Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Rungkut Dan Krembangan Ditengarai Kawasan Paling  Banyak Penyebaranya Covid 19
Last Updated on May 25 2020

Rungkut Dan Krembangan Ditengarai Kawasan Paling Banyak Penyebaranya Covid 19

    SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Dua kecamatan di Kota Surabaya, yakni Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Krembangan dinyatakan tertinggi kasus penyebaran dan penularan korona (Covid-19) di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu. “Kami sudah masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik itu di...
Adik Via Vallen Diduga Positip Covid 19
Last Updated on May 25 2020

Adik Via Vallen Diduga Positip Covid 19

      SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Pedangdut Via Vallen mengatakan adiknya dinyatakan positif virus korona atau Covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan di sebuah rumah sakit Jawa Timur. Pemilik single hit Sayang itu memutuskan melakukan pemeriksaan terhadap adiknya karena mengalami...
Kemenlu Bantah Covid 19 Hanya Warga Indonesia  Yang Tidak Bisa Masuk Keenam Negara
Last Updated on May 25 2020

Kemenlu Bantah Covid 19 Hanya Warga Indonesia Yang Tidak Bisa Masuk Keenam Negara

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM , Di media sosial (medsos) dan WhatsApp Group ramai beredar pesan berantai yang menyatakan kalau Indonesia di-lockdown oleh dunia. Hal tersebut terkait dengan ketidak patuhan masyarakatnya dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga angka...
Polri Tetapkan 2 Tersangka dari Perusahaan yang Berangkatkan ABK WNI di Kapal Luqing Yuan Yu 623
Last Updated on May 20 2020

Polri Tetapkan 2 Tersangka dari Perusahaan yang Berangkatkan ABK WNI di Kapal Luqing Yuan Yu 623

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan dua tersangka dari perusahaan agensi yang memberangkatkan anak buah kapal ( ABK) Indonesia di kapal Luqing Yuan Yu 623. Direktur Tindak Pidana Umum...
Laksamana Madya Yudo Margono  KSAL Dan  Marsekal Madya Fadjar Prasetyo sebagai  KSAU Baru Dilantik Presiden
Last Updated on May 20 2020

Laksamana Madya Yudo Margono KSAL Dan Marsekal Madya Fadjar Prasetyo sebagai KSAU Baru Dilantik...

     JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL) dan Marsekal Madya Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara ( KSAU). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5/2020) pukul 09.35...

World Today

  •  
    Indonesia-Belanda Teguhkan Komitmen Kerja

    I

    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Indonesia dan Belanda meneguhkan komitmen untuk terus bekerja sama di

     
Tuesday, 27 November 2018 01:31

Privalensi Stunting Di Kota Malang Masih Relatif Rendah Dibanding Nasional

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting di Kota Malang diperkirakan hampir 6%, kalau diliat prosentasenya memang jauh dari privalensi yang ada di Indonesia sekitar 30,6 prosen, namun jumlah 6 prosen itu kalau dihitung hampir 5000 anak di kota Malang mengalami stunting, kalau diliat cukup keliatan cukup besar,'' yah bisa dikatakan woow, jumlah yang mencapai 5000 itu,'tandas dr. Ariani M.Kes, Sp.A(K) dosen Fakultas Kedokteran Unibraw pada wartawan koranrakyat pada Sabtu (24/11) di Auditorium Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

Dosen FKUB sebagai pemateri Cegah Stunting untuk generasi Sehat Indonesia yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Malang dalam rangka HKN ke 54 dengan ketiban materi Tumbuh Kembang Anak Menuju Generasi Sehat itu menjelaskan bahwa provalensi Stunting di Kota Malang memang cukup jauh dari nasional yang berawal dari tahun 2013 mencapai 36,7 berada di posisi kedua setelah Kambodia  di Asia Tenggara ,  sedangkan tahun 2018 bisa diturunkan menjadi 30,6 Prosen sementara batasan WHO tidak boleh lebih dari 20 Prosen. Sedangkan Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.

Untuk menekan angka tersebut, masyarakat perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebabnya karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.
Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Hasil Riskesdas 2013 menyebutkan kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein.

           Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.Untuk mencegahnya, perbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung ketika dewasa tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.(dil)

Read 5938 times
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

     

     

     

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) | Jum’at, 24 April 2020, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

     
  •  

Malang Raya

Sekitar 50 anggota DPRD

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM)- Ketua Pengadilan Negeri

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan