Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Cegah Anies Dampingi Presiden, Paspampres Hanya Mengikuti Daftar Nama dari Panitia
Last Updated on Feb 18 2018

Cegah Anies Dampingi Presiden, Paspampres Hanya Mengikuti Daftar Nama dari Panitia

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM  Tragedi memprihatinkan saat Persija Juara berhasil menaklukkan Bali United dengan skor 3-0, Saat Gubernur DKI Jakarta yang merupakan Tuan Rumah yang juga bapaknya Persija dihalangi Paspampres tidak boleh mendampingi Presiden Joko Widodo yang akan  menyalami pemain...
Produser Chan Parwez : Angkat Potensi Lokal Dengan
Last Updated on Feb 18 2018

Produser Chan Parwez : Angkat Potensi Lokal Dengan " Film Yowis Ben"

SURABAYA( KORANRAKYAT.COM)  Keragaman budaya yang harus dirasakan  memang ada serta  mengangkat potensi lokal  dalam pariwisata salah satu pesan yang bisa  diambil  dalam film “ yowis ben “ apalagi menggunakan bahasa Jawa Timuran  yang cukup kental , baik Malang  maupun  Surabaya...
Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba
Last Updated on Feb 16 2018

Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba

JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam daftar selebriti Tanah Air yang diduga terjerat kasus narkoba,padahal Roro dikenal sebagai duta anti Narkoba, kenapa dengan barang haram itu justru tidak dijahui malah didekati....
Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi
Last Updated on Feb 16 2018

Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang didalangi  Lim Toh Hing Alias Onglay dan kali ini berhasil ditangkap  sebanyak  242 kg Sabu , 30 Ribu Ekstasi dan berhasil disita bersama uang sebanyak Rp 2,7 Miliar. Saat itu warga...
Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi
Last Updated on Feb 16 2018

Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi

  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas apa yang ingin dikerjakan. Jangan lagi anggaran dibagi rata ke berbagai kegiatan yang tanpa fokus. “Bertahun-tahun dilakukan, hasilnya tiap tahun  enggak berasa. Kontrolnya secara...

Seputar Dunia

  •  
    Hubungan Baik RI-Kamboja Perlu Ditingkatkan

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Hubungan baik Idonesia-Kamboja telah terjalin cukup lama hal ini

     

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -,Kendati dalam rapat ditemukan banyak oknum jaksa yang  menyalagunakan wewenang, seperti keluhan anggota DPR, namun  Tim  Pengawal Pengawas Pemerintah dan Pembangunan( TP4) dimotori Jam intel Kejaksaan Agung  tetap melakukan perjanjian kerjasama dengan kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN sehingga dapat membantu kinerja dan mensinergikan tugasnya secara baik.  Penandatangan dilakukan JAM intel dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN disaksikan oleh Jaksa Agung, menteri Perhubungan dan Dirjen Kementerian BUMN di Kejaksaan Agung.

            Jaksa Agung, M. Prasetyo   ketika di Ke Kejaksaan Agung, Jumat ( 9/2) 2018 mengatakan  acara ini alhamdulilah kami dengan menteri Perhubungan dan  kemudian dengan Kementerian BUMN telah menyaksikan penandatanganan keputusan bersama antara TP4 Kejaksaan Agung disini Jamintejen dengan beberapa bagian dilingkungan BUMN dan Kementerian  Perhubungnan yang tentunya lebih dimaksudkan agar supaya meningkatkan sinergisitas, koordinasi dan kerjasama dalam upaya untuk mendorong dan mendukung pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur yang sangat diperlukan oleh bangsa kita  sekarang ini.”  Kita tahu bahwa sekarang ini kita bertekad untuk membangun Negara kita dengan Indonesia sentris. Maka tadi yang bertanda tangan dengan Jamintel itu adalah mereka yang mmiliki tanggung jawab dan semangat  pembangunan strategi terutama di Indonesia Timur dan di daerah terpencil , baik  pembangunan di Pelabuhan , Bandara dan infrastuktur lain yang tentunya untuk mendukung akan transportasi,” ujarnya.

 

Selanjutnya,Prasetyo menegaskan  kelihatannya dengan transportasi ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, lapangan kerja, kapasitas produksi dan juga pemenuhan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat baik dalam negeri dan luar negeri.” Kita berharap dengan adanya kerja sama ini akan semakin bermanfaat lah dan masing-masing tentunya segera bisa mengobtimalkan kontribusinya upaya kemasyalatan rakyat. Jadi itu inti dari acara kita ini. Syukur alhamdulilah acara hari ini dengan lancer dan disaksikan oleh Kejaksaan Seluruh Indonesia melalui video Confrens,” tegasnya.

 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan Mereka tahu persis dan saya bisa menyampaikan bahwa tombol sudah ditekan disini dan diharapkan menyala diseluruh Tanah air.” Mereka bekerja  bahu membahu antar seluruh sector yang ada antara kejaksaan dengan kementerian perhubungan dan Kementerian BUMN,” jelasnya

 

Ketika ditaya apakah ada tindakan,  M. Prasetyo  merincinya  saya ingin jelaskan kerjasama akan lebih mengedepankan pencegahan , jadi ini adalah penegakan hukumnya juga , penegakan hokum centris dan saya kira mendegah lebih baik daripada kita menindak. Denga demikian tentunya seperti diharapkan oleh banyak pihak saya secara pribadi tidak lagi timbul rasa ketakutan bagi para pelaksana pembanguan di daerah perusahaan. Ketika sudah ada pendampingan penegak hukum ini kita lakukan hanya tentu disini perlu keterbukaan  . “TP4 Sifatnya menunggu karena kita tidak paksakan kerja harus minta pendampingan dari kita seperti itu ,kita menunggu disamping kita diminta untuk mendampingi kita akan sepenuhnya mendampingi,” rincinya.

 

Oleh karena itu, Prasetyo merincinya berkaitan dengan teknis tentu disini ada pakar gampang kita nanti akan melibatkan dan kita membuat tim teknis ketika masalah berkaiatn dengan soal teknis konstruksi makanya ada ya glebih ahli. Kita hana menjaga dan mencegah jangan sampai ada dilapangan. “ Spek diikuti, ketentuan dipatuhi, dan juga tentang pengelola pendanaan juga harus tepat.Karena apa kalau penyimpangan akan dicegah dan kemungkinan terjadi ada penyimpangan bagaikan gayungn bersambung. Dengan kerja sama seperti ini dengan penuh ketulusan sesungguhnya diharapkan menghasilkan sesuatu hasil kerja yang berhasil dan itu semua diharapkan lebih cepat bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh rakyat,” rincinya.

 

Menyinggung ada kerja sama dengan BUMN, M prasetyo menandaskan  Siapa saja tugas kami mengawalkan melalui pendampingan-pendampingan itu dan itu sudah dilakukan mulai hari inji mengokohkan itu maka itu saya minta dihadiri oleh seluruh jajaran kejaksaan tinggi seluruh Indonesia dan mereka yang melanjutkan kebawah.” Saya harapkan ibarat listrik sudah ditekan tombolnya disini dimana-mana akan menyala semangat untuk saling bekerja sama saling berkoordinasi dan saling bersinergi untuk membangun negeri ini,” tandasnya

 

Sementara itu, Menteri Perhubungan , Budi Karya mengatakan  Kementerian perhubungan ada tugas mengawal Nawacita seperti yang disampaikan oleh Jaksa Agung yang  adalah Indonesia sentris artinya kita tidak asal membangun semua nya dan tidak muda untuk melakukan itu karena tugas Negara kita ini butuh satu akurasi untuk kecepatan , caranya saya mengapresiasi sekali sebelumnya kejaksaan sudah menyampaikan bahwasannya proyek ini harus jalan tetapi pengawalan tetap jalan artinya satu  proyek itu bisa di evaluasi saat berlangsung dengan satu pengamatan tetapi bias dilakukan setelah dilakukan. “Kata awalan ini membuat dari semua pelaksanaan ini dan dengan rasa percaya diri jadi besar kwalitasnya meningkat,” ujarnya.

 

Budi Karya menandaskan oleh karena itu saya berapresiasi apa yang menjadi yanhg kita kerjakan ini dan langsung dari Jaksa Agung untuk memberikan pengamanan ,pengawalan , karena kata itu bisa saja  pihak lain axa yang fitnah dan ini sudah ada dalam keadaan kita mau cepat orang yang berbuat itu .” Dengan awalan itu insya Allah akan berjalan terus kita bias memberikan sesuatu yang baik sehingga cita-cita Nawacita, cita-cita Bapak Presiden dapat berjalan  mennerikan jasa , Tandasnya. 

 

 

             Oleh karna itu, Budi Karya merincinya tadi didalam bapak sempat ngomong kalau apa yang terjadi di Negara kita? Jadi begini ada beberapa yang dilakukan dan bahkan saya secara konsisiten   waktu di Medan  Sumatera akhirnya saya lapor ke Jaksa Agung, kalau dilakukan evaluasi.” Kalau ada kekurangan harus dibenarin , kalau ada kelebihan harus dikembalikan. Nah untuk kejadian-kejadian ini saya pikir untuk kejaksaan Agung dulu dan ini adalah Pak Basuki Komite Keselamatan.  Ya , dia yang akan melihat dari awal secara professional nanti tentunya kita akan melakukan penelitian apakah ada unsur pidana. Kalau tidak ada unsur pidana tentunya tidak perlu. Kalau ada unsur pidan kewenangan dari Kepolisian,” rincinya. (vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Bea Cukai dan Badan Nasional Narkotika (BNN) mengamankan 110,8 kg Sabu dan 18.300  butir Ekstasi, jaringan Medan dan Aceh berhasil menanahan 12 tersangka  dimana  pengendalinya dari LP.

         Menteri keuangan, Sri mulyani  kerika di tenui di  Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat , Jumat( 9/2) 2018 mengatakan ini luar biasa kami menyampaikan kepada masyarakat mengenai upaya bersama membongkar 49 kasus penyeludupan kasus narkoba. Sebetulnya yang  menyedikan dari beberapa saat yang lalu media juga  waktu itu mengkaver kami BNN di kantor Bea Cukai  sekarang ini berapa waktu kami menyampaikan kepada publik bahwa Direktorat Bea dan Cukai bersama BNN telah berhasil mengamankan lebih dari 110, 8 kg  metamitamin (sabu) dalam Bahasa Indonesia dan18.300 butir Ekstasi.” Penanganan ini adalah kerja sama antara BNN bersama-sama dengam Bea dan Cukai yang melakukan penangkapan jaringan penyelundup narkotika di kawasan Aceh dan Medan,” ujarnya.

       Selanjutnya, Sri Mulyani menegaskan jumlah barang bukti yang jumlah besar ini menunjukan bahwa Indonesia telah menjadi Betul Desinasi dari barangbarang berbahaya ini.”  Frekuensi makin  hari makin fantatis sehingga membutuhkan pengawasan pemimpin  yang makin ketat dari apparat hokum dan kita berterima kasih kita mendapatkan dukungan juga dari DPR Untuk melakukan Suatu tugas yang luar biasa penting dan berbahaya. Mungkin saya memberikan sedikit komunikasi breevnya dan nanti pak Bambang dan pemimpin komisi Juga menambahkan,” tegasnya .

      Untuk itu, Sri Mulyani menjelaskan kronologis sebagai berikut Pada hari sabtu pada tanggal 20 Januari 2018 yang lalu petugas Bea dan Cukai , BNN Pusat dan BNNP Aceh bersama-sama dengan BNN kota Langsa berhasil mengungkap peredaran gelap sabu di wilayah Asia Timur.” Pengungkapan kasus ini berawal dari infomasi asal dari masyarakat dan kami berterima kasih yang saya sampaikan sebelumnya masyarakat ini memiliki peranan yang  luar biasa penting. Informasi masyarakat yang melihat sesuatu tindakan yang mencurigakan dan juga mengkombinasikan penyelidikan intelejen bahwa ada penyelundupan barkotika yang dilakukan sindikat narkotika jaringan Aceh Padang. Ini awalnya dari Malaysia masuk ke Indonesia perairan aceh dengan menggunakan perahu motor ,” jelasnya.

         Lebih lanjut, Sri Mulyani merinci dari penindakan ini tugas yang bisa menangkap Inisial MI (27) warga Lhokseumawe dan mengamankan  7 bungkus Sabu  seberat 7,2 kg ,juga 3 bungkus ekstasi sebanyak 300 butir . barang tersebut disimpan milik tersangka saat dia mengendarai sepeda motor. Dari pengembangan penyidikan petugas berhasil mengamankan tersangka lain inisialnya adalah AF(28) lagi-lagi dari warga Lhokseumawe. “ Tiga hari dari tanggal 20 Januari 2018 tadi tanggal 23 Januari petugas Bea dan Cukai dan BNN mendapatkan informasi bahwa  akan ada transaski narkoba di kawasan Batubara Sumatera Utara. Maka petugas menangkap tersangka menangkap tersangka berinisial B( 43) yang kedaatan membawa 2 bungkus sabu seberat 1,05 kg dan 1,03 kg dikawasan Perkebunan  Sei Batubara Sumatera Utara,” rincinya

Sesuai pengembangan, Sri Mulyani mengakui  berdasarkan keterangan dari tersangka tersebut 1 bungkus sabu akan diserahkan kepada orang yang berinisial H. Petugas kemudian secara gabungan melakukan control delivery dan berhasil mengamankan  H (33) di kantor Pos Batu bara dan mengamankan sabu sebesar 1,3 kg. Petugas Bea dan Cukai dan BNN mengamankan  seorang  tersangka lain inisial S (31) dan barang  bukti sabu sebesar  2,06 kg di daerah Tanjung Tiram,Suamtera Utara. “Tindakan yang dilakukan di Sumatera Utara tersebut melalui petugas gabungan berakhir menangkap DS (47) yang kedapatan membawa 20 bungkus sabu seberat 21, 22 kg ini terjadi 4 hari kemudian 27 Januari 2018. Dua hari kemudian pada tanggakl 29 Januari diamankan lagi M (49) ,A (26) melakukan transaksi narkoba di daerah KM 12 jalan  Medan Binjai, Sumatera Utara.  Barang bukti sebesar 31,21 kg  dan ekstasi sebanyak  18.000 butir,” Akunya.

        Hingga kini pendalaman, Sri Mulyani  menandaskan dari keterangan A yang ditangkap itu  ada lagi karung berisi sabu yang akan diserahkan kepada B(39). Berdasarkan informasi tersebut petugas petugas mengamankan B di pinggir jalan Unjung Tol Balmera Sumatera utara dengan barang bukti sabu seberat 31,2 kg. Dimana-mana terjadi kita tidak bicara lagi gram tetapi bicara puluhan kg . Dengan hasil pengembangan ini petugas mengamankan  J(41) di kawasan Yos Sudarso Medan,Sumatera Utara. “Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba kembali dilakukan lagi terakhir pada 30 Januari 2018 di daerah Aceh Utara. Sekali lag Bea dan Cukai dan BNN berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial SA dan MA dengan bukti sabui seberat 15,9 kg. Petugas Gabungan berhasil mengamankan terangka yang diperoleh informasi dari masyarakat. Petugas mengikuti dua tersangka yang disinyalir akan  mengambil sabu dari seorang di daeraah Lhok Sukon, Aceh ,” tandasnya.

        Pengembangan itu, Sri Mulyani menambahkan  dari pengeledahan berhasil menemukan sabu 1 karung berisi 15 bungkus the China beratnya 15 kg yang disembunyikan bentuknya dikubur oleh tersangka SA tersebut. Barang tersebut diamankan oleh BNN dan untuk diproses dengan ketentuan hukum  dan para tersangka terjerat pasal 14 :ayat 2 , pasal 132 ayat 1 ,pasal 112 ayat satu, Pasal 132 ayat 1 Undang-udang No 35 tahun 2009 tentang narkoba . Demikian yang disampaikan secara total. “Ini kita mendapatkan  dengan erselang dua hari dua hari. Dan ini menunjukan Indonesia terus menerus daerah  yang menjadi target .Saya berterima kasih semua  yang telah bekerja berat bersama-sama teman-teman BNN kerjasama luar biasa baik antara bea cukai BNN dan kita berharap ini akan terus dikembangkan untuk menjagaNegara Republik Indonesia,” tambahnya.  

         Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN ) Pusat,  Komjen Pol Budi Waseso  mengatakan   Khusus teman wartawan yang saya tambahkan 10 hari kita bekerja untuk mengungkap kasus ini kita dapatkan  jumlah yang cukup luar biasa 110,8 kg sabu dan 18.000 butir ekstasi. Inialah nyag bisa ungkap dan sebenarnya jaringannya ini yang pertana bagaimana kita bias mengungkap jaringan  Malaysia melalui Medan dan Aceh. Di Medan sekali dan di Aceh dua kali kita beroperasi. Berkali-kali kita berada diTempat Kejadian perkara (TKP) yang berbeda.” Menangkap 12 tersangka, yang sangat miris kami berulang kali jangan ucapan sebagai Kepala BNN menjadi kambing hitam dari permasalahan masyarakat juga paham bahwa sampai hari ini kasus ini melibatkan pelaku yang sudah dua kali vonis hukuman mati di Lapas dan dia yang mengendalikan ,dia yang terlibat dalam pemesanan ini ,” ujarnya.

           Dari data yang ada, Budi Waseso menandaskan  dia sudah putus hukuman mati ini diajukan kembali hukuman mati yang ketiga, inilah hukuman mati yang tidak mati-mati. Tidak ada efek jerah buat yang lainnya bandar-bandar yang lain mencontohindoneisa dari pelaku yang satu ini mengenadalikan jaringa-jaringan ini bekerja. Dan pelaku ini sudah vonis hukuman mati sudah dua kali , ini akan ketiga kali dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebenarnya dia sudah kita lakukan TPPU nilainya hamper 2 Triliun, ternyata  masih punya kekuatan biasa dari jaringan ini.” Yang disampaikan kita tidak pernah lelah dan berhenti tugas-tugas kita  akan generasi bangsa Indonesia. Ya kita menyelamatkan anak-anak bangsa Indonesia dan menyangkut nasib Indonesia kedepan, mana kala ini gagal generasi bangsa Indonesia ini juga gagal dalam bentuk kwalitas,” tandasnya.

      Budi Waseso menjelaskan  rekan-rekan dari semua ini yang kita amankan dari rekan-rekan barang bukti ini ada ekstasi dan sabu ya kurang lenih kita menyelamatkan 600 ribu manusia yang kita selamatkan  bayangkan nyawa manusia yang sebanyak ini 600 ratus orang ini tidak bias dinilai seberapapun. Ini merupakan kepedulian kita bersama dan saya salut dan bangga karena masyarakat sudah mulai merespon ,semangat masyarkat untuk memerangi narkoba sudah kelihatan dimana masyarakat aktif memberikan informasi baik itu ke BNN dan Bea Cukai sehingga kita berhasil uangkap jaringan-jaaringan ini dengan modus macam-macam ada yang ditanam dulu didalam Tanah, nanti kalau sudah baru dibawa kan mereka sudah tersebar ya. “Rekan-rekan sekali modus ini akan selalu berubah ya mungkin kita temukan ini dikirim berupa majalah atau buku ,kita lihat ada narkotikanya. Lembaran ini sebenarnya kertas ini adalaarkotik setelah kita teliti di laboratorium kita . Satu lembar itu bisa dipakai 2 ribu pil ekstasi kita tunggu lembarannya berapa . Ini jadi ekstasian seperti yang kita temukan didepan ini hijau dan orange itu dan pink itu kwalitas 1, kalau ini sudah tercampur disini ini sudah diracik dan dindonesia juga di campur bahan yang tapi  yang kita temukan dengan modus baru yang bentuk dari kertas tadi itu kwalitas unggul atau kwalitas 1 alias Super,” jelasnya

       Lebih lanjut, Budi Waseso merincinya yang sekarang ini jaringannya kerjanya seperti ini  teman-teman ikut betul-betul mengawasi dilapangan wilayah mana kemungkinan tempat peredaran narkotika dan yang kemarin yang kita temukan ekstasi cair di diskotik MG itu satu model-model baru, bagaimana dia mengelabui apparat seakan-akan ini bukan narkotik ini aqua kemarin yang kita temukan tetapi ini  ekstasi cair yang satu botol seperti ini percis dikonsumsi 4 orang harganya Rp 400 Ribu dan dipakai patungan  dan modusnya terus berkembang rekan-rekan sekalian ya sehingga kami dari BNN dan Bea Cukai mengikuti modus-modus baru yang dia lakukan dan kita data terus yang akan berulang.” Nanti akan kembali kepada modus yang lama lagi,setelah kita terlena dengan modus-modus yang baru itu. Ini yang  perlu dipahami teman-teman karena memang jumlahnya banyak kalau kita juga dalam proses peradilan putusannya hukuman mati pasti hukuman mati kecuali ada keriangan luar biasa tetapi hukuman tapi sampai saat ini yang putusan mati tidak pernah mati ini terulang. Seperti kasus Almarhum Freddy Budiman , dia juga sudah putusan mati sudah tiga kali hukuman mati tetapi tidak mati-mati,” rincinya.

        Itu sebabnya, Budi Waseso menadaskan  Ya, harus dikasih tau di paksa dulu baru ada hukuman mati . Nah kita disulitkan seperti ini kepolisian yangmmelakukan pemutusan jaringan kita dihindari dengan jaringan-jaringan yang tetap bekerja. Sekali lagi saya sampaikan 50 persen perdaran narkoba dikenkendalikan dari dalam lapas itu fakta.” Ya sekali ini bukan omong kosong bahkan 90 persen lebih kasus yang ungkap selama tahun 2017 itu melibatkan Lapas. Nanti ada yang Tanya dan ada jawab dikuiti lagi untuk kepentingan-kepentingan yang menjwab dari persoalan-persoalan kita selesaikan bersama-sama,” tandasnya.

        Budi Waseso anggap  jagoan satu yang nomor dua dari sini ,jagoan 1 dia merasa kebal tidak mingkin saya mati. Ya. Hukumannuasudah dua kali dan dia berusaha menyuap saya . Kurang dia menyuap saya hanya Rp 4 Miliar.  Ya saya engga mau kalau Rp 4 Triliuan ya mikir-mikir dulu. Ya penawarannya Rp 8 Miliar tetapi diaksih cas Rp 4 Milir itu tetapi tidak langsung kepada Kepala BNN melalui perantara coba kalau langsung kepada saya .” Karena dia aman maka dia nyaman dia berbuat lagi, karena waktu itu pada saya dia sudah hukuman mati yang pertama . Ketangakap sama saya kasus di Medan dia berusaha menyuap tidak berhasil karena kurang yang Rp 4 Miliar di kredit.  Jual narkoba putusannya mati hukuman mati buat lagi, dia berupaya menyuap lagi tetapi kepada kepala BNN yag mau pension,” tambahnya. (vk)

Wednesday, 07 February 2018 10:52

Hilangnya bocah asal Argentina Jadi Atensi Mabes Polri

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Hilangnya bocah asal Argentina, Alum Langone Avalos, mendapat atensi dari pihak Kepolisian. Kendati belum ada laporan dari ibu korban,Elizabeth Avalos, institusi tersebut tetap akan mencarinya."Tetap dicari. Apalagi urusan anak itu, (kami) betul-betul konsen. Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri,Selasa(6/20) 2018 mengatakan hilangnya anak umur 7 tahun keluarganya  melaporkan  pidana ke Kepolisian Argentina , kemudian pihak Argentina  melaporkan nya ke Interpol untuk diterbitkan Red Notices. Sudah muncul red Notice dan sudah diterima oleh Polri melalui hubungan International.Polisi  melakukan upaya mengamankan yang bersangkutan 20 hari kedepan.

Kita tentu bekerjasama dengan Imigrasi pada umumnya diimigrasi itu memiliki aturan Internasional memiliki hubungan  dan terkoneksi bila mana ada red notice yang kemdian bagi warga Negara yang masuk ke dalam red notice itu bila masuk ke Indonesia yang kemudian paspor dicek kemudian menimbulkan bunyi yang bersangkutan memiliki catatan diKepolisian Interpol yang kemduian menginformasikan kepada kepoliisian  mengamankan,” ujarnya

 

         Selanjutnya, Martinus menegaskan.  Kita akan serahkan kepada Negara yang minta red notice ini. Kalau dari Argentina maka kita akan memberitahukan kepada Argentina.  “Jadi mekanismenya red notice kita terima kita sebarkan ke polisian daerah di Polres-polres dan kemudian berkoordinasi dengan Interpol memdapatkan Informasi kalau masuk ke Indonesia Inigrasi yang duluan mendapatkan informasi tersebut kemudian ke  Polisian mengamankan yang bersangkutan selam 20 hari kedepan,: tegasnya.

Sekadar informasi, hampir delapan bulan Elizabeth Avalos mencari putrinya, Alum Langone Avalos. Warga negara Argentina itu terpisah dari putrinya yang baru berumur 7 tahun tersebut sejak 5 Juni 2017.Elizabeth, 27, mendapatkan informasi yang bisa dipercaya bahwa putri kesayangannya itu kini berada di Indonesia.

 

Lebih dari 20 hari dia berada di Malaysia untuk mencari putri semata wayangnya itu. Dia menceritakan bahwa putrinya dibawa mantan suaminya, Jorge Langone, 41, yang juga berkebangsaan Argentina.Elizabeth dan Jorge sudah bercerai. Sementara hak asuh anak diberikan oleh pengadilan kepada Elizabeth. Diketahui, Jorge membawa Alum bersama seorang perempuan yang bernama Candela Soledad Gutierrez, 35. Dikutip dari online news Malaysia, The Star Online, dari Argentina Alum dibawa ke Bolivia. Pada akhir Oktober lalu, Elizabeth mendapat informasi melalui akun Instagram Jorge bahwa mereka sedang berada di Malaysia.Dia pun langsung menghubungi Kedubes Argentina dan meminta bantuan pihak imigrasi setempat. Ternyata, mereka masuk dengan cara ilegal.Pada akhir Desember, Alum diketahui berada di Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Tapi, mereka sedang menuju Kulai, Johor. Di Kuala Pilah, Alum sempat bersekolah selama sepuluh hari di taman kanak-kanak.Sementara itu, Kedubes Argentina untuk Indonesia melalui siaran resminya menyebutkan bahwa Alum diyakini telah me­masuki wilayah Indonesia melalui Batam dan saat ini berada di Jakarta.Kedubes juga membenarkan jika hak asuh penuh atas Alum diberikan oleh pengadilan kepada Elizabeth.(vk)

Saturday, 03 February 2018 06:47

Waspadai Penawaran Umroh Murah Yang Tak Rasional

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Masyarakat diminta untuk waspada dengan penawaran  umroh atau Haji  dengan harga murah. Karena nantinya ujung ujungnya bisa bermasalah seperti kasus first travel ataupun SBL yang saat ini sedang ramai. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto  dtemui di Mabes Polri,Jumat (2/2) 2018 mengatakan Kasus SBL masih ditangani di Polda Jabar  tentang modus operandinya yang terlibat  dan pihak-pariihak pelakunya  masih didalami  oleh Polda Jabar. “ Tetapi yang saya mau sampaikan oleh Kepolisian  Negara Republik Indonesia  mengingatkan kepada seluruh masyarakat apa bila ada tawaran-tawaran yang kira-kira tidak masuk di akal  ongkosnya sebaiknya tidak mengikuti  karena  kita tahu bahwa tiket pesawat ke Saudi Arabia sudah cukup mahal kemudian biaya hidup disana ,”ujarnya.

Selanjutnnya, Setyo menegaskan Kalau masyarakat ditawari dengan harga yang dibawa itu pasti akan menjadi pertanyaan , pasti dia akan ada masalah apa nanti pada saat berada disana atau   mungkin fasilitasnya  tidak  sesuai dengan janji ini kan menjadi masalah .” Oleh sebab itu kami dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sekali lagi menghimbau kepada masyarakat yang akan berangkat ibadah Umroh memperhatikan harga yang ditawarkan minimalnya dan kemudian fasilitas apa yang diberikan itu penting untuk kita semuanya. Supaya tidak terjadi kasus First Trafel dan SBL  tidak berulang lagi,” tegasnya.

            Ketika ditnya tahu pemberi ijin itu kementerian agama memberikan pengawasan, Setyo menjelaskan  Artinya langkahnya untuk penyidikan nanti kita mendapatkan seperti apa modus operandinya  bisa memberikan masukan kepada Kementerian terkait dan lembaga terkait yang mengurus masalah Umbro dan haji ini.” Karena Umbroh dan Haji ini kan Ibadah semoga tidak disalah gunakan oleh orang-orang tertentu  kemudian untuk menarik dengan harga-harga murah ternyata tidak diberangkatkan mungkin faselitasnya tidak sesuai  apa yang dijanjikan,” jelasnya.

 

 

Menyinggung perlu engga didata umbroh yang harganya dibawa standar itu, Setyo mendaskan  Ya saya  kira dari kementerian terkait sudah memilki datanya. “Perbedaan Fest Trafel dangan SBL , yang  jelas SBL masih didalami  dan Ferst Trafel sudah maju ke Pengadilan. Nanti kalau sudah lengkap hasil penyidikannya nanti akan kita kaji lagi dan akan kita lebih mengingatkan  lagi kepada masyarakat,” tandasnya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Kasus  perseteruan  saat pelantikan pejabat , hingga laporan  Bupati Tolitoli  Muhamad Saleh Bantilan terhadap wakil Bupati Abduk Rahman H Buding. Polisi tidak melanjutkan melainkan mendamaikan kedua orang yang berseteru.Walaupun kasus aksi lempar gelas tetap disidik Kasusnya saat bupati melantik anak  pegawai dilingkungan  Kabupaten Tolitoli tiba tida datang wakil bupati merobek SK oelantikan dan membanting gelas dan pirimg yang ada ditempat pelantikan, akibatnya bupati marah juga menyepak meja hingga gelas dan piring terjatuh. 

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal ditemui di Mabes Polri,Kamis (1/2)2018 mengatakan, pihaknya membuka penyelidikan atas laporan Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan terhadap wakilnya, Abdul Rahman H Buding.Di samping itu, polisi juga melakukan upaya mediasi ke dua belah pihak yang berseteru."Saat ini Polres Tolitoli melakukan upaya persuasif, mendekati kedua pihak agar tidak terjadi hal yang sama dan membesar," ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan polisi tengah menggali akar permasalahan konflik tersebut. Langkah pertama yang dilakukan yakni olah tempat kejadian perkara dan mengamankan bukti berupa pecahan gelas yang dilempar salah satu pihak.Selain itu, pemeriksaan para saksi, termasuk pihak pelapor dan terlapor juga dilakukan."Prinsip kita bila ditemukan alat bukti yang mengarah proses tindak pidana akan kita proses hukum," tegasnya.

 

Untuk  itu, Iqbal menjelasan agar menghindari konflik kepentingan, proses hukum di Polres Tolitoli akan disupervisi oleh Polda Sulawesi Tengah.“Tak menutup kemungkinan ditarik (ke Polda Sulteng).”Sebelumnya, Abdul Rahman dilaporkan ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.Dalam tayangan video yang sudah viral itu, terlihat sang wakil bupati marah-marah dan naik ke atas panggung saat bupati sedang melantik pejabat fungsional dan struktural di gedung wanita Tolitoli,” jelasnya. (vk)

Monday, 22 January 2018 13:24

Ditelusuri Sindikat Pembuat 72 Ribu Paspor Fiktif

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Sekitar  72.000 Paspor Fiktif mendaftar secara online untuk pembuatan paspor, kini Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime  melakukan pendalaman terkait dengan a play paspor yang sekarang pakai On line. Seiring itu polisi melakukan penyidikan adanya dugaan pencaloan paspor.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Senin (22/1) 2018 mengatakan

Direktorat Cyber sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena  72 Ribu paspor Fiktif itu banyak banget. 

“Kalau orang mau aplay pasporkan sekarang pakai on line begitu aplay on line misalnya saya nih, saya a play tapi saya tidak mau bikin paspor. Tapi begitu saya antri . Pak Marthin mau bikin paspor pakai saya punya nih ,” ujarnya

 

Ketika ditanya apakah ini kemungkinan calon, Setyo menegaskan Bisa jadi. Kalau sepanjang yang dilakukan ini motivnya percaloan lah, untuk mencari keuntungan ekonomi. “Biar cepat selesai, Kan antrinya panjang. Pakai akunt-akunt ada 72.000 yang fiktif dan ada yang bisa diPerbaiki. Misalnya data saya diperbaiki dan masuk data yang lain,” tegasnya 

        Dikatakan adanya kemungkinan memalsukan KTP, Setyo menjelaskan Ya bisa jadi. Karena harus ada NIK. “Saya tidak mengerti sistemnya ketika masuk kan NIK apakah dia bisa memferifikasi dari sistemnya imigrasi. Karena kalau  bisa langsung ketahuan . Ini tidak betul NIKnya.  Karena kalau mau dipakai kan tidak bisa. Itu diperkirakan sindikat, Yang pasti mereka tau computer, tau merekayasa computer supaya mengantri disitu dan digunakan oleh orang-orang lain,”.jelasnya.(vk)

 

 

Batam(Koranrakyat,com) Gedung olahraga yang disulap menjadi lokasi Gelanggang Permainan Eletronik ( Gelper) yang berada di samping SPBU BCS Mall digrebek Polda Kepri, yang sebelumnya dibiarkan beroperasi, Kronologi penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Drs H Didid Widjanardi SH ini sampai saat ini masih belum diketahui pasti. Bahkan hingga saat ini tidak satupun aparat yang bisa memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, dalam penggerebekan yang dilakukan pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul 01.50 WIB ini, polisi mengamankan 60 orang, mulai dari pemain, wasit, kasir hingga penanggung jawabnya.

Bahkan, sejumlah mesin ketangkasan baik yang dimainkan secara perseorangan hingga tim juga turut diberi garis polisi. Begitu juga pintu masuk gedung dipasangi garis polisi.Diduga, penggerebekan ini dilakukan karena lokasi permainan tersebut terindikasi jadi tempat perjudian.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga yang dikonfirmasi enggan menjelaskan secara rinci penggerebekan itu karena masih dalam pengembangan dan penyidikan.

"Benar ada penggerebekan lokasi gelper di sebelas SPBU BCS, namun sampai saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan," kata Erlangga. Sampai saat ini, 60 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.(man)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Terkait dengan adanya dugaan kasus mahar politik yang sudah dikatakan oleh La Nyala Mattalitti agar lebih jelas dan terangnya sebaiknya diproses hukum dan silakan saja dilaporkan ke Polisi. Kan itu dialami sendiri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Senin (15/1) 2018 mengatakan, pihaknya mempersilakan La Nyala Mattalitti untuk melaporkan dugaan kasus mahar Politik yang dialaminya ke Polri. Itu  kan dialami  Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu berhak melaporkan kejadian tersebut. Ia memastikan, Polri akan menerima apabila yang bersangkutan memang membuat laporan."(Tapi) Kalau tidak, ya tidak bisa kita memaksa. Tetapi sampai saat ini belum ada laporan,"ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, La Nyalla berniat menempuh jalur hukum terkait permintaan uang Rp 40 miliar untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018 Sementara itu, Ketua Progres 98 Faisal Assegaf mengatakan selaku perwakilan tim hukum, mengatakan laporan akan dibuat ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas politik uang yang diduga dilakukan oknum Partai Gerindra "Kami minta pihak berwenang polisi dan KPK memeriksa. Ada unsur pidana, karena sudah masuk politik uang," ujarnya.

Selajutnya, Faizal menegaskan dugaan adanya politik uang itu dapat menjadi bahan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut kasus tersebut.”Apalagi saat ini, Mabes Polri sudah membentuk Satgas Anti Politik Uang Polri,” tegasnya.

Disamping itu, Faizal menjelaskan pengakuan  La Nyalla mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.Serta akan mencairkan cek senilai Rp 70 miliar yang dapat dicairkan apabila surat rekomendasi dari Partai Gerindra sudah terbit."Ini menjadi bahan menarik. Diduga pelaku menerima uang muka Rp 5,9 miliar. Masuk ranah KPK," jelasnya.

Di tempat yang sama, Koordinator TPDI Petrus Selestinus mengatakan dan mendesak Satgas Antipolitik Uang Polri untuk mengusut tuntas 'nyanyian' La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menyebut bahwa dirinya dimintai puluhan miliar oleh Prabowo Subianto untuk Pilkada Jawa Timur."Satgas Antipolitik Uang yang baru dibentuk Kapolri untuk Pilkada 2018 harusnya berani merespons 'nyanyian' La Nyalla yang gagal menjadi bakal calon gubernur Jawa Timur dari Gerindra," ujar Petrus melalui pesan singkat, Jumat (12/1/2018)."Karena diduga Prabowo atas nama DPP Gerindra disebut meminta La Nyalla menyerahkan uang untuk keperluan pencalonan La Nyalla dalam Pilkada Jatim sebesar Rp 170 miliar dan untuk bayar saksi Rp 40 miliar," ujarnya.

Jadi, Petrus menandaskan jika peristiwa ini benar-benar terjadi, maka sudah masuk ke dalam kategori tindak pidana politik uang yang diatur dalam ketentuan Pasal 73 ayat (3) serta Pasal 187 huruf A sampai D Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “'Informasi' La Nyalla semestinya dipandang sebagai suatu informasi berharga oleh Satgas Antipolitik Uang,” tandasnya.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -Akibat ambruk balkon di lantai Mezanin Gedung Bursa Efek Indonesia pada   Senin (15/1/2018)  yang menyebabkan 72 orang mengalami luka-luka. Untuk memberikan pertolonga para korban itu harus dirawat dibeberapa rumah kakit.

Dari pantauan Koranrakyat.com ,  kejadian ambruknya lantai Mezanin Bursa Efek Indonesia, sehingga mengalami luka dan setelah mendapat pertolongan yang menyebabkan  72 orang kini harus di rawat secara intesif.  Pasalnya dari  puluhan orang terus mengalami luka-luka di rawat di rumah sakit yang berbeda. Hingga kini Ada  di rumah sakit Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) berjumlah 7 oarng, ada yang rawat dirumah Sakit Jakarta berjumlah 20 orang, ada dirumah Sakit Siloam ada 30 orang dan di Rumah Sakit Mintohardjo berjulah 15 orang dari Palembang.

Sementara  kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto dtemui di Mabes Polri, Senin(15/10) 2018 mengatakan Dapat dipastikan ini bukan karena bahan peledak , ini dIketahui  bukan karena bahan peledak dan kita dalam penyelidikan. “Korban ada masih di rawat di rumah sakit dan  nanti akan kita rilis kembali. Tapi perlu disampaikan semua dalam kedaaan kondusif,” ujarnya.Ditempat yang sama,  Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Nico Setiawan ketika ditemui mengatakan dan menyampaikan, nama-nama korban yang dirawat di RSPP adalah.

1.    Sylvia (36) mengalami chest discomfort atau panic attack

2.    Imanuel (20) mengalami multiple fracture dan head injury

3.    Jonathan (22) rencana segera pulang

4.    Daru (44) mengalami fractire metacarpal

5.    Siti Latifah (22) mengalami head injury

6.    Angga rencana segera pulang

7.    Nova (23) tengah hamil 32 minggu


Korban yang dirawat di RS Jakarta:

1.    Ira

2.    Arian Pradana

3.    Mona

4.    Fitria Angraini

5.    Kilun Henity

6.    Nurhafizah

7.    Nur Dewi Alimah

8.    Suci Wulandari

9.    Kartika Agustina

10.Evi Triwahyuni

11.Ayu Rika

12.Rike damayanti

13.Pradita ameliya

14.Rika Rosari

15.Cindy Napiya

16.Yunita

17.Mustika Wulandari

18.Morel

19.Mirza

20.Artha


Dirawat di RS Siloam:

1.    Else

2.    Frediicial Setjoan Dinata

3.    Yudhistira

4.    Yuliana

5.    Nike

6.    Hanyani

7.    Jordan

8.    Febriyanti

9.    Dahlia

10.Nora

11.Bela Ayu

12.Rahayu Sutra

13.Rizka Herdyana

14.Ria Maria

15.Nina Yudisia

16.Bela Adelia

17.Nida Priyanti

18.Suci Maulidia

19.Wanda Lestari

20.Bunga Febri

21.Tiara Sakti

22.Teti R Sihaan

23.Regina

24.Neilrah

25.Dedrit Sepriata

26.I Gusti Ngurah

27.Nina Meidiania

28.Elise Lilasari

29.Diana Febrianti

30.Al Fitah

Sementara di RSAL Mintoharjo ada 15 korban yang berasal dari Palembang, yakni

1.    Kiki

2.    Miranda

3.    Desvahera

4.    Fransisca

5.    Firda

6.    Indah

7.    Siti Nurhalifah

8.    Dita

9.    Melianjani

10.Sandra

11.Oktarina

12.Desi

13.Deka

14.Karmeta

15.Apriani

16.Gita

17.Indah (vk)

 

 

Saturday, 13 January 2018 13:10

Jual Surat Keterangan Sakit Mahasiswa Ditangkap Bareskrim

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)   Bareskrim Polri menangkap  tiga orang yaitu MJS, MKM dan NDY dimana dua tersangka mahasiswi yang dilaporkan oleh kementerian Kesehatan. Tersangka ditengarai melanggar undang-undang Informasi Teknologi Elektronik(ITE) pengunaan informasi-informasi yang tidak tepat yang mengatas namakan  profesi  kedokteran dengan membuat  surat sakit.

Kasubdit Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime, Kombes Pol Asep safrudin di Mabes Polri,Sabtu (13/1)2018 mengatakan  Direktorat Tindak Pidana cyber Crime akan merilis terkait dengan beredarnya di Media Sosial surat sakit. Kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari Kemeterian Kesehatan bahwa telah beredar surat sakit yang dijual belikan di Instagram, Twitter maupun Face book.” Kemudian dari itu satgas Incomes bentukan dari Tindak Pidana cyber dimana tugasnya untuk melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan-kejahatan berupa ekonomi dibidang digital,” ujarnya .

 

Selanjutnya, Asep melakukan penyelidikan informasi pada  awal Januari yang disampaikan  Kementerian Kesehatan , memang betul terdapat akun  yang memperjual belikan surat sakit .” Ya ternyata yang menjualnya itu bukan dokter , kita telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka seperti rekan-rekan lihat dibelakang yaitu inisialnya MKM, NDY dan MJS  dengan peran yang berbeda,” tegasnya.

 

Asep menjelaskan berawal kita lakukan penangkapan terhadap saudari MJS, dimana dia menjual surat sakit melalui akun Instagram dengan akuntnya surat sakit  Jakarta.com .Itu kita dalami dan kita dapatkan identitas pelaku kemudian kita dalami mereka tinggal dimana dan apa yang dilakukan kegiatannya ternyata memang betul didapat dan bahwa yang bersangkutan menjual belikan itu. “ Kemudian kita mendalami lagi tersangka MJS itu dapatkan surat sakit itu apakah memproduksi sendiri atau dia menjual ternyata terkait ada dua orang lainnya terlibat saudara MKM dan NDY,” jelasnya.

 

       Lebih jauh, Asep merincinya dimana MKM ini juga menjual surat sakit itu melalui akunt media sosial dengan akunt surat sakit blokspot.com. Ini mereka sekaligus memproduksi surat itu. Kemudian dibantu oleh NDY ini  contoh surat sakitnya dibantu oleh NDY untuk melakukan marketing , kemudian kita melakukan penangkapan terhadap tiga orang ini diwaktu bersamaan dan kita lakukan pemeriksaan ketiga orang ini dari padanya kita dapat keterangan mereka sudah melakukan kegiatan ini sejak 2012 untuk MKM dan 2016 untuk MJS.” Ini tujuannya adalah jelas untuk mengambil keuntungan,” ujarnya .

 

            Dari keterangan MKM dia pernah waktu dia bekerja kalau dia malas untuk bekerja dia cari surat sakit bohong-bohongan, kemudian ide itu  dikembangkan setelah dia keluar kerjaan maka ternyata banyak yang membutuhkan kemudian dia buat surat sakit itu ditayang tadi. “ Bagaimana nama dokter-dokter itu  ya sembarangan kebetulan dia lewat ke Bogor nama dokter X begitu dia buat satu bundel dengan ijin prakteknya nomor-nomer sekian kemudian ditulis oleh mereka sakitnya apa kalau ada pemesan di Instagram dan di media sosial lainnya. Dia jual itu seharga Rp 25 ribu hingga Rp 50 Ribu sehari bisa Lima puluh pemesan berarti dia mendapatkan sampai Rp 1 juta perhari kalau lagi ramai,” tandasnya.

    Jadi,Asep mengungkapan kepada dia kita kenakan Undang-undang ITE Pasal 28 Ayat 1 dengan Undang-undang di praktek dokter pasal 37 junto 77. Dimana  ancaman kurungannya lima tahun  dan dilakukan penahanan. Ini kita focus  kenapa karena satgas Incormes ini rekan-rekan ketahui bahwa masyarakat yang juga menjadi korban bukan menjadi korban bahkan pelaku incormes ini untuk itu Polisi hadir karena pas itu orang menjadi korban ekonomik persial atau incormes itu sebagai pelaku.” Makanya pak Direktur Tindak Pidana Cyber Crime dan Bapak Kabareskrim terbentuknya Satgas ini salah satu tugas ini memastikan polisi hadir ditengah-tengah masyaraakt khususnya di dunia maya untuk menghidari masyarakat menjdi korban maupun masyarakat sebagai pelaku.Yang  perlu saya sampaikan dan barang bukti yang kita amankan 49  Aitem bapak ibu lihat tadi salain barang-barang bukti yang lihat yang dapat kami  bawa dan ada juga yang kami simpan di laboratoraium digital cyber crime Mabes Polri,” ungkapnya.

 

Sementara  Staf Ahli Menteri Kesehatan, Barlian SH  mengatakan  kami dari Kementerian Kesehatan sangat  mengapresiasi dari keberhasilan teman-teman Polri sebenarnya kejadian ini sangat merugikan masyarakat juga sangat merugikan profesi , karena untuk mendapatkan  keterangan sakit atau sehat tanpa prosedur yang harus dilalui .” Ini dijadikan  komoditi tanpa prosedur sehingga dilakukan jual beli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Seiring dengan itu, Barlian menandaskan langkah ini dilakukan sebagai pencegahan dari kementerian kesehatan meminta Polri menindak lanjuti laporan tadi. “  Kenapa kami laporkan supaya mencegah supaya tidak terjadi lagi dan merupakan peringatan bagi oknum-okum yang tidak bertanggung jawab tentang ini,”tandasnya.

 

Ditempat yang sama, Kepala Biro hukum Kementerian Kesehatan, Drg Tirtarayati  menegaskan  hal ini bermula dari laporan masyarakat kepada  kementerian Kesehatan dan Kementerian kesehatan untuk menelusuri  , sementara teryata ada dugaan pidana sehingga pada bulan oktober . “Kementerian kesehatan berkirim surat ke Mabes Polri untuk dilakukan penelusuran lebih jauh , ternyata rekan-rekan media kita sudah sama-sama melihat atas penelusuran teman-teman kepolisian.” Tandasnya.

 

Itu sebabnya, Tritarayati menjelaskan ada beberapa hal yang  digali dan dicermati tindakan dugaan pidana ini sangat luas  pertama bisa merusak moral mereka memang masyarakat tidak diedukasi dengan disampaikan malah bekerja lalu dia dibayar selesai.  “Kedua, ini bekaitan dengan profesi kedokteran tenaga kesehatan dan merusak citra dokter .  Ketiga, yang menarik pasti menimbulkan kerugian karena apa dengan tidak masuknya pekerja tadi maka perusahaan akan dirugikan karena produktifitasnya akan menurun ini disampaikan tadi teman-teman kepolisian,” jelasnya

 Tritarayati menandaskan Undang-undang Kedokteran hal seperti ini ancaman cukup tinggi dan kami piker pengenai pasal ini sudah tepat karena di pasal 77 dikatakan barang siapa orang yang menggunaka  gelar atau atribut lain seolah-olah sebagai dokter itu dia dikenakan pidana 5 tahun .” Kebetulan di Istagram para tersangka ini diberikan kata-kata dokter sebelum nama. Saya  pikir sudah tepat pengenaian pasal terhadap tindak pidananya, “ tandasnya.

 

Dari aksi selama 3 tahun , Asep mengakui kita bisa hitung dan kita cek du rekening tidak terbaca direkening secara banyak karena digunakan terus kegiatan hari-hari, ada sehari hanya Rp 50 Ribu, ada  Rp 100 ribu . “Jadi kalau mau dihitung cukup banyak tetapi tidak terecord direkeningnya bank karena langsung digunakan. Kita tetap telusuri berapa banyak di rekeningnya,”akunya.

 

 

Sesuai data, Asep menambahkan tersangka yang satu masih mahasiswa semester akhir, kedua mereka memang karyawan cuman keluar. Yang mahasiswa  dua  perempuan. Yang satu profesinya bikin ini. Jadi penggangguran dan dia yang membayar lagi ke percetakan yang ada.. Yang dua mahasiswi. “Himbauan kita semua kepada masyarakat dan supaya masyarakat  lebih fair dan jangan gunakan lagi jasa-jasa palsu seperti ini karena sudah banyak layanan-layanan kesehatan ditingkat kecamatan sendiri juga sudah tersendiri dokter diinstansi dan di Kepolisian sudah cukup banyak datang ke Mabes Polri juga ada layanan Pusdokkes disini bila ingin mendapatkan layanan kesehatan di Pusdokkes. Kedua, himbauan kami bagi masyarakat juga yang menggunakan fasilitas internet mengunkan informasi-informasi yang tidak benar menyesatkan itu adalah perbuatan melawan hukum. Oleh karena bisa dilakukan operasi penegakan hukum bagi mereka,” tambahnya.(vk)

Wednesday, 03 January 2018 06:38

Penyerang Polsek Bontoala Belum Pasti Jaringan Teroris

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Adanya penyerangan Mapolsekta Bontoala yang dilempari bom pipa dan bom botol yang melukai dua polisi belum ada keterlibatan jaringan teroris. Hingga kini terus didalami dan dilakukan penelusuran sehingga untuk memastikannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Muhammad Iqbal ketikan ditemui di Mabes Polri, Selasa (2/1) 2018 mengatakan, belum tentu ada keterlibatan jaringan teroris dalam penyerangan Mapolsekta Bontoala, Makasar, Senin (1/1/2018) dini hari pukul 03.00 WITA."Tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang katakanlah bersifat besar. Jadi, kita belum memastikan bahwa penyerangan ini ada jaringan melibatkan jaringan teroris," ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan kronologi kejadian berlangsung setelah keramaian malam pergantian tahun selesai. Kejadian pada sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku melemparkan sebuah benda yang bunyinya mirip petasan. Kapolsek Bontoala dan anak buahnya mengecek bunyi tersebut."Kami kepolisian pasti akan melakukan identifikasi, ada ledakan apa, dan ini adalah naluri kepolisian," tegasnya.

Untuk itu, Iqbal menjelaskan  pelaku kembali melemparkan sebuah benda dan melukai Kapolsek dan anak buahnya"Kapolsek luka sedikit di jari, dan satu anak buahnya luka di paha. Itu pun tidak begitu fatal," jelasnya.

Lebih jauh, Iqbal menerincinya setelah diurai, benda yang meledak tersebut identik dengan petasan. Namun, ada benda-benda yang dapat melukai meskipun berdaya ledak rendah (low explosive).”Sejauh ini Polsek didukung oleh Polrestabes Makassar dan Mabes Polri terus mengumpulkan bukti-bukti, dan berjanji akan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” rincinya.

Jadi, Iqbal menandaskan Kita saat ini sedang bekerja mengumpulkan bukti-bukti, semua yang ada di TKP. Polda Sulsel bahkan teman-teman dari Mabes Polri ada sudah melakukan backup di situ. “Dan Polsek sendiri terus bekerja dengan cepat dan kita akan mengejar segera pelakunya," tandasnya.(vk)

 

 

 

Friday, 29 December 2017 09:23

Dugaan Jual Beli Ginjal Penasehat Hukum Ita Temui RSSA

Written by

 MALANG(KORANRAKYAT.COM) Kuasa hukum Ita Diana bertemu dengan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) terkait dugaan jual-beli ginjal. Pertemuan itu digelar di Ruang Singosari RSSA, Kamis (28/12/2017).Konsultan hukum RSSA, Eko Budi Prasetyo membantah pernyataan Ita terkait jumlah surat yang ditandatangani sebelum menjalani operasi.Sebelumnya, Ita mengaku hanya sekali menandatangani surat dari rumah sakit sebelum melakukan operasi.

 “Kami memiliki banyak dokumen yang ditandatangani sebelum operasi. Bukan hanya sekali,” kata Eko kepada Bahkan RSSA memenuhi hak Ita untuk mendapat layanan asuransi kesehatan dan uang pengganti karena tidak bekerja selama tiga bulan pasca operasi.Semua dokumen itu sudah ditandatangani sehingga uang bisa dicairkan.“Nilainya dengan rumusan sebulan untuk kehidupan empat anak sebesar Rp 15 juta.”

“Kalau tiga bulan berarti Rp 45 juta. Juga ditambah asuransi sebesar Rp 5 juta,” papar Eko.Saat ini RSSA telah membentuk tiga tim untuk melakukan audit. Tiga tim itu terdiri dari tim medis, etik, dan badan audit.Tim ini akan melakukan legal audit untuk mendalami prosedur serta berkas sesuai dengan tupoksinya.

“Sejauh ini sudah 80 persen berjalan. Apa yang kami lakukan sudah sesuai prosedur,” sambung Eko.Pihaknya baru tahu polemik ini setelah operasi atau delapan bulan setelah Ita operasi tranplantasi.

Menurutnya, Ita telah mendaftarkan diri untuk mendonorkan ginjal sejak 2015.Sempat ada calon penerima donor pada 2016.

Namun, operasi batal dilakukan karena ada hal medis yang tidak sesuai.

“Barulah 2017 cocok,” ungkapnya.Saat mendaftar, Ita disodori formulir dan menjalani interview.Saat itu tidak ada keterangan faktor ekonomi yang melatar belakangi Ita mau mendonorkan ginjal.Bila tahu hal itu, RSSA pasti menolak.“Faktor ekonomi terungkap setelah delapan bulan operasi,” tegasnya.Sementara itu, kuasa hukum Ita, Yassiro Ardhana Rahman masih menunggu hasil legal audit yang dilakukan RSSA.

Belum tuntasnya legal audit mengakibatkan pihaknya belum menerima keterangan soal penanganan itu sesuai prosedur ada tidak.“Jawaban RSSA masih dilakukan legal audit.”“Hasilnya akan diberikan kepada kami.”“Karena masih legal audit, saya tidak tahu itu sesuai prosedur atau tidak,” kata Yassiro.Yassiro telah mengajukan permohonan klarifikasi atas adanya dugaan jual beli organ.

Namun setelah pertemuan, Yassiro tidak banyak memberi penjelasan terkait hal yang dipertanyakan sebelumnya, seperti dugaan keterlibatan dokter maupun prosedur yang tidak sesuai.Terkait perbedaan keterangan kliennya dengan keterangan RSSAsoal surat yang ditandatangani, Yassiro tidak menjawab.

Dia hanya menegaskan pertemuan itu hanya untuk klarifikasi.

“Kami hanya menanyakan prosedurnya sudah sesuai Permenkes 38/2016 atau tidak.”

“ Jawaban dari RSSA masih akan dilakukan legal audit untuk didalami,” tambahnya.(fd)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Terkait pengamanan untuk Malam Tahun Baru ,  Polri TNI memiliki strategi baru yang dilakukan sehingga mampu mengatasi kemacetan dibeberapa lokasi tempat wisata. Khususnya untuk ke daerah Puncak terjadi penutupan jalur sejak 31 Desember 2017 dari Pukul 18.00 hingga Pukul 06.00 pagi 1 Januari 2018. Sehigga disebut Cavry Night,ini baru dilakukan pada tahun ini.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian disela-  usai resmikan  gedung perawatan di Rumah sakit Kramatjati,Kamis(28/12) 2017 mengatakan penegakan hukum dan pengamanan tempat-tempat wisata. Model yang kita buat untuk pengamanan natal  juga akan.kita fokuskan  pada malam tahun baru ditambah dengan tempat hiburan juga akan ramai seperti ancol.” Saya minta peningkatan di Puncak itu nanti akan ditutup di carvy night tidak ada kendaraan pada tanggal 31 Desember 2017 dari jam 18.00 hingga jam 06.00 pagi, baik kendaraan yang naik dan turun,” ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan  saya himbau sebelum jam 06.00 diatas jam 12.00 tidak usah naik lagi keatas pasti akan stak jam 06.00 berhenti rekan-rekan tidak akan naik dan semua akan macet di bawah di Ciawi. Sebaliknya dari Cianjur akan ditutup, di jalur ini akan berlaku carfy night yang pertama kali.” Disitu tidak ada kendaraan tetapi.hanya ada satel saja yang disiapkan semua jalan kaki jangan sampai  terjebak,” tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan kalau pengamanan-pengamanan yang lain kita sudah persiapkan dan mirip punya setting dan saya mengharapkan kerja sama yang baik selama ini.pengamanan natal Polri, TNI, segenap pemerintahan.pusat kementerian kesehatan, kementerian PUPR, Perhubungan, Jasa Marga, dan lain-lain “Pemerintah Daerah tentunya elemen masyarakat dan terima kasih pada elemen Banser yang mengerahkan hampir 2 juta mengerahkan untuk mengamankan malam natal kita harapkan anggota   bahu membahu untuk mengamankan tahun Baru. Lebih dari itu kita berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa. Semua berjalan lancar untuk membuktikan negara kita adalah negara yang aman,” jelasnya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Proses penyelesaian kasus Diskotik MG terus berjalan, kita BNN mengejar pemiliknya Samsul Anwar atau Awang  sudah serahkan diri tinggal Rudi yang hingga kini buron. Saya sudah instruksikan pemiliknya tetap dikejar dan tangkap hidup. Kalau tidak bisa silakan tembak mati saja selama dia masih mau melarikan diri.

 

Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjend Pol Budi Waseso ditemui usai memberikan laporan akhir tahun, Rabu (27/12)2017 mengatakan kita sedang dalami pelaku utama masih belum kita temu dan sedang kita ikuti sudah saya intruksikan pada anggota saya kalau memang tidak bisa ditangkap dalam kondisi hidup matipun tidak apa-apa.” Tapi upaya ditangkap dalam kondisi hidup tetapi kalau tidak bisa dan dia berupaya melarikan diri.  Ya, saya sudah instruksikan anggota saya dilapangan bila mana dia tetap mau melarikan diri tidak mau ditangkap tembak saja,” ujarnya.

 

Ketika ditanya jaringannya luar negeri, Budi menegaskan  pasti, saya sudah kerja sama dengan Bea cukai dan saya sampaikan kemarin importnya legal  dan ini ada penyalagunaan oknum sekarang sedang kita kembangkan import rekusernya legal tetapi pendistribusian illegal.” Jadi ini perhatian lembaga dan kementerian yang punya kewenangan mempunyai ijin harus punya tanggung jawab untuk mengawasi,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Budi menjelaskan yang selama ini informasi intelejen saya mengatakan ada prekusor 5000 milimetrik ton selama  2017 masuk ke Indonesia . Saya tidak tahu kemana tetapi sedang kita telusuri , karena ini dalam jumlah besar . Jadi termasuk pil PCC kemarin itu. “ Ini harus menjadi perhatian kita kedepan kita tidak bisa lagi sembarangan mengaanggap ini enteng karena  di MG Prekusornya ada Pil , itu  legal pedatangan tetapi disalah gunakan. Kita dalami dan kita telusuri terus,” jelasnya.

 

Disinggung ini Pola baru dan narkoba baru, Budi menandaskan ini bukan narkoba baru, modelnya saja baru dan modusnya karena ini kan diracik dia buat dan itu dulu pil ekstasi itu. Untuk Pil sekarang menjadi cair.”Untuk mengatasinya, Ini kan tangung jawab semua dan ijin. Ini bukan BNN, jadi satwal Pol PP, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh lingkungan ikut menangani itu,” tandasnya.(vk)

 

 

 

 

Monday, 25 December 2017 10:08

Anggota TNI Singosari Malang Tewas Di Duga Dibegal

Written by

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM) Penyebab kematian Serma Achmad (44), anggota Denma Divif 2 Kostrad yang ditemukan dalam kondisi mulut terikat kain di saluran air Desa Dengkol RT 004 RW 005, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/12/2017), akhirnya terkuak.Hal ini setelah hasil visum pada jenazah anggota TNI ini keluar.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menerangkan, berdasarkan hasil keterangan dokter, terdapat sejumlah luka yang membekas akibat benda tajam, tumpul dan keras.“Intinya dari keterangan dokter, dari hasil visum ada luka tajam tumpul dan keras yang merusak jaringan otak sehingga mengakibatkan berhenti bernafas,” ujar Yade, Senin (25/12/2017). Bekas luka itu terdapat di beberapa bagian tubuh di antaranya ada di pelipis, leher, dan di belakang kepala.

Yade juga mengatakan kalau kemungkinan TKP bukan di tempat jenazah Achmad ditemukan. Diduga Achamd dibunuh di tempat lain lalu diseret ke TKP. “Kemungkinan TKP bukan di tempat itu, tapi diseret ke sana. Nah ini Tim sudah menyebar semua, kita sudah kerjasama dengan Denpom,” paparnyaSejauh ini polisi masih mendalami motif dibalik peristiwa itu. Ditanya terkait motif pembegalan, Yade mengatakan belum ada kesimpulan atau kepastian kalau Achmad dibegal.

Dari ciri-ciri yang terlihat, justru kemungkinan besar Achamd dianiaya terlebih dahulu hingga meninggal dunia.“Motif pembegalan belum diketahui. Kemungkinan dianiaya terlebih dahulu. Meninggalnya bukan wajar, belum bisa saya simpulkan. Mohon doanya saja biar cepat diungkap,” ujarnya.Sementara itu, jenazah Serma Achmad telah dikebumikan di pemakaman Sumberwaras, Lawang, Senin (25/12/2017).Tiga anak Achmad dan istrinya turut mengantar jenazah hingga ke liang lahat. Upacara militer digelar sebelum pemakaman.

Istri Achmad nampak terpukul dengan kepergian Achmad. Selama prosesi pemakanan, ia tidak berhenti menangis. Beberapa kali terdengar suara tangisannya meninggi. Sementara pihak keluarga sejauh ini masih belum bisa memberikan keterangan. Sekadar informasi, Sersan Mayor (Serma) Achmad (44) ditemukan tewas dengan kondisi mulut terikat kain di saluran air Desa Dengkol RT 004 RW 005, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/12/2017).

Anggota TNI yang bertugas di Markas Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad Singosari itu diduga menjadi korban pembunuhan."Korban anggota kami atas nama Serma Achmad, anggota Denma Divif 2 Kostrad," kata Kepala Penerangan Divif 2 Kostrad Mayor Inf Bonny Vidri Anggoro.Bonny mengatakan, jasad Achmad pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga di sekitar lokasi kejadian. Saat pertama kali ditemukan, korban dalam posisi terlentang dengan mulut masih tertutup kain. Di bagian kepala terdapat bekas luka akibat pukulan benda tumpul. Achmad meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak(fd). 

 

 

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 7

Gaya

Face Book Galleries

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM  Tragedi memprihatinkan saat Persija Juara berhasil menaklukkan Bali United dengan...
SURABAYA( KORANRAKYAT.COM)  Keragaman budaya yang harus dirasakan  memang ada serta  mengangkat potensi lokal...
JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang...
  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan  Pejabat Lampung Tengah menambah panjang sederetan  sepekan Bupati serta...
    MALUKU(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komitmen Freeport membangun smelter di Gresik belum Direalisasikan . Oleh karena itu,...
SURABAYA(KRJ.COM) Genderang Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur mulai memanas, pada saat pengundian nomor di hotel...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -,Kendati dalam rapat ditemukan banyak oknum jaksa yang  menyalagunakan wewenang, seperti...