Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

 Romy Ketum PPP Diperiksa Di Polda Jatim Oleh KPK
Last Updated on Mar 15 2019

Romy Ketum PPP Diperiksa Di Polda Jatim Oleh KPK

  SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy diperiksa di Polda Jatim, setelah dilakukan tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Belum diketahui kasusnya, sehingga Romy digelandang ke Mapolda Jatim hingga saat ini masih menjalani...
Anis Gubernur DKI Temui Gubernur Bengkulu Dijamu Bencoolen Coffe
Last Updated on Mar 15 2019

Anis Gubernur DKI Temui Gubernur Bengkulu Dijamu Bencoolen Coffe

    BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berupaya mengenalkan Kopi asli Bengkulu ke masyarakat luas. Salah satunya dengan cara menawarkan kerjasama untuk Promosi Bencoolen Coffe ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta jalan medan merdeka...
Polisi Gagal Tangkap Istri Abu Hamzah Kedahuluan  Lakukan  Bom Bunuh Diri
Last Updated on Mar 15 2019

Polisi Gagal Tangkap Istri Abu Hamzah Kedahuluan Lakukan Bom Bunuh Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Setelah Polisi gagal evakuasi dan tangkap  istri Husein Alias Abu Hamza,  akhirnya melakukan aksi bom bunuh diri.  Hingga berakibat satu anak tewas dan satu jasad perempuan pelaku bom ditemukan. Selain itu juga seorang petugas dan seorang warga mengalami luka...
Efek Jatuhnya Pesawat Ethiopians Air Lines Pesawat  Boeng 737 Max 8 di Grounded
Last Updated on Mar 12 2019

Efek Jatuhnya Pesawat Ethiopians Air Lines Pesawat Boeng 737 Max 8 di Grounded

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8 untuk sementara, menyusul insiden jatuhnya Ethiopians Airlines pada Ahad kemarin. Garuda menerapkan kebijakan grounded tersebut mulai hari ini, Selasa, 12 Maret...
Presiden Jokowi: Pemerintah Beri Perhatian Besar bagi Perkembangan Pasar Rakyat
Last Updated on Mar 12 2019

Presiden Jokowi: Pemerintah Beri Perhatian Besar bagi Perkembangan Pasar Rakyat

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019. Dalam acara yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Banten, tersebut Kepala Negara turut meresmikan pembangunan...

World Today

Wednesday, 22 June 2016 16:38

Wah, Bekas Konconya Ahok Buka Suara Soal Kecurangan Perolehan KTP

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta,koranrakyat.com,- - Beberapa bekas Teman (konco red) Ahok mengaku jika mereka dibayar pengurus pusat Teman Ahok dalam mengumpulkan kartu tanda penduduk untuk dukungan Ahok menjadi calon Gubernur Jakarta. "Kami dapat honor Rp 500 ribu per pekan untuk mendapat 140 KTP setiap minggu," kata mantan penanggung jawab pengumpulan KTP di Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, Paulus Romindo, di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2016.
Paulus menjelaskan, setiap pekan mereka diwajibkan mengumpulkan 140 KTP untuk disetorkan ke koordinator pos (korpos) untuk diserahkan ke kantor pusat Teman Ahok di Pejaten, Jakarta Selatan. "Kami dapat honor Rp 500 ribu per minggu. Minggu kedua, setor 140 KTP, dapat lagi Rp 500 ribu, minggu ke 4 kalau 140 KTP lagi, tambah operasional Rp 500 ribu. Jadi kami dapat Rp 2,5 juta per bulan," katanya.

Bekas Teman Ahok lainnya, Richard Sukarno, mengatakan alasan dia membeberkan dugaan kecurangan dan praktek tidak sehat dalam pengumpulan KTP untuk dukungan Ahok adalah untuk memberi pendidikan kepada warga Jakarta. "Kami bukan sakit hati, tapi makin hari pembohongan semakin muncul. Saya terpanggil karena rakyat masyarakat disuguhi politik kebohongan," ujarnya.
Richard menjelaskan Teman Ahok menggunakan segala strategi demi memenuhi target 1 juta KTP, salah satu caranya lewat barter. Dia mencontohkan, jika bulan ini KTP yang dikumpulkan dari Jakarta Utara, maka pada bulan berikutnya KTP tersebut digunakan untuk pendataan di wilayah Jakarta Selatan. "Biasanya KTP dikirim menggunakan jasa Go-Jek, relawan tidak begini caranya," katanya.
Paulus menambahkan, tukar-menukar KTP itu bisa juga dilakukan dengan penanggung jawab kawasan lain. Modus ini berjalan mulus lantaran mereka bertemu di markas pusat Teman Ahok di Pejaten. Dalam kesempatan itu mereka berkenalan dan dengan leluasa menukar KTP yang sudah mereka kumpulkan. Atau bertemu langsung dengan penanggung jawab pos lainnya, ungkapnya.
Kendati demikian, Paulus menjelaskan, manipulasi tersebut ada yang terverifikasi oleh pengurus pusat Teman Ahok, ada juga yang tidak. "Biasanya kalau yang ketahuan memanipulasi itu akan dikenakan surat peringatan bahkan dipecat," ujarnya. Namun berdasarkan pantauannya sejauh ini banyak KTP ganda yang tidak terverifikasi tapi lolos karena verifikasi dilakukan secara random.
Berdasarkan pantauan  wartawan, bekas Teman Ahok yang memberikan keterangan pers berjumlah lima orang. Mereka adalah Paulus Romindo, penanggung jawab Kelurahan Kamal, Jakarta Barat; Richard Sukarno, penanggung jawab Kelurahan Kebon Kelapa Dua; Khusnul Nurul, penanggung jawab Kelurahan Jati Baru, Jakarta Pusat; Dodi Hendaryadi, penanggung jawab Pinang Ranti; serta Dela Novianti.
Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, mengakui ada penggantian biaya operasional untuk kegiatan pengumpulan KTP untuk relawan Teman Ahok. "Saya selalu bilang pada Teman Ahok, biaya operasional ini tidak akan bisa memperkaya diri tapi cukup untuk bolak-balik," kata Amalia saat menggelar konferensi pers di markasnya di Pejaten, Jakarta Selatan, 22 Juni 2016.

Menurut Amalia, tiga dari kelima orang yang menggelar konferensi pers soal dugaan manipulasi pengumpulan KTP, itu sudah (dipecat) karena kualitas datanya. "Saking jahatnya, ada modusnya, KTP NIK-nya KTP A, fotonya KTP B, isinya KTP C," ujar Amalia. "Kalau kami jahat, KTP palsu itu bisa kami buka, kalau mereka (warga) menuntut (PJ) gimana? Kasihan juga."(as)

Read 478 times Last modified on Wednesday, 22 June 2016 16:50
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

  SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy diperiksa di Polda Jatim,...
    BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berupaya mengenalkan Kopi asli Bengkulu ke...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Setelah Polisi gagal evakuasi dan tangkap  istri Husein Alias Abu Hamza,  akhirnya...
    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan pengoperasian...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat Kerja Kementerian...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Polisi berusaha  mencari satu alat bukti lagi untuk mengungkap pemilik...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menanggapi lembaga survei yang mengukur sikap politik...
  PANDEGELANG(KORANRAKYAT.COM) Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan para anggota...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  Petugas Polda Jatim  tembak mati kurir Narkoba diduga   jaringan International. kurir...
            JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Direktorat Cyber Crime ...

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan