Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...
Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London
Last Updated on Jan 21 2019

Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London

                          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara...
Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI
Last Updated on Jan 20 2019

Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI

    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa...

World Today

Sunday, 20 August 2017 08:07

Mantan Staf Khusus Panglima Maju Pilgub Jatim

Written by

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  - Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio hari ini mendatangi Kantor DPD Partai Golkar. Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini, mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.

"Saya senang hidup di Jawa Timur. Orang-orangnya fair dan terbuka," kata Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio saat mengambil formulir pendaftar ke panitia pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Pilkada 2018 di kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (18/8/2017).

Istu merupakan purnawirawan TNI AD kelahiran Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Dia pensiun dari TNI AD pada Januari 2017. Kemudian pada April 2017, memutuskan bergabung ke Partai Golkar.

"Saya masuk ke Golkar, karena tidak ada berhenti namanya pengabdian. Kebetulan ada pilkada, saya terpanggil (ikut mendaftar bakal calon gubernur Jatim)," tuturnya.

Katanya, jika masyarakat Jawa Timur cocok dengan dirinya untuk menjadi Gubernur Jatim periode 2018-2023.

"Kalau masyarakat Jawa Timur barangkali cocok dengan saya. Saya akan mengabdikan diri, dan badan saya hibahkan untuk Jawa Timur," jelasnya (fd)

Thursday, 04 May 2017 13:40

Jawa Jadi Pertarungan PAN Cari Cagub Potensial

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Pulau Jawa menjadi fokus Partai Amanat Nasional (2018) menghadapi  Pilkada serentak 2018. Mereka pun berencana membentuk tim permanan untuk meraup suara dan memenangkan kontestasi baik di Pilgub Jawa Barat, Jawa Timur, maupun  Jawa Tengah. Untuk di Jawa Barat, mereka sudah membahas persoalan koalisi. "Walau masih wacana, PAN kemungkinan besar akan koalisi dengan Gerindra. Dengan partai lain masih kami jajaki," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5).

 Terkait calon gubernurnya, ada dua opsi. Yakni, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Sementara, calon wakil gubernurnya berasal dari PAN. "Dua-duanya (Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi) bisa minta PAN. Antara Desi Ratnasari atau Bima Arya," ucap anggota tim Pilkada serentak 2018 itu. Di Jatim, PAN berencana memberikan dukungan kepada  Khofifah Indar Parawansah atau Saifullah Yusuf untuk menjadi gubernur. Yandri mengaku keduanya sudah menjalin komunikasi dengan PAN.

Bahkan mereka sudah komunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Sudah. Sering ketemu sama Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar)," sebut Yandri.Di Jawa Tengah, PAN melirik Marwan Jafar untuk dijadikan gubernur. "Wakilnya kita dorong dari PAN. Ada beberapa di situ. Kita tetap prinsipnya itu kader," tegasnya. Keputusan siapa yang bakal diusung di tiga Pilgub itu kemungkinan akan disampaikan setelah Agustus 2017. "Setelah Agustus untuk memulai pematangan koalisi dan itu bisa diumumkan bisa koalisi dengan siapa. Kan pendaftran 2018 Februari," pungkas Yandri.(as)

 

 

Tuesday, 02 May 2017 16:37

Dedy Mizwar Digadang Cagub Jabar Oleh Gerindra

Written by

 

BANDUNG (KORANRAKYAT.COM) - Menghadapi Pilgub Jabar 2018, DPD Partai Gerindra Jabar melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), Senin (01/05). Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi disebut-sebut akan diusung sebagai salah satu kader partai yang bakal maju dalam pemilihan Gubernur Jawabarat 2018.
Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi mengatakan, ingin menjadikan Gerindra partai terbesar di Jawa Barat. Dia berjanji saatnya membayar hutang menjadikan Prabowo menjadi presiden sesungguhnya. Terlebih, Jabar diklaim menjadi indikator lumbung suara dalam suksesi pemilihan presiden 2019. 


“Saya berharap dari awal dilantik saya dengan pengurus berdisduksi melakukan invetarisasi. Semangat dan frekuensi Prabowo harus selaras dengan kader yang berada di bawahnya,” ujarnya di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center.
Dia menyatakan, Rapimda ini menjadi area legitimasi program kerja ke depan. "Saya berharap, tata kelola organisasi ini berjalan seperti apa yang saya sampaikan mulai dari pembenahan, optimalisasi dan pengembangan,” ujarnya.

Di akhir rapat Rapimda, suasana mendadak riuh. Terlebih, secara spontan Mulyadi meminta agar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar untuk turut serta dalam konstelasi pemilihan Gubernur Jabar 2018 mendatang.
Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan wahana strategis untuk memenangkan setiap kesuksesan yang telah dilakukan bersama. “Yang paling heboh, saat pemilihan di DKI Jakarta. Spirit ini, harus di bawa ke Jawa Barat,” ujar Deddy.
Menurutnya, Jawa Barat merupakan daerah yang dianggap paling membara. “Bakar Jawa Barat dengan semangat,” imbuhnya. Deddy menegaskan, siapapun yang bakal menjadi gubernur, bupati atau walikota sudah tersirat sejak lahir. Tetapi, permasalahanya bagaimana menjemputnya agar dapat mendapatkan keberkahan.
Menurutnya, semangat Kader Partai Gerindra merupakan kesadaran spirit yang sangat luar biasa. Dia menekankan, kekuasaan itu merupakan alat atau sarana untuk meningkatkan ibadah terhadap Allah SWT.“Luar biasa bajunya putih tapi semangatnya merah luar biasa. Mudah-mudahan pertemuan ini mendapatkan keridoan Allah SWT,” tuturnya. (as)

Wednesday, 26 April 2017 10:32

Pilkada Serentak 2018 PPP Mulai Cari Cagubnya

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-- Sejumlah partai politik mulai  ancang-ancang mempersiapkan para calonnya, menghadapi Pilkada serentak pada 2018, salah satunya Pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur. Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan, ada tiga kandidat yang dibidik dari eksternal untuk maju di Pilgub Jawa Barat, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Tiga nama itu masih dicermati elektabilitasnya," ujar pria yang akrab disapa Romi kepada wartawan  usai menghadiri pembacaan sumpah jabatan Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Gedung MA, Jakarta, Rabu (26/4).Meski  demikian partai berlogo Kabah itu tetap memprioritaskan kepada kader internalnya untuk bisa maju di Pilgub Jawa Barat, yakni Bupati Tasikmalaya UU Ruzhanul Ulum dan anggota DPR dari PPP Asep Ahmad Maoshul. "PPP upayakan maksimal kader internal, karena PPP di Jawa Barat penyumbang suara cukup sebanyak 9 suara di kursi DPRD," katanya.

Sementara di Pilgub Jawa Timur, PPP dipastikan akan berkoalisi dengan partai lain karena jumlah suara hanya lima kursi di DPRD. Namun demikian dia juga sudah memiliki kader internal untuk dijagokan, yakni Ketua DPW Musyafak Nur. "Susah maju sendiri, PPP mungkin bergabung dengan partai lain," katanya.Di Jawa Timur, Romi menambahkan PPP juga telah membidik dari eksternal seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini."Itu tiga nama berdasarkan survei dari PPP," pungkasnya. (as)

Wednesday, 19 April 2017 23:43

Kapolri : Pilkada DKI Putaran 2 Relatif Aman Terkendali

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com-Pelaksanaan Pilkada DKI yang berlangsung hari ini putaran ke 2 berjalan relatif aman dan damai, meskipun ada riak-riak tercipta kasus namun terkendali sehingga tak ada kejadian menonjol dapat dilakukan lancar ditangani dengan baik.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ditemui di PTIK Jakarta Selatan sebelum meninjau secara langsung dilokasi, Rabu (19/4)2017 mengatakan tadi dari pantauan Polri hari ini untuk Pilkada DKI itu relatif aman terkendali belum ada kejadian yang menonjol ,kemudian kegiatan berjalalancar kami belum dapat laporan-laporan sesuatu hal yang sangat penting sekali  ada persoalan yang kecil saja yang mungkin salah paham yang mungkin saja sudah ditangani dengan baik . "Hari ini kita lakukan pemantauan terus kekuatan masih digelar dilapangan ada yang stand by sana masih ada . Kemudian saya berharap jaga bersama-sana kenyamanan dan kesejukan yang sudah terjadi yang sudah ada terus sampai.dengan sebentar saja aja selesai pemungutan suara," ujarnya

Selanjutnya,Tito menegaskan Kita tetap.mempertahankan. dikemukakan  dan petugas'penugasan tetap profesional dari penyelenggara dan pengawasan pengamanan . Kita berharap dengan jamu pada Pilkada Jakarta itu berarti relatif aman terkendali. Belum ada kegiatan kita ini ,kemudian kegiatan berjakan ancar
"Kami belum dapat laporan-laporan sangat penting sekali dan  Kita dapati tahan Karena paham bisa formasi baik kita lakukan gerak tentu dan kegiatan lapangan dan eksemplar. Tentunya saja. Ini saja
Dan ketemu juga kediktatoran. Jadi jangan   istilah saat ini kita jaga
Sampai dan penggusuran kelas maka jadi ada perlu kita tetap pertahankan untuk untuk keuangan peganglah tetap profesional dari penyelenggara, pengawas dan pengamanan . Juga kemudian berjalan dengan lancar pada akhirnya dan ya paling utamanya yang penting adalah hasil penghitungan resmi dari KPU," tegasnya. 

Untuk itu, Tito menjelaskan Ada perbedaan-perbedaan pendapat temuan maka ketidak puasan dari pihak tertentu menaikan KPU, MK dan lain-lain." Intinya situasi sampai dengan jam 13.00 hari ini semua berjalan lancar tidak ada insiden-insiden tak berarti dan saya mengajak masyarakat khususnya di Jakarta mari kita pertahankan kesejukan kenyamanan itu sampai pada penghitungan suara berjalan lancar gerakan dijalankan dengan mekanisme yang ada," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan pada petugas pengamanan yang ada bertindak profesional bila ada pelanggaran hukum lakukan tindakan sesuai dengan aturan mekanisme yang berlaku.
"Ada saja laporan dari Bagja dan dari pihak yang lain dan sudah kita pantau melalui Kapolres, Kapolda mereka segera bertindak kadang-kadang terjadi kesalah pahaman intimidasi dilaporkan berlainan, setelah kita cek kesana sebetulnya salah paham saja. Kini sudah selesai. Tidak ada dan sudah kita cek  ke Kapolda Jawa Barat, Polda Banten, Kapolres Bogor, Kapolres Tanggerang tidak ada masyarakat dari luar Jakarta. Polda tetap waspada dan saya sudah perintahkan kepada Polda di Jawa dan sebagian di Sumatera untuk melakukan dilokalisir masyarakat yang ada kepentingan Pilkada Jakarta," tandasnya

Seiring dengan itu, Tito merinci saya minta kewenangan inspeksi untuk tidak ke Jakarta karena mengakibatkan untuk Jakarta. "Di Kamal ,saya sudah cek juga menurut informasinya ada ,setelah di cek oleh Kapolres ada sekali lagi kesalah pahaman bahwa warga di wilayah tersebut ada mendukung A,si B kemudian di mediasi oleh aparat keamanan tidak perlu untuk intimidasi kepada warga dan sekali lagi aparat keamanan sudah untuk menjamin hak politik warga memilih sesuai dengan pilihan masing-masing bebas dan rahasia dalam keadaan baik," rincinya.

Jadi, Tito mengakui tidak banyak ada didaerah Jakarta Timur dan ada di Jakarta Utara. Di Jakarta Barat , tidak banyak hanya ada 13.034 TPS. Jadi tidak signifikan kesalah pahaman. Ada dukung A dan ada dukung B karena mereka satu kampung dan satu daerah."Jadi kita himbau kepada masyarakat pemungutan suara sudah selesai ,penghitungan suara kita bersatu  lagi masyarakat. Siapapun yang terpilih itulah pilihan kita semua tentunya itu dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saya keliling kota, sampai subuh baru kembali dan saya nanti mendarat mengunjungi pasukan yang stand by," akunya.

Ketika ditanya apa ada penambahan pasukan, Tito menambahkan  tidak karena pasukan itu saja yang ada di TPS yang akan mengawal kotak suara sampai secara bertahap sampai di Kecamatan naik ke tingkat Kota Madya, sampai dibawa ke tingkat provinsi." Sudah ada pasukan.yang akan mengawal kotak," tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

.

 

 

Wednesday, 19 April 2017 03:39

Dua Paslon Janji Pada Pilkada DKI Aman Dan Damai

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com-  Putaran dua diharapkan keamanan Jakarta  aman dan damai, demokrasi dan Jurdil. Seiring dengan itu kedua pasangan calon No.2 Ahok dan Calon 3 diwakili Sandi Uno sepakat dan komimen Pilkada putaran ke2   aman,damai  dan Demokrasi serta  Jurdil.

Dalam mengamankan Jakarta adanya deklarasi komitmen yang dilakukan oleh Calon No.2 Ahok bersama Sandi Uno mewakili Anis,saat membacakan kesepakatan dihadapan masyarakat dan disaksikan KPU DKI, Sumarno, Bawaslu  Mimah Susanti, Pangdam V Jayakarta Mayjend Jaswandi,  Polda Metro Jaya Irjend Pol M Iriawan, Kejati DKI , KPU RI dan Panwaslu RI serta sejumlah pengurus Partai.

Kapolda Metro Jaya , Irjend Pol M Irawan di temui di Monas, Senin(17/4)2017 mengatakan untuk Jakarta damai negara mengeluarkan cukup banyak biaya yang penting Jakarta Aman, damai dan terkendali. "Oleh sebab itu kami akan melakukan tindakan tegas bagi yang melakukan pelanggaran hukum kami proses sesuai  dengan aturan yang berlaku.

Selanjutnya, M Irawan menegaskan sekali lagi sorotan publik kepada Jakarta  baik Nasional maupun Internasional. . "Karena banyak sekali media asing menghubungi kami untuk minta statemen tetapi kalau waktu tidak ada ini luar biasa oleh sebab itu sekali lagi kitaberkomitmen untuk biasa menagamankan jakarta," tegasnya.

Untuk itu, M Irawan  menjelaskan sebelum menjalankan tugas pengamanan Pilkada putaran ke dua mendapat arahan Menkopolhukam , Mendagri, Kapolri dimana pasukan ada 20 Ribu diarahkan disampaikan untuk di TPS-TPS menghadapi Pilkada DK I. "Pada sambutan kita, bersyukur pada 2 calon Gubernur Basuki Cahya Purnama dan wakil Gubernur Sandi Uno ini nikmat yang luar biasa diberikan untuk bapak berdua pasangan calon 2 dan 3. Tak lama lagi kita akan melakukan pengumpulan suara kami berharap bersama dengan pangdam serta jajaran dapat dilaksakan betul-betul Jujur dan adil , aman dan damai. Kami berkomitmen dengan dibantu TNI.," jelasnya.

Lebih lanjut, M Irawan merincinya mungkin yang disampaikan ,disini kalian kaget kenapa 64. 523 personil  yang hadir disini untuk Jakarta aman ,untuk Jakarta Damai negara mengeluarkan cukup banyak biaya yang penting Jakarta Aman, damai dan terkendali. Sekali lagi sorotan publik kepada Jakarta  baik Nasional maupun Internasional . Karena banyak sekali media asing menghubungi kami untuk minta statemen tetapi kalau waktu tidak ada ini luar biasa oleh sebab itu sekali lagi kit berkomitmen untuk biasa menagamankan Jakarta. "Dimana kita sama ingin sukses ingin aman dan ingin sukses. Kita tahu TNI dan Polri bekerja semaksimal mungkin meminimalisir adanya kerawanan dalam setiap proses pemilihan . Harapan kita masyarakat aman dan damai. Jakarta tetap aman dan damai," rincinya.

Sesuai perkembangan, M Irawan menandaskan ada perubahan pengamanan TPS yang ada diseluruh wilayah Jakarta . 1 TPS akan di Jaga 1polisi 1 TNI dan dua Linmas. Dimana ada 13.332 TPS jadi ada 26.000 lebih sama dengan Lintas ada 26.000 lebih 10.000 lebih penjagaan TPS. "Diman  kami laporkan karena ada dua terbebas karena adanya  terintimidasi harus walaupun pemilihan.  Komitmen karena semua gagah , yang menjaga Polisi dan negara.',"  Ada penjaga pemilu dan ada pengawas pemilu. Yang lain silahkan. Kecuali ada pengumpulan siaran. Kita,harus sama. Dan damai ," tandasnya.

Oleh karena itu, M Irawan mengakui tentunya pada masalah  sukses dan pendukung pemilihan GubernurJakarta dapat berperan serta menjaga Jakarta agar tetap aman dan terkendali. Kita,lihat bagaimana Pak Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan Pak Sandi Uno mewakili Anies Baswesdan , ini kawan berdua Terus demikian membangun Jakarta , kamu juga mendapat kesan tetapi siapapun menjaga dan keamanan dan jaga tidak eforia berlebihan memancing  para petugas seperti 8 kasus ada di Jakarta. "Saya,berharap siap pun yang jadi dan siapa yang memimpin. Siapapun yang jadi  jangan buat eforia berlebihan. Kemudian juga yang tidak terpilih tetap menjaga situasi kondusif dan komitmen lo.Kalau biaya , ada saluran politiknya akan disampaikan melalui salurannya," akunya.

Jadi, M Irawan menambahkan  akan hal-hal disana. Kemudian kepada keahlian tokoh pemuda  dan tokoh agama nyatanya menghormati mempengaruhi masyarakat. "Kasihan masyarakat kuatir dan cemas Jangan ada statemen yang membuat rakyat cemas, akan membuat rakyat resah. Kami dan pangdam berkomitmen dan di dalam maklumat sudah kami sudah tanda tangan," tambahnya.

Ditempat yang sama, Pangdam V Jayakarta, Mayjend Jaswandi mengatakan  hari menjadi kebanggan kita semua kita dapat mendengar komitmen dan pernyataan dari calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI komitmen untuk damai , komitmen untuk melaksanakan komitmen Demokrasi, aman dan jujur serta adil ." Saya yakin dan percaya komitmen  ini bukan mereka berdua, adalah  satu komitmen yang sama. Dari tim pendukung,relawan    dan tim sukses tentu komitmen bersama menjadi kan komitmen diproduksi oleh orang bersama Pilkada DKI," ujarnya.

 

Seiring dengan itu, Kuswandi menegaskan Untuk Pilkada putaran ke 2 , jadi komitmen seluruh warga Jakarta. Saya selalu pangdam akan mendukung penuh dan membantu penuh pengamanan yang dilaksanakan oleh Kapolda Metro Jaya. "Berapapun yang diminta amankan Jakarta TNI siap untuk mendukung Kapolda  Metro Jaya," tegasnya.(vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Polisi bentuk tim khusus mengungkapkan kasus penganiayaan Novel Baswedan, juga memberikan pengamanan bagi anggota Komisi Pemberantas Korupsi.

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Soetyono di Mabes Polri, Rabu (12/4)2017 mengatakan  
Karena tugas kita mengayomi siapapun dia,bisa juga KPK dan semua masyarakat yang ingin menyampaikan  apakah itu untuk semuanya, tentu kita bantu dalam prosedurnya. "Memberikan pengawalan bagi KPK. Ini individu juga masih perlu berupa surat dan Kapolri sudah memberikan bantuan Dan pimpinan sudah membicarakan itu bagaimana aspiratif dan kita kembangkan," ujarnya. 

Selanjutnya, Awi menegaskan
Selama ini kita sudah bekerja dengan baik khususnya pengawalan kasus penangkapan-penangkapan kemudian proses penggeledahan. "Dibidang Perbankan kita juga sudah  berjalan dengan baik," tegasnya.

Untuk itu, Awi menandaskan Ini delik pidana murni dan kemarin sudah langsung di Tempat kejadian perkara(TKP)langsung kita olah kepolisian langsung menangani ."Diharapkan polri bisa segera menyebut dalang dari pelaku,Bapak Kapolri sudah menginstruksikan  bahwa dan ini sudah kami laksanakan," tandasnya.

Oleh karena itu, Awi menjelaskan kita sudah memeriksa 14 orang, anggota kami dilapangan sudah siap 24 jam siap bersiaga. "Tadi malam pun sampai dini hari  anggota kami cek di Polres Jakarta Utara. Kita juga melalukan catatan dilapangan. Kita juga dari jajaran pun di tetap Mabes Polri," jelasnya.

Pengaman itu sendiri, Awi merincinya anggota kami dilapangan non stop untuk 24 jam bekerja ,walauou sampai dini hari anggota kami sampai di Jakarta Utara. "Sudah kita evalusi setelah dilaksanakan Apa yang didapatkan. Kita siap baik dari jajaranpun dan Mabes Polri juga segera mengungkapkan  juga dapat bantuan dari masyarakat," rincinya.

 

Jadi, Awi menambahkan Keluarga masih dirumah yang ada dan Kita lakukan pengamanan tetap terbuka, kan ada yang tertutup,ada juga dari Polsek maupun dari Polres Jakarta Utara danPolsek Kelapa Gading dan akan di back up Polda Metro Jaya."Berapa orang,Saya tidak.bisa mengatakan berapa orang . Begitu juga tim khususnya.
Saya tidak bisa mengatakan berapa orang ini sangat sensitif, dari Polsek mereka tidak meninggalkan Polsek , dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan diback up dari Mabes Polri. Kita tunggu saja nanti hasilnya akan Kita lihat," tambahnya.(vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com-Adanya  sidang Ahok tak boleh disiarkan langsung, Josep menegaskan Sidang itu kewenangan hakim bukan, Dewan Pers agar siaran langsung dapat dilakukan harus media memiliki pedoman siaran langsung." Pasalnya ajakan Dewan Pers tak digubris dan punya pedoman siaran langsung tetapi ditolak oleh teman-teman televisi dan mereka katakan itu kewenangan hakim untuk memutuskan dan dewan pers jangan campur tangan," jelasnya.

Untuk itu,Josep menandaskan Kalau kita tidak punya aturan jangan sampai kita diatur oleh orang tetapi tiba-tiba mengatur apa ini terbuka atur. "Kalau mau dan konsisten kita kumpul buat aturan sendiri sejak itu dewan pers berbicara kepada Mahkamah Agung untuk jadikan pedoman bersama pengadilan. Kita tidak punya karena ditolak oleh teman-teman yang rugi sendiri," tegasnya. . Gonjang ganjing adanya verifikasi media akibat maraknya media tak memiliki badan hukum hal ini dilakukan dewan pers meskipun itu bukan Dewan Pers melainkan tanggung jawab asosiasi Pers seperti PWI, AJI  dan lainnya.

Ketua Dewan Pers, Josep Adi Prasetyo di Mabes Polri di diskusi integritas Pers, Rabu (5/4) 2017 mengatakan ada orang mengaku punya media, medianya tidak berbadan hukum. "Dipidana UU Pers No.40 tahun 1999, itulah Dewan Pers tetap mencatat,menghimpun data media di Indonesia yang ada berbadan hukum ini. Itu kita bisa menghimpun melalui verfikasi," ujarnya. 

Selanjutnya, Josep menegaskan Kita tidak berurusan dengan pemilik tetapi kami berurusan dengan ciff editor atau Penanggung Jawab editor .. "Surat itu sudah dikeluarkan. Salah satu komitmen di Palembang 2010 dan itu sesuai komitmen yang ada," tegasnya.(vk)

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Dituding Adanya dugaan pemufakatan jahat yang berakhir pada makar yang terhembus akhirnya Polisi Kembali meringkus 5 tersangka mereka Sekjen FUI M. Alkhthan, Zainal Alsyard, Rico Nugraha, irwansyah dan Andry.

 Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Irwanto ditemui di Mabes Polri, Jumat (31/3)2017 mengatakan adanya penangkapan terhadap beberapa orang , pertama Alfatat dari Sekjend FUI,  kedua Zainudin Arsyad , Irwansyah, Zico Nugraha ,

Andry dan mereka ditangkap laporan Polisi pada tanggal 20 Maret 2017  tentang dugaan tindak Pidana terhadap keamanan negara pemufakatan makar  dalam kaitan pasal 110  pasal 47 PAB.."Kini sedang diperiksa di Mako Brimob. Penangkapan ini dalam kaitan telah ditemukannya bukti-bukti yang cukup tentang adanya tindak pidana pemufakatan makar," ujarnya.

 Selanjutnya,  Rikwanto menegaskan  pemeriksaan sedang berlangsung dan kondisinya cukup sehat, baik-baik saja sudah terjadi hal-hal yang luar biasa dan beberapa juga ada kaitan dengan yang ditangkap ini. "Kemudian juga dari keterangan dari penyidik penangkapan ini tidak ada hubungan langsung demontrasi yang sedang berlangsung aksi (31/3) 2017," tegasnya.

 

Untuk itu, Rikwanto  menjelaskan demontrasi yang berlangsung aksi damai berjalan dan akan berlangsung yang ada. Kita apresiasi mereka yang berdemo dari pagi kemudian Solat dan berkumpul juga Bundaran Hotel Indonesia dalam kondisi baik-baik baik-baik aja. " Sampai  dengan karena Thema adalah Aksi damai kita kawal kita kerja sama dan perwakilan dari mereka oleh Menteri Pohukam debagai dan aksi sudah kita terima Menkopolhukam, nanti aspirasi tersebut untuk Presiden akan dipelajari," tegasnya . 

 Seasuai perkembangan, Rikwanto menandaskan  Belum bisa kami sampaikan bukti-buktinya cukup,dokumen-dokumen sehingga bisa silakukan upaya hukum dan dilakukan penangkapan.  "Diperiksa sebagai tersangka. Nantin disampaikan setelah pemeriksaan dan seperti apa," jelasnya.

 

Langkah lanjutnya,  Irwanto merinci Kalau penagkapan itu pertimbangan penyidik , penyidik itu dalam menangkap tersangka mereka yang punya strategi tersendiri kapan pagi siang sore malam dalam suasana apa mungkin itu dilakukan.Itu masalah stratrgi saja.  Yang dijadikan tersangka ada 5.

1.M. Altafhat

2.Zanuddin Arsyafld

3.Zico Nugraha

4.Irwansyah

5.Andry

"Diperiksa di Mako Brimob,dalam pemeriksaan apabila dan memungkinkan ada yang terlibat lagi  ini bisa dilakukan  pada tiap-tiap  bersengkokol melakukan pemufakatan jahat.," jelasnya

 Apa belum ada pemeriksaan, Irwanto mengakui Kalau penyidikan itu bentuk seperti kita  menyampaikabn akan demo menyampaikan  undang-undang apa lt peganganya ,akibatnya dimana. Apa yang mau disampaikan , .. Ada jalan kemudian adanya ada indikasi-indikasi atau anarkis itu. Semua diselidiki "Maka dikatakan oleh KabagHumas Polda Metro Jaya tidak ada kaitan dengan demo yang berlangsung waktu itu.hanya strategi saja, penangkapan berati penyidik sudah punya bukti yang dilakukan penangkapan. Apa itu dan bagaimana.masih berlangsung," akunya.(vk)

Thursday, 30 March 2017 15:40

Aksi Unjuk Rasa 313 Jangan Sampai Anarkis

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Aksi unjuk rasa 313  meminta Gubernur Basuki Tjahja Purnama di ditahan jangan sampai unjuk rasa berbau politik yang bertentangan penetapan hukum memberikan kesan ada pemaksaan kehendak berbau politis.Disetujui aksi ini agar bisa menyampaikan pendapat untuk kepentingan bangsa negara kalau ada kekerasan akan ditindak.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar :  Dari proses komunikasi kita sudah dapat informasinya  dari informasinya kita.dengan kordinator lapangan, kita harapkan hari ini kita sudah ada dua kali mudah-mudahan hasil pertemuan ini untuk menampilkan aksi damai . "Situasi kegiatan ibadah itu sudah menjadi hal kita bicarakan, ada yang unjuk rasa suatu yang damai dari hal-hal yang provokatif yang kita berharap tidak ada penyimpangan dalam menyampaikan aspirasi nanti," ujarnya.

MenyinggungPengamanannya,Boy menegaskan
Cukup banyak jadi cukup banyak.Jadi.anggarannya naik lagi, Ada karena kita juga menyiapkan personil dan akan ada dukungan logistik itu sudah tugas kita. Kita sudah siap semua."
Lokasinya disekitar jalan Medan merdeka barat, kemungkinan beberapa pengalihan," tegasnya

Ketika ditanya Antisipasi disusup, Boy menjelaskan Itu yang kita antisipasi sudah dilakukan oleh Densus 88 . "Sudah ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya potensi perlawanan teror  jadi kegiatan pengamanan yang sifatnya terbuka berjalan kegiatan deteksi dini, penyelidikan terhadap potensi ancaman teror. Tentu kita tidak bisanya sampaikan karena.itu lebih bagus jadi tugas petugas saja untuk deteksi dini," jelasnya.

Untuk itu,Boy menandaskan kita sudah lakukan langkah-langkah itu. Kita ingin kegiatan masyarakat tidak disusupi  orang-orang yang punya niat jahat." Sebagai negara yang demokrasi  aspirasi dalam konteks untuk rasa sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Pemilu adalah suatu tugas jajaran kepolisian untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat . Jadi pelayanan pengamanan bagi maayarakat itu lah yangKita lakukan dua hari ini sudah berkomunikasi mudah-mudahan," tandas.

Lebih lanjut, Boy menandaskan Hasil komunikasi dapat disepakati bersama kita secara bersama-sama untuk menjaga proses ujuk rasa yang aman,tertib, damai tidak melakukan pengerusakan. "Hal-hal ini keamanan masyarakat merugikan masyarakat," tandasnya .

Menyoroti aksi besok, Boy mengakui tim kita kan ada, .
Apakah ada yang berjalan ke istana negara koordinasi iya ,tapi kalau perkembangan seperti apa . Koruptornya ketertiban keamanan.Kita bangun bersama. "Kegiatan.yang berkumpul di Masjid Istiqlal diberikan hari ini . Tentuada pengamanan juga, " akunya.

Untuk ijin, Boy membeberkan tidak ada ijin, hanya pemberitahuan saja.
Undang-undang tidak mengharuskan ada ijin. Hanya wajib memberikan bertangung jawab waktunya batas.jam berapa, itu yang jadi dasar Kepolisian untuk melakukan pengamanan yang penting pemberitahuan dengan data yang valid itu sudah disampaikan. "Hari ini disampaikan.Kalau tidak disampaikan, Tidak, kepolisian hanya melayani saja dengan baik ujuk rasa menjaga keamanan bersama pelaksanaannya tertib," bebernya.

Menyoroti ada rasa ketakutan dalam unjuk rasa, Boy mengungkapkan
Tahu engga, masyarakat Jangan takut masyarakat tetap menjalani kegiatannya. "Ada Satpol PP,akan.mengamanatkan ke aman an masyarakat," ungkapnya.

Dari Kapolda menghimbau kan seperti apa, Boy menambahkan memang apa yang disampaikan oleh Panitia sudah mulai.open baik perpanjangan. Mula.bisa tidak , bisa dilakukan .cara-cara baik.
"Paling tidak kalau ujuk rasa Banwaslu bisa berperan berbenturan nanti dengan Bawaslu dan disitu ada sentra Gakumdu," tambahnya.(vk)

 

 

Wednesday, 08 March 2017 01:08

Polri Siap Amankan Sengketa Pilkada

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Terkait  gugatan sengketa Pemilu Kepala Daerah yang dilakukan serentak di Mahkamah Konstitusi untuk  pengamanannya sudah dipersiapkan secara ketat. Tentunya sudah siapkan posko pengamanan secara fisik yang akan mengawal selama proses persidangan gugatan Pilkada berlangsung.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa (7/3)2017 mengatakan pengamanan sengketa Pilkada itu tentu akan dilakukan semaksimal mungkin dalam pengamanan kita untuk ruang sidang dan lingkungan kita akan membuat posko disitu ."Kemudian kita akan menempatkan personil yang secara fisik akan hadir 24 jam," ujarnya.

Sesuai rencana, Martinus menegaskan pengamanan kita akan sasarkan kepada orang-orang termasuk dengan pengunjung jangan sampai orang-orang berbenturan mungkin secara  fisik anarkisme . Kita tentu melakukan pengamanan terhadap barang-barang dan benda supaya barang-barang dan benda itu berfungsi sebagaimana fungsinya." Sekali pun ada spiker akan kita lakukan pengawasan harus tetap," tegasnya

Untuk itu, Martinus menjelaskan Ketiga, adalah lokasi kita akan membut posko itu untuk menampung tempat istirahat  angggota dan kita lakukan komunikasi ." kita akan buat posko disitu menentukan lokasi," jelasnya.

Jadi,Martinus menambahkan kita ingin menjamin bahwa hari-hari persidangan kegaiatan orang datang dan kegiatan lain berlangsung dengan baik. "Kita tentu akan melakukan komunikasi kepada pihak Mahkamah Konstitusi(MK) dan kita ingin minta ijin membangun posko juga kita menyampaikan sasaran untuk pengamanan. Misalnya ruang sidang hadir itu semua tidak ke ruang sidang,ada tempat yang dibrrikan fasilitas orang untuk menonton disiapkan kamera dilur persidangan. Semacam ini teknis akan kita bicarakan,"tambahnya.(vk)

Friday, 16 December 2016 04:35

Komedian Eko Patrio Dipanggil Bareskrim

Written by

Jakarta,Koranrakyat.comAdanya pemangilan Eko Hendro Purnomo  alias Eko"Patrio" ke  Bareskrim Polri ternyata itu berdasarkan  adanya laporan yang didaftarkan pada rabu (14/12)2016 atas nama Sofyan Armawan. berdasarkan laporan itu sehinggahari ini Eko dijadwalkan untuk dimina keterangan.Namun sayang,Eko tidak hadir alias tidak menghiraukan pangilan Polisi. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Kamis (15/12)2016 mengatakan dan  membenarkan adanya laporan polisi terhadap anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Eko Hendro Purnomo alias Eko "Patrio".Laporan tersebut didaftarkan oleh penyidik di Bareskrim  Polri."Dari laporan pihak penyidik sendiri," ujar.

Selanjutnya, Boy menegaskan sesuai dengan laporan tersebut didaftarkan pada Rabu (14/12/2016) atas nama Sofyan Armawan. Berdasarkan surat laporan polisi, Eko dijadwalkan diminta keterangan pada hari ini. "Seingat saya tentang yang diberitakan di media," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Agus Andrianto menegaskan mengenai agenda pemanggilan Eko tersebut sudah sesuai dengan laporan yang disampaikan ke Bareskrim.  Namun  Agus tak mau menjelaskan menjelaskan masalah apa yang akan diklarifikasi pihaknya.

Unik nya dalam pemangilan terhadap Eko sendiri yang dijadwalkan Kamis, (15/12) 2016 pukul 10.00 Hingga menjelang sore ia tidak hadir dan tidak menritahukan kepolisian. Ini terbukti Eko tidak mengindahkan panggilan.(Vk)

 

Sunday, 27 November 2016 16:00

Penyebar isu Rush Money Di Tangkap Unit Cyber Crime

Written by

 

Jakarta,Koranrakyat.com- . Unit Cyber Crime . meringkus AR Alias Abuyuwais (31 tahun) Pelaku melakukan isu rush money . mengajak semua orang untuk mengambil tabungannya yang disimpan dalam bank Komunis . Ini sangat provokatif  sekali dan tentu sangat tindak mendidik untuk masyarakat .

 Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli ditemui di Mabes Polri,Sabtu (26/11)2016 mengatakan kemarin dini hari unit Cyber Crimne Bareskrim Polri menangkap terhadap seorang laki-laki inisialnya AR alias Abuyuwais (31 tahun) pekerjaan guru SMK Pluit Raya Penjaraingan Jakarta Utara beralamat dijalan  Mazda Raya Jalan Pejagalan Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara." Penangkapan tersangka terkait dengan Face book milik tersangka dengan akunt Aguhuway dimana didalam face book tersebut kira-kira gambar tayangan seperti ini tidur seolah-olah sudah mengambil uang  disitu ada uang dan tabunganya . Ini yang bersangkutan  yang mengajak semua orang untuk mengambil tabungannya yang disimpan dalam bank Komunis," ujarnya.


 Boy menegaskan Ini sangat provokatif  sekali dan tentu sangat tindak mendidik untuk masyarakat . Atas dasar unggahan ini lah konten ini lah kemudian sebagaimana kita ketahui ada pertanyaan bagaimana penyelidikan terhadap orang-orang yang seperti ini dilakasanakan . Jadi  yang bersangkutan . ditangkap dalam pemeriksaan." Foto besar provokatif 2 Desember uangnya itu 2 Desember ditempat tidurnya itu, jadi atas dasar konten provokatif ini lah kita melakukan peyelidikan lebih lanjut. dan kemudian dilakukan penangkapan artinya yang bersngkutan diamankan dan sebuah HP kemudain juga  beberapa kelengkapan dia sedang dalam pemeriksaan yang dalam proses penyedikan dipersangkakan dengan pasal 28  ayat 2 Undang-undang  tahun 2008 masih transaksi infomasi elektronik," tegasnya.

Untuk itu,Boy menjelaskan dalam proses  penyidikan pada akunt facebook tersangka dituliskan aksi rush money ayo ambil uang kita dari bank milik konunis. Itu kata-katanya. Ayo ambil ambil uang kita dari bank milik Komunis. Proses penyidikan sudah berjalan dan ada semacam surat pernyataan penyesalan sekaligus meminta maaf dari pada Nitizein atas dasar konten-konten yang dia sampaikan itu adalah  Ini pernyataan dia buat dia sendiri dan dalam proses penyedikan ini  Penyidik Bareskrim disini tidak melakukan penahanan melaksanakan kewajiban lapor diri." Jadi proses penyidikan,oleh karena itu melalui proses penyidikan ini penting untuk kita ingatkan kepada masyarakat jangan lah melakukan provokasi terhadap hal-hal yang demikian.Kita bisa bayangkan pasti dengan mengajak untuk memanfaatkan isi-isi ujuk rasa terhadap harapan  penegakan hukum penistaan agama ini dengan hal yang seperti itu. Mereka kemungkinan tidak langsung para  pelaku ujuk rasa tetapi ingin menimbulkan suasana gaduh dan menimbulkan kepanikan," jelasnya .


 Boy mengatakan  secara masif berbahaya mempengaruhi publik dalam kondisi kekinian ini bisa berdampak masalah-masalah bidang ekonomi yang  tidak kita inginkan. Ini suatu perbuatan yang tidak patut untuk ditiru." Kami berharap media  sama-sama berikan nanti yang baik kepada masyarakat kita . Janganlah melakukan hal ini lagi dimanapun anda berada kecuali anda diluar negeri kita bekerjasama dengan interpol kalau anda masih berada didalam negeri saja itu tidak terlalu lama untuk  mendeteksi keberadaan orang melihat hal yang demikian itu," akunya. (Vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Adanya ajakan sekelompok masyarakat yang mengajak Polri dan membantu bagaaimana menalisir adanya berita Hoax dan ajakan itu.. di lakukan komunitas penggiat medsos yang berbuntut dari pertemun dan ada foto Kapolri bersama 21 orang berbuntut tudingan mendukung salah satu calon Gubenur DKI jakarta. Mengetahui hal itu dibantah tidak benar pasalnya Kapolri tidak penah melakukan kegiatan Poltik Praktis.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri,Sebtu (26/11)2016 mengatakan

yang pertama kami ingin menyampaikan klarifikasi dan juga disampaikan kepada masyarakat bahwa tidak mungkin Bapak Kapoliri menerima masyarakat dengan berbicara agenda politik praktis ,yang ada kita mengamankan  agenda Politik Nasional." Kepolisian itu tugasnya mengamankan segala bentuk agenda Poltik Nasional diantaranya Pilkada yang sekarang ini berjalan di 101 wilayah. Ini ingin kami sampaikan foto-foto itu pada saat terakhir mereka meminta berfoto yang tentunya itu adalah wajar Kapolri memenuhi harapan mereka untuk foto-foto bersama," ujarnya.     

 

Untuk itu, Boy menegaskan yang kita ingin menjelaskan berkaitan dengan masalah-masalah. Yang pertama dalam minggu ini pada hari rabu yang lalu pada pukl 10.15 sampai pukul 12.00 saya mendampingi  Kapolri untuk menerima misi para penggiat para media sosial peran Nitizen yang dipimpin diketahui Koordinatornya adalah Uni Lubis. "Pada saat permohonan itu disampaikan adanya keinginan kepada Kapolri untuk memberikan sebuh partisipasi sebagai Civil Socieity yang intinya ikut mengatasi hoax yang terjadi di media  sosial . Karena kita tahu hoax  di Media sosial sangat berat bahkan mengarah kepada upaya perpecahan dan kesatuan dan kesatuan masyarakat berbagai konten luar biasa," tegasnya.

Sesuai penelusuran, Boy menjeaskan pada waktu itu  hadir Jadi komunitas ini meminta Kapolri untuk audensi pada waktu itu diterima dan pada waktu itu diterima disitu ada 21 orang dan saya pegang daftar semuanya . Jadi 21 orang ini mereka ingin membantu  pihak kepolisian mengatasi Hoax yang mengarah kepada upaya memecah  belah melalu informasi-informasi yang arahnya kepada adu domba.  "Kemudian diterima lah dan pada saat itu disampaikan  kepada Kapolri kebetulan saya juga ada bahwa mereka ingin membuat lembaga masyarakat anti Hoax. Para penggiat medsos ini buat suatu komunitas masyarakat anti Hoax. kapolri sangat menyambut baik keinginan partisipasi publik akhirnya diterima dengan baik ada sedikit diskusi dengan  Kapolri meninggalkan tempat karena ada kegiatan lain," jelasnya.

Dari pendalaman,Boy merincinya pada waktu itu terjadi foto-foto  diakhir pertemuan dan foto itu diunggah di media Sosial diberitakan Kapolri bertemu dengan pertemuan salah satu pendukung dari pasangan calon Gubernur. Seolah-olah itu diisukan  bahwa  Kapolri terlibat dalam pembicaraan tentang politik. Jadi yang ingin kita klarifikasi bahwa  berita itu sangat tidak benar, yang ada hanya keinginan sejumlah penggiat media sosial untuk membentuk masyarakat anti  Hoax. " Dimana mereka akan mendeklarasi beberapa hari kedepan dan didalam pertemuan itu  tidak ada  agenda politik atau dukung mendukung begitu sama sekali tidak ada dan itu tidak mungkin dilakukan karena ini untuk  kepentingan publik kepentingan bersama oleh Kapolri diterima dengan baik .Sewaktu pertemuan dihadiri oleh saya untuk berdiskusi dengan mereka kemudian terjadi satu pemahaman bagaiman Hoax-hoax ini bisa kita eliminasi  Tidak ada  hal-hal ini  yang tidak mendidik publik tentu ini harus dikurangi kalau bisa dicegah sehingga tidak ada upaya-upaya merusak  rasa persatuan dan juga diharapkan supaya  ketentraman dan kedamaian yang ada di masyarakat dengan isu-isu yang demikian itu," rincinya. (Vk)

Monday, 21 November 2016 10:08

Tito Larang Demo 212 Di Bundaran HI

Written by

Jakarta,koranrakyat/com,-  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan  akan mengeluarkan maklumat untuk melarang aksi unjuk rasa yang akan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang berpusat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Rencana aksi unjuk rasa tersebut masih terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pasalnya, para peserta aksi tersebut akan menutup jalan utama Ibu Kota, tempat ribuan kendaraan melintas di sana setiap harinya."Kapolri akan mengeluarkan maklumat untuk itu, termasuk polda-polda," ujar Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/11/2016).

.Tito mengaku tidak melarang unjuk rasa, tetapi hanya menetapkan larangan bagi pengunjuk rasa untuk menggunakan lokasi yang dianggap mengganggu aktivitas warga.

Tito menegaskan, jika aksi tetap dilakukan di sekitar Bundaran HI, maka polisi akan membubarkannya.

"Kalau melawan petugas, akan kami tindak. Ada ancaman Pasal 108 KUHP, ancamannya berat kalau sampai ada petugas yang terluka," kata Tito.Menurut Pasal 108 ayat 1, barang siapa bersalah karena pemberontakan diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, untuk pimpinan pemberontakan itu akan dikenakan pidana penjara paling lama 20 tahun. Bahkan, maklumat juga akan dikeluarkan polda di luar Polda Metro Jaya terkait pengerahan massa ke aksi Bundaran HI.

"Kapolda-kapolda yang kantong massanya dikerahkan akan keluarkan maklumat itu. Maklumat untuk melarang bergabung dengan kegiatan yang melanggar undang-undang, dan akan dilakukan tindakan seandainya tetap memaksa," kata Tito.

Aksi 2 Desember itu akan diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).Panglima Lapangan GNPF MUI, yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, memastikan aksi berjalan damai karena hanya menggelar shalat Jumat di kawasan tersebut. Sebelum shalat Jumat, mereka akan melakukan doa bersama sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Namun, menurut Tito, masih banyak tempat lain yang bisa dijadikan tempat shalat selain jalan protokol Jakarta.

"Kalau mau shalat Jumat bisa di Istiqlal, Lapangan Banteng, Monas, ya monggo. Namun, kalau di jalan protokol, memacetkan Jakarta, tidak bisa. Itu jelas undang-undangnya," kata Tito, (vs)

 

 

Page 2 of 3

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan