Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Setyo Wasisto Minta Maaf, dan Mohon  Wartawan Dukung Kerja  M. Iqbal Kadiv Humas Yang Baru
Last Updated on Nov 15 2018

Setyo Wasisto Minta Maaf, dan Mohon Wartawan Dukung Kerja M. Iqbal Kadiv Humas Yang Baru

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal  digelar di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018. Setelah menyerahkan jabatan  meminta maaf bila ada kesalahan dan kehilafan. Berharap para teman wartawan...
Polisi Larang Reuni 212 Melibatkan Massa Yang Besar
Last Updated on Nov 15 2018

Polisi Larang Reuni 212 Melibatkan Massa Yang Besar

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni alumni 212 diharapkan kegiatan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan aparat hukum. Diharapkan dalam reuni  itu tidak melibatkan sejumlah massa yang besar.            ...
Indonesia Bahas Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang
Last Updated on Nov 14 2018

Indonesia Bahas Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang

      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana. Kepala Negara menyebut, bersama negara-negara ASEAN, Jepang sebagai mitra pertama ASEAN diketahui merupakan...
Indonesia Dukung Penuh Perdamaian Dua Korea
Last Updated on Nov 14 2018

Indonesia Dukung Penuh Perdamaian Dua Korea

    SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di Semenanjung Korea. Di KTT ASEAN-Korea Selatan, Presiden Jokowi menyebut tekad kuat yang ditunjukkan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, untuk mengupayakan perdamaian sangat diapresiasi...
Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...

World Today

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS Polri.

         Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen Nugroho Budi Wiryanto ketika dihubungi, Sabtu(10/11)2018 mengatakan  menyatakan Tim Basarnas hanya menyerahkan 196 kantong  jenasah dan itu total selama pencarian. "Semua kantong jenasah sudah diserahkan  kepada RS Polri,".

        Selanjutnya, Nugroho  menegaskan pencarian  berakhir pada hari ini. Namun  Basarnas akan mengevaluasi proses pencarian sebelum memutuskan kelanjutan pencarian. " Pasalnya pencarian ini kan sudah diperpanjang tiga hari yang dilakukan sejak  Rabu (7/11) hingga Sabtu(10/11)2018," tegasnya. Sesuai data, Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.( vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM – Diduga ada permainan  gula rafinasi di jual di pasaran  bebas ,  padal  seharusnya Gula impor  rafinasi itu diperuntukkan  kepentingan industri makanan dan minuman serta farmasi, polisi menemukan ada penyalagunaan, gula rafinasi dijual untuk masyarakat umum, akhirnya polisi tetapkan tiga tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Selasa(6/11)2018 mengatakan tiga tersangka diduga memanipulasi surat tanda Industri (TDI), sehingga gula rafinasi bisa masuk ke pasaran dan dikonsumsi masyarakat.“Dengan mengubah jumlah penggunaan dari 6.000 ton menjadi 60.000 ton yang terjadi pada bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Oktober 2018 di Desa Sukamulya RT 004 RW 001 Kelurahan Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat,” ujarnya.

          Selanjutnya, Dedi menegaskan tiga tersangka tersebut adalah Khahimah Putri Wahtuti, Tendi, dan Endi Chandra." Perkara tersebut sedang dalam proses pemberkasan dan segera dikirim ke Jaksa Penuntut Umum," tegasnya.

       Untuk itu, Dedi menjelaskan perkara tersebut tercantum dalam Laporan Polisi nomor LP/A/1109/IX/2018/Bareskrim tanggal 12 September 2018. "Pada kasus tersebut telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi.Telah dilakukan pemeriksaan terhadap satu orang ahli dari Kementerian Perindustrian RI,” jelasnya.

          Lebih lanjut Dedi menandaskan selain itu, polisi juga telah menyita surat asli tanda daftar industri, 120 sak gula rafinasi, dan dokumen kontrak penjualan gula rafinasi."Pelaku disangkakan telah melanggar Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan; Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP; Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP," tandasnya( vk)

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Akibat maraknya penyebaran berita bohong terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.  Polisi tangkap  seorang perempuan yang turut menyebarkan berita bohong atau hoaks.

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Senin(5/11)2018  mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri mengidentifikasi akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita hoaks atau berita yang berlebihan atau berita yang tidak lengkap."(Penyebaran informasi itu) dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," ujarnya.

        Selanjutnya, Dedi menegaskan dari beberapa orang yang ditangkap Polri terdapat satu perempuan berinisial A (30 tahun).Polri turut membagikan informasi ini melalui akun resmi Twitter Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri.
Divisi Humas Polri."Polisi Amankan Seorang Wanita Penyebar Hoax Video Jatuhnya Lion Air JT610#PolriPromoter #PolriHumanis @PolriMultimedia 463 orang memperbincangkan tentang ini," tegasnya.

         Untuk itu, Dedi menjelaskan  A ditangkap pada Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB oleh Polres Tasikmalaya, Jawa Barat."Perempuan ini, mengunggah potongan video jatuhnya pesawat Lion Air dengan caption atau keterangan seperti berikut:
turut berdua atas jatuhnya PESAWAT LION AIR JT 610 Tujuan Jakarta Pangkalpinang semoga semua korban cpt ditemukan, Aamiin" jelasnya.

           Lebih lanjut,Dedi menandaskan video yang diunggah tersebut bukan merupakan video pesawat Lion Air JT 610. Ia menambahkan, kasus tersebut sudah ditangani Polri."Polri sangat fokus menangani kasus-kasus hoaks yang meresahkan masyarakat," tandasnya.

          Jadi, Dedi mengungkapkan Pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial."Dengan tidak ikut menyebarkan hoaks, karena hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum," ungkapnya.

          Sesuai perkembangan, Dedi menambahkan selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dengan berita atau informasi di media sosial yang sumbernya tidak kredibel.
"Silakan masyarakat untuk melaporkan kepada aparat Polri terdekat apabila menerima info-info tersebut," tambahnya.( vk)

 

 

 

AMURANG, KORANRAKYAT.COM- Maraknya ancaman aliran radikalisme dan berita hoax  terus  mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara bersama  ini menjadi ungkapan sikap mengutuk dan juga menolak aliran radikalisme merusak persatuan dan kesatuan. Kapolres Minahasa Selatan,  Kombes Pol FX Wimardi Prabowo :ditemui di Amurang,Minahasa Selatan, Selasa(23/10)2018 mengatakan  Ini adalah satu bentuk yang kita tunjukan dari masyarakat kabupaten Minahasa Selatan dengan Minahasa Tenggara merupakan bagian kami untuk menolak radikalisme yang ada hidup berkembang di negara  kita dan dapat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia."  Ini adalah bagian kita melaksanakan Forum discosition atau FGD pada hari ini untuk bicara masalah kontra radikalisasi dan bagaimana bahaya radikalisme yang ada di indonesia khususnya kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Ini adalah sebagai suatu ungkapan sikap kami di dalam mengutuk dan juga menolak aliran radikalisme yang dapat merusak persatuan  kesatuan di bumi Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara ini,"ujarnya.

             Ketika ditanya apa yang lakukan, Winardi menegaskan Kami semua disini bukan hanya Polres, dari rekan-rekan TNI , dari Kabupaten  dari Pemerintahan , tokoh-tokoh Agama,tokoh-tokoh Masyarakat semuanya kita bersama-sama selain dalam hal melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga langsung turun untuk bisa mendatakan terkait dengan aliran-aliran yang ada  dan juga kami proses bersama dengan rekan-rekan baik dalam forum Komunikasi umat beragama yang kewaspadaan dini mau pun kebangsaan maupun bersama-sama dengan seluruh masyarakat di dalam mendeteksi adanya aliran-aliran paham yang terkait masalah radikalisme. "Dan itu kita upayakan melakukan upaya-upaya yang secepat dalam mengantisipasi aliran-aliran tersebut," tegasnya.

              Menyoroti bagaimana cara menolak radikal  buat yang remaja, Winardi menjelaskan salah satu hal yang kita menumbuhkan ,supaya kita ada kesadaran itu dimulai dari dini sejak awal disekolah tempat lembaga  pendidikan ,maka disini kita juga bekerjasama dengan dinas pendidikan dengan sekolah yang ada dari tingkat terbawah di  SD sampai ke Sarjana." Kita bersama-sama memasukan terkait kegiatan-kegiatan menolak paham radikalisme  memberikan kesadaran kepada mereka bahwa paham radikalisme ini sangat merusak mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ini sudah di masukan dalam pelajaran-pelajaran  yang ada di Lembaga pendidikan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara," jelasnya.

              Ketika ditanya apa ada sanksi bagi mereka tertangkap Ketahuan radikal, Winardi merincinya sampai dengan saat ini,khusus  di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara belum ada yang terpapar atau pun yang sudah menggunakan paham radikalisme yang hidup dimasyarakat sampai dengan saat ini belum ada, kalau pun ada pasti kita lakukan tindakan berupaya secepatnya mengantisipasi dan menggunakan aturan yang ada."Jadi di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara 100 persen bersih dari paham radikal, Sampai dengan  saat ini saya menyampaikan bahwa untuk paham radikalisme di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Sampai saat ini masih belum ada dan mudah-mudahan kita bisa jaga sampai seterusnya karena kita tahu Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tengara semua sudah dewasa di dalam memilih mana yang baik dan mana yang benar," rincinya.( vk)

 

 

 

MANADO, KORANRAKYAT.COM- Upaya mengatasi pemabuk dalam pengamanan wilayah  akhirnya disikapi mengatasi orang mabuk  dibuat  program patroli Sahbara dengan Pola 5-8 sehingga mampu meminimalisir, mabuk mabukan dan mengatasi  kejahatan dan perkelahian remaja.

            Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara di temui di Manado(22/10)2018 mengatakan masalah utama yang dihadapi dalam pengamanan di wilayah Manado adalah pemabuk jalanan. Karena itu, pihaknya meminta jajarannya hingga tingkat polsek untuk memberantas orang mabuk di Jalanan. Prioritas lainnya masalah senjata tajam (Sajam).
“Karena kejahatan kriminal di Manado paling banyak diakibatkan dua hal ini, mabuk dan sajam. Makanya saya tegaskan harus diberantas. Bahkan saya sudah minta hingga ke Polsek jangan tidur. Mari kita buat Kota Manado kian aman, tentram dan menekan gangguan dua hal ini,"ujarnya.

            Selanjutnya, Surya katakan   cara yang efektif dalam menekan dua hal itu dengan patroli keliling kota selama 24 jam. Juga bekerja keras memberantas kriminal terutama pada malam Minggu. Mengingat, jika malam minggu ternyata banyak muda-mudi sering pesta minuman keras (miras). “Kalau semakin banyak orang minum  miras ancaman kriminal juga kian tinggi. Untuk itu saya minta anggota jangan lelah lakukan patroli,” tegasnya.

            Dijelaskan   Patroli dengan mengoptimalkan peran Sabhara dengan pola 5-8. Dengan kata lain, lima hari kerja 8 jam. “Itu saya bagi menjadi enam shift, dua regu. Namun pada hari Senin, Selasa, Rabu, delapan jam hanya satu shift yang bergerak. Jadi satu harinya tiga shift. Cara ini sangat bagus untuk menekan pesta miras dan sajam," jelasnya.

     Masih  Surya katakan  jika situasi kontijensi maka pada hari Jumat Sabtu malem minggu diberlakukan dua shift delapan jam. “Jadi lebih tebal, satu regu delapan orang baik Polwan maupun Polki. Cara ini sudah berlangsung sejak Maret 2018, yang launchingnya langsung Pak Kabarhakam,” rincinya.

          Diungkapkan juga  Pola ini dijabarkan sesuai dalam Perkabarhakam nomer 1 tahun 2017 tentang patroli. Isinya ada salah satu yang mengatur pembagian shift dan regu dan pola. “Memang, pola 5-8 sangat efektif dan its oke. Dan dalam menerapkan pola ini, tidak ada polisi yang lelah. Mau ada telpon jam berapa aja tiap saya pencet langsung siap komandan, langsung ada di TKP,” tandasnya.

       Lebih jauh, Surya mengungkapkan dengan langkah ini membikin trust masyarakat semakin tinggi ke kepada polisi. “Jadi jika ada informasi ada gerombolan minum-minuman keras maka langsung ditangani. Kini kami dengan Pemda tengah membicarakan sanksinya. Masalah ini sudah saya lempar ke forum bidang hukum mulai BNN, Kejaksaan, juga Kepolisian,” ungkapnya.

           Surya beberkan ini merupakan  program unggulan patroli Sabhara Polresta Manado, yang selalu mengawal di tempat yang rawan pesta miras maupun pemabok jalanan. “Saya pernah menangkap 300 orang mabok dalam satu malam. Saya kumpulkan, saya apelkan jadi tiga kompi dan saya suruh upacara bendera dan pembinaan bersih-bersih bersama. Dengan cara ini diharapkan mereka jera,” bebernya.

          Jadi, Surya mengakui saya terus berupaya menghadirkan terobosan baru baik untuk mengurangi pemabok jalanan, kepadatan lalu lintas maupun menekan angka kriminalitas. Ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di Kota Manado, Kapolresta memberikan target bagi setiap polsek yang ada di Manado. Kalau malam Kapolsek memimpin patroli. Saya targetkan minimal setiap polsek dapat melaporkan telah mengamankan lima orang mabuk. Itu saya targetkan setiap kapolsek minimal lima terutama di sekitar kota. Pasti dapat itu,” akunya.

      Sebelum mengakhiri, Surya menambahkan ini dilakukan karena penyebab tindak kriminal itu sebagian besar disebabkan karena miras. “Kalau mabuk di pinggir jalan itu rawan, tapi kalau di dalam kamar saya tidak menyuruh melakukan penangkapan. Bahkan saya pernah mentargetkan minimal orang mabuk yang harus diamankan setiap harinya ada 75 orang," tambahnya. ( vk)

Wednesday, 10 October 2018 00:53

Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi meringkus 90 pelaku kejahatan penjarahan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto di Mabes Polri,Senin (8/10)2018 mengatakan dan menyebutkan polisi telah melakukan penangkapan terhadap lebih dari 90 orang pelaku penjarahan di daerah terdampak bencana.Mereka diduga mengambil barang-barang di pertokoan, seperti uang dari mesin ATM dan telepon seluler."Saya mendapat laporan yang pertama 49, kemudian kemarin 42. Jadi sekitar lebih dari 90 (orang telah ditangkap)," ujarnya.

Saat ini mereka telah ditahan di Polda Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, Setyo menegaskan belum memberikan keterangan lebih lanjut apakah masih ada tersangka lainnya yang sedang dicari."Hal itu dikatakannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada jajarannya yang berada di lapangan," tegasnya

Untuk itu, Setyo menjelaskan  setiap orang yang melanggar hukum akan ditindak tegas dan secara cepat."Laporan yang saya terima memang langsung dilakukan action, dilakukan upaya paksa penangkapan dan diproses," jelasnya.

Jadi, Setyo menandaskan dan memastikan bahwa saat ini situasi di daerah terdampak bencana sudah kondusif. ;Polisi juga telah melakukan pengamanan di titik-titik vital dan melakukan patroli sebagai antisipasi," tandasnya.( vk)

 

.

 

.

Saturday, 06 October 2018 16:27

Kejahatan Perbankan Libatkan Warga Asing Dibongkar Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan perbankan di lakukan PCN warga Nigeria ditengarai sebagai  sindikat penipuan  pemalsuan email ada  3 Warga Indonesia tersangka TY, AK dan TH ikut terlibat , dari   4 kasus  berasil gasak  uang  Rp. 12 Miliar. Mafia Pemalsuan Email di duga  Kendalikan Dari Amerika, otaknya Masih DPO.

         Kasubdit I TIndak Pidana Cyber Crime, Kombes Pol Dani Kustoni  di Direktorat Cyber Crime, Bareskrim , Jumat(5/10)2018 mengatakan Bahwa kasus ini dilakukan warga negara asing dari Nigeria, korbannya 1 orang dari Turki  kemudian 1 orang dari Warga negara Italia terkait dengan tindak Pidana Email Fraud atau Busines email compromise atau pemalsuan email terkait dengan transaksi keuangan."Adapun kronologis kejadian adalah pada hari Kamis 21 Juni 2018 kita menerima laporan dari kuasa hukum korban PT Prima Shipping and Marine Service dimana korban ini merasa dirugikan setelah mengirim transaksi keuangan pada pelaku kejahatan," ujarnya.

           Dani tegaskan  modus  kejahatan yang bersangkutan membuat email palsu atau email Fraud kemudian melakukan komunikasi dengan korban ketika itu korban adalah pemilik kapal Turk selanjutnya  melakukan transaksi  dengan PT Palumbo di Italia . "Setelah ada transaksi  kapal PT Palumbo seharusnya meminta pembayaran Voice kepada pihak PT Prima tetapi kenyataannya berupaya masuk melalui email palsu kemudian menyampaikan korban PT Prima untuk mengalihkan pembayaran yang seharusnya pembayaran Osibisi itu adalah milik PT Palumbo berada di Italia akhirnya korban mengikuti arahan dari  pelaku kejahatan mengalihkan ke bank Mandiri. Transaksi yang dilakukan 325.000 Euro atau Rp 5.196.000.000," tegasnya.

Untuk itu, Dani menjelaskan dan akhirnya pelaku berhasil menerima keuangan yang dari PT Prima tadi karena korban sudah melapor ke Tindak Pidana Cyber ,akhirnya kita bisa mengamankan uang itu yang berada dibank Mandiri kemudian kita lakukan blokir dan kita lakukan penyeledikan,penyidikan dan tetap dilakukan penangkapan terhadap salah satu warga negara asing yaitu PCN warga negara Nigeria bersama istrinya TY ini kita tangkap di daerah wilayah Jakarta Barat. "Ada juga peran-peran pembantu yaitu warga negara indonesia TY juga warga negara indonesia sebagai istri dari pelaku warga negara asing dibantu AK dan PH dilakukan penangkapan untuk AK di rumah kontrakan di Jakarta Barat. Kemudian untuk TH pada saat berada di Bandara Soekarno Hatta," Jelasnya .

          Lebih lanjut, Dani merinci  untuk para pelaku ini kita lakukan penyitaan dan ada beberapa 1 buah book warna hitam, lap top merek Delk , satu buah ATM ada kurang lebih 9 kartu ATM bisa rekan-rekan saksikan di depan baik dari berbagai bank, buku rekening tentunya ada alat bukti lain yang bisa kita perlihatkan rekan-rekan semua. "Untuk para pelaku ini kurang lebih sudah melakukan 4 kali kejahatan salah satunya yang bersangkutan melakukan di bank OSBC Singapura sudah berhasil masuk kurang lebih,10.000 Dollar Singapura. Kemudian yang kedua itu terjadi di wilayah kepulauan Riau di Batam . Ketiga kita lakukan penangkapan dan ke 4 yang bersangkutan di dalam penahanan kita masuk ke rekening kurang lebih Rp 2 Miliar dan saat ini memang dua di wilayah NKRI belum menyampaikan laporan baik di Kepri maupun di baru 1 yang kita temukan masih dalam penyelidikan," rincinya.

Seiring dengan itu, Dani mengungkapkan kemudian untuk pelaku ini kita kenakan pasal 378 KUHP berkaitan dengan Penipuan kemudian kita kenalkan pasal 62 dan pasal 85 Undang No.3 tahun 2018 tentang Transperdana dan tentunya berkaitan dengan keuangan kita juga lakukan tindak pidana Pencucian Uang ."Untuk hukuman maksimal 20 tahun," ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana mencari bangsanya, Dani menandaskan menentukan Tersangka atau korban, menentukan target mereka mengunakan cara-cara bising dan berupaya siapa saja mungkin sudah terpancing sudah menjadi target dia bisa memasukan email cinpromais dia bisa lakukan percakapan. " Si Inilah yang menjadi target pelaku utama sampai sekarang masih di DPO kita sekarang khususnya ada di Wilayah Amerika, "Tandasnya

Menyinggung pelaku, Dani mengakui ini tergantung instruksi pelaku utamanya. Sampai sekarang masih DPO dan pelaku utama di Amerika dan memerintah PCN yang berada disini itu dapat korban dia akan menginformasikan kemudian ia membuat email baru atas atas instruksi dari PCN ini bisa dilakukan dan membuat email palsu." Sampai sekarang mereka adalah Sindikat. Sementara yang kita temukan mereka adalah kelompok Transional crime dari luar negeri yang menempatkan dan kebetulan di wilayah kita. Ini juga terjadi di Singapura," akunya.

Jadi,Dani menambahkan Sesuai hasil penyelidikan kita mulai tahun 2017. Yang bersangkutan masuk kesini dan apa ini modusnya mencari istri di warga negara indonesia. Tahun 2017 dia masuk ke Indonesia mendapatkan istri warga negara indonesia. Dari tahun 2017 sudah berapa yang didapatkan? Sebagai mana fakta yang kita temukan sudah melakukan 4 kali kejahatan, jadi pertama di Singapura. Kedua, di Wilayah Batam, Kepri. Ini korban belum melaporkan kepada kita. Ketiga, ini yang kami tangkap. Keempat pada saat yang bersangkutan posisi ditahan ada uang yang masuk ke rekening yang bersangkutan kurang lebih  ada Rp 2 Miliar."Total uang yang masuk kurang lebih ada Rp 7 Miliar ini direkening karena ini baru semua rekening mungkin setelah termasuk Perusahaan yang dibuat . Modusnya adalah CPN ini mendapat instruksi dari pelaku ada di Amerika untuk membuat salah satu PT, tentunya untuk membuat PT ada ketentuannya nah ini dibantu oleh 2 warga negara indonesia. Yang saya sampaikan HK dan TH. Dua orang ini yang membantu membuatkan PT bisa dikatakan PTnya abal-abal bisa membuka rekening di negara kita indonesia," tambahnya. ( vk)

Friday, 28 September 2018 03:48

Konten Berisi Informasi Hoax Ditelisik Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT

COM) Masih adanya situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno. Hingga kini Polri terus meneliti dan  mendalaminya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Rabu(26/9)2018  mengatakan, Polri masih meneliti situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno.“Kami sampaikan ke Direktorat Siber (Bareskrim) untuk dicek benar atau tidaknya,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Polri akan menindak tegas segala penyebaran hoaks di Pilpres 2019 tanpa terkecuali. Polri akan mengantisipasi jika ada kejadian yang menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban karena berita bohong atau hoaks.“Kalau merasa dirugikan, melapor enggak masalah. Tapi kalau tidak ada yang merasa dirugikan tapi Polri menilai mengganggu keamanan, pasti akan kami tindak tanpa ada laporan pun,”tegasnya.

Lebih lanjut, Setyo menandaskan semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 2019.Kalau istilah Pak Kapolri jadioverheated, panas dan bisa membakar, itu yang enggak boleh.“Jadi perlu diantisipasi itu jangan menjadi panas, cooling down. Kami selalu pantau terus supaya enggak terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tandasnya.(eas)

 

.

Friday, 28 September 2018 03:42

Diteror Pasangan Capres Lapor Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Merasa terancam akibat diteror dalam  22 kali ditelepon oleh Oknum A Gaspar Syah yang mengakui dari Garda O8 pengawal Prabowo, akibat  mengancam Inas Nasrullah Zubir secara pribadi terancam tidak bisa tidur dan tertekan. Uniknya ancaman itu selain mau memukulnya, ia  juga mengaku dari alumni mujahid Poso perna makan orang di Ambon dan Poso karena takut akhirnya melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan No. LP /971/IX/2018 dengan tuduhan mengancam melalui Informasi dan Transaksi( ITE) dan Medsos.

Inas Nasrullah Zubir  ketika ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Rabu(26/9)2018 mengatakan sesuai dengan LP : 971/IX/ 2018  26 September 2018 dan  , Saya  menduga bahwa ancaman ini berawal dari tulisan saya mengenai apa insiden toilet antara ins cs dengan Prabowo  yang di share di Wa group serta saya juga share teman-teman media dan dipublikasikan di detik.com  dan sudah di jawab juga sama INS lebay." Meman saya mengganggap ini lucu-lucuan. Tapi pada kemarin malam itu ada seseorang yang mengirim Wa dengan satu nomor kemudian saya blok. Kemudian dia kembali wa saya sampai 3 kali ,akhirnya ke 4 saya biarkan wa itu masuk kemudian dia telepon saya sampai 2 kali , ada 3 kali yang saya angkat telepon disitu ada nada ancaman," ujarnya.

Selanjutnya, Inas menegaskan dari pembicara yang mengancam itu,  Pertama, dia bilang adalah pengawal Prabowo dari Garda 08. "Ini saya minta kepada kepolisian untuk diselidiki dan diklarifikasi betul atau tidak. Kemudian dia mengancam dia mau memukul saya. Kemudian mau dipukuli tidak masalah bagi saya,tapi mengerikan Gaspar Syah menekan bagi saya dimana saya perma makan orang di Ambon dan Poso. Saya alumni mujahid Poso, ya saya meriang," tegasnya.

Untuk itu, Inas menjelaskan akibat ancam membuat saya apa engga meriang saya dibegituin.Apa engga meriang Apa lagi mau  di lempar bom molotov ,saya takut dong."Saya punya cucu walaupun anak saya sudah besar. Meriang sampai tidak bisa tidur. Takut malam itu. Ini ngeri juga kalau teroris yang ikut campur," jelasnya.

Lebih lanjut, Inas merincinya Nah, dengan dasar itu saya cerita sama teman-teman dan teman-teman minta saya sebaiknya kita lapor polisi. Sebelum terjadi sesuatu kita lapor polisi. "Kita lapor ke polisi hari ini. Tapi yang lucunya, dia sempat mengatakan elu gw akan teror terus. Tetapi lucunya ketika saya sebar informasi kepada wartawan bahwa hari ini saya akan melaporkan kepada kepolisian , stop terornya, " rincinya.

Seiring dengan itu, Inas menandaskan saya menduga kayanya ada seseorang yang meminta berhenti stop."Tadi ketemu ibu rita mengatakan ini bukan tindak pidana Pemilu tetapi pidana cyber. Nanti saya akan lapor dibawa dan nanti akan diteruskan ke cyber crime," tandasnya

Ketika didesak a pakah ingin laporkan , Inas mengakui saya ingin ini dilapor agar polisi mengusut tuntas siapa yang memerintahkan . Kalau memang ada orang yang menyuruh ini harus di usut tuntas , siapa dia. I"ni kan tahun politik, jangan sampai ada ancaman-ancaman yang dilakukan oleh elit politik. Jangan sampai ada oleh karena itu saya minta ini diusut tuntas siapa yang menyuruhnya. Kalau memang ada , karena engga mungkin lah," akunya.

Saat disinggung berapa kali dia melakukan penyerangan dengan Wa, Inas membeberkan telepon saja dalam 1 malam 21 kali, saya mati kan. Yang terakhir kali ditengag-tengah sempat ngobol dengan saya. Dia katakan hai anjing gua bengini-bengini. Saya katakan elu juga anjing." Kan bisa komunikasi anjing dengan anjing, orang dengan orang. Kalau orang, sebut saya orang. Tapi kalau elu sebut anjing, elu juga anjing. Kalau elu berkomunikasi sebut orang. Dia bilang elu banci, elu juga banci. Karena banci dengan banci bisa berkomunikasi. Itu kan, ge gebukan rame-rame. Ya, kalau masalah gebukin tidak ada masalah. Dia katakan saya mantan Poso biasa makan orang takut juga saya," bebernya.

Ketika ditanya terakkhir kali dikontak kapan, Inas mengungkapkan kemarin sampai jam 23.00, 22 kali menepon hampir  1 jam. Itu dilakukan sampai kemarin malam, Selasa(25/9)2018. Berkaitan indenti dia kasih namanya A. Gaspar Syah dia shere log . Kalau elu berani datang sini . Ge tunggu sama teman-teman. Namanya A. Gaspar Syah."Dia mengaku anggota Garda 08 dan rumahnya adalah Markas Garda 08 di Jakarta. Sementara itu Garda 08 ada Daerah Hutan Kayu, Matraman."

Sementara itu, Inas menambahkan  lalu dia, Share log karena dia mau datang. Saya tidak cek dan saya melapor ke Polisi disini." Tapi waktu saya minta share log saya telepon polisi di BSD dan saya minta share log untuk lokasi Polsek, polisi kasih share log itu. Saya kirim ke A. Gaspar Syah. Dia tahu ini bukan rumah anda. Made ITE anda berbeda. Ya, dia tahu itu bukan orang sembarangan. Dia punya peralatan canggih. Ini pasti ada suruhan orang," tambahnya.( vk)

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65 Babinkantibmas yang tersebar di 105 Desa.

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Pol Mardiono ketika ditemui di Polres Muaro Jambi, Kamis(14/9)2018 mengatakan Kami dari Polres Jambi dalam rangka upaya menangkal paham radikal menyebar di Polres Jambi  kami lakukan kegiatan Prefentif  dengan mengedepankan Babinkantibmas yang sudah kami bentuk dari  105 Desa ada 65 Babinkantibmas kegiatannya melakukan kegiatan penyuluhan baik pada masyarakat secara umum dengan sistem door to door yang dilakukan kemudian dengan penyuluhan kepada anak-anak sekolah maupun pembinaan kepada  masyarakat sekitar." 

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka penyuluhan kita menekankan bahwa paham radikal ini  memang sangat merugikan kita," ujarnya.

Selanjutnya, Mardjono menegaskan Kita akan kembalikan kepada nilai-nilai Pancasila kemudian Bhenika Tunggal Ika maupun NKRI adalah harga mati."Mengingat Polres Muaro Jambi sangat luas , untuk mencegah masuknya orang yang  menyebarkan paham ini ,kemudian  cara pencegahannya seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, Mardjono menjelaskan upaya yang kita lakukan dalam melakukan pencegahan ini , kita mengaktifkan peran serta   masyarakat Babinkantibmas melakukan penyuluhan  di tiap-tiap Desa memberitahukan dan menyampaikan kepada masyarakat luas bahwanya paham radikal adalah paham yang sangat berbahaya . "Dengan melakukan dan menghimbau pada masyarakat apabila ada paham atau masyarakat tidak diketahui atau paham yang tidak dimengerti dan tidak dimengerti cepat  dikoordinasikan," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Mardjono merincinya Disampaikan bekerja sama dengan para Alim ulama, para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada didesa tersebut . "Lakukan pembinaan secara terus menerus apa bila terjadi atau ada informasi  terkait dengan paham radikal agar segera dilaporkan," rincinya.

Ketika ditanya apakah sudah ada terdeteksi dimana basis-basis mereka itu,Mardjono mengungkapkan Kalau kita melihat kasus yang ada dan yang ada di wilayah Polres Muaro Jambi ,terkait dengan di Muaro Jepu dan Kombe Ulu yang saat ini sedang ditangani . Ada sebagian masyarakat yang terpapar dengan paham radikal. Untuk itu kita lakukan pendekatan ,kita lakukan penyuluhan dan kita kerjasama dengan Alimulama,para tokoh  masyarakat untuk melakukan  pembinaan melalui kegiatan seperti tablik, kemudian seperti kegiatan yasinan , kemudian Talilan dan lain-lain," ungkapnya.

Disinggung respon dari masyarakat seperti apa, Mardiono menandaskan untuk saat ini respon dari masyarakat, kegiatan yang dilakukan para Babinkantibmas dengan bekerjasama dengan para Alimulama,Ketua RT dan lain-lainnya dengan prangkat desa dan tokoh masyarakat saat antusias . "Masyakarat sangat mendukung program kepolisian dalam.rangka menangkal  paham radikal yang akan menyebar di masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Siswa Kelas 12 IPA 1 SMA Muaro Jambi,  Elsa ketika ditemui  mengatakan  Alhamdulilah sudah paham setelah dijelaskan."  menurut saya radikalisme itu suatu pemahaman yang membuat orang itu melakukan tindakan kekerasaan yang menyimpang dari prilaku-prilaku yang baik seperti pelanggran HAM yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai Undang-undang Dasar 1945," ujarnya.

Selanjutnya ketika ditanya apa  Kalau ada yang mau mengajak paham radikal, apa yang Elsa lakukan, ia menjawab saya justru akan menolaknya dengan halus. "Dan akan memberikan informasi tentang radikalisme itu tidak baik," Tandasnya.

Ditempat yang sama Siswa kelas 11 IPA 4 SMA Muaro Jambi, Dwi Setiawan  mengatakan radikalisme itu adalah sesuatu perilaku pemahaman yang salah terhadap Pancasila. "Seseorang yang ingin merubah perubahan-perubahan aturan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Lebih jauh ketika disinggung ada paham radikalisme itu bukan sekedar terorisme saja, tapi ada di Media Sosial berita bohong atau berita Hoax, Dwi menegaskan

saya harus tetap teguh di pendirian kita. " kita harus lebih mendalami ilmu agama dan kita harus mempelajari agar kita tidak salah dalam pemahaman-pemahaman banyak beredar di masyarakat," tegasnya.(vk)

Monday, 17 September 2018 01:16

Kapolresta Jambi lakukan Kontra Radikalisme

Written by

JAMBI(KORANRAKYAT.COM) KapolrestaJambi Lakukan kontra rationalise dengan cara mensosialisasikan kemasyarakat,dimotori oleh Babinkantibmas yang digelar secara rutin.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Fauzi Dalimunthe ketika temui di Mapolresta, Rabu(12/9)2018 mengatakan kegiatan kontra radikal atau dari setahun, terkait dengan maraknya masyarakat yang sudah terpapar. "Kegiatan yang konkrit yang kami melaksanakan ada kegiatan penyuluhan, kegiatan-kegiatan Preentif dan kegiatan Previntif tentunya manakala mendapat informasi ada didaerah ataupun menunjuk seseorang disitu kita masuk," ujarnya.

Selanjutnya, Fauzi menjelaskan  terutama Babinkantibmas yang ada digaris terdepan dimasing-masing kelurahan dan ada 62 Kelurahan dan ada 62 Babinkantibmas di Wilayah Polresta Jambi melakukan penyuluhan."Tak lupa juga melaksanakan go to scholl, kegiatan yang melibatkan ceramah , penyuluhan kepada anak sekolah , baik di tingkat SMP dan SMA maupun Universitas yang ada disini itu kegiatan  yang kami lakukan dan walaupun sedikit , kecil yang kami monitor terkapar itu juga memberikan efek sehingga yang lainnya bisa memahami kegiatan radikalisasi sangat bahaya bagi negara dan diri sendiri," jelasnya.

Dari pantauan selama beberapa hari dilakukan di Jambi, dilakukan FGD di SMP 5 Jambi dan SMP 9 di Kota Jambi berjalan lancar. Didalam pertemuan dilakukan sosialisasi kepada para siswa dan siswi agar paham semua kegiatan radikalisme yang dapat memberikan rasa takut.

Sementara itu ,Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Jambi, Ihsan Spd ketika dtemui di SMP 5 Jambi mengatakan jadi disini pemahaman siswa kami apa itu makna teroris. Yang pertama kami mendapatkan penjelasan Babinkantibmas kami tentang terorime itu sendiri. "Kemudian dari pihak sekolah juga menyampaikan mata pelajaran PPKN misalnya, dari pelajaran IPS itu masalah terorisme," ujarnya.

Ketika ditanya bagimana caranya agar siswa SMP ini mudah memahami, Ichsan menandaskan  Bisa jadi dari media-media yang ada, contoh yang mereka buat semua itu yang sifatnya merusak, menghancurkan dan membunuh sehingga anak kami bisa memahami dengan mudah makna terorisme itu sendiri."Secara kurikulum belum ada tetapi di materi pelajaran itu saja ada yang berkaitan dengan masalah ini ada mata pelajaran tertentu misalnya sejarah, mata pelajaran PKN, mata pelajaran agama karena sekarang ada kurikulum yang terintegrasi," tandasnya.

Lebih lanjut, Ichsan menjelaskan Hal-hal yang mendasar sering dimasukan disitu dan dibahas sehingga anak-anak paham apa yang dimaksudkan dengan terorisme atau gerakan radikal dan pemahaman yang lain juga begitu. " ini menjadi perhatian sehingga dapat di atasi," jelasnya.

Ditempat yang sama, Siswa SMP 5 , Kelas 9 F Titanya Meldy mengatakan tadi pas dijelaskan sedikit paham. "Ancaman kepada masyarakat dan lingkungan. Ancaman yang mengancam penduduk ,atau rakyat," ujarnya.

Ketika ditanya apa ada ditelevisi bagaimana adik bisa memberikan penjelasan, Titanya menandaskan

Dengan menjaga pergaulan dan sudah itu , jangan menyebarkan hal-hal tak positif."Ada pelajaran teroris jangan sampai kita terkena Hoax yang tidak benar itu," tandasnya. ( vk)

Monday, 17 September 2018 00:57

Kapolda Jambi Lakukan Deradikalisasi

Written by

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)Polda Jambi melakukan Deradikalikasi dalam 3 langkah  diawali tindakan prefentif sehingga dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat.

Selanjutnya dilakukan langkah kontra radikal yang dilakukan di Polda Jambi?

Kapolda Jambi ,Irjen. Pol. Drs. Muchlis A.S., M.H ketika ditemui di SPN Jambi, Rabu (12/9)2018 mengatakan upaya langkah langkah yang kita lakukan dalam rangka Deradikalisasi kita di Polda Jambi yang petama melaksanakan kegiatan preentif , kita sudah lakukan sosialisasi sampai ketingkat daerah baik itu dalam bentuk ceramah ceramah ke sekolah- sekolah ,keperguruan tinggi kemudian ke tokoh tokoh masyarakat ,kemudian lembaga lembaga sosial berupa upaya untuk bagaimana caranya Polda Jambi bersama masyarakat bersama- sama untuk mencegah radikalisasi kelompok-kelompok ekstrim yang ada di Jambi ."Itu masuk kedalam bidang sosial  kemudian kemasyarakatan termaksud juga ke tempat tempat yang basis- basis," ujarnya.

Selanjutnya, Muchlis menegaskan  Nah terhadap basis basis yang sudah terdeteksi merupakan data hasil monitoring daripada satgas satwil penanganan teroris di Jambi yang berada disumbaksel terhadap target yang sudah ditentukan kita lakukan pemantauan secara melekat kegiatan mereka setiap hari apakah ada kegiatan yang mengarah ke upaya upaya yang mengumpulkan bahan bahan yang di gunakan kepentingan itu itu kita lakukan pendeteksi yang dilaporkan setiap hari ke pada Kapolda dan ini dilakukan berdasarkan surat perintah satgas yang di bawahi oleh Polda melibatkan unsur dari Reskrimum kemudian Densus 88 Sumbagsel kemudian dari Intelejen dari Binmas lagi negosiator. "  Semua bersama sama dan data ini setiap hari diupdate dan kita laporkan kepada pimpinan," tegasnya .

Untuk itu, Muchlis menjelaskan yang ke tiga manakala sudah mengarah ke pada tindakan deskruptif yang terjadi di Polsek Marasebo pada waktu lalu itu langsung kita lakukan pengejaran dan bahkan kejadian kira kira pukul 13.00 siang anggota Polsek Marasebo di serang oleh pelaku an Anwar Sadat dengan menggunakan Parang , dua anggota kita luka luka langsung kita lakukan pengejaran ditangkap dalam hal pengejaran kurang lebh 4 jam kita temukan." Saat ini yang bersangkutan sedang dalam proses pengadilan," jelasnya.

Lebih lanjut, Muchlis menandaskan kemudian yang berikutnya sempat juga ada beberapa indikasi teror teror yang di lakukan terhadap mako-mako termaksud juga Polsek jajaran kita sudah lakukan kesiapsiagaan dengan menggunakan penjagaan secara berlapis, jadi ada penjagaan di markas dan ada penjagaan di luar jadi makala ada tindakan yang mungkin akan menyerang baik personel maupun anggota itu juga dilakukan penindakan bersama sama." tandasnya.

Jadi, Muchlis  menambahkan yang ke dua untuk tugas operasionil lapangan kita gunakan sistem body system, jadi kalau anggota menjaga di satu tempat di belakang ada yang berpakaian preman saling melindungi ini upaya upaya kita untuk mencegah jangan sampai ada korban korban berikutnya."  Kemudian seluruh jajaran kepolisian Polda Jambi terutama di Markas komando kita lakukan sistim berliku dengan menggunakan apakah itu trafic corn apakah menggunakan security berir itu untuk mencegah dan menghambat apabila ada serangan terhadap kantor Polri," tambahnya. (vk)

Saturday, 01 September 2018 12:32

Gerakan Tagar Ganti Presiden Rawan Konflik

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Gerakan kelompok ganti presiden 2019 secara jelas menimbulkan  konflik dan ada penolakan. Oleh karena itu apabila tidak memenuhi syarat dan berpotensi memecah bela itu akan dibubarkan.

Kepala Devisi Humas Mabes Polri, Irjend Setyo Warsito ketika ditemui di Mabes Polri, Kamiis (30/8)2018 mengatakan jadi bukan begitu cara melihatnya urut permasalahannya, lihatnya begini. Dengan ada gerakan atau aksi 2019 ganti presiden, ini kalau  dia sendiri saja tidak ada kelompok lain yang menolak, saya kira tidak ada masalah. "Yang jadi masalah ketika dia akan mmelakukan deklarasi dan melakukan aksi dan melakukan apa saja disatu kota, disatu kota sudah ada kelompok yang bertolak belakang dengan dia. Nah ini peran Polri supaya kita menengahi jangan sampai  jadi bentrok," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan 

Ya, pasal 6 dikuatkan pada pasal 15 kalau tidak memrlenuhi pasal 6 Polisi bisa membubarkan .

"Kan dua-duanya dihimbau untuk melakukan aksi supaya tidak terjadi benturan." Di kerawang sudah dihimbau untuk dua-duanya tidak melakukan aksi. Jadi supaya tidak terjadi benturan. Kalau terjadi benturan polisi lagi disalahkan," tegasnya.

Ketika disinggu ganti presiden 2019, Setyo menjelaskan Jadi kalau gerakan 2019 ganti presiden ada yang menolak . Pasal itu sama dengan kegiatan lain misalnya mau bikin konser untuk lombok ada yang menolak engga kalau tidak ada yang menolak itu bisa jalan. "Kalau ada yang.menolak tunggu dulu kita melakukan asisesman. Ada yang menolak engga, ini potensi bentruknya berapa ini itu yang.menolak juga gede kekuatannya juga besar dan sudah berhadap-hadapan. Ini harus dibubarkan dua-duanya," jelasnya. .

Sering dengan deklarasi di lakukan oleh Jokowi, Setyo menandaskan oleh karena itu yang lakukan deklarasi dari Jokowi dua periode karena tidak menolak dibiarkan saja. Sepanjang tidak ada yang menolak kita melakukan asisten begitu. Semua menghindari bentrok Kan polri mencegah jangan.sampai jadi bentrok," tandasnya.

Ditunggu Bawaslu tidak melarang, KPU tidak melarang itu .secara prinsip tidak mempermasalahkan itu, Setyo membeberkan Kita kan ada aturannya, Polri  berdasarkan aturan dan bahwa aturan itu ,aturan Undang-undang No.9 tahun 1998 pasal 6 menyangkut kriteria, syarat-syarat yang harus diperhitungkan. "Yang memenuhi itu pasal 15 diperbolehkan. Ketika pasal untuk membubarkan itu masih juga dilawan kita gunakan KUHP melawan petugas dan ini ingat ada juga AISSI PIARD . Di situ disebutkan bahwa ini bukan memang Hak Asasi Manusia, tetapi Hak Asasi Manusia yang bukan yang mutlak dan bisa ditunda. Misalnya dia tidak lakukan deklarasi mati engga. Kalau engga bisa ditunda dong. Itu polisi berhak menunda," bebernya.

Saat ditanya KPU, Bawaslu acara prinsip tidak masalah, ada kelompok masyarakat yang melakukan pengamatan, Setyo mengakui Polri sendiri menyampaikan kepada masyarakat  memberikan penyampaian. "Itu hak asasi manusia juga. Sama-sama punya hak mereka. Ya. Tidak masalah.

Kalau di Kerawang perkembangannya. Sama dua-duanya, kita minta tidak ada yang melakukan  kegiatan," akunya.( vk)

Wednesday, 29 August 2018 23:53

Pembobol Kartu Kredit Diringkus Tim Cyber Mabes Polri

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap dua tersangka, yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), diduga melakukan pencurian data nasabah kartu kredit warga negara Australia.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo ketika ditemui di Bareskrim, Rabu( 29/8)2018 mengatakan kedua pelaku dengan inisial AR dan DSC, yang masih berstatus mahasiswa, memancing data nasabah melalui link yang dikirimkan lewat email kepada nasabah. "Kronologi pengungkapan tindak pidana yang berujung pada penangkapan keduanya," Ujarnya.

Selanjutnya, Albertus menegaskan semua bermula dari surat yang diterima oleh Direktorat Pidana Siber dari Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian di Australia."Surat tersebut menyebutkan telah terjadi penangkapan dan persidangan terhadap WNI di Australia dengan inisial AS yang dituduh menerima barang pembelian menggunakan kartu kredit milik warga negara Australia. Setelah kita menginterogasi, kami melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa barang-barang itu diminta untuk dikirim ke Indonesia dengan menggunakan beberapa proxy untuk mengaburkan identitas, sampai kita menemukan Dedek di Bandung dan Adhitya di Yogyakarta," tegasnya.

Untuk itu, Albertus menjelaskan Kedua tersangka membeli barang-barang tersebut menggunakan data kartu kredit curiannya. Kemudian, keduanya memanfaatkan AR untuk menerima dan mengirimkan barang belanjaan mereka ke Indonesia.

"Selanjutnya, tersangka AR ditangkap di sebuah asrama di Sleman, Yogyakarta, pada 6 Juni 2018. Sementara itu, tersangka DSC ditangkap di rumahnya, di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal yang sama," jelasnya.

Lebih jauh, Albertus merinci untuk WNI di Australia tersebut, pada akhirnya berhasil lolos dari jerat hukuman, hanya dikenakan denda.

"Saat penangkapan tersangka AR, polisi menyita 1 unit laptop Apple Macbook Pro, 1 buah handphone iPhone 7 Plus, 1 unit CPU, 1 unit router, 1 lembar fotocopy KTP, serta 1 buah kartu ATM," rincinya .

 

Jadi, Alberthus membeberkan sementara barang bukti yang disita dari tersangka DSC, yaitu 1 buah laptop merek MSI GE62, 1 buah iPhone, 1 buku rekening beserta kartu ATM, 1 buah kartu mahasiswa, 1 buah kartu SIM A, 1 buah kartu SIM C, serta 1 buah keyboard."Para pelaku telah melakukan tindakan tersebut selama kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mendapatkan 4.000 data kartu kredit," bebernya.

 

Itu sebabnya,Albertus menambahkan namun, mereka baru menggunakan data kartu kredit curian tersebut sebanyak sembilan kali untuk berbelanja. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai 20.000 dollar Australia.

"Kedua pelaku terancam didakwa pasal berlapis dengan hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar,"tambahnya .(vk)

Wednesday, 29 August 2018 23:49

Polresta Jambi Gagalkan Peredaran Sabu

Written by

JAKARTA((KORANRAKYAT.COM)Polresta Jambi menggagalkan peredaran Shabu dan mengamankan  peredarannya. Ini  dilakukan dan  akhirnya berhasil meringkus UM dengan barang bukti 3,8 kg Shabu.

Kapolda Jambi, Brigjend Pol  Muchlis As ketika dihubungi, Rabu(29/8)2018 mengatakan hari ini Polresta Jambi berhasil menggagalkan peredaran 3,8 kg Shabu." Ini dilakukan Kasat Narkoba Polresta Jambi dilakukan pada Selasa(28/8)2018 melakukan penangkapan seorang tersangka UM dengan barang bukti 3,8 kg shabu yang dikemas," jelasnya.

Selanjutnya,Muchlis menegaskan

kasus ini merupakan  pengembangan dari hasil penangkapan sebelumnya  yang pernah dilakukan  5 kg shabu yang berhasil digagalkan oleh polisi. "Dalam 3 minggu ini polda jambi telah berhasil menggagalkan 19,5 kg shabu sebagai barang bukti," tegasnya.

Untuk itu, Muchlis menjelaskan ini suatu keberhasil karena adanya kerja sama dalam mengejar barang haram yaitu narkotika jenis shabu. " Coba lihat saja ini barang bukti shabu sebanyak 3,8 kg yang dikemas," jelasnya.( vk)

Page 1 of 11

Entertaiment

Face Book Galleries

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni...
      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN...
    SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan