Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Breaking News
Soal Berita Hoak Ratna Seret Amin Rais - Wednesday, 10 October 2018 00:35
Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas - Wednesday, 19 September 2018 15:07
Kapolresta Jambi lakukan Kontra Radikalisme - Monday, 17 September 2018 01:16

Headline News

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama di Bidang Pariwisata
Last Updated on Oct 12 2018

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama di Bidang Pariwisata

  BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan finansial. Sejumlah kesepakatan telah ditandatangani kedua belah pihak. Selain di bidang ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong juga melakukan pembahasan...
Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN Leaders' Gathering 2018
Last Updated on Oct 12 2018

Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN Leaders' Gathering 2018

 BALI(KORANRAKYAT,.COM) Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders' Gathering yang bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 11 Oktober 2018. Pertemuan yang diinisiasi oleh pihak Indonesia ini menghadirkan 10 negara ASEAN dan sejumlah pimpinan lembaga...
Amien Rais Datangi Polda Metro Dengan Membawa Massa
Last Updated on Oct 11 2018

Amien Rais Datangi Polda Metro Dengan Membawa Massa

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Dewan Kehormatan PAN, Amin Rais mendatangi Polda Metro Jaya di kawal anaknya Hanum Rais dan alumi 212 tiba pukul 10.12, Rabu(10/10)2018. Ini ada kejangalan ,apa lagi ini panggilan kedua. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ketika ditemui di Polda...
Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus
Last Updated on Oct 10 2018

Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi meringkus 90 pelaku kejahatan penjarahan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto di Mabes Polri,Senin (8/10)2018 mengatakan dan menyebutkan polisi telah melakukan...
Soal Berita Hoak Ratna Seret Amin Rais
Last Updated on Oct 10 2018

Soal Berita Hoak Ratna Seret Amin Rais

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Tersangka kasus befits bohong Ratna Sarumpaet ,ratna menyeret nama Dewan Pertimbangan PAN Amin Rais. Meskipun akan dipanggil kedua kali diharapkan bisa hadir hanya mengklarifikasi pernyataan Ratna Sarumpaet saja. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui...

World Today

  •  
    Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN

     BALI(KORANRAKYAT,.COM)

    Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders'

     
Wednesday, 10 October 2018 00:53

Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi meringkus 90 pelaku kejahatan penjarahan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto di Mabes Polri,Senin (8/10)2018 mengatakan dan menyebutkan polisi telah melakukan penangkapan terhadap lebih dari 90 orang pelaku penjarahan di daerah terdampak bencana.Mereka diduga mengambil barang-barang di pertokoan, seperti uang dari mesin ATM dan telepon seluler."Saya mendapat laporan yang pertama 49, kemudian kemarin 42. Jadi sekitar lebih dari 90 (orang telah ditangkap)," ujarnya.

Saat ini mereka telah ditahan di Polda Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, Setyo menegaskan belum memberikan keterangan lebih lanjut apakah masih ada tersangka lainnya yang sedang dicari."Hal itu dikatakannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada jajarannya yang berada di lapangan," tegasnya

Untuk itu, Setyo menjelaskan  setiap orang yang melanggar hukum akan ditindak tegas dan secara cepat."Laporan yang saya terima memang langsung dilakukan action, dilakukan upaya paksa penangkapan dan diproses," jelasnya.

Jadi, Setyo menandaskan dan memastikan bahwa saat ini situasi di daerah terdampak bencana sudah kondusif. ;Polisi juga telah melakukan pengamanan di titik-titik vital dan melakukan patroli sebagai antisipasi," tandasnya.( vk)

 

.

 

.

Saturday, 06 October 2018 16:27

Kejahatan Perbankan Libatkan Warga Asing Dibongkar Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan perbankan di lakukan PCN warga Nigeria ditengarai sebagai  sindikat penipuan  pemalsuan email ada  3 Warga Indonesia tersangka TY, AK dan TH ikut terlibat , dari   4 kasus  berasil gasak  uang  Rp. 12 Miliar. Mafia Pemalsuan Email di duga  Kendalikan Dari Amerika, otaknya Masih DPO.

         Kasubdit I TIndak Pidana Cyber Crime, Kombes Pol Dani Kustoni  di Direktorat Cyber Crime, Bareskrim , Jumat(5/10)2018 mengatakan Bahwa kasus ini dilakukan warga negara asing dari Nigeria, korbannya 1 orang dari Turki  kemudian 1 orang dari Warga negara Italia terkait dengan tindak Pidana Email Fraud atau Busines email compromise atau pemalsuan email terkait dengan transaksi keuangan."Adapun kronologis kejadian adalah pada hari Kamis 21 Juni 2018 kita menerima laporan dari kuasa hukum korban PT Prima Shipping and Marine Service dimana korban ini merasa dirugikan setelah mengirim transaksi keuangan pada pelaku kejahatan," ujarnya.

           Dani tegaskan  modus  kejahatan yang bersangkutan membuat email palsu atau email Fraud kemudian melakukan komunikasi dengan korban ketika itu korban adalah pemilik kapal Turk selanjutnya  melakukan transaksi  dengan PT Palumbo di Italia . "Setelah ada transaksi  kapal PT Palumbo seharusnya meminta pembayaran Voice kepada pihak PT Prima tetapi kenyataannya berupaya masuk melalui email palsu kemudian menyampaikan korban PT Prima untuk mengalihkan pembayaran yang seharusnya pembayaran Osibisi itu adalah milik PT Palumbo berada di Italia akhirnya korban mengikuti arahan dari  pelaku kejahatan mengalihkan ke bank Mandiri. Transaksi yang dilakukan 325.000 Euro atau Rp 5.196.000.000," tegasnya.

Untuk itu, Dani menjelaskan dan akhirnya pelaku berhasil menerima keuangan yang dari PT Prima tadi karena korban sudah melapor ke Tindak Pidana Cyber ,akhirnya kita bisa mengamankan uang itu yang berada dibank Mandiri kemudian kita lakukan blokir dan kita lakukan penyeledikan,penyidikan dan tetap dilakukan penangkapan terhadap salah satu warga negara asing yaitu PCN warga negara Nigeria bersama istrinya TY ini kita tangkap di daerah wilayah Jakarta Barat. "Ada juga peran-peran pembantu yaitu warga negara indonesia TY juga warga negara indonesia sebagai istri dari pelaku warga negara asing dibantu AK dan PH dilakukan penangkapan untuk AK di rumah kontrakan di Jakarta Barat. Kemudian untuk TH pada saat berada di Bandara Soekarno Hatta," Jelasnya .

          Lebih lanjut, Dani merinci  untuk para pelaku ini kita lakukan penyitaan dan ada beberapa 1 buah book warna hitam, lap top merek Delk , satu buah ATM ada kurang lebih 9 kartu ATM bisa rekan-rekan saksikan di depan baik dari berbagai bank, buku rekening tentunya ada alat bukti lain yang bisa kita perlihatkan rekan-rekan semua. "Untuk para pelaku ini kurang lebih sudah melakukan 4 kali kejahatan salah satunya yang bersangkutan melakukan di bank OSBC Singapura sudah berhasil masuk kurang lebih,10.000 Dollar Singapura. Kemudian yang kedua itu terjadi di wilayah kepulauan Riau di Batam . Ketiga kita lakukan penangkapan dan ke 4 yang bersangkutan di dalam penahanan kita masuk ke rekening kurang lebih Rp 2 Miliar dan saat ini memang dua di wilayah NKRI belum menyampaikan laporan baik di Kepri maupun di baru 1 yang kita temukan masih dalam penyelidikan," rincinya.

Seiring dengan itu, Dani mengungkapkan kemudian untuk pelaku ini kita kenakan pasal 378 KUHP berkaitan dengan Penipuan kemudian kita kenalkan pasal 62 dan pasal 85 Undang No.3 tahun 2018 tentang Transperdana dan tentunya berkaitan dengan keuangan kita juga lakukan tindak pidana Pencucian Uang ."Untuk hukuman maksimal 20 tahun," ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana mencari bangsanya, Dani menandaskan menentukan Tersangka atau korban, menentukan target mereka mengunakan cara-cara bising dan berupaya siapa saja mungkin sudah terpancing sudah menjadi target dia bisa memasukan email cinpromais dia bisa lakukan percakapan. " Si Inilah yang menjadi target pelaku utama sampai sekarang masih di DPO kita sekarang khususnya ada di Wilayah Amerika, "Tandasnya

Menyinggung pelaku, Dani mengakui ini tergantung instruksi pelaku utamanya. Sampai sekarang masih DPO dan pelaku utama di Amerika dan memerintah PCN yang berada disini itu dapat korban dia akan menginformasikan kemudian ia membuat email baru atas atas instruksi dari PCN ini bisa dilakukan dan membuat email palsu." Sampai sekarang mereka adalah Sindikat. Sementara yang kita temukan mereka adalah kelompok Transional crime dari luar negeri yang menempatkan dan kebetulan di wilayah kita. Ini juga terjadi di Singapura," akunya.

Jadi,Dani menambahkan Sesuai hasil penyelidikan kita mulai tahun 2017. Yang bersangkutan masuk kesini dan apa ini modusnya mencari istri di warga negara indonesia. Tahun 2017 dia masuk ke Indonesia mendapatkan istri warga negara indonesia. Dari tahun 2017 sudah berapa yang didapatkan? Sebagai mana fakta yang kita temukan sudah melakukan 4 kali kejahatan, jadi pertama di Singapura. Kedua, di Wilayah Batam, Kepri. Ini korban belum melaporkan kepada kita. Ketiga, ini yang kami tangkap. Keempat pada saat yang bersangkutan posisi ditahan ada uang yang masuk ke rekening yang bersangkutan kurang lebih  ada Rp 2 Miliar."Total uang yang masuk kurang lebih ada Rp 7 Miliar ini direkening karena ini baru semua rekening mungkin setelah termasuk Perusahaan yang dibuat . Modusnya adalah CPN ini mendapat instruksi dari pelaku ada di Amerika untuk membuat salah satu PT, tentunya untuk membuat PT ada ketentuannya nah ini dibantu oleh 2 warga negara indonesia. Yang saya sampaikan HK dan TH. Dua orang ini yang membantu membuatkan PT bisa dikatakan PTnya abal-abal bisa membuka rekening di negara kita indonesia," tambahnya. ( vk)

Friday, 28 September 2018 03:48

Konten Berisi Informasi Hoax Ditelisik Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT

COM) Masih adanya situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno. Hingga kini Polri terus meneliti dan  mendalaminya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Rabu(26/9)2018  mengatakan, Polri masih meneliti situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno.“Kami sampaikan ke Direktorat Siber (Bareskrim) untuk dicek benar atau tidaknya,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Polri akan menindak tegas segala penyebaran hoaks di Pilpres 2019 tanpa terkecuali. Polri akan mengantisipasi jika ada kejadian yang menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban karena berita bohong atau hoaks.“Kalau merasa dirugikan, melapor enggak masalah. Tapi kalau tidak ada yang merasa dirugikan tapi Polri menilai mengganggu keamanan, pasti akan kami tindak tanpa ada laporan pun,”tegasnya.

Lebih lanjut, Setyo menandaskan semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 2019.Kalau istilah Pak Kapolri jadioverheated, panas dan bisa membakar, itu yang enggak boleh.“Jadi perlu diantisipasi itu jangan menjadi panas, cooling down. Kami selalu pantau terus supaya enggak terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tandasnya.(eas)

 

.

Friday, 28 September 2018 03:42

Diteror Pasangan Capres Lapor Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Merasa terancam akibat diteror dalam  22 kali ditelepon oleh Oknum A Gaspar Syah yang mengakui dari Garda O8 pengawal Prabowo, akibat  mengancam Inas Nasrullah Zubir secara pribadi terancam tidak bisa tidur dan tertekan. Uniknya ancaman itu selain mau memukulnya, ia  juga mengaku dari alumni mujahid Poso perna makan orang di Ambon dan Poso karena takut akhirnya melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan No. LP /971/IX/2018 dengan tuduhan mengancam melalui Informasi dan Transaksi( ITE) dan Medsos.

Inas Nasrullah Zubir  ketika ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Rabu(26/9)2018 mengatakan sesuai dengan LP : 971/IX/ 2018  26 September 2018 dan  , Saya  menduga bahwa ancaman ini berawal dari tulisan saya mengenai apa insiden toilet antara ins cs dengan Prabowo  yang di share di Wa group serta saya juga share teman-teman media dan dipublikasikan di detik.com  dan sudah di jawab juga sama INS lebay." Meman saya mengganggap ini lucu-lucuan. Tapi pada kemarin malam itu ada seseorang yang mengirim Wa dengan satu nomor kemudian saya blok. Kemudian dia kembali wa saya sampai 3 kali ,akhirnya ke 4 saya biarkan wa itu masuk kemudian dia telepon saya sampai 2 kali , ada 3 kali yang saya angkat telepon disitu ada nada ancaman," ujarnya.

Selanjutnya, Inas menegaskan dari pembicara yang mengancam itu,  Pertama, dia bilang adalah pengawal Prabowo dari Garda 08. "Ini saya minta kepada kepolisian untuk diselidiki dan diklarifikasi betul atau tidak. Kemudian dia mengancam dia mau memukul saya. Kemudian mau dipukuli tidak masalah bagi saya,tapi mengerikan Gaspar Syah menekan bagi saya dimana saya perma makan orang di Ambon dan Poso. Saya alumni mujahid Poso, ya saya meriang," tegasnya.

Untuk itu, Inas menjelaskan akibat ancam membuat saya apa engga meriang saya dibegituin.Apa engga meriang Apa lagi mau  di lempar bom molotov ,saya takut dong."Saya punya cucu walaupun anak saya sudah besar. Meriang sampai tidak bisa tidur. Takut malam itu. Ini ngeri juga kalau teroris yang ikut campur," jelasnya.

Lebih lanjut, Inas merincinya Nah, dengan dasar itu saya cerita sama teman-teman dan teman-teman minta saya sebaiknya kita lapor polisi. Sebelum terjadi sesuatu kita lapor polisi. "Kita lapor ke polisi hari ini. Tapi yang lucunya, dia sempat mengatakan elu gw akan teror terus. Tetapi lucunya ketika saya sebar informasi kepada wartawan bahwa hari ini saya akan melaporkan kepada kepolisian , stop terornya, " rincinya.

Seiring dengan itu, Inas menandaskan saya menduga kayanya ada seseorang yang meminta berhenti stop."Tadi ketemu ibu rita mengatakan ini bukan tindak pidana Pemilu tetapi pidana cyber. Nanti saya akan lapor dibawa dan nanti akan diteruskan ke cyber crime," tandasnya

Ketika didesak a pakah ingin laporkan , Inas mengakui saya ingin ini dilapor agar polisi mengusut tuntas siapa yang memerintahkan . Kalau memang ada orang yang menyuruh ini harus di usut tuntas , siapa dia. I"ni kan tahun politik, jangan sampai ada ancaman-ancaman yang dilakukan oleh elit politik. Jangan sampai ada oleh karena itu saya minta ini diusut tuntas siapa yang menyuruhnya. Kalau memang ada , karena engga mungkin lah," akunya.

Saat disinggung berapa kali dia melakukan penyerangan dengan Wa, Inas membeberkan telepon saja dalam 1 malam 21 kali, saya mati kan. Yang terakhir kali ditengag-tengah sempat ngobol dengan saya. Dia katakan hai anjing gua bengini-bengini. Saya katakan elu juga anjing." Kan bisa komunikasi anjing dengan anjing, orang dengan orang. Kalau orang, sebut saya orang. Tapi kalau elu sebut anjing, elu juga anjing. Kalau elu berkomunikasi sebut orang. Dia bilang elu banci, elu juga banci. Karena banci dengan banci bisa berkomunikasi. Itu kan, ge gebukan rame-rame. Ya, kalau masalah gebukin tidak ada masalah. Dia katakan saya mantan Poso biasa makan orang takut juga saya," bebernya.

Ketika ditanya terakkhir kali dikontak kapan, Inas mengungkapkan kemarin sampai jam 23.00, 22 kali menepon hampir  1 jam. Itu dilakukan sampai kemarin malam, Selasa(25/9)2018. Berkaitan indenti dia kasih namanya A. Gaspar Syah dia shere log . Kalau elu berani datang sini . Ge tunggu sama teman-teman. Namanya A. Gaspar Syah."Dia mengaku anggota Garda 08 dan rumahnya adalah Markas Garda 08 di Jakarta. Sementara itu Garda 08 ada Daerah Hutan Kayu, Matraman."

Sementara itu, Inas menambahkan  lalu dia, Share log karena dia mau datang. Saya tidak cek dan saya melapor ke Polisi disini." Tapi waktu saya minta share log saya telepon polisi di BSD dan saya minta share log untuk lokasi Polsek, polisi kasih share log itu. Saya kirim ke A. Gaspar Syah. Dia tahu ini bukan rumah anda. Made ITE anda berbeda. Ya, dia tahu itu bukan orang sembarangan. Dia punya peralatan canggih. Ini pasti ada suruhan orang," tambahnya.( vk)

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65 Babinkantibmas yang tersebar di 105 Desa.

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Pol Mardiono ketika ditemui di Polres Muaro Jambi, Kamis(14/9)2018 mengatakan Kami dari Polres Jambi dalam rangka upaya menangkal paham radikal menyebar di Polres Jambi  kami lakukan kegiatan Prefentif  dengan mengedepankan Babinkantibmas yang sudah kami bentuk dari  105 Desa ada 65 Babinkantibmas kegiatannya melakukan kegiatan penyuluhan baik pada masyarakat secara umum dengan sistem door to door yang dilakukan kemudian dengan penyuluhan kepada anak-anak sekolah maupun pembinaan kepada  masyarakat sekitar." 

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka penyuluhan kita menekankan bahwa paham radikal ini  memang sangat merugikan kita," ujarnya.

Selanjutnya, Mardjono menegaskan Kita akan kembalikan kepada nilai-nilai Pancasila kemudian Bhenika Tunggal Ika maupun NKRI adalah harga mati."Mengingat Polres Muaro Jambi sangat luas , untuk mencegah masuknya orang yang  menyebarkan paham ini ,kemudian  cara pencegahannya seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, Mardjono menjelaskan upaya yang kita lakukan dalam melakukan pencegahan ini , kita mengaktifkan peran serta   masyarakat Babinkantibmas melakukan penyuluhan  di tiap-tiap Desa memberitahukan dan menyampaikan kepada masyarakat luas bahwanya paham radikal adalah paham yang sangat berbahaya . "Dengan melakukan dan menghimbau pada masyarakat apabila ada paham atau masyarakat tidak diketahui atau paham yang tidak dimengerti dan tidak dimengerti cepat  dikoordinasikan," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Mardjono merincinya Disampaikan bekerja sama dengan para Alim ulama, para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada didesa tersebut . "Lakukan pembinaan secara terus menerus apa bila terjadi atau ada informasi  terkait dengan paham radikal agar segera dilaporkan," rincinya.

Ketika ditanya apakah sudah ada terdeteksi dimana basis-basis mereka itu,Mardjono mengungkapkan Kalau kita melihat kasus yang ada dan yang ada di wilayah Polres Muaro Jambi ,terkait dengan di Muaro Jepu dan Kombe Ulu yang saat ini sedang ditangani . Ada sebagian masyarakat yang terpapar dengan paham radikal. Untuk itu kita lakukan pendekatan ,kita lakukan penyuluhan dan kita kerjasama dengan Alimulama,para tokoh  masyarakat untuk melakukan  pembinaan melalui kegiatan seperti tablik, kemudian seperti kegiatan yasinan , kemudian Talilan dan lain-lain," ungkapnya.

Disinggung respon dari masyarakat seperti apa, Mardiono menandaskan untuk saat ini respon dari masyarakat, kegiatan yang dilakukan para Babinkantibmas dengan bekerjasama dengan para Alimulama,Ketua RT dan lain-lainnya dengan prangkat desa dan tokoh masyarakat saat antusias . "Masyakarat sangat mendukung program kepolisian dalam.rangka menangkal  paham radikal yang akan menyebar di masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Siswa Kelas 12 IPA 1 SMA Muaro Jambi,  Elsa ketika ditemui  mengatakan  Alhamdulilah sudah paham setelah dijelaskan."  menurut saya radikalisme itu suatu pemahaman yang membuat orang itu melakukan tindakan kekerasaan yang menyimpang dari prilaku-prilaku yang baik seperti pelanggran HAM yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai Undang-undang Dasar 1945," ujarnya.

Selanjutnya ketika ditanya apa  Kalau ada yang mau mengajak paham radikal, apa yang Elsa lakukan, ia menjawab saya justru akan menolaknya dengan halus. "Dan akan memberikan informasi tentang radikalisme itu tidak baik," Tandasnya.

Ditempat yang sama Siswa kelas 11 IPA 4 SMA Muaro Jambi, Dwi Setiawan  mengatakan radikalisme itu adalah sesuatu perilaku pemahaman yang salah terhadap Pancasila. "Seseorang yang ingin merubah perubahan-perubahan aturan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Lebih jauh ketika disinggung ada paham radikalisme itu bukan sekedar terorisme saja, tapi ada di Media Sosial berita bohong atau berita Hoax, Dwi menegaskan

saya harus tetap teguh di pendirian kita. " kita harus lebih mendalami ilmu agama dan kita harus mempelajari agar kita tidak salah dalam pemahaman-pemahaman banyak beredar di masyarakat," tegasnya.(vk)

Monday, 17 September 2018 01:16

Kapolresta Jambi lakukan Kontra Radikalisme

Written by

JAMBI(KORANRAKYAT.COM) KapolrestaJambi Lakukan kontra rationalise dengan cara mensosialisasikan kemasyarakat,dimotori oleh Babinkantibmas yang digelar secara rutin.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Fauzi Dalimunthe ketika temui di Mapolresta, Rabu(12/9)2018 mengatakan kegiatan kontra radikal atau dari setahun, terkait dengan maraknya masyarakat yang sudah terpapar. "Kegiatan yang konkrit yang kami melaksanakan ada kegiatan penyuluhan, kegiatan-kegiatan Preentif dan kegiatan Previntif tentunya manakala mendapat informasi ada didaerah ataupun menunjuk seseorang disitu kita masuk," ujarnya.

Selanjutnya, Fauzi menjelaskan  terutama Babinkantibmas yang ada digaris terdepan dimasing-masing kelurahan dan ada 62 Kelurahan dan ada 62 Babinkantibmas di Wilayah Polresta Jambi melakukan penyuluhan."Tak lupa juga melaksanakan go to scholl, kegiatan yang melibatkan ceramah , penyuluhan kepada anak sekolah , baik di tingkat SMP dan SMA maupun Universitas yang ada disini itu kegiatan  yang kami lakukan dan walaupun sedikit , kecil yang kami monitor terkapar itu juga memberikan efek sehingga yang lainnya bisa memahami kegiatan radikalisasi sangat bahaya bagi negara dan diri sendiri," jelasnya.

Dari pantauan selama beberapa hari dilakukan di Jambi, dilakukan FGD di SMP 5 Jambi dan SMP 9 di Kota Jambi berjalan lancar. Didalam pertemuan dilakukan sosialisasi kepada para siswa dan siswi agar paham semua kegiatan radikalisme yang dapat memberikan rasa takut.

Sementara itu ,Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Jambi, Ihsan Spd ketika dtemui di SMP 5 Jambi mengatakan jadi disini pemahaman siswa kami apa itu makna teroris. Yang pertama kami mendapatkan penjelasan Babinkantibmas kami tentang terorime itu sendiri. "Kemudian dari pihak sekolah juga menyampaikan mata pelajaran PPKN misalnya, dari pelajaran IPS itu masalah terorisme," ujarnya.

Ketika ditanya bagimana caranya agar siswa SMP ini mudah memahami, Ichsan menandaskan  Bisa jadi dari media-media yang ada, contoh yang mereka buat semua itu yang sifatnya merusak, menghancurkan dan membunuh sehingga anak kami bisa memahami dengan mudah makna terorisme itu sendiri."Secara kurikulum belum ada tetapi di materi pelajaran itu saja ada yang berkaitan dengan masalah ini ada mata pelajaran tertentu misalnya sejarah, mata pelajaran PKN, mata pelajaran agama karena sekarang ada kurikulum yang terintegrasi," tandasnya.

Lebih lanjut, Ichsan menjelaskan Hal-hal yang mendasar sering dimasukan disitu dan dibahas sehingga anak-anak paham apa yang dimaksudkan dengan terorisme atau gerakan radikal dan pemahaman yang lain juga begitu. " ini menjadi perhatian sehingga dapat di atasi," jelasnya.

Ditempat yang sama, Siswa SMP 5 , Kelas 9 F Titanya Meldy mengatakan tadi pas dijelaskan sedikit paham. "Ancaman kepada masyarakat dan lingkungan. Ancaman yang mengancam penduduk ,atau rakyat," ujarnya.

Ketika ditanya apa ada ditelevisi bagaimana adik bisa memberikan penjelasan, Titanya menandaskan

Dengan menjaga pergaulan dan sudah itu , jangan menyebarkan hal-hal tak positif."Ada pelajaran teroris jangan sampai kita terkena Hoax yang tidak benar itu," tandasnya. ( vk)

Monday, 17 September 2018 00:57

Kapolda Jambi Lakukan Deradikalisasi

Written by

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)Polda Jambi melakukan Deradikalikasi dalam 3 langkah  diawali tindakan prefentif sehingga dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat.

Selanjutnya dilakukan langkah kontra radikal yang dilakukan di Polda Jambi?

Kapolda Jambi ,Irjen. Pol. Drs. Muchlis A.S., M.H ketika ditemui di SPN Jambi, Rabu (12/9)2018 mengatakan upaya langkah langkah yang kita lakukan dalam rangka Deradikalisasi kita di Polda Jambi yang petama melaksanakan kegiatan preentif , kita sudah lakukan sosialisasi sampai ketingkat daerah baik itu dalam bentuk ceramah ceramah ke sekolah- sekolah ,keperguruan tinggi kemudian ke tokoh tokoh masyarakat ,kemudian lembaga lembaga sosial berupa upaya untuk bagaimana caranya Polda Jambi bersama masyarakat bersama- sama untuk mencegah radikalisasi kelompok-kelompok ekstrim yang ada di Jambi ."Itu masuk kedalam bidang sosial  kemudian kemasyarakatan termaksud juga ke tempat tempat yang basis- basis," ujarnya.

Selanjutnya, Muchlis menegaskan  Nah terhadap basis basis yang sudah terdeteksi merupakan data hasil monitoring daripada satgas satwil penanganan teroris di Jambi yang berada disumbaksel terhadap target yang sudah ditentukan kita lakukan pemantauan secara melekat kegiatan mereka setiap hari apakah ada kegiatan yang mengarah ke upaya upaya yang mengumpulkan bahan bahan yang di gunakan kepentingan itu itu kita lakukan pendeteksi yang dilaporkan setiap hari ke pada Kapolda dan ini dilakukan berdasarkan surat perintah satgas yang di bawahi oleh Polda melibatkan unsur dari Reskrimum kemudian Densus 88 Sumbagsel kemudian dari Intelejen dari Binmas lagi negosiator. "  Semua bersama sama dan data ini setiap hari diupdate dan kita laporkan kepada pimpinan," tegasnya .

Untuk itu, Muchlis menjelaskan yang ke tiga manakala sudah mengarah ke pada tindakan deskruptif yang terjadi di Polsek Marasebo pada waktu lalu itu langsung kita lakukan pengejaran dan bahkan kejadian kira kira pukul 13.00 siang anggota Polsek Marasebo di serang oleh pelaku an Anwar Sadat dengan menggunakan Parang , dua anggota kita luka luka langsung kita lakukan pengejaran ditangkap dalam hal pengejaran kurang lebh 4 jam kita temukan." Saat ini yang bersangkutan sedang dalam proses pengadilan," jelasnya.

Lebih lanjut, Muchlis menandaskan kemudian yang berikutnya sempat juga ada beberapa indikasi teror teror yang di lakukan terhadap mako-mako termaksud juga Polsek jajaran kita sudah lakukan kesiapsiagaan dengan menggunakan penjagaan secara berlapis, jadi ada penjagaan di markas dan ada penjagaan di luar jadi makala ada tindakan yang mungkin akan menyerang baik personel maupun anggota itu juga dilakukan penindakan bersama sama." tandasnya.

Jadi, Muchlis  menambahkan yang ke dua untuk tugas operasionil lapangan kita gunakan sistem body system, jadi kalau anggota menjaga di satu tempat di belakang ada yang berpakaian preman saling melindungi ini upaya upaya kita untuk mencegah jangan sampai ada korban korban berikutnya."  Kemudian seluruh jajaran kepolisian Polda Jambi terutama di Markas komando kita lakukan sistim berliku dengan menggunakan apakah itu trafic corn apakah menggunakan security berir itu untuk mencegah dan menghambat apabila ada serangan terhadap kantor Polri," tambahnya. (vk)

Saturday, 01 September 2018 12:32

Gerakan Tagar Ganti Presiden Rawan Konflik

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Gerakan kelompok ganti presiden 2019 secara jelas menimbulkan  konflik dan ada penolakan. Oleh karena itu apabila tidak memenuhi syarat dan berpotensi memecah bela itu akan dibubarkan.

Kepala Devisi Humas Mabes Polri, Irjend Setyo Warsito ketika ditemui di Mabes Polri, Kamiis (30/8)2018 mengatakan jadi bukan begitu cara melihatnya urut permasalahannya, lihatnya begini. Dengan ada gerakan atau aksi 2019 ganti presiden, ini kalau  dia sendiri saja tidak ada kelompok lain yang menolak, saya kira tidak ada masalah. "Yang jadi masalah ketika dia akan mmelakukan deklarasi dan melakukan aksi dan melakukan apa saja disatu kota, disatu kota sudah ada kelompok yang bertolak belakang dengan dia. Nah ini peran Polri supaya kita menengahi jangan sampai  jadi bentrok," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan 

Ya, pasal 6 dikuatkan pada pasal 15 kalau tidak memrlenuhi pasal 6 Polisi bisa membubarkan .

"Kan dua-duanya dihimbau untuk melakukan aksi supaya tidak terjadi benturan." Di kerawang sudah dihimbau untuk dua-duanya tidak melakukan aksi. Jadi supaya tidak terjadi benturan. Kalau terjadi benturan polisi lagi disalahkan," tegasnya.

Ketika disinggu ganti presiden 2019, Setyo menjelaskan Jadi kalau gerakan 2019 ganti presiden ada yang menolak . Pasal itu sama dengan kegiatan lain misalnya mau bikin konser untuk lombok ada yang menolak engga kalau tidak ada yang menolak itu bisa jalan. "Kalau ada yang.menolak tunggu dulu kita melakukan asisesman. Ada yang menolak engga, ini potensi bentruknya berapa ini itu yang.menolak juga gede kekuatannya juga besar dan sudah berhadap-hadapan. Ini harus dibubarkan dua-duanya," jelasnya. .

Sering dengan deklarasi di lakukan oleh Jokowi, Setyo menandaskan oleh karena itu yang lakukan deklarasi dari Jokowi dua periode karena tidak menolak dibiarkan saja. Sepanjang tidak ada yang menolak kita melakukan asisten begitu. Semua menghindari bentrok Kan polri mencegah jangan.sampai jadi bentrok," tandasnya.

Ditunggu Bawaslu tidak melarang, KPU tidak melarang itu .secara prinsip tidak mempermasalahkan itu, Setyo membeberkan Kita kan ada aturannya, Polri  berdasarkan aturan dan bahwa aturan itu ,aturan Undang-undang No.9 tahun 1998 pasal 6 menyangkut kriteria, syarat-syarat yang harus diperhitungkan. "Yang memenuhi itu pasal 15 diperbolehkan. Ketika pasal untuk membubarkan itu masih juga dilawan kita gunakan KUHP melawan petugas dan ini ingat ada juga AISSI PIARD . Di situ disebutkan bahwa ini bukan memang Hak Asasi Manusia, tetapi Hak Asasi Manusia yang bukan yang mutlak dan bisa ditunda. Misalnya dia tidak lakukan deklarasi mati engga. Kalau engga bisa ditunda dong. Itu polisi berhak menunda," bebernya.

Saat ditanya KPU, Bawaslu acara prinsip tidak masalah, ada kelompok masyarakat yang melakukan pengamatan, Setyo mengakui Polri sendiri menyampaikan kepada masyarakat  memberikan penyampaian. "Itu hak asasi manusia juga. Sama-sama punya hak mereka. Ya. Tidak masalah.

Kalau di Kerawang perkembangannya. Sama dua-duanya, kita minta tidak ada yang melakukan  kegiatan," akunya.( vk)

Wednesday, 29 August 2018 23:53

Pembobol Kartu Kredit Diringkus Tim Cyber Mabes Polri

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap dua tersangka, yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), diduga melakukan pencurian data nasabah kartu kredit warga negara Australia.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo ketika ditemui di Bareskrim, Rabu( 29/8)2018 mengatakan kedua pelaku dengan inisial AR dan DSC, yang masih berstatus mahasiswa, memancing data nasabah melalui link yang dikirimkan lewat email kepada nasabah. "Kronologi pengungkapan tindak pidana yang berujung pada penangkapan keduanya," Ujarnya.

Selanjutnya, Albertus menegaskan semua bermula dari surat yang diterima oleh Direktorat Pidana Siber dari Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian di Australia."Surat tersebut menyebutkan telah terjadi penangkapan dan persidangan terhadap WNI di Australia dengan inisial AS yang dituduh menerima barang pembelian menggunakan kartu kredit milik warga negara Australia. Setelah kita menginterogasi, kami melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa barang-barang itu diminta untuk dikirim ke Indonesia dengan menggunakan beberapa proxy untuk mengaburkan identitas, sampai kita menemukan Dedek di Bandung dan Adhitya di Yogyakarta," tegasnya.

Untuk itu, Albertus menjelaskan Kedua tersangka membeli barang-barang tersebut menggunakan data kartu kredit curiannya. Kemudian, keduanya memanfaatkan AR untuk menerima dan mengirimkan barang belanjaan mereka ke Indonesia.

"Selanjutnya, tersangka AR ditangkap di sebuah asrama di Sleman, Yogyakarta, pada 6 Juni 2018. Sementara itu, tersangka DSC ditangkap di rumahnya, di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal yang sama," jelasnya.

Lebih jauh, Albertus merinci untuk WNI di Australia tersebut, pada akhirnya berhasil lolos dari jerat hukuman, hanya dikenakan denda.

"Saat penangkapan tersangka AR, polisi menyita 1 unit laptop Apple Macbook Pro, 1 buah handphone iPhone 7 Plus, 1 unit CPU, 1 unit router, 1 lembar fotocopy KTP, serta 1 buah kartu ATM," rincinya .

 

Jadi, Alberthus membeberkan sementara barang bukti yang disita dari tersangka DSC, yaitu 1 buah laptop merek MSI GE62, 1 buah iPhone, 1 buku rekening beserta kartu ATM, 1 buah kartu mahasiswa, 1 buah kartu SIM A, 1 buah kartu SIM C, serta 1 buah keyboard."Para pelaku telah melakukan tindakan tersebut selama kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mendapatkan 4.000 data kartu kredit," bebernya.

 

Itu sebabnya,Albertus menambahkan namun, mereka baru menggunakan data kartu kredit curian tersebut sebanyak sembilan kali untuk berbelanja. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai 20.000 dollar Australia.

"Kedua pelaku terancam didakwa pasal berlapis dengan hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar,"tambahnya .(vk)

Wednesday, 29 August 2018 23:49

Polresta Jambi Gagalkan Peredaran Sabu

Written by

JAKARTA((KORANRAKYAT.COM)Polresta Jambi menggagalkan peredaran Shabu dan mengamankan  peredarannya. Ini  dilakukan dan  akhirnya berhasil meringkus UM dengan barang bukti 3,8 kg Shabu.

Kapolda Jambi, Brigjend Pol  Muchlis As ketika dihubungi, Rabu(29/8)2018 mengatakan hari ini Polresta Jambi berhasil menggagalkan peredaran 3,8 kg Shabu." Ini dilakukan Kasat Narkoba Polresta Jambi dilakukan pada Selasa(28/8)2018 melakukan penangkapan seorang tersangka UM dengan barang bukti 3,8 kg shabu yang dikemas," jelasnya.

Selanjutnya,Muchlis menegaskan

kasus ini merupakan  pengembangan dari hasil penangkapan sebelumnya  yang pernah dilakukan  5 kg shabu yang berhasil digagalkan oleh polisi. "Dalam 3 minggu ini polda jambi telah berhasil menggagalkan 19,5 kg shabu sebagai barang bukti," tegasnya.

Untuk itu, Muchlis menjelaskan ini suatu keberhasil karena adanya kerja sama dalam mengejar barang haram yaitu narkotika jenis shabu. " Coba lihat saja ini barang bukti shabu sebanyak 3,8 kg yang dikemas," jelasnya.( vk)

Tuesday, 28 August 2018 23:34

Workbook Kredit Card Diringkus

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua tersangka pelaku pencurian data kartu kredit milik warga negara Australia.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo dalam rilis di Bareskrim, Selasa(28/8)2018  mengatakan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua tersangka pelaku pencurian data kartu kredit milik warga negara Australia."Kasus tindak pidana yang biasa disebut dengan tindak pidana carding, dilakukan oleh dua orang tersangka atas nama Dedek dan Adhitya," ujarnya.

Selanjutnya,  Alberta menegaskan pelaku yang masih berstatus mahasiswa itu ditangkap secara terpisah. "Tersangka AR ditangkap di sebuah asrama di Sleman, Yogyakarta, pada 6 Juni 2018. Sementara itu, tersangka DSC ditangkap di rumahnya, di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal yang sama," tegasnya.

Sedangkan, Albertus menjelaskan kedua pelaku melakukan pencurian data nasabah bank di Australia melalui emailyang terlihat dikirimkan dari bank atau lembaga perbankan lainnya. Nasabah dapat terkecoh untuk mengklik link atau dalam email tersebut dan mengisi data lengkap kartu kredit mereka.

"Para pelaku telah melakukan tindakan tersebut selama kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mendapatkan 4.000 data kartu kredit," jelasnya.

Dikatakan, Albertus mereka menggunakan data kartu kredit curian tersebut sebanyak sembilan kali untuk berbelanja. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai 20.000 dollar Australia. "Saat penangkapan tersangka AR, polisi menyita 1 unit laptop Apple Macbook Pro, 1 buah handphone iPhone 7 Plus, 1 unit CPU, 1 unit router, 1 lembar fotokopi KTP, serta 1 buah kartu ATM," tandasnya.

Jadi, Albertus menambahkan sementara barang bukti yang disita dari tersangka DSC, yaitu 1 buah laptop merek MSI GE62, 1 buah iPhone, 1 buku rekening beserta kartu ATM, 1 buah kartu mahasiswa, 1 buah kartu SIM A, 1 buah kartu SIM C, serta 1 buah keyboard. "Kedua pelaku terancam didakwa pasal berlapis dengan hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar," tambahnya.( vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Terkait peringatan   (warning) indikasi rencana serangan teroris di Indonesia oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, sebaiknya berkoordinasi dengan Polisi Indonesia.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat,(24/8)2018 mengatakan seharusnya Konsulat Jenderal (Konjen) Australia bisa berkomunikasi dengan Polri terkait peringatan (warning) indikasi rencana serangan teroris di Indonesia. "Sehingga, Polri bisa memberikan jaminan keamanan terhadap kegiatan peresmian Pusat Informasi Seputar Australia (Aussiebanget Corner) di ruang perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR)," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan akibat dikeluarkan peringatan tersebut berpengaruh kegiatan tersebut batal digelar pada Kamis (23/8/2018).“Ya kami kan minta dari Polda Jatim tadi sudah saya telepon mereka menanyakan sebenarnya apa ancamannya, tidak menjawab dia. Seharusnya mereka memberitahu kami, ‘Pak saya diancam mau diapain begitu kan’. Kami bisa mengantisipanya. Tapi kalau tidak ada (pemberitahuan) dan tidak tahu ancamannya seperti apa,” tegasnya

Untuk itu, Setyo juga menandaskan  dan menyesalkan pihak Konsulat Jenderal Australia yang ada di Surabaya yang mengeluarkan peringatan (warning)tanpa koordinasi dengan kepolisian daerah (Polda) Jatim.“Kita menyayangkan kenapa dari pihak Konsulat Jenderal tiba-tiba menyatakan dan mengeluarkan travel warning dan membatalkan kegiatan tanpa koordinasi dengan kepolisian daerah Jatim. Itu yang kita sayangkan,” tandasnya.

Lebih jauh, Setyo mengungkapkan saat ini Polri sedang mengamankan penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Sementara ini , pelaksanaan Asian Games masih relatif aman dan kondusif.“Kami siapkan pengamanan yang terbaik untuk Asian Games dan kegiatan internasional lainnya,” ungkapnya.

Sebelumya, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Mr Chris Barnes membatalkan hadir saat acara AussieBanget Corner di kampus UNAIR Surabaya.

Ini menyusul adanya peringatan security warning yang bersumber dari public Affairs Canberra terkait indikasi rencana serangan serangan teroris di Indonesia.(vk)

 

.

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Adanya dugaan pemalsuan sertifikat Bank Indonesia  yang dilakukan UN Swissindo akhinya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim berhasil meringkus Tersangka S yang.ditangkap di Cirebon. Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Daniel Tahimonang Silitonga ketika di temui di Mabes Polri, Kamis(16/8)2018 mengatakan  sekalian yang sudah ditunggu rekan-rekan.

dan masyarakat indonesia bahwa Bareskrim Polri dalam hal ini Direktorat ton Tindak  Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.  "Khususnya subdit Jaksi telah melakukan penangkapan pada pimpinan Un Swissindo pada tanggal 3 Agustus 2018 di Cirebon. Adapun penangkapan ini kita lakukan adanya laporan dari masyarakat dari Bank Indonesia yang melaporkan bahwa gerakan tindakan dan aksi-aksi serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan  oleh UN Swissindo sudah merupakan meresahkan  kemudian membuat kegaduhan serta hal-hal lain terutama kerugian baik itu secara materiil maupun secara inmateril yang dirasakan oleh Bank Indonesia. Kemudian dirasakan oleh beberapa juga bank-bank yang lain. Seperti bank Mandiri, Bank Danamon, Bank BCA, Bank BNI dan Bank lainnya,"ujarnya .

 Selanjutnya, Daniel menegaskan oleh karena itu dengan berdasarkan laporan dari masyarakat itu kami melakukan tindakan Kepolisian berupa penangkapan. Tersangkanya bernama inisial S sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami tahan semenjak tanggal 5 Agustus 2018. "Yang saya sampaikan kalau ada pertanyaan akan kami perdalam. kita ini yang saya sampaikan kepada rekan-rekan. Mengenai modus segala macam," tegasnya .

Untuk itu, Daniel menjelaskan  
Yang pertama yang kami lihat bahwa 3 tahun yang lalu ini sudah sudah ramai tahun 2015, Sudah ramai dan sudah bergejolak. Hasil pemeriksaan kami terhadap tersangka S beliau tidak bisa merinci secara jelas kapan mulai dilakukan tetapi 2015 sudah mulai ramai dan banyak pengikutnya. "Pengikut yang paling banyak itu ada di daerah Jawa Barat dan pada umumnya terjadi di Jawa tetapi menurut pengakuan tersangka bahwa pengikut ini sudah ada di 5 benua, semua benua seluruh dunia dan itu pengakuan, tetapi sampai saat ini kita tidak dapat menemukan daftar pengikutnya. Daftar pengikutnya tidak dapat kami temukan, cuma ini menurut pengakuan saja," jelasnya.

Disinggung pasalnya,Daniel merincinya pasal yang kami kenakan adalah pasal pemalsuan, dokumen yang dipalsukan dan  yang.digunakan pasal 263 hukumannya 6 tahun." Sementara
Jadi modusnya ada dua rekan-rekan , produk yang ditawarkan oleh UN Swissindo sehingg ditangkap ,pertama pembebasan hutang oleh karena itu ramai disebut bahwa ini adalah sekte pembebas hutang  atau penghapus hutang .Yang ditawarkan pembebasan hutang khususnya hutang yang tahun 2016 kebawah itu boleh dibebaskan yang katanya menurut pengakuan di dalam pemeriksaan hutang bank yang 2 miliar itu bisa dihapuskan. Jadi yang pertama. Yang kedua , yang disampaikan adakah produk unggulan oleh mereka  bahwa seluruh masyarakat.indonesia  yang mempunya E KTP apa.itu akan mendapat gaji  tunjangan seumur hidup sebanyak 1200 US Dollar yang kalau di rupiakan yang Rp 15,6 Juta itu seumur hidup itu yang ditawarkan ," rincinnya.

Lebih lanjut,Daniel menandaskan dengan diiming-imingkan tawaran ini maka banyak rakyat atau masyarakat kita yang tertarik untuk dibebaskan hutang untuk juga mendapat yang dijanjikan itu.  "Tetapi pada kenyataannya setelah dijanjikan tidak ada realisasi dan banyak tindakan-tindakan lain dari masyarakat atau yang memiliki dokumen-dokumen yang diberikan oleh UN Swissindo yang  menyatakan hutang saya sudah lunas dengan dokumen ini atau memang saya akan mendapatkan pencairan uang melalui bank dengan gaji yang   ditawarkan itu modusnya," tandasnya.

Ketika tantanya berapa korban, Daniel membeberkan korban yang diakui secara tertulis  katanya pengikutnya 1 Juta.Yang paling nyata ada nya dari mulut ke mulut, datang dan kemudian orang-orang datang, pengikut datang itu kira-kira yang katanya membawa seperti uang pembayaran rekrutmen pake foto copy."Jadi, menurut pemeriksaan kami bahwa itu masih dibayarkan secara suka rela Rp 100 Ribu sampai Rp 500 Ribu, itu untuk mendapatkan dokumennya atau 1 bundel untuk dibawa seperti itu," bebernya.

Saatcdisoroti kenapa di Jawa Barat banyak pengikutnya, Daniel mengakui itu , sampai saat ini, kita tidak mendapat daftar pengikut yang resmi dan menurut para saksi relawan yang kita periksa mereka itu tidak merasakan suatu kerugian karena mereka memberikan secara suka rela,rata-rata begitu yang kita periksa dan jumlah uang  yang mereka setor itu tidak ada satu ketentuan yang ditetapkan hanya berupa kerelaan mungkin biaya foto copy dan sebagainya setelah dikonfirmasi oleh tersangka. "Kalau korban itu ada karena korban itu bank indonesia dan bank lain itu menjadi sulit dan menjadi mereka pihutangnya tidak bisa tertagih masyarakat pengikut ini jadi berkeinginan tidak membayar hutang itu tentunya  yang kita dapatkan," akunya

Jadi, Daniel menambahkan ya, ini sudah berualang kita dapatkan dan kita belum mendapatkan pengakuan karena beliau belum mengaku secara terus terang ide nya kapan dan perlunya dia datang begitu saja, dia bikin.itu dan dia konsep surat-surat itu dan dia bikin sertifkat yang kemudian dia pergunakan. Dia punya dan belum diakui ."Untuk perancangan dan segala macam menurut pengakuan tersangka dilakukan.sendiri pengakuan tersendiri dilakukabndan.kita dalami selanjutnya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Waspadaan Institusi OJK, Tongam Lumbatobing mengatakan Kami dari OJk banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentunya mempunyai yang dilakukan UN Swissindo oleh masyarakat di Cirebon ini. "Juni 2016  kami sudah melakukan penghentian kegiatan ini karena diduga terjadi penipuan dan berpotensi merugikan masyarakat karena Korban kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Tongam menegaskan Kemudian bukan Mei 2017 dan menyatakan melakukan penghentian  kegiatan dan tidak melakukan kebakaran lagi. Ternyata di lapangan masih terjadi kegiatan dan dua produk tadi ."Pembebasan hutang  dan pembelian vocer seumur hidup 1200 per bulan . Dan daerah-daerah yang menjadi sasaran hampir seluruh indonesia yang memanfaatkan perwakilan dan Kepala Cabang diberbagai daerah. Kepala cabang ini merekrut orang-orang yang punya hutang di bank  atau perusahan pembiaran," tegasnya.

Lebih lanjut , Tongam menjelaskan  Kami juga mendapat pengaduan dari orang-orang  pelaporan persahaan-perusahaan ini bahwa mereka mendapatkan surat tugas yang harusnya  debitur itu membayar hutang-hutang.  Tapi ternyata surat hutang dari UN Swissindo dari berbagai daerah mengatakan didepan anda lunas atas nama negara." Ini yang merasa resa pada jasa keuangan kerena jasa keuangan kehilangan kesempatan untuk menagih hutang-hutang debitor yang seharusnya terbayarkan oleh Debitor  dengan Polri dan bareskrim.akar oleh kepala Debitur oleh karena itu kita apresiasi tim.disini sudah melakukan tindakan hukum ,"jelasnya.

Lebih lanjut, Tongam menandaskan Pemimpin UN Swissindo ..kami sampai saat ini masih yang melakukan kegiatan-kegiatan terutama di Jawa Timur untuk segera menghentikan kejahatan.itu juga. "Kemudian juga pada Per Bank kan dan bantuan dari Polri tersangka ini terbukti UN Swissino adalah kegiatan yang ilegal.yang sudah.kami sampaikan  beberapa waktu lalu," tandasnya.

Ditempat yang sama, Pejabat Departemen Hukum Bank Indonesia, Panji Ahmad mengatakan kami dari Bank Indonesia sangat berapresiasi  bahwa Bank Indonesia melakukan himbauan pada bulan Agustus 2016 masyarakat harus berhati-hati dalam menyikapi adanya kegiatan  UNSwissindo ini.;Bank Indonesia tidak perma menerbitkan Fisik dari SBI. "SBI hanya diperdagangkan operasi monoter itu hanya antar bank tidak dengan individu. Yang berikutnyabterkait dengan SBI disampaikan itu bukan produk bank Indonesia,"ujarnya.

Seiring dengan itu, Panji menandaskan produk-produk UN Swissindo ya. Salah pertama ini uang disebut sertikat bank Indonesia. ;SBI katanya orang yang mempunya uang 24 ribu 500 Triliun digadekan.menjadi jaminan. "UN Swiiindo memiliki uang dibeberapa bank yang khususnya di Bank Indonesia yang jaminannya . Ini ditawarkan pada sekte sehingga  bila menunjukan ini  kamu akan mendapat uang. Setelah mendaftar akan diberikan surat kuasa dan ada foto untuk mendapat tunjangan semut hidup sebanyak 1200 Dolar Amerika seumur hidup,"tandasnya.

Oleh karena itu, Panji menjelaskan bentuknya foto copy dan dicap. Akan.mendapatkan satu bundel seperti ini. Ada berisi surat pernyataan dari pengacara berupa vocer-cover dengan jaminan.dibawa ke bank siswa ke lembaga pembiayaan sudah lunas hutangnya. "Secara resmi kegiatan seperti ini tidak benar saya kira ini melanggar undang-undang. Bank Indonesia mengatakan ini tidak pernah dikeluarkan oleh bank Indonesia dan ini tidak berlaku saudara-saudara ," Jelasnya.

 

Sesuai data, Panji merincinya oleh masyarakat indonesia mengikuti, kami sampaikan ini tidak berlaku dan kami sampaikan ada dokumen yang tidak berlaku dan yang tidak bisa dimanfaatkan mengapa hanya berupa foto copy tidak bisa membebaskan hutang. "Tidak mungkin bisa menbebaskan hutang. Ini himbauan kepada relawan dan seluruh pengikut surat pembebasan hutang,"rincinys.( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM(- Aksi pengrusakan oleh suporter Sriwijaya saat bertanding melawan Arema FC  yang terjadi di Stadion GOR Jaka Baring Palembang Sumatera Selatan jelang Asian Games,  sangat disayangkan. Semua sedang diproses dan akan ditindak.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol  Setyo Wasisto ditemui di Mebes Polri,Rabu(25/7)2028 mengatakan oknum suporter yang merusak tentunya sangat disayangkan kita tahu Asian Games sudah didepan mata, tinggal  berapa hari lagi fasilitas yang dibangun dengan dana pemerintah dana rakyat hanya dirusak oleh segelintir orang yakni peringatan bagi kita semuanya marilah kita bersama-sama menjaga fasilitas umum baik yang langsung menjadi lokasi olah raga pun fasilitas umum yang lain. "Kita lihat jalan sudah diperbaiki dihias segala macam ini menjadi tangung jawab kita semuanya semua masyarakat merasa memiliki karena itu milik kita semua," ujarnya.

       Ketika ditanya akan soal proses hukum, Setyo menegaskan sedang diperiksa dan dilakukan penelitian semuanya oleh Polda Sumsel ."Kalau terlihat pasti itu bersama-sama," tegasnya.Selanjutnya, Setyo menjelaskan  Ya,pertama kita menghimbau kepada seluruh masyarakat . Kedua, kepada ketua-ketua kelompok atau Korlap-korlapnya yang dari suporter-suporternya karena mereka yang bertanggung jawab juga jangan sampai tiap hari merusak besok membangun, merusak lagi membangun lagi. "Uang habis hanya itu saja bisa dikembangkan dan bisa membuat stadion lagi , bisa mengembangkan olah raga lagi tim keluar negeri bisa lebih bagus," Jelasnya.

          Ketika disinggung nyatanya himbauan itu tidak berefek, Setyo mengakui Ya apalagi yang di CCTV  itu kan teman-teman sudah lihat kemarin . Kita didata bisa melihat muka-muka orang ,hati-hati begitu ada yang bobol kemudian di CCTV kelihatan orang pasti ditangkap dan ditindak tegas ya tentu ada." Karena ada vice record mation begitu dishott bisa disambung dan ketahauan si ini langsung ketahuan. Itu ada teknologi Vice rerord mation," akunya.

     Lebih lanjut, Setyo menandaskan perkembangannya, saya lihat tempatnya sudah dibersihkan diperbaiki dari TNI Polri juga turun membantu turut membantu pemerintah provinsi Sumsel mau Inasgog pasti akan di sterilkan."Pasti lah ini menjelang Asian Games ini, kita harus maklum kita harus memahami bahwa keamanan jadi nomor satu," tandasnya.(vk)  

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Aksi tembak nembak di Kaliurang Yogjakarta dan di Indramayu beberapa hari ini merupakan  aksi balas dendam para Teroris yang sedang dibuka jaringannya.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian ditemui di Mako Brimob, Senin (16/7)2018 mengatakan, kasus terorisme yang terjadi di Yogyakarta dan Indramayu dalam beberapa hari terakhir bukan sebagai aksi serangan. Tito menyebut aksi tersebut sebagai perlawanan teroris yang sedang dibongkar jaringannya oleh kepolisian.
      "Agar keluarga, masyarakat, dan teman media tidak salah paham, peristiwa di Yogya dan Indramayu ini bukan serangan terorisme yang diinisiasi, tapi inisiatif mereka (melawan dari buruan polisi)," ujarnya.

         Selanjutnya, Tito menegaskan aksi para terduga teroris ini merupakan inisiatif perlawanan dalam operasi surveillance, operasi penjajakan dan operasi pencarian yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dalam rangka penangkapan jaringan terorisme.
"Kan kasus di Yogya dan Indramayu berbeda dari kasus serangan teroris di Surabaya beberapa waktu lalu. Menurut Tito, pascaserangan di Surabaya, Polri terus memburu dan melakukan penangkapan terhadap jaringan teroris," tegasnya.

           Untuk itu, Tito menjelaskan Ini inisiatif di tangan kami, kami mengejar. "Mereka melawan, kami sikat, karena membahayakan petugas, menyerang petugas," jelasnya.

Sesuai perkembangan, Tito  menandaskan dalam waktu dua hari, yakni Sabtu(14/7/2018) dan Minggu (15/7/2018), Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap 5 terduga teroris." Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Kaliurang Km 9,5, Yogyakarta dan Indramayu, Jawa Barat," tandasnya.

Seiring dengan itu, Tito merincinya Penangkapan terduga teroris di Yogyakarta dilakukan pada Sabtu malam. Tiga orang terduga teroris yang tertangkap di Yogyakarta seluruhnya tewas."Mereka terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan terhadap petugas ketika akan ditangkap. Penangkapan tiga orang terduga teroris tersebut merupakan hasil dari pengembangan sebelumnya. Beberapa waktu sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap beberapa orang di wilayah Yogyakarta," tandasnya.

Lebih jauh, Tito menambahkab dari tangan ketiga orang terduga teroris, polisi mengamankan berapa barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam." Dalam penangkapan tersebut, dua orang anggota Densus 88 dikabarkan mengalami luka-luka," tambahnya. (vk)

Page 1 of 10

Gaya

Face Book Galleries

  BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan...
 BALI(KORANRAKYAT,.COM) Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders' Gathering yang bertempat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Dewan Kehormatan PAN, Amin Rais mendatangi Polda Metro Jaya di kawal anaknya Hanum Rais dan...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Tersangka kasus befits bohong Ratna Sarumpaet ,ratna menyeret nama Dewan Pertimbangan PAN...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan perbankan di lakukan PCN warga Nigeria ditengarai sebagai  sindikat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Maraknya Berita Hoax yang terkait gempa di Sulawesi Tengah yang meresahkan masyarakat yang...
*Indonesia dan Afghanistan Tindaklanjuti Potensi Kerja Sama*   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bangganya kepada tim nasional U-16 dalam kejuaraan...
JAKARTA(KORANRAKYATCOM)  Surat panggilan No. SPS 230p/IF.2/Fd.I/09/2018 dari  Kasubdit Tindak Pidana korupsi dan...