Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Sembilan Orang Ditangkap Buntut Suami Istri  Gagal  Serang  Polres Indramayu
Last Updated on Jul 17 2018

Sembilan Orang Ditangkap Buntut Suami Istri Gagal Serang Polres Indramayu

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan sepasang suami istri yang gagal meledakan bom di Markas Kepolisian Resor Indramayu. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, Senin (16/7)2018 mengatakan...
Suami Istri Bersepeda Teror Mapolres Indramayu
Last Updated on Jul 17 2018

Suami Istri Bersepeda Teror Mapolres Indramayu

      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga pengendara  sepeda motor. Akhirnya polisi  tangkap NH, seorang perempuan berusia 26 tahun di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.              ...
Skor 4-2 Perancis Juara Piala Dunia 2018, Perjuangan Kroasia Jadi Inspirasi  Dunia
Last Updated on Jul 15 2018

Skor 4-2 Perancis Juara Piala Dunia 2018, Perjuangan Kroasia Jadi Inspirasi Dunia

      RUSIA(KORANRAKYAT.COM) Timnas Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga final di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018). Meski sempat tertekan oleh permainan Kroasia, Prancis mampu memperlihatkan kelas dan menjadi juara dunia...
Belgia Juara 3 Setelah Tumbangkan Inggris 2-0
Last Updated on Jul 15 2018

Belgia Juara 3 Setelah Tumbangkan Inggris 2-0

      RUSIA(KRJ.COM) Timnas Belgia berhasil meraih juara ketiga pada Piala Dunia 2018. Keberhasilan tim Eden Hazard ini usai menumbangkan Inggris dengan skor 2-0 di Stadion St Petersrburg, Rusia, Sabtu (14/7/18).      Pembuka gol Belgia, lahir dari kaki Thomas Meunier pada menit ke-4 babak...
KPK Geledah Rumah Dirut PLN  Sofyan Basyir
Last Updated on Jul 15 2018

KPK Geledah Rumah Dirut PLN Sofyan Basyir

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Hanya berselang sehari pasca politikus Golkar  ditetapkan tersangka, KPK langsung menggeledah rumah pribadi Dirut PLN Sofyan Basir di Jalan Taman Bendungan Jatiluhur, Minggu (15/7/2018). Saat ini, proses penggeledahan sementara berlangsung."Iya. Rumah pribadi,"...

World Today

  •  
    Indonesia dan Malaysia Bahas Perlindungan
     
     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri
     

 

 

JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan sepasang suami istri yang gagal meledakan bom di Markas Kepolisian Resor Indramayu.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, Senin (16/7)2018 mengatakan setelah melakukan perlawanan dan mengejar  suami istri."Di Indramayu ditangkap  9 orang. Ini buntut  dua orang yang mau menyerang Polres," ujarnya

           Selanjutnya, Tito menegaskan penyerangan teroris di Surabaya, polisi sudah menangkap lebih dari 200 terduga teroris. Berdasarkan penyelidikan Densus, terduga teroris di Indramayu berasal dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD)." Ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan aksi terorisme. Kepolisian akan mengungkap jaringan teroris dan kelompok radikal, baik yang saling terafiliasi atau tidak.Dua pelaku penyerangan Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/7/2018) dini hari, yang ditangkap merupakan pasangan suami istri," tegasnya

          Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pasangan suami istri tersebut berinisial GL dan AN."Keduanya diduga membawa bom panci, namun tidak meledak. Petugas jaga melepas beberapa tembakan untuk melumpuhkan pelaku," ujarnya.(vk)

 

Tuesday, 17 July 2018 10:01

Suami Istri Bersepeda Teror Mapolres Indramayu

Written by

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga pengendara  sepeda motor. Akhirnya polisi  tangkap NH, seorang perempuan berusia 26 tahun di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

              Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen M Iqbal, Jakarta ketika ditemui di Mabes Polri, Senin (16/7)2018 mengatakan penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut upaya penyerangan Mapolres Indramayu berupa pelemparan yang diduga bom panci pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 03.00 WIB."Saudari Hasanah saat ini sudah diamankan oleh pihak Polres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

           Selanjutnya, Iqbal menegaskan NH diduga sebagai salah satu pelaku pelemparan panci yang diduga bom di Mapolres Indramayu."Bersamaan dengan itu, Densus 88 juga menangkap terduga pelaku lainnya yakni Galuh, yang tak lain suami Nur Hasanah. Akibat melawan, Galuh terpaksa ditembak," tegasnya.

          Untuk itu, Iqbal menjelaskan Pasca penangkapan, terduga pelaku langsung dibawa ke RS Bhayangakara Losarang-Indramayu untuk dilakukan penanganan." Bahwa terduga pelaku yang ditembak Densus 88 dalam keadaan kritis," Jelasnya.

Kronologi

Lebih jauh, Iqbal merinci sebelumnya dua orang terduga teroris menyerang Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/7/2018) sekitar Pukul 03.00 WIB."Keduanya mencoba menerobos pintu penjagaan Polres Indramayu dengan menggunakan sepeda motor. Namun tidak dikenal tersebut melaju cepat menerobos masuk sambil mengejar anggota yang berseragam. Namun, dengan sigap orang tak dikenal tersebut dapat dihindari,"  rincinya.

Jadi, Iqbal menandaskan saat itu polisi yang berjaga langsung menembak ke arah duanya.
"Para pelaku lantas berbalik arah menuju gerbang keluar Mapolres Indramayu dan melemparkan satu panci ke arah penjagaan Polres dan melarikan diri," tandasnya.

Panci yang diduga berisi bahan peledak lantas dilakukan pengecekan oleh Jibom Gegana Polda Jabar. Tak ada ledakan saat kejadian.(vk)

Wednesday, 11 July 2018 09:05

Tersangka Bom Pasuruan Dianggap Tito Pengecut

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Peledakan bom di Bangil, Pasuruan Jawa Timur, Anwardi sebagai pemiliknya pribadi pengecut. Ia memilih kabur dan meninggalkan anaknya menjadi korban. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Senin(9/7)2018 mengatakan terduga pemilik bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur yakni Anwardi sebagai pribadi pengecut."Alasannya, Anwardi lebih memilih kabur dan meninggalkan anaknya yang menjadi korban ledakan tersebut," ujarnya.

        Salanjutnya,Tito menegaskan Anaknya luka,anaknya masuk rumah sakit. "Bapaknya enggak tanggung jawab, pengecut, lari," tegasnya. Untuk itu, Tito menjelaskan seharusnya sebagai orangtua, Anwardi bertanggungjawab terhadap anaknya dan bukan malah sebaliknya."Harusnya tanggung jawab kepada anaknya," jelasnya. Seiring dengan itu Tito menandaskan saat ini anak dari Anwardi tersebut tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit karena luka-lukanya akibat ledakan bom."Anaknya kita selamatkan di rumah sakit. Kita sudah tahu pelakunya, satu teman sudah kita tangkap, kaitannya dengan A. Satu orang ditangkap, akan kita kembangkan," tandasnya.

       Lebih lanjut, Tito merincinya sebelumnya, pada Kamis (5/7/2018) siang sekitar Pukul 11.20 WIB, warga RT 01 RW 01 Pogar Bangil, Pasuruan, Jawa Timur terkejut mendengar ledakan. "Ledakan yang terjadi tersebut diketahui berasal dari bom di rumah kontrakan yang ditempati oleh Anwardi," rincinya. Jadi, Tito menambahkan Anwardi merupakan terduga pemilik bom tersebut, ia diketahui tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Pasuruan." di TKP kemudian terjadi satu kali ledakan sedang. Lalu, berselang waktu 5 menit terjadi ledakan kecil lagi di dalam rumah tersebut.Akibat ledakan itu, seorang anak berusia 6 tahun yang diduga anak dari pemilik bom itu terluka dan kini tengah dirawat di rumah sakit," tambahnya.( vk)

Tuesday, 03 July 2018 01:16

Aktifis 98 Akan Gelar Rembuk Nasional

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.,COM)Sekretariat bersama aktivis 98 akan menggelar rembuk nasional di Monas. Pertemuan ini sudah mendapat respon presiden RI Joko Widodo bersedia hadir. Dalam rembuk ada 5 substansi , salah satunya yaitu pemberian gelar pahlawan reformasi yang gugur dalam aksi tragedi korban Trisakti dan Semanggi 1 dan 2.

Dalam pertemuan, Aktivis 98 siap menggelar rembuk Nasional di Monas , Sabtu (7/7)2018 Hengky Iriawan ketika ditemui disekretariat , Kamis (28/6)2018 mengatakan Kami dari sekretariat bersama rembuk nasional aktivis 98 bersama rakyat untuk menolak melawan intoleransi,radikalisme dan terorisme di Indonesia. "Khususnya hari ini kami ditemani bersama-sama orang tua korban tragedi Semanggi dan tragedi Trisakti  ingat ya 12 Mei 1998 dan 13 November  1998 dan Semanggi II 23 September 2003," ujarnya.

Selanjutnya, Hengky menegaskan Saya perkenalkan sdr Hendro beliau dulu Ketua Senat Trisakti ( Presiden Mahasiswa), Sdr Iwan Sekjend Senat Universitas Trisakti. Ibu Wendri orang tua, adik dari Elang .
Dari Teddy Mardhani , Ibu Maria. Salah satu perwakilan yang tewas pada Semanggi I." Beliau Abdul Wahab adalah Jenderal lapangan memimpin aksi 13 November 1998 Semanggi 1 Abdul Wahab,  Azmi Abu Bakar adalah salah satu simpul aktivis mahasiswa. Dibelakang adalah teman-teman aktivis 98 yang juga mewakili kampus Fendi Mugni dari UKI ,saudara Abdullah Abu Bakar,  Benny Ramdhani dari Kampus Unstrat Manado, Salomo dari ISTN, saudara Pahala kampus Atmajaya," tegasnya.

Untuk  itu, Hengky menjelaskan sebelumnya saya mau menyampaikan bahwa pada tanggal 26 Juni 2018 lalu, Panitia bersama Sudah diterima di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo  disana kami menyampaikan rembuk nasional ini tanggapan beliau sangat baik dimana Beliau Presiden Joko Widodo bersedia untuk hadir pada rembuk nasional aktivis 98 pada pukul.08.00 di Monas 7 Juli 2018 nanti ." Oleh karena itu kami menghimbau rekan-rekan aktivis 98 seluruh indonesia  untum turut hadir menyuarakan agenda-agenda reformasi yang sampai sejauh ini belum berhasil dilaksanakan. Dan hari ini juga kita akan mendengarkan tuntutan bersama dari pada orang tua korban berkenaan dengan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia(HAM) yang sudah sejauh ini kita perjuangkan dan nanti akan ada tuntutan dari kami supaya sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo ingin menyelasaikan kasus ini dan kita harapkan akan mulai nampak bergulir ke depan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu Ibu korban Trisakti  Teddy Mardani, Ibu Maria mengatakan  sudah cukup jenuh saya meninggu 20 tahun tidak ada kepastian. Alhamdulilah sekarang katakan dari almarhum, anak-anak ku sekalian semoga  bisa membangkitkan kembali kasus-kasus 98 ini bisa terungkap dan jangqn.dipandang begitu saja." Begitu saja apa dan kenapa kita tidak tahu dan kemudian ketahuannya ditembak-ditembak sampai -sampai waduh dan saya mohon aktivis 98 ini kita bergabung sama-sama dan sampai salah paham  biar semuanya bisa terungkap," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Maria menegaskan masalahnya kalau tidak ada aktivis 98 seperti sekarang ini kita bebas berbicara, macam-macam, bisa bebas segala-galanya, tapi tidak diperhatikan begitu. Dari relawan 98  mohon bergabunglah supaya bisa terungkap. "Kita semua bergabung supaya terungkap dan pemerintan pun sama-sama mengakui bahwa 98 ini adalah  reformasi . Kami mohon jangan tercerai- berai lagi pada fungsi dan matang. Kami mohon.alhamdulilah sudah bergabung. Bukan kami minta macam-macam tetapi kami minta kepastian dari pemerintah," tegasnya.

Oleh karena itu, Maria menandaskan dan berharap Perjuang kita aktivis 98 tidak sia-sia tetapi ada buktinya ada reformasi kita bebas menyampaikan bebas berbicara, bebas macam-macam tetapi tidak dihargai korban-korbannya,  tidak dihargai loh. Kami mohon.kepada saudara sekalian alumni 98 semoga bisa bangkit kembali memperjuangkan hak-hak kita apa yang mestinya ada kepastian.
"Itulah kita akan membantu penyelesaian kasus hak asasi manusia kasus Tragedi Samanggi 1 dan Semqnggi 2, Kasus Tragedi Trisakti dan Tragedi Semanggi 2 untuk mendapatkan kepastian hukum mendapatkan kepastian dari negara telah terjadi kepastian pelanggaran berat pada saat itu dan teman-teman kami tewas pada saat itu," tandasnya.

Hasil pertemuan  Presiden Joko Widodo .

Hengky mengungkapkan Panitia Rembuk Nadional aktivis 98 kamis 28 Juni 2018 gerak bersama aktivis 98 selaku panitia rembuk nasional 50 Ribu aktivis 98 tidak henti-hentinya berkonsulidasi." Hari ini hitung hari sampaikan sudah H-9 kurang 9 hari lagi panitia rembuk nasional membawa kabar baik dari audensi dengan Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo  Selasa 26 Juni 2018 tepatnya 2018 Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Kami sampaikan beberapa substansi -substansi yang akan dibahas rembuk nasional ," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hengky merincinya Thema tentang lawan intoleransi ,Radikalisme dan Terorisme. 2. Tenrang Pentingnya peresmian Bhenika Tunggal Ika pada tanggal 7 Juli 2018 sebagai hari nasional karena sudah ada 3 pilar.yang lain dijadikan hari nasional ada hari kostitusi, memperingati hari undang-undanga dasar 45, ada hari 17 Agustus sebagai hari lahir NKRI . "Kita juga mengenal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila . Yang belum ada hari lahir Bhenika Tunggal Ika. Maka komunitas bangsa di wakili aktivis 98 meminta harus ada keberagaman nasional  Bhenika Tunggal Ika. Ke 3 penguatan pemberantasan Korupsi di Republik Indonesia.memperkuat perekonomian rakyat berdikari secara ekonomi." 5. Pemberian gelar pahlawan reformasi untuk kawan-kawan aktivis mahasiswa korban tragedi Trisakti,Semanggi 1 dan Semanggi 2. Serta mengungkap kejahatan lainnya di seluruh indonesia," rincinya.

Seiring dengan itu, Hengky menandaskan setelah mendengar substansi hal tersebut Bapak Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo menjawab kesedian beliau untuk menghadiri rembuk Nasional pada tanggal 7 Juli 2018 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Atas kesedian Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo dalam rembuk nasional pantia ucapkanpuji Syukur kepada Tuhah yang maha kuasa. Ucapkan  rasa syukur adalah wujud  dari tahap demu tahap pada rembuk nasional . "Atas kerja keras seluruh panitia baikbditingkat pusat dan di tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota di seuruh indonesia dapat masuk dalam pendaftara on line sudah mencapai 50 Ribu ke ikut sertaan untuk hadir. Ini belum termasuk dalam aplikasi panitia. Kita membuat pendaftara on.line. Jumlah pendaftaran.on.line panitia kamis siang.ini adalah ada 7.664. Total peserta sudah mencapai 57.664 peserta," tandasnya.

Lebih lanjut, Hengky menambahkan sebagai yang tergambar sari tim acara bukan hanya siap ikut rembuk nasional tetapi juga akan berprestasi dalam penyelenggaraan seni yang menggambarkan.bersatu Bhenika Tunggal Ika. Tidak berlebihan kemudian rembuk nasonal bukan hanya ajang merumuskan strategi melawan intoleransi, radikalisme dan Terorisme. Serta membuat semua rekomendasi yang telah disampaika kepada Presiden Republik Indonesia rembuk nasional juga ajang untk mengawasi  ke indonesiaan. "Melihat petugas animo masyarakat terus bertambah apalagi hasil tersisa 9 hari lagi maka jumlah konsumsi yang harus di sediakan untuk peserta juga bertambah maka mulai hari ini melakukan pengumuman pembukaan poskoh logistik di Kemang Utara No.22 yang dialamatkan sekretariat bersama. Kami menerima bantuan logistik bahan makanan, logistik minuman, dan masyarakat luas demi partisipasi masyarakat bersama dengan rembuk Nasional mahasiwa berserta rakyat toleransi, radikalisme dan terorisme di indonesia. Ini.membuktikan perjuanhan kawan-kawan semua tidak perna menjadi alat politik dan kelompok manapun ini adalah perjuangan mandiri murni, gotong royong bersama elemen rakyat yang bahu membahu betsatu melawn.isu-isu bersama," tambahnya.( vk)

 

Wednesday, 27 June 2018 16:24

Polisi Segel Bawang Bombay 670 Ton Impor Asal India

Written by

 

 

MEDAN(KORANRAKYAT.COM) Dirjend Dirjend Perlindungan Konsumen Serahkan  kepada Bareskrim ada dugaan penyimpangan import ilegal bawang Bombay dari India oleh karenanya kasusnya akan diproses .

Wakil Direktur Tindak Pidana  Ekonomi Khusus  Bareskrim Polri,  Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga ditemui di Medan, Senin (25/6)2018 mengatakan rekan-rekan wartawan   Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Negara Kemendag . "Hari kita sudah melihat penyerahan secara resmi untuk penyidikan kasus importasi secara ilegal bawang dari India, boleh dikatakan masa seharusnya yang dikeluarkan ijin import bawang bombay dengan ukuran 5 cm keatas,"ujarnya.

      Selanjutnya, Daniel menandaskan tapi rekan-rekan sekalian menyaksikan didepan kita contoh-contoh bawang yang kita temukan atau pun yang kita bandingkan disini ada bawang yang diameter 5 cm ke bawah." Nah secara kasat mata agak sulit membuktikan kita bahwa bawang yang produksi lokal atau produksi lokal dengan hasil import. Kemudian kita cek secara nyata perbedaan itu ada kalau kita lakukan secara mendalam kalau kita lakukan pemotongan. Lapisan-lapisan bawang lokal dan lapisan-lapisan bawang import ini dari India berbeda hampir mirip sama.  Sulit membedakan dan ukurannya sama keganjilan dan   kekurangan-kekurangan yang kita temukan dalam importasi yang dilakukan  oleh 3 PT ini," tegasnya.

     Untuk itu, Daniel menjelaskan   setelah kita lakukan penyerahan dan kita lakukan penyidikan hukum kami sudah melihat yang dilakukan penyimpangan ijin importasi . Ijin Importasi yang seharusnya 5 cm ke atas tapi kenyataannya kita temukan dilapangan bahwa bawang import ini ada yang ukurannya 5 cm kebawah. "Nah  dapat saya contohkan bagaimana membuktikan dan membedakan mana yang lokal dan mana yang import . Nah rekan-rekan dapat saya contohkan untuk barang lokal ini biasa mempunyai irisan dan dia memiliki umbi lebih dari satu.

    Ini lokal tetapi kalau kita temukan import yang hampir mirip sama besarnya maka umbinya lebih dari satu. Jadi satu putaran saja sementara yang lokal sama yang fur ada sebelah kanan. Nah yang sangat siqnifikan bisa kita lihat jadi sangat jarang kita temukan umbinya lebih dari satu import. Hampir mirip sama merah tetapi jenisnya berbeda," jelasnya.

    Lebih jauh, Daniel katakan yang memiliki satu atau lebih dari satu lingkaran umbi lebih dari satu. Sedangkan kalau kita sayat bawang import ini  biasanya dia hanya satu. Ini rekan-rekan bisa luta lihat secara kasat mata hasil yang kita lakukan." Ya rekan-rekan semenjak hari ini  bahwa kita lakukan penyelidikan kita sudah kumpulkan informasi-informasi  yang diterapkan dan saya lihat dari Bareskrim sudah melakukan pengumpulan informasi dan kita akan lakukan penyidikan sementara kita segel tempat penyimpanan bawang import yang berukuran 5 cm yang kebawah," ujarnya.

Ditempat yang sama,Dirjend Perlindungan Konsumen danTertib Niaga Kementerian Perdagangan. Veri Anggrijono mengatalan 
sebenarnya kasus ini sudah berproses selama dari bulan Mei, kita lakukan dari daerah Dumai , informasi dari Dumai dengan Domisi Perusahaan dari Industri Bahan bawang goreng.; Kita uji kita berikan bahan . Ini kita telusuri dari Dumai dan Pekan Baru . Dari hasil pengawasan kita ini di edarkan di bawa kedaerah Sumatera Utara sehingga patut diduga dari barang yang semestinya sebagai bahan baku di jual sebagai bawang merah konsumsi kita dapati di Medan 3 Perusahaan inisial ada PT SMM, CV LH, UD AL," ujarnya.

Sesuai data, ada  3 Perusahaan, kita dalami di Medan kita temukan 670 Ton yang disampaikan Pak Daniel sepertinya bawang merah dan kalau kita lihat secara kasat mata agak sulit kalau kita sudah lakukan memotong ada perbedaan bawang bombay dengan bawang merah. "Nah kalau ditanyakan kenapa di musnakan ini peraturan Kementerian Perdagangan, ini  dalam pemberlakuan selain sanksi pidana dan ini di aturan kita ada saksi administrasi dan ada sanksi Pidana," tegasnya.(vk)

 

 

 

MEDAN(KORANRAKYAT.COM)   Amankan aksi import bawang merah bombay selitar 670 Ton asal import yang diduga tidak memenuhi ketentuan di dua gudang di Wilayah Sumatera Utara,Senin (25/6)2018. Akhirnya Kementerian Perdagangan bersama Bareskrim Polri meninjau

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan,Veri Anggrijono ditemui di Medan, Senin,(25/6)2018 kepada wartawan mengatakan Saya bersama Kabareskrim Polri yang diWakili oeh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Polri, Daniel Tahi Monang Silitonga. " Kegiatan ini merupakan hasil pengembangan dari kegiatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Tertib Niaga bekerjasama dengan Direktoret Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim MabesM Polri " ujarnya.

Selanjutnya, Veri menegaskan  bawang Bombay merah import tersebut telah  diamankan karena diduga terjadi pelanggaran ketentuan import sebagaimana di atur di dalam keputusan Mentri Pertanian Nomor 105 Tahun 2017 tentang Karakteristik Bawang Bombay yang dapat diimport yaItu bawang dengan ukuran umbi minimal  5 cm." Pengamanan dilakungan agar bawang tersebut tidak mendistorsi pasar bawang merah lokal," tegasnya.

Untuk itu, Veri menjelaskan selain ketentuan dalam Kepmentan tersebut,juga importir juga dapat diduga melanggar ketentuan dalam Permendag No.16Tahun 2018. Tentang Perubahan ketiga atas Permendag No.30/Mendag/PER/5/ 2017 tentang ketentuan impor produk Holrikoltura." Apabila dugaan tersebut dapat dibuktikan setelah penggembangan pemeriksa, maka pelaku usaha dikenakan sanksi administratif berupa penarikan barang dari peredaran dan pemusnaan serta  dikenakan pencabutan Persetujuan Imort( PI) dan.angka pengenal Import( API) terhadan impotir tersebut, " jelasnya.

Jadi, Veri menandaskan kegiatan hari ini merupakan implementasi dan nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Polri dalam meningkatkan pengawasan  dan penegakan hukum di bidang Perdagangan" Kemendag akan bertindak tegas dan tidak akan memberikan kompromi bagi pelaku Usaha yang tidak taat atau menyalagunakan aturan yang ada." Kemendag jug akan terus meningkatksn koordinasi dan kerjasama antar lembaga terkair dalam hal pengawasan di lapangan sebagai bentuk usaha perlindungan konsumen dan peninfkatan tertib niaga," tandasnya.( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Antisipasi  ancaman dari teroris, akhirnya Polri menangkap empat orang terduga teroris pada Selasa (19/6/2018). Keempatnya ditangkap di dua tempat berbeda: Bandung, Jawa Barat dan Kebumen, Jawa Tengah diduga dari jaringan JAD.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat( 22/6) 2018 mengatakan, kepolisian masih mendalami keterlibatan empat orang tersebut dalam kegiatan terorisme. ;Diduga, keempatnya terkait dengan kelompok sel Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan dari hasil pengungkapan ada dugaan keempatnya tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Dua kelompok tersebut terafiliasi dengan ISIS."Itu JAD. Pasti mereka yang ditangkap ada kaitannya dengan kasus-kasus lalu," ujarnya.

Untuk itu,Setyo menjelaskan  penangkapan keempatnya merupakan pengembangan dari kasus-kasus sebelumnya. Akan tetapi, ia tidak menyebut secara terperinci mengenai kasus yang dimaksud." Dari keempat orang yang diamankan tersebut berinisial R, MN, F, dan FT alias FM. Mereka melakukan komunikasi dengan menggunakan media sosial Telegram," jelasnya.

Lebih lanjut. Setyo menandaskan ada sejumlah barang bukti yang disita dari para terduga teroris yang diamankan, antara lain dompet berisi KTP, sejumlah uang, dan ponsel."Adapun saat ini Densus 88 Antiteror tengah melakukan pendalaman terhadap pada terduga teroris yang ditangkap itu," tandasnya.( vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT) Digelar operasi ketupat yang akan mengawal pengamanan arus mudik dan balik hari ini,Kamis(7/6) 2018  mulai dilakukan yang dilaksanakan 177 Ribu gabungan baik Polri, TNI dan instansi terkait baik ada dipusat dan diderah .Ini dilakukan dengan focus apda 10 Titik hingga 760 KM di Surabaya.

 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui usai membuka diksusi FGD Mabes Polri, kamis(7/6) 2018 mengatakan mulai hari ini  Kamis (7/6)2018 sudah mulai operasi ketupat 2018 , dimana melibatkan 177 .000 lebih personil Polri, TNI maupun dinas terkait yang akan melaksanakan operasi pengamanan arus mudik dan  balik.”  Ada 10 titik yang diidentifikasi oleh Kakorlantas dan ini menjadi konsen pengamanan diantaranya ada eksit di Semarang, kalua kita tahu 2015 ada breksit yang sekarang sudah tol sudah sampai Semarang dan sekarang sudah tembus ke Surabaya 760 KM,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan hanya berapa penggal masih menjadi di persiapkan kementerian PUPR. Disitu masih kemungkinan adanya untuk siang hari saja.” Kalau memang ini nanti hari Sabtu(9/6) saya dengan Asop Polri akan melakukan pemantauan melalui Udara ke Jawa tengan maupun Jawa Timur . Selain itu juga perlu pengamana terhadap kejahatan konvesional terutama  di rumah-rumah kososng dimana khusus Polda Metrojaya kita  tahu hampir 19 Juta pemudik sebagian besar dari Jakarta dan sekitarnya,” tegasnya.

 

Untuk itu, Setyo menjelaskan Oleh sebab itu pengamana terhadap rumah kosong dan pengamana terhadap kendaraan mereka yang ditinggalkan atau motor-motor disiapkan di tempatkan satu tempat apakah di Kelurahan , diKecamatan dan atau di Polsek itu kemudian dijaga oleh anggota. ‘Itu semoga mereka tidak melakukan mudik dengan melakukan motor yang diharapkan oleh pemerintah menggunakan angkutan Moda Transportasi massa seperti bus, kereta Api, atau mau mengunakan kapal lau yang sekarang menjadi alternative yang pentingjangan menggunakan  sepeda motor,” jelasnya.

 

Lebih jauh, Setyo menandaskan Karena dengan sepeda motor itu tidak dirancang perjalanan jauh dengan beban yang berlebihan ya. Kalau pun mau naik kapal sepeda motor dapat naik kapal itu yang lebih alternative menjanjikan karena dikampung  nanti jalan-jalan mau naik apa kalua bukan naik motor,” tandasnya..

 

Antisipasi para mudik menggunakan motor?  Kita sudah trkan terus dan moga-moga dan kita tidak bias menekan semakisimal mungkin. Artinya silakan naik motor dan motornya baik truk dan orangnya naik bis. Ada dua alternative lainnya naik krerta api dan orangnya naik bis dan lebih layak.

 

Antisipasi yang dilakukan menjaga keamana ancaman Teroris? Pak Kapolri sudah menyatakan kita siapkan sekarang setiap polda ada 1 tim antiterror,  dimana ini mengantisipasi terror dan mengawasi sel-sel yang kita ketahui. Ini yang harus kita antisipasi dan tentu kita tidak bekerja semdiri . Kita bekerjasama dengan semua stecholder baik TNI, BIN,Pemerintah Daerah Setempat.

 

Titik mana saja keamanan aksi terror? Kita tidak menyebutkan spesifik , kita tahu semua Polda ada sel-sel dimana 34 Polda  ini sel kita antisipasi yang penting dia jangan samaoi bergerak itu saja yang kita antisipasi.

 

Upayaa mendeteksi dini? Deteksi dini untuk terorisme ,satgas Anti terror dibentuk  di supervise oleh Densus 88  teridiri dari satker-satker yang ada diPolda diminta oleh bapak Kapolri untuk mendeteksi dan mengantisipasi. Kalau pun sudah ada indikasi mereka akan melakukan aksi harus dicegahsupaya tidak timbul korban yang banyak.

 

Himbau kepada masyarakat?  Pertama tentunya kami dari Kepolisian menghimbau kepada masyarakat  dan para saudara-saudara  kita yang akan  mudik. Pertama tidak menggunakan motor.Kalau pun mau menggunakan motor , saya katakan tadi motor naik Kreta api atau naik di truk duluan, kemudian orangnya naik bus. Kalua nanti tanggal 11 Juni dan 12 Juni nanti boleh truk didapatkan, diangkut kreta api harus lewat, Kret api satu  mereka  naik kapal laut. Kedua , agar hati-hati jangan langsung perkara karena  ada dan agar tidak kendaraan .

Kemudain mendapat kan makanan dan minuman terhadap tetangga yang tidak pulang ada pada di daerah sembarangan yang itu berujung kepada kejahatan di Bius. Karena banyak kejadian dan belajar dari tahun lalu maka ini harus diantisipasi. Ketiga, ketika meninggalkan rumah ya dikunci dan kemudian dititpkan ke Pak RT atau warga yang tidak pulang  dan jangan lupa setelah meninggalkan rumah. Gas dimatikan, air  yang lain dimatikan listrik juga dimatikan secukupnya mereka tidak ada hal -hal yang tidak mau lakukan.(vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Setelah menangkap  bandar Nazrkoba. BNN lakukan Pemusnahan sejumah barang bukti Sabu sebanyak 31,6 gram, ekstasi 5.576 butir dan katinon 67,94 Kg. yang dieroleh dari bulan Matet hingga April.Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Heru Winarko di BNN,Cawang Jakarta Timur,Rabu (30/5) 2018  mengatakan pihak BNN melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 31,6 gram, ekstasi 5.576 butir dan katinon 67,94 Kg. “Pemusnahan barang bukti tersebut dari empat kasus tindak pidana narkotika yang diungkap BNN pada Maret sampai Apr il 2018,” ujarnya.

 Heru menegaskan dari total barang bukti yang disita 31,7 gram shabu, 5961 butir ekstasi, dan 68 kg katinon telah disisihkan 85 gram shabu, 385 butir ekstasi, dan 60 gram katinon .”Ini dilakukan untuk kepentingan laboratorium dan pembuktian perkara,  Heru menjelaskan dari empat kasus narkotika yang diungkap, semuanya menggunakan modus operandi berupa paket.” Itu sesabnya dari sisa sejumlah barang bukti di musnakan, “ jelasnyaSementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) BNN Kombes (Pol) Sulis mengakui pemusnahan barang bukti narkotika oleh BNN dilakukan sebagai bentuk menjalankan amanah Undang-Undang Narkotika No.35 tahun 2009 yang tertuang dalam pasal 91 dan pasal 92. “Sebagai bentuk akuntabilitas barang bukti asli disita dari penyitaan sampai pemusnahan tidak berubah,” ujarnya.

 

Dalam pemusnahan itu, turut hadir perwakilan Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat, beserta jajaran dalam proses pemusnahan barang bukti narkotika.  Seiring dengan itu dilakukan pengungakapan kasus ini, awalnya petugas mencurigai empat paket yang diduga berisi narkotika. Petugas kemudian memeriksa paket tersebut. Hasilnya, ditemukan tablet dalam masing-masing paket. Pada paket pertama ada 3.080 butir tablet, di paket kedua ditemukan 3.163 butir tablet, paket ketiga terdapat 2.993 tablet, dan paket keempat 3.268 tablet. Tablet tersebut setelah diuji di minilab Bea Cukai Soekarno Hatta positif ekstasi.

Paket-paket itu rencananya akan dikirimkan ke Cikarang, Bekasi; Bogor dan Bandung. BNN dan DJBC kemudian melakukan controlled delivery dua paket barang kiriman tersebut ke Bogor dan Cikarang. Untuk dua paket sisanya, DJBC dan BNN berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandung. Pengembangan di Bogor dimulai pada 2 April 2018. Adapun dari hasil controlled delivery di Sukajadi, Bandung, petugas berhasil mengamankan seseorang yang mengambil paket tersebut berinisial TL pada 2 April 2018. Petugas juga mengamankan TL dan RWS. Mereka mengaku diperintah seseorang berinisial T alias JN untuk menitipkan barang di rumah LP dan RWS yang nanti akan diambil YH. YH sebelumnya ditangkap di Cikarang. T alias JN adalah orang yang sama yang memerintahkan YH ke Cikarang dan Bandung. Baru Melalui modus ini, mesin sinar-X akan melihat narkotika yang ditempelkan sebagai satu kesatuan dengan dinding kardus.Selain itu, petugas juga menemukan modus pengiriman ekstasi yang dimasukkan ke dalam tabung spiker sejumlah 997 butir. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Padal 132 ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Vk)

 

 

Wednesday, 30 May 2018 20:21

Polri Kembali Mendata WNI Yang Pulang dari Turki

Written by

 

JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) - Kepulangan warga negara Indonesia(WNI) dari sejumlah negara baik dari Turki dan lainnya meskipun Undang-undang Antitrroris sudah disahkan oleh DPR , Polri memiliki tugas untuk mendata WNI. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal ditemui di Mabes Polri, Rabu (30/5) 2018 mengatakan, kepolisian mendata warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari sejumlah negara pasca UU Antiterorisme disahkan oleh DPR. "Kemarin sudah ada yang kembali dari Turki kalau enggak salah, langsung didata," ujarnya.

            Selanjutnya, Iqbal menegaskan dengan disahkannya UU Antiterorisme, Polri kini bisa melakukan upaya paksa untuk mendata WNI yang pulang dari luar negeri.”Sementara untuk penangkapan terduga teroris, Polri baru akan melakukannya bila sudah memiliki bukti yang cukup,” tegasnya.

 Iqbal menjelaskan tentu bukti tersebut terkait dengan keterkaitan WNI tersebut dengan organisasi terorisme.Kalau bukti sudah jelas, kami lakukan upaya proses hukum. “BNPT ada tugasnya, Polri juga ada tugasnya, TNI juga.Tetapi nanti diatur siapa paling depan, siapa melakukan proses hukum, dan melalukan penindakan. Tapi kalau pencegahan semua stakeholders yang ada termasuk masyarakat agar tidak ada ruang aksi terorisme," jelasnya.

            Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian langsung memberikan peringatan kepada organisasi teroris pasca disahkannya RUU Antiterorisme menjadi undang-undang. Undang-undang Antiterorisme yang baru memberikan ruang kepada pemerintah untuk dapat mengajukan suatu organisasi sebagai organisasi teroris ke pengadilan."Organisasi ini tidak hanya korporasi badan hukum tetapi juga yang tidak berbadan hukum, artinya civil society," ujarnya.

            Disamping itu, Tito menandaskan nanti kita ajukan JAD (Jamaah Ansharut Daulah), JI (Jemaah Islamiyah), yang kita anggap selama ini organisasi teroris," Setelah ada keputusan pengadilan, Polri tidak harus menunggu anggota organisasi itu melakukan teror untuk menangkapnya,” tandasnya.Sepanjang seseorang menjadi jaringan kelompok organisasi teroris yang sudah ditetapkan pengadilan, maka Polri bisa melakukan proses hukum pidana.(Vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Ada surat berlogo  Organisasi Masyarakat yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pengusaha , asal tak memaksa dan lakukan kekerasan tidak ada masalah. Karena perusahaan memiliki CSR yang harus diberikan pada masyarakat.

Kepala Biro Perangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbalditemui di Mabes Polri, Senin(28/5 ) 2018 mengatakan dan memastikan, Polri akan menindak tegas ormas yang memeras masyarakat untuk meminta jatah tunjangan hari raya (THR)."Tidak boleh ormas meminta sesuatu dengan paksa, misalnya kalau tidak (dikasih) dipecahkan kacanya, kami akan menindak itu," ujarnya

Selanjutnya, Iqbal menegaskan  polisi telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya permintaan THR oleh salah satu ormas. Namun permintaan itu tak ada unsur paksaan..”Untuk mengantisipasi adanya permintaan paksa yang meresahkan masyarakat, Tentu kepolisian di wilayah akan merangkul ormas,” tegasnya.Untuk itu, Iqbal menjelaskan tjuannya, memastikan ormas tidak memeras masyarakat atau pihak lain.

"Maka dari itu kami mendorong kepolisian setempat merangkul mengimbau agar tidak ada hal-hal yang bersifat memaksa. Kami akan memproses kalau memaksa apalagi ada perbuatan kekerasan di situ,"jelasnya. Dari pantauan yang ada sebelumnya, beredar surat mengatasnamakan ormas FBR Jakarta Barat memohon untuk bisa mendapatkan THR Idul Fitri kepada perusahaan-perusahaan. Dalam surat tersebut disebutkan edaran telah dilakukan setiap tahunnya.

            Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, H. Mudjamil, mengatakan surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) yang beredar atas nama wilayahnya tidak benar. "Enggak benar. Oknum itu. Saya tidak pernah menyuruh organisasi untuk anggota seperti itu," ujarnyaMudjamil menegaskan dalam sistem kerja organisasi FBR tidak ada perintah memohon bantuan THR setiap tahunnya. “ Hal tersebut hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan FBR,”tegasnya (vk)

 

 

JAKARTA( KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi aksi teroris yang terus mengacam dan juga mengancam  Polri, diharapkan kembali kegiatan wajib lapor di tingkat RT bisa diaktifkan lagi. Hal ini dinilai penting untuk membantu Polri melakukan deteksi dini keberadaan para teroris.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Rabu(23/502018 mengatakan, pemberantasan terorisme harus melibatkan stakeholder di luar polisi, termasuk para ketua RT di masyarakat. "Contoh salah satunya adalah yang sudah tidak kita lakukan adalah kewajiban wajib lapor di tingkat RT," ujarnya.

     Selanjutnya, Setyo menegaskan  Itu sekarang sudah banyak tidak kita lakukan sehingga ini menyulitkan bagi petugas untuk melakukan deteksi dini.” Polri yakin bila wajib lapor itu kembali diaktifkan dan peran ketua RT ditingkatkan, maka hal itu akan sangat membantu Polri,”tegasnya..

    Untuk itu, Setyo menjelaskan bila ada warga tak dikenal dan tak melapor, ketua RT bisa langsung melapor ke polisi. "Coba kalau RT semua tahu bahwa ada orang yang nginep di sini, satu malem namanya ini, ini, ini, pasti kami akan deteksi lebih baik lagi," jelasnya.

     Jadi, Setyo menambahkan seperti diketahui berbagai aksi teror belakangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang dinilai tertutup dengan masyarakat sekitar.” Di sanalah peran masyarakat menjadi penting untuk melaporkan orang-orang yang memiliki aktivitas mencurigakan di lingkungan tersebut,”tambahnya. (vk)

Sunday, 27 May 2018 13:25

Dua Tour Travel Kembali Ditelisik Bareskrim

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)  menggali  kasus dua travel umroh, yakni PT Azizi Travel and Tour dan Abu Tours. Keduanya dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran gagal memberangkatkan para jamaah, yang jumlahnya hingga ribuan.

       Wakil Direktur Tindak PIdana Umum(Wadirtipidum) Bareskrim,Kombes Pol Panca ditemui di Bareskrim Polri, Jumat ( 25/5)2018 mengatakan Azizi lagi proses, yang di Makassar (Abu Tours) masih terus dalam proses.” Keduanya dilaporkan ke kepolisian lantaran gagal memberangkatkan para Jamaah yang jumlahnya ribuan,” ujarnya

        Selanjutnya, Panca menegaskan berkaca dari kasus First Travel, kepolisian langsung cepat menindak kasus-kasus serupa. Sebab, kasus ini menelantarkan para jemaah yang sudah susah payah mengumpulkan uang untuk beribadah, namun gagal diberangkatkan. "Saya pribadi, direktur, pimpinan melihat itu menyentuh langsung masyarakat. Orang susah mengumpulkan uang, niatnya mau ibadah," “ tegasnya.

       Panca menjelaskan mengungkapkan, pihaknya langsung mengambil tindakan begitu kasus tersebut dilaporkan, bahkan jika ada kasus serupa yang kembali muncul.” Ini dilakukan sehingga segera dapat diketahui sesuai dengan laporan yang ada,’ jelasnya.

     Hingga kini, Polda Sulawesi Selatan telah menetapkan CEO PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) Hamzah Mamba sebagai tersangka dalam penipuan dan penggelapan dana 86.720 jemaah umrah Abu Tours senilai Rp 1,8 triliun. Kemudian, aparat juga menetapkan mantan Manager Keuangan Abu Tours berinisial MKS (40) sebagai tersangka.

       Adapun Azizi Tour gagal memberangkatkan sekitar 2.000 jemaah selama periode Oktober 2016-Januari 2017. Perusahaan yang berkantor pusat di Medan itu mematok biaya perjalanan dengan harga standar.Namun, tetap saja perusahaan itu tak kunjung memberangkatkan jemaah.

 Pada 2016 lalu, HJ Cut Mega Putri, pemilik Azizi Tour dan Travel, menyatakan penundaan keberangkatan calon jamaah umrah yang mempercayakan perjalanan pada agennya disebabkan oleh masalah pada sistem visa prabayar di Jakarta. (vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Ada tudingan miring terhadap  serangkaian aksi teror di Tanah air ada ledakan bom di Surabaya yang terjadi di tiga lokasi di Gereja menimbulkan prokontra yang menyebutkan ini rekayasa. Oleh karena itu Polri meminta bukti kepada siapapun yang menuduh bahwa serangkaian aksi teror di Tanah Air belakangan ini, adalah rekayasa. Polisi akan menindak siapapun yang melontarkan tuduhan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjend Po Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Senin(21/5)2018 mengatakan Kalau ada yang bilang rekayasa, sutradara sehebat apapun dari Hollywood, tidak bisa merekayasa kasus (kerusuhan) Mako Brimob, (kasus bom bunuh diri) Surabaya, Sidoarjo, Riau. "Polri minta bukti siapapun yang menyampaikan bahwa itu (kasus teror) rekayasa. Mana buktinya?" ujarnnya.

          Selanjutnya, Muhammad Iqbal menegaskan beberapa netizen telah ditangkap oleh polisi karena menuliskan ujaran kebencian dan fitnah di media sosial terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi dalam sepekan terakhir. “Polri menyesalkan pihaknya dituduh merekayasa sejumlah kasus teror di Indonesia. "Kebebasan mengemukakan pendapat berbeda dengan menyatakan 'hatespeech' (ujaran kebencian). Polri tidak nyaman dengan cap rekayasa. Siapapun yang menyebutkan rekayasa, kami tunggu buktinya," tegasnya.

           Untuk itu, Muhammad Iqbal menjelaskan sejumlah pihak, terutama di media sosial, menuduh adanya rekayasa dalam serangkaian aksi teror belakangan ini. “Polisi akhirnya menangkap dan menetapkan tersangka beberapa orang,” jelasnya.

        Lebih jauh, Iqbal merincinya pada Minggu (13/5/2018) pagi, tiga gereja di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. “Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka,”rincinya.

 

          Oleh karena itu,Muhammad Iqbal menandaskan Kemudian, terjadi penyerangan kelompok teroris di Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pagi. “Polisi berhasil menembak mati empat teroris yang terlibat dalam penyerangan itu. Namun, seorang polisi anggota Polda Riau, Ipda Auzar gugur akibat ditabrak mobil pelaku,” tandasnya.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Polri Memberikan perhatian bagi Keluarga anggota  yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Sebanyak enam orang perwakilan keluarga menerima bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

            Dalam Sambutan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian , Jumat 18/5)2018 mengatakan bantuan tersebut merupakan tali asih kepada keluarga anggota Polri yang gugur dalam tugas. "Kita tahu dalam beberapa waktu ini banyak anggota kita yang gugur dalam tugas," uajrnya.

            Selanjutnya,Tito menegaskan sebanyak enam polisi yang gugur di Mako Brimob telah menerima kenaikan pangkat luar biasa. Akan tetapi, imbuh dia, keluarga yang ditinggalkan pun harus dipikirkan. “Adapun bantuan rumah kepada keluarga anggota Polri yang gugur di Mako Brimob tersebut adalah bantuan dari donatur. Tak menyebutkan identitas donatur lantaran alasan keamanan.

"Rumah ini dari donatur yang peduli dan simpati kepada anggota Polri yang gugur. Banyak yang ingin bantu, tapi tidak disebutkan namanya karena terkait keamanannya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan banyak pihak yang ingin membantu keluarga anggota Polri yang gugur dalam tugas, baik berupa perumahan, biaya hidup, dan bantuan lainnya. Sampai sekarang Polri sedang mengumpulkan bantuan-bantuan untuk kemudian disalurkan. Bantuan juga akan mengalir kepada anggota Polri yang mengalami luka-luka dalam peristiwa teror beberapa waktu terakhir.

Bantuan ini diberikan kepada perorangan anggota karena simpati dan berterima kasih kepada anggota Polri yang telah berani mempertaruhkan diri kepada negara dan bangsa. "Bantuan akan diserahkan ke keluarga," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan adapun keluarga yang menerima bantuan rumah adalah keluarga dari Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Iptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.”Selain itu, keluarga Aipda Luar Biasa Anumerta Marhum Prencje yang menjadi korban penikaman teroris di sekitar Mako Brimob juga menerima bantuan rumah,” tandasnya. (vk)

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 9

Gaya

Face Book Galleries

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan...
      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga...
      RUSIA(KORANRAKYAT.COM) Timnas Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan...
      RUSIA(KRJ.COM) Timnas Belgia berhasil meraih juara ketiga pada Piala Dunia 2018. Keberhasilan tim Eden...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Hanya berselang sehari pasca politikus Golkar  ditetapkan tersangka, KPK langsung...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 biasa dikenal Hari Bhayangkara di gelar di...
    JAKARTA(KORANRAKYAT,COM) - Hadiri perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 di Istora Senayan ,Rabu(11/7) 2018...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Akibat viralnya kelakuan  pemukulan yang dilakukan AKBP M Yusuf  di tokonya dan...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Peledakan bom di Bangil, Pasuruan Jawa Timur, Anwardi sebagai pemiliknya pribadi...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Pada acara rembuk Nasional digelar di Kemayoran oleh aktivis 98 , usulan para korban tragis...