertama laporan Polisi 152 kita berhasil menangkap dua orang tersangka dalam jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang kita sebut jaringan pengiriman ke Maroko. "Tersangkanya namanya Mutiara binti Muhammad Abbas, kedua Farhan Bin Abuyarman. Dua tersangka ini rekornya sudah cukup  hebat  merekrut dan mengirimkan Pkerja Migran Indonesia ini yang dilakukan secara nonprosedural itu hingga saat ini tersangka Mutiara mengirimkan kurang lebih 300 orang. Kemudian saudara Farhan sudah mengirimkan kurang lebih 200 orang," jelasnya.

              Selanjutnya, Herry merinci dari 2 tersangka ini saja kurang lebih 500 orang diberangkatkan. Kasusnya adalah korban yang diambil kebanyakan dari NTB dan Sumbawa. Kemudian dari Sumbawa di bawa ke Lombok , dari Lombok ke Jakarta rutenya seperti itu dari Jakarta ditampung lagi di Batam, dari Batam menyebrang ke Malaysia, baru dari Malaysia di berangkatkan ke Maroko. Itu rutenya perjalanan dan disana berhubungan dengan Agen yang memesan dari Maroko. Itu jalur Maroko."Kemudian si tersangka Mutiara ini untuk menawarkan korban untuk bekerja di toko sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 3 juta sampai Rp 4 Juta perbulan. Kemudian setelah bekerja disana ternyata tidak dapat bekerja lanjut karena sering mengalami kekerasan," rincinya.

              Lebih lanjut, Herry  mengungkapkan Saya boleh katakan tenaga-tenaga kerja Migran Indonesia itu yang berangkat secara prosedural itu baru bisa terungkap bila korbannya mengalami persoalan. Misalnya mengalami kekerasan ,mengalami perkosaan atau disana engga dibayar gajinya. Itu baru kemudian menjadi persoalan karena tenaga kerja  untuk kabur kalau bisa dia kabur ke KBRI atau ke Konjen dan sebagainya baru kemudian dia menyampaikan atau persoalannya." Dari sana baru kita kemudian  bisa mengetahui  ada persoalan pengiriman pekerja Imigran  Itu non prosedural. Baru kemudian kita melakukan ungkapan. Itu biasanya dari situ. Itu ada laporan korban. Pasal-pasal dalam undang-undang negatif harus ada korban. Jadi yang saya sebut 200 itu dikirim Budi dengan Farhan itu kemungkinan besar mereka saat ini ada disana tidak mengalami masalah,:" ungkapnya.

              Diungkpakan  Hadi   namanya pekerja indonesia yang berangkat ke luar negeri tanpa prosedural atau non prosedural tapi karena tidak masalah begitulah disana mungkin kerjanya bagus saja atau gajinya cocok saja tidaj mengalami penganiayaa dan pemerkosaan . Atau setidak-tidaknya terkait disana ya engga laporan. Begitu laporan dan ketika masyarakat. "Ya seperti ini mengalami kekerasasan kemudian dia lari dari majikannya  ke KBRI atau Konjen dan disitulah mulai kita melakukan penyelidikan. Biasanya kami mendapat info masih dari Kementerian Luar Negeri konfirmasi ke Bareskrim kemudian melakukan penyelidikan sampai akhirnya menemukan para tersangka. Itu kira-kira modus operandinya," akunya..

             Hasil  pemeriksaan, Hery menandaskan Jaringan ke 2 adalah ke Turki, dengan Turki ini tersangkanya adalah Erna Rachmawati Binti Supeno alias Yolanda. Kedua, Saleha Binti Sahidun. Dari mereka berdua ini kurang lebih 220 orang yang diberangkatkan di tahun 2018 dan 2019. Ini juga kebanyakan dari Bima NTB. Kemudian jalur yang dipakai Jakarta ke Oman baru ke Istambul dan baru selanjutnya ke Turki."Yang ini korban di janjikan dengan gaji Rp 7 Juta perbulan , bekerja 1 minggu tidak di gaji karena sakit kemudian terjadi pelecehan seksual. Nanti ada korban kita siap  kan bisa wawancara dengan korban agar lebih jelas. Kenapa itu terjadi pada dirinya, Kemudian korban kabur ke Konjen di Istambul kemudian dilaporkan. Seperti saya katakan tadi kalau sudah mengalami masalah pasti mereka melaporkan ke Konjen atau KBRI," tandasnya.

              Seiring  dengan itu, Herry membeberkan  jaringan berikutnya Suriah. Ini jaringan Suriah pelakunya ini Abdul Halim , korbannya kurang lebih 300 orang. Kalau di jumlah berapa sekitar 1000 lebih. Ini tersangkanya dan jalurnya dari Jakarta ke Surabaya dulu, dari Surabaya terbang ke Malaysia untuk mendapatkan kemudahan ke luar negeri. Karena kita ketahui rekan-rekan sekalian sampai saat ke Timur Tengah ini masih moratorium. "Tidak ada pengiriman pekerja Migran Indonesia ke Timur Tengah sampai saat ini. Jadi kalau ada pekerja indonesia masuk ke sana mesti ilegal. Kalau ke Timur Tengah pasti pekerja Migran Indonesia pasti Ilegal oleh pemerintah selama ini dihentikan pengirimannya. Yang Legalpun di hentikan. Ini jalurnya Jakarta ke Surabaya baru ke Malaysia ke Dubai Turki baru Sudan dan ke Suriah," bebernya.

           , Heri   sampaikan kasusnya bisa digali dari si korban Endang Heriyati. Ini dia mau ngomong. Rekan-rekan sekalian ada modus Operandi yang dilakukan oleh agen-agen yang takut kasus pekerja Imigran yang dia perintahkan dan dibawa ke luar negeri datang kesini dan kemudian melapor karena sudah terjadi sesuatu kemudian melapor. "Untuk mengantisipasi itu biasanya apa bila ada pengiriman dari luar negeri kembali ke Indonesia bagi tenaga kerja yang sudah bemasalah ini. Kini Agen supaya engga kasus dia proaktif mengambil sendiri nih orang tujuannya supaya orang ini langsung dibujuk si korban dikasih duit sedemikian rupa supaya tidak membuat laporan ke Polisi atau menganggap masalah sudah selesai. Istilahnya diajak damai. Jadi pekerja Imigran Indonesia yang sudah keluar kemudian bermasalah lapor ke KBRI kemudian oleh KBRI dibawa ke Indonesia dan disini diambil oleh mereka seolah-olah damai, setelah damai atau orang ini tidak melapor . Ini ada modus seperti itu yang terjadi terhadap si Endang  Heriyanto," akunya.

Lebih jauh, Herry menuturkan Nanti teman-teman bisa bongkar karena dia sudah balik ke Indonesia dan dia diberangkatkan lagi oleh agen yang sama. Ini sudah dua kali kena. Nama Lengkap Endang Heriyanto bahkan sudah di perkosa . "Ini sampai dua kali kejadian dan ini juga kejadian yang baru selama kita menangani kasus tindak Pidana Perdagangan Orang baru ini. Sudah berangkat mengalamo kasus dan balik lagi disini di jemput sama agennya di berangkat lagi. Kenapa diberangkatkan lagi karena agen ini sudah mengeluarkan duit untuk perdamaian dan sebagainya supaya bisa kembali duitnya di berangkatkan lagi dengan ketentuan-ketentuan baru yang mereka berikan kepada si korban.Ini modusnya, bahkan sudah 3 kali di periksa," tuturnya.

Jadi, Herry menambahkan kemudian jaringan Arab Saudi, rekan ada spesifik dari sini karena pelaku ini adalah warga negara Asing Etopia kelahiran Ryad namanya Faizal Husein dan Abdala Ibrahim alias Abdullah. Yang seru dari Faizal ini adalah sebetulnya pengungsi yang dulu diamankan disini karena terlibat kasus PS Smalding. Jadi ada orang kesini dan  transit area atau transit country ini rekan-rekan paham ya. Dari berbagai daerah dissition countrinya adalah Australia atau New zealand ,jadi indonesia adalah transit country. Ini kaitan dengan itu kapal yang dibawa mau berangkat kesana singgah disini tetap otoritas indonesia oleh Imigrasi atau Polri kemudian dia masuk lah sebagai pengungsi yang dilindungi oleh UNCR." Sehingga dia bebas untuk tidak di reportase karena statusnya pengungsi. Nah dalam status pengungsi ini dia menjadi agen TPPO . Ini lah remaja Faizal dan Abdallah. Dia juga agak sedikit berbeda menampung korban tidak ditempat-tempat tapi di apartemen di tampungnya.Kemudian karyawannya dia merekrut beberapa orang asing. Itu kira-kira yang lain tersangka Faizal dan Abdalla ini. Yang diberangkatkan kurang lebih 200 orang. Kalau ditotal sudah 1.200 orang.Routenya Lombok ke Jakarta baru ke Arah Saudi," tambahnya..

Sesuai data, Herry  menandaskan Untuk tindak Pidana TPPO, undang yang dipersangkakan dan pasal yang dipersangkakan adalah pasal 4 Undang-undang RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( PTPPO). Kemudian pasal 10 Undang-undang RI tahun 2007 , lalu pasal 81 Undang-undang RI No. 18 tahun 2017 tentang  Perlindungan Pekerja Migran  Indonesia ( PMI) pasal 81 kemudian pasal 86 huruf b itu pasal yang dilanggar. "Ancaman hukuman adalah disana maksimalnya 15 tahun untuk Undang-undang PTPPO, kemudian maksimal  5 tahun untuk Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Tandasnya.(vk).

 

 

Sunday, 14 April 2019 09:30

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play. Indomaret akhirnya menderita kerugian Rp 2,5 Miliar.

            Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jalan Tronojoyo No.3, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat(12/4)2019 mengatakan sore hari ini kita akan lakukan press concerns Direktorat Siber Bareskriim Polri terkait dengan pengungkapan kasus tindak pidana legal akses atau legal hacking terhadap server suatu  PT yang bergerak di Mini Market yaitu PT indomaret. Kasus ini berlanjut dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play ."Kronologi kasus ini dimulai dari kasus ini adanya sebuah kecurigaan dari PT infomaret ini adanya transaksi yang berjumlah ribuan 4.000 lebih yang dibaca sebuah transaksi untuk pembeli game atau vocer game on.line. Kecurigaan ini pada sekitar Febuari  2018 atas temuan itu dilaporkan ke Direktorat Siber Bareskrim ini, selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh para penyidik Direktorat Siber Polri dan alhamdulilah pada hari ini kita bisa merilis kasus tersebut sehingga terungkap akan adanya sebuah sindikasi kecil didalam pengungkapan kasus ini yang bisa kita sampaikan," ujarnya.

              Selanjutnya, Asep menegaskan kasus ini melibatkan 4 orang tersangka dimana dua tersangka atas nama EG dan ITE masing-masing 22 tahun ini adalah mantan pegawai ITE di Indomaret tersebut. Yang bersangkutan ini pun dikeluarkan oleh PT tersebut karena ada catatan pernah melakukan diduga tindak pidana penipuan pun ada persoalan lain sehingga orang ini mantan dari PT Indomaret tersebut yang dari pada ITE." Kedua, ada tersangka LW dan BP masing-masing 24 tahun mereka berperan membantu aksi kejahatan ini. Setelah mulai didapatkan kemudian 2 orang ini yang berperan untuk memasarkannya," tegasnya. \

          Untuk itu, Asep menjelaskan Kita ketahui di publik bahwa vocher ini yang didapat di Goegel Play harga pasarannya adalah badlah Rp 500.000 masing-masing punya harga marketnya. Nah ini setelah mendapatkan di jual harga pasar itu tersebut setengahnya bahkan ya kalau Rp 500.000 di dalam dunia pasar jejarinvan ini dijualnya  Rp 250.000. "Akibat dari kejaksaan ini PT Indomaret mengalami kekayaan juga Kita melihat adanya kasus ini memiliki Tempat Kejadian Perkara(TKP) di Palembang ungkapan itu tetapi dalam aksi kejahatan itu pelaku menggunakan beberapa tempat upaya pengelabuhan sebagai aksi kegiatan ini.Dalam hal ini polisi mengdeteksian ini apakah ada dan kerugian juga di alami PT Indomaret ini," jelasnya.

            Sementara itu, Kasubdit I, Direktorat Siber Polri, Kombes Dani Kustoni mengatakan  tadi sudah dijelaskan oleh Kabag Penum dengan pengungkapan Direktorat Siber secara spesifik dimana modus operandi  para pelaku kita tangkap 2 pelaku utama  dan ada dua orang yang membantu ini adalah tindak pidana ilegal Akses jadi lagal akses yang bersangkutan dulu bekerja di Indomaret  berada masing-masing." Pelakunya antara lain pekerja indomare tahu user name, kemudian tahu tersebut selalu menggunanakan. Untuk google  Play  yang suka lupa wilayah. Pengungkapan tadi yang bersangkutan ini sudah melakukan transaksi ribuan transaksi dengan menggunakan ITE dari addres yang tentunya berbeda tempat. Hampir ratusan gray juga Indomart berbagai wilayah dia cukup mengakses di wilayah Palembang,".ujarnya .

           Dani menegaskan jadi seolah-olah transaksi ini dilakukan contohnya pelaku melakukan remote di wilayah Palembang kemudian menggunakan indomart yang berada di wilayah  Yogjakarta Pasar Palangkaraya itu seolah-olah saksi indomart kepada Inipun baik terkait voucer game online maupun voucer google Play. Jadi yang bersangkutan melakukan di wilayah Palembang." Kerugian sampai saat ini tentunya dari pihak indomart kurang lebih ada 2,5 Miliar dan voucer yang sudah terjual secara keseluruhan cukup banyak tetapi yang bersangkutan menjual dengan taktik yang memang seharusnya Rp500.000 sudah disampaikan di jual Rp 250. 000 sampai Rp 300.000,' tegasnya.

               Dani  katakana  tersangka dibantu  saudaranya LW dan BP ini membantu untuk mengumpulkan voucer-voucher yang diambil oleh pelaku dimasukan dalam satu email atau akun dalam gmail untuk di kumpulkan dan dihimpun maksimal Rp 23 Juta dalam per akun  gmail kemudian di jual setengah harga kurang lebih Rp 10 Juta bahkan di bawah harga pasaran google Play ini. "Kemudian barang bukti kita lihat ada kurang lebih ada 7 Hand Phone ini semua hasil dari kejahatan menurut yang bersangkutan hasil dari kejahatan hartanya digunakan untuk foya-foya, digunakan untuk membeli barang-barang ada didepan kami ini dan rekan-rekan juga termasuk visi ada dua itu juga dibelikan pelaku dari hasil kejahatan," jelasnya.

 

              Lebih lanjut, Dani merinci kemudian sudah kita lakukan pemeriksaan,pengecekan di rekening yang tersisa kurang lebih ada Rp 50 Juta yang saat ini sudah kita lakukan penyitaan dan para tersangka ini kita kenakan pasal 46 Junto Pasal 30 Undang-undang No.19 tahun 2016 ." Tentunya kita kenakan juga Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang . Ancaman hukumannya kurang lebih 20 tahun," rincinya.( vk)

Sunday, 14 April 2019 09:11

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul 08.50 Waktu Setempat (WS) atau pukul 12.50 WIB.

         Di bandara tersebut Presiden dan Ibu Iriana disambut antara lain oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh dan Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar Al Saud serta Menteri Perdagangan dan Investasi Majid Bin Abdullah Al Qasabi.   

       Rencananya pada siang hari waktu setempat, Presiden akan menghadiri undangan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud untuk jamuan santap siang bersama dan dilanjutkan dengan pertemuan di Istana yang berada di Riyadh.

           Setelah bertemu dengan Raja Salman, pada petang hari nanti, Presiden akan bertemu dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

 

Malam harinya, Presiden dan Ibu Iriana akan bertolak ke Jeddah. Dari Jeddah, Presiden dan Ibu Iriana akan melanjutkkan perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.(eas)

Sunday, 07 April 2019 15:00

 

 

JAKARTA  (KORANRAKYAT.COM)  Calon presiden nomor  urut  02 Prabowo Subianto menyebut 1 juta pendukungnya hadir dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019).Para pendukung yang sebagian besar memakai pakaian serba putih itu memenuhi lapangan stadion dan bangku di bagian tribun.

            Prabowo juga mengatakan, sekitar ratusan ribu pendukung berada di luar area stadion, tidak bisa masuk karena keterbatasan tempat."Panitia, berapa yang sudah hadir di sekitar Senayan? 1 juta lebih," ujar Prabowo di sela-sela kampanyenya.Terkait dengan  jumlah peserta  tersebut, berapa sesungguhnya kapasitas Stadion Utama GBK, dan arena di luarnya? Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menuturkan, Stadion Utama GBK memiliki daya tampung mencapai 78.000 kursi.

 

     “Kapasitasnya 78.000 kursi. Itu total untuk semua kelas penonton,” ujar Winarto ketika dihubungi wartawan , Minggu (7/4/2019)Di samping itu, area di dalam stadion yang bisa digunakan untuk menampung orang jika ada perhelatan di luar olahraga yaitu lapangan sepak bola dan trek atletik. Winarto mengungkapkan, secara keseluruhan, lapangan sepak bola dan lintasan atletik dirancang seluas 13.000 meter persegi.(as) 

Saturday, 06 April 2019 03:35

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kejaksaan Agung menerima berkas perkara Plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia( PSSI) Joko Driyono (Jokdri)  pada tanggal ,Selasa( 2/402019  dalam perkara dugan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar,merusak atau menghancurkan barang bukti oleh Satgas Anti Mafia bola  dan  melalui penelitian   yang akhirnya  kamis (4/4)2019 Kejagung dinyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)

             Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung,Dr Mukri SH MH di Kejagung Jalan Hasanuddin No.1,Kebayoran Baru, Jumat(5/4)2019 mengatakan pada hari Kamis (4/4)2019 Kejaksaan Agung RI telah nyatakan lengkap (P21) berkas perkara inisial Jokdri  ( Plt Ketua Umum PSSI) dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah di pasang police line oleh penguasa umum dari Satuan Tugas Anti Mafia Bola Mabes Polri( Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri).

            "Bahwa berkas perkara tersangka Jokdri  dinyatakan lengkap (P21) tersebut ,setelah Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum melakukan penelitian berkas perkaranya," ujarnya.

           Selanjutnya, Mukri menegaskan dimana persyaratan formil dan materialnya sudah lengkap." Tersangka JD disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,".tegasnya

 

            Untuk itu, Mukri menjelaskan bahwa dengan dinyatakan lengkap berkas perkara tersebut," Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri," jelasnya..(vk) 

Tuesday, 02 April 2019 10:46

 

PAPUA(KORANRAKYAT.COM) Usai meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang dipusatkan di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Papua dalam rangka kunjungan kerja.

       Setibanya di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, sekitar pukul 13.30 WIT, Kepala Negara langsung menuju ruang tunggu utama untuk menerima paparan dari Gubernur Papua Lukas Enembe.

             Selain itu, Presiden juga menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang "Pemulihan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani, Daerah Aliran Sungai Sentani Tami" antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan juga pemerintah daerah di Provinsi Papua. 

 

           Setelahnya, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju GOR Touware, Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Tiba pukul 14.15 WIT, Presiden berbincang dengan pengungsi korban banjir bandang yang melanda wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. (eas) 

Tuesday, 02 April 2019 10:37

 

 

PAPUA (KORANRAKYAT.COM) Sejumlah anak yang berada di Kampung Kemiri, Jayapura, desa yang dihampiri Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu, tiba-tiba berteriak memanggil nama Presiden sesaat sebelum dirinya menuju mobil kepresidenan untuk beranjak dari lokasi. Anak-anak usia sekolah tersebut rupanya meminta Presiden untuk menghampiri sekolah mereka yang turut rusak akibat banjir bandang.

           Mereka tampak semringah saat Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendatangi mereka. Kepada Presiden, mereka menyampaikan keinginannya untuk dapat kembali bersekolah.Tadi anak-anak teriak-teriak (memanggil) minta segera sekolahnya diperbaiki dan dibersihkan," Presiden menjelaskan.

          Di lokasi tersebut, Kepala Negara sempat melihat-lihat kondisi SD Negeri Inpres Kemiri yang tampak berantakan. Banyak buku dan bangku-bangku sekolah yang rusak dan tak dapat dipakai lagi setelah kejadian banjir bandang tersebut. Presiden kemudian meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang turut hadir bersamanya untuk merapihkan bangunan tersebut.

             "Besok langsung dikerjakan ya, anak-anak ya? Biar kalau kembali lagi ke sini bisa belajar," kata Presiden kepada anak-anak yang berada di sebelahnya.Beberapa jurnalis yang berada di lokasi sempat menanyakan Presiden apakah berencana untuk membawa anak-anak itu ke Jakarta. Mulanya, Presiden mengira anak-anak ini tidak ingin diajak ikut olehnya. Namun, Presiden terkejut ketika mereka malah ingin ikut ke Jakarta.

 "Anak-anak lagi sekolah semua kok dibawa ke Jakarta? Anak-anak apa mau dibawa ke Jakarta?" tanyanya."Mau!" sahut mereka. Presiden kemudian meminta ke semuanya untuk kembali bersekolah terlebih dahulu. "Saya kira enggak mau, ternyata mau. Belajar semua dulu ya. Siapa yang mau ke Jakarta tunjuk jari," tuturnya.

             Tak lama setelah peninjauan itu, Presiden Joko Widodo mengunggah momen tersebut di akun Instagram pribadinya. Dari unggahannya itu, diketahui bahwa Arnold, Lea, Rey, Elsa, Petrus, dan lainnya sudah dua minggu terakhir tidak dapat bersekolah.

             Presiden kemudian menjanjikan, setelah mereka dapat kembali bersekolah dan memasuki masa libur sekolah, dirinya ingin mengajak mereka untuk berlibur ke Jakarta. "Saya mengundang mereka untuk datang ke Jakarta pada saat liburan sekolah nanti. Saya ingin mengajak Arnold, Lea, Rey, Elsa, Petrus, dan teman-temannya berlibur di Dunia Fantasi Ancol," tulisnya sambil menautkan sebuah foto saat dirinya bergandeng tangan dengan mereka.(eas)

Tuesday, 02 April 2019 10:18

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kelanjutan proses pemeriksaan dilakukan Satgas Antimafia Bola, setelah perampungan berkas perkara Joko Driyono, kini  Satgas Antimafia Bola memanggil Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, pada Selasa (2/4/2019). Gatot dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota Exco PSSI Hidayat dalam kasus dugaan pengaturan skor pada pertandingan antara Madura FC melawan PSS Sleman.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat,Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa ( 2/4)2019 mengatakan selain Gatot, satgas juga memanggil beberapa saksi lainnya untuk kasus tersebut. "Yang pertama adalah Sesmenpora Pak Gatot Dewa Broto, kemudian Pak Sanusi, Kepala Biro Hukum Kemenpora, dan Pak Jacob Sarosa, Plt Bendahara Umum PSSI. Hari ini dimintai keterangan Satgas Antimafia Bola," ujarnya.

          Selanjutnya,  Dedi menjelasknan dalam kasus ini, Hidayat diduga berperan dalam memengaruhi manajer Madura United Januar Hermawan untuk mengatur skor pertandingan antara Madura FC melawan PSS Sleman." Dugaan pengaturan skor pada kompetisi Liga 2 antara Madura FC dan PSS Sleman mencuat setelah Manajer Madura FC Januar Herwanto berbicara di acara Mata Najwa edisi " PSSI Bisa Apa Jilid 1" jelasnya.

          Lebih lanjut, Dedi menandas kan Kala itu, Januar menyebut ada keanehan pada laga timnya kontra PS Sleman. Salah satu yang disebut Januar adalah soal "offside dua kilometer"." Kasus dugaan pengaturan itu sudah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan pada Jumat (11/1)2019," tandasnya.( vk)

 

 

 

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan