Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin
Last Updated on Dec 09 2017

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang, dan pariwasata Jawa Timur atau Exchange Center Jatim di European Trade Center, Tianjin (ECJT) Tiongkok. Pembukaan ini menandai ditempatinya lokasi baru ECJT Jawa Timur dari...
Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang  Jadi Panglima TNI
Last Updated on Dec 09 2017

Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang Jadi Panglima TNI

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.   Hadi Tjahjanto dilantik...
Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme
Last Updated on Dec 09 2017

Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme

BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti radikalisme. Kapolres Banjar, AKBP Pol Takdir Mattanete , Selasa (28/11) 2017 mengatakan  jadi Polres Banjar  baik kita ini yang  adalah kegiatan rutin yang kita lakukan baik...
Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam
Last Updated on Dec 09 2017

Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu wartawan di Timika yang diduga dilakukan 6  oknum anggota Sabhara . Kasusnya  diproses Propam dan dilimpahkan ke Bareskrim.Sedangkan  6 oknum itu juga laporkan wartawan terkait UU...
Di Banjar Polisi Urusi Pertanian
Last Updated on Dec 09 2017

Di Banjar Polisi Urusi Pertanian

  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka  diawali dengan setengah hektar hingga 8 Hektar dengan modal awal gaji sendiri selama 3 bulan. Kini sudah ada 5 Kelompok tani yang anggota 120 orang.           Kapolres...

Seputar Dunia

  •  
    Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator

     

    MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama

     
Saturday, 09 December 2017 02:39

Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme

Written by

BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti radikalisme. Kapolres Banjar, AKBP Pol Takdir Mattanete , Selasa (28/11) 2017 mengatakan  jadi Polres Banjar  baik kita ini yang  adalah kegiatan rutin yang kita lakukan baik ditingkat Kabupaten dalam hal ini adalah Polres melakukan  Forum Grop Discotion(FGD)   juga selain juga ditingkat Kabupaten sebenarnya  pada tingakat level Provinsi dan yang paling sering di level Polsek atau Kecamatan ini lebih menyentuh karena langsung melibatkan tokoh-tokoh masyarakat ,tokoh agama bahkan bahkan sampai pada pengurus-pengurus masjid. “Jadi Babin-babin langsung bersentuhan dengan para masyarakat. Kegiatan ini terus kita dengungkan dan terus kita lakukan bahkan  spanduk kita sebarkan sampai kepelosok-pelosok dan kita bagaimana caranya dengan berbagai caranya bisa benar-benar menyakinkan bahwa NKRI adalah harga mati ini adalah yang kami selalu laksanakan,” ujarnya.

 

        Jadi pemetaan disini walaupun disini terbilang kecil, Takdir menegaskan disini kota Martapura Kabupaten Banjar disebut sebagai kota Serambi Mekah  kota Santri,disini kita selalu menyampaikan bahwa paham-paham radikalisme ini  tidak identik dengan satu agama. “Jadi radikalisme bisa siapa saja bisa menjadi bibit dan menimbulkan paham radikalisme . Dengan pesantren sekolah-sekolah ini kita tangkal sejak dini mulai dari anak-anak bahwa kegiatan-kegiatan paham radikalisme bias melalui dalam bentuk apa saja. Ini yang paling kita sering rangkul tokoh-tokoh agama,tokoh-tokoh masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk bisa menangkis paham radikalisme karena kita walaupun kota aman tetapi kita tidak boleh understimit kita tetap harus waspada. Itu yang selalu kami lakukan,” tegasnya.

 

          Menyinggung Potensinya, Takdir menejaslan sampai saat ini alhamdulilah potensi untuk paham radikalisme semua ini kita nyatakan misalnya bibit radikalisme tidak kita temukan dan kita berharap kota Banjer selalu dalam keadaan aman.” Namun tetap saja waspada dan terus bekoordinasi dengan masyarakat secara baik,” jelasnya.

 

       Ditempat yang sama, Wakil Ketua Satgas BNPT, Didit Aliasyah Mahadi : FKPT adalah kepanjangan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris(BNPT) program-program yang dilaksanakan dalam upaya pencegahan pahan radikalisme dan terror pertama kita lakukan sosialisasi. Kemudian bersinergi dengan aparat keamanan, dengan Polda , Korem ,dengan Kabinda dan dengan aparat keamanan lainnya.” Kegiatan kita yang riil ditahun 2017 adalah ada beberapa   kegiatan kita sosialisasi kepada masyarakat melalui tokoh masyarakat, tokoh pemuda  dan kemudian kepada Alim Ulama, Kepala Desa, Tokoh-tokoh Pemuda dan Wanita,” ungkapnya.

 

        Didit menandaskan  dalam rangka untuk dalam rangka seni budaya ,ekonomi Kita meibatkan para pemerhati seni upaya kita merangkul supaya membangun untuk mengantisipasi terhadap paham radikalisme dan terorisme. “Tadi kita baru melakukan kerjasama dengan UNLAM ,UIN,  RRI dan TVRI untuk pencegahan paham radikal ini. Begitu juga BNPT membentuk di Kalimantan Selatan ini ini aaclah duta damai, dimana Duta Damai ini kontra propaganda di dunia maya untukmembanjir kontain-kontain positif untuk  antisipasi terhadap berita-berita Hoax,” tandasnya.

 

           Seiring dengan itu, Dewan Kemakmuran Masjid Salita, Holid Achmad Talib  menegaskan  kami dari pengurus Masjid Salita Soleh sebagai ketua Radio Gema Madina berada dI Kabupaten Banjar dan kami senang sekali diadakan Forum Group Diskusi sebagai Forum Silaturahmi aparat Kapolres Banjar dan kemudian dari Kesbangpol Provinsi juga dari seluruh Jajaran pemerintahan di Kabupaten Banjar ini merupakan sesuatu yang membahagikan bagi kami karena berkaitan dengan NKRI. “Ini kami dari Masjid pada Dai Ustad dan kami juga menyuarakan di radio untuk menjaga umat  islam ini terhidar dari namanya paham-paham rerorisme,” tegasnya.

 

          Jadi, Holid menjelaskan  Kami terus mejelaskan sesuai dengan alquran dan alsuna bagaimana rasululah mencontohkan agar umar islam patuh dan tunduk pada pemerintah yang khusus di Indonesia adalah Pemerintah Republik Indonesia. “Jadi kita bersama-sama menjadi Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia dan khsususnya umat islam di Indonesia. Dan Forum ini membahagiakan bagi kita selalu pengurus masjid dan seluruh Kabupaten Banjar kami berterima kasih bagi jajaran Kapolres Banajar, Kesbangpol Porvinsi dan seluruh yang sudah mengundang kami,”  jelasnya. (vk)

 

 

 

Saturday, 02 December 2017 10:27

WAKAPOLDA KALSEL ANTISIPASI TERORISME

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi prioritas pihak keamanan pasalnya pulau kalimatan menjadi pintu masuk. Seiring dengan itu terus dilakukan pendekatan dan dialog dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemeritah daerah sehingga masyarakat paham yang mampu melakukan penangkalan secara cepat sehingga dapat berakitifitas secara aman.

        Wakapolda Kalimantan Selatan , Kombes Pol Nasri SIK ketika ditemui di Mapolda Kalimantan Selatan, Selasa(28/11) 2017 mengatakan sebagai gambaran , saya perlu gambarkan kondisi Provinsi Kalimantan Selatan dimana Provinsi Kalsel posisinya cukup strategis di Pulau Kalimantan karena berada ditengah- tengah pulau Kalimantan yang langsung berbatasan dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.” Disamping itu juga infrastruktur di Kalimantan Selatan ini cukup lengkap, dimana tersedia sarana transportasi udara ada tiga transportasi udara di Banjarmasin, Tanah Bumbu dan Kota Baru. Dimana   sarana transportasi dimungkinkan juga dapatkan dimanfaatkan untuk keluar dan masukannya orang ke Wilayah Kalimantan Selatan,”ujarnya.

           Selanjutnya, Nasri menegaskan disamping itu sarana transportasi laut juga cukup banyak ada 3 pelabuhan resmi dan ditambah dari pelabuhan-pelabuhan industri ,kebun kemudian ,industri  pertambangan cukup banyak, kemudian juga ada banyak pelabuhan tikus masyarakat ini juga dapat dijadikan orang untuk keluar masuk di pantai Kalimantan Selatan. “Selain  itu sarana transportasi darat karena perbatasan Kalimantan Timur  dan Kalimantan Tengah juga cukup bagus infrastrukturnya itu juga dapat di jadikan sarana transportasi orang masuk keluar dari Kalimantan Selatan,” tegasnya. 

           Untuk itu, Nasri menjelaskan kemudian selain itu juga karena kalau dilihat secara geografis cukup luas kawasan hutan cukup luas ,kawasan kebunnya cukup luas. Kenapa saya gambarkan ini karena desa banyak juga dalam kawasan hutan  dan kawasan perkebunan sangat jauh sehingga sulit untuk memantau kegiatan di masyarakat tersebut. “Dari kondisi ini kita melihat pengaruh dari luar adanya konflik di Mawardi Filipina yang dimana tidak menutup kemungkinan kelompok ISIS yang sudah terdesak disana lari dan melarikan diri sembunyi di Pulau Kalimantan melalui dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan masuk ke wiilayah Kalimantan Selatan. Kemudian juga dengan adanya kegiatan-kegiatan yang terus menerus dilakukan oleh satgas Terorisme , Sensus 88 Mabes Polri secara terus menerus melakukan kegiatan operasi dibeberapa wilayah dimana tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok-kelompok ini merasa terdesak mencari dan melarikan diri wilayah-wilayah dianggap aman, satunya wilayah Kalimantan Selatan,” jelasnya.

         Sesuai pengembangan, Nasri merinci dari data yang kita konselor bahwa di Kalimantan Selatan ini ada dua ormas yang terindikasi paham radikal dimana ajarannya bertentangan dengan Pancaaila. Selain kelompok radikal ini juga ada simpatisan ISIS , dari data yang ada itu ada 20 dibeberapa wilayah di Kalimantan Selatan. “Nah ini tentunya menjadi perhatian bagi kita untuk mengantisipasi, dimana upaya Polda Kalsel sudah dilaksanakan melalui satgas yang terbentuk dengan program tentang pengetikan kontra radikal radikalisasi satgas sudah melakukan upaya-upaya pencegahan. Satgas.Intelegen telah melakukan pendataan kelompok yang tadi saya sebutkan radikal dan kelompok ISIS,” rincinya .

           Menyikapi hal itu, Nasri mengakui memang masih berstatus simpatisan tetapi ada dua orang yang merupakan salah satu tersangka yang sudah divonis sekarang berada di napi di Bengkulu atas nama tersangka Suyatno alias Guntur Pamungkas. Informasi kita dapatkan bahwa akan bebas September 2019. Ini menjadi perhatian bagi kami untuk terus di awasi .” Kemudian pendataan-pendataan juga terus dilaksanakan oleh intelejen tahun 2016 kemarin kita inisiator kepada semua pimpinan inisiator baik yang ada di wilayah Kalimantan Selatan untuk membuat pernyataan atau komitmen bersama untuk melakukan pencegahan pada radikal dan kelompok terorusme ini.  Pernyataan itu ditanda tangan dan kemudian di sosialisasi di media elektronik ,cetak dan di media sosial. Kemudian juga pada sasaran  kelompok radikal dan daerah radikalisasi ini tujuannya agar supaya satgas pencegahan lebih fokus pada sasaran tersebut. Kemudian pada penguatan dilakukan penguatan dari pada Babinkantibmas dimana kita berharap Babinkantibmas sebagai ujung tombak dalam rangka mendeteksi dan melakukan pencegahan terhadap kelompok radikal dan terorisme ini,” akunya.

          Lebih lanjut, Nasri mengungkapkan kemudian dari tahun 2015 sampai tahun 2017 ini kejadian dengan kelompok radikal dan terorisme ini hanya bersifat mendorong gambar dan memberikan informasi di media terkait dengan informasi tidak benar. Misalnya kejadian 2015 ada salah seorang simpatisan yang memposting gambar mendukung perjuangan ISIS. “Itu setelah kita telusuri ia seorang simpatisan tahun 2016 ada kejadian di facebook informasi ada rencana bom di Polresta Banjarmasin dan di SMAN 1 Banjarmasin. Ternyata setelah kita telusuri mereka ada masyaraakat anak anak yang baru pendidikannya SMA yang motivasinya cuma iseng memberikan informasinya. Ini kita lakukan pembinaan,” ungkapnya.

               Menyingung masyarakat, Nasri membeberkan kita, juga,sangat terbantu dengan masyarakat karena sebagian besar masyarakat Kalimantan Selatan cukup resensi terhadap Kelompok radikal dan kelompok terorisme ini sehingga kita mendapat informasi di masyakat itu cukup faktual karena,setiap hari kelompok yang disebutkan tadi itu dimonitor kegiatan-kegiatannya perkembangannya apa yang dilakukan di wilayah.Ada 8 ada di Tabalong,SU, Tanah bumbu, kota baru, Tapim, Banjar. “Untuk dua ormas,mungkin semua sudah tahu. Pokoknya ada dua,” bebernya.

           Ketika ditanya masih di Filipina dan pasokan senjata, Nasri menandaskan jadi Polda Kalimantan Timur sudah meantisipasi kelompok ISIS  kira-kira,masuk karena perbatasan dengan Kalimantan Utara itu sudah ditempatkan Brimob di Kalimantan Utara untuk mendeteksi kira-kira ada, kelompok yang masuk dari Mawari.Upaya awal dilakukan pendeteksian ,kita sudah lakukan siber  setiap hari yaitu dilakukan oleh Humas, intel juga melakukan Krimsus juga melakukan, Brimob juga melakukan patrol cyber dan konfirmasi-informasi tentang radikal dan terorisme selalu di diskusikan. Kita selalu memberikan informasi dengan Mabes Polri. Selain itu juga ada Atensi dari Mabes Polri. Satuan Mabes Polri. Terkait dengan kegiatan sudah dilakukan maka pencegahan dan penanggulangan kelompok radikal dan kelompok terorisme, “tandasnya.

           Himbauan bagi masyarakat, Nasri menambahkan saya berpesan pada masyarakat Kalimantan Selatan supaya sering memberikan informasi kepada Polri khususnya terkait dengan kelompok radikal dan jangan sampai mengikuti kelompok radikal dan kelompok terorisme yang tentunya sangat merugikan bagi masyarakat tersebut. Bagi masyarakat harus mengetahui bahwa kita juga sekarang ada Undang-Undang ITE .” Dimana kalau mendapat informasi yang tidak benar  san menysatkan . Juga dapat di Buktikan suka duka upaya hukum sehingga betul-betul memberikan informasi di media sosial itu benar,” tambahnya. (vk)  

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerjasama dengan Bea Cukai l menggagallkan pengiriman 600 Ribu ekstasi dari Belanda . Dari penggerebekan  meringkus  dua orang yaitu  Danang dan Waluyo. Seiring dengan itu  pengiriman ternyata diatur oleh dua pengedali yaitu Adnan dan Sonny, kedua adalah Narapida Kelas I Surakarta dan Gunung Sindur.   Hukuman untuk mereka dikenakan hUkum mati.

               Kabareskrim, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (23/11)2017 mengatakan  hasil operasi  dari Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terkait dengan penindakan narkotika jenis Esktasi , berawal dari adanya informasi  selama masyarakat satu bulan ada rencana pengiriman ekstasi dari Belanda  untuk  Indonesia .” Informasi ditelusuri akan mengunakan jalur udara maka setelah mendapat informasi tersebut dilakukan koordinasi dengan mitra kerja kita Bea cukai  Bandara Sokarno Hatta . kedua dilakukan pemantauan pada hari Rabu (8/11) 2017 dimonitor bahwa barang diduga narkotika jenis ekstasi sudah sampai  di bandara,” ujarnya .

             Ari menegaskan  dibawah koordinasi dengan Bea Cukai dilakukan pemantauan diikuti barang tersebut dan barang itu dikirim ke Alamat Villa Mutiara Gading dI daerah Tambun Utara setelah diikuti sampailah dialamat dan pemantauan dan dilakukanlah penindakan pengerebekan saat itu didalam rumah tersebut ditemukan ada dua arang dan kemudian ada dua kotak besar lalu dilakukan pemeriksaan setelah dibuka ternyata dua kotak besar .”  Ada 120 bungkus dari tiga warna  tiap kotak berisi 60. Dari tiap bungkus ini kita hitung lagi masing-masing perbungkus rata-rata 5.000 butir .Jadi kalau 5.000 dikali 120 bungkus menjadi 600 ribu butir. Dua orang tersebut itu bernama Danang dan Waluyo yang ada. Saya tidak pakai indikasi-indikasi memang dia sudah jelas-jelas narkotika dan kita buka agar tidak terulang,” tegasnya.

           Untuk itu, Ari menjelaskan dari dua  orang tersebut kita lakukan pemeriksaan, kemudian diterima informasi bahwa mereka ini juga dibawah kendali atau bukan dari orang lain untuk menerima dan nanti akan menyalurkan . Diketemukan lah dari mereka ada dua orang nara pidana yang satu dari Lapas Kelas I Surakarta itu bernama Adnan dan satu lagi dari Lapas Kelas I Gunung Sindur atas nama Sonny.” Jadi dua orang ini bergerak atas perintah .Setelah ada pemeriksaan pendalaman kita ikuti lagi dengan control dereveri inidiarahkan kemana .Dua orang ini pada hari yang sama itu pagi jam 09.00 itu melaksanakan pengiriman ke satu tempat alamat yaitu di Lote Mart Pramuka City Cempaka Putih sebanyak 1 bungkus diterima oleh Handayana. Kemudian satu lagi dikirim lagi 4 bungkus itu diterima oleh Andang Anggara. Jadi semua disinai ada 4  yang baru kita tangkap kemdian dua oarng lagi yang dilapas masing-masing anggota sudah kesana tinggal proses administasri perijinan  untuk kita bisa melakukan pemeriksaan kegiatan lebih lanjut. Jadi ini kegiatan seperti ini kerja saama dengan Bea Cukai di Bandara , terus kita tingkatkan kemudian kalau  ada kita lakukan lagi,” jelasnya.

          Ditempat yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Erwin Situmorang mengatakan  Boleh kami sampaikan ini bentuk sinergi kami  dengan rekan kepolisian di Bareskrim berkaitan dengan pencegahan ekstasi ada 600 ribu butir ,dimana telah disampaikan tadi bahwa  ini merupakan informasi yang sudah lama kita peroleh dan kita dalami bahwa akan ada pemasukan dari Udara tepatnya dari Eropa Belanda dimana informasi itu dar rekan-rekan Bareskrim. “Dengan adanya informasi tadi kemudian kami laksanakan pemeriksaan yang lebih ketat terutama dari Eropa . Kami sampaikan beresiko tetapi akhirnya informasi dikelolajh dari teman-teman Bareskrim langsung dilaksanakan pemeriksaan lebih ketat,”ujarnya.

         Sesuai pendalaman, Erwin menegaskan Kemudian kami temukan berdasarkan hasil pemeriksaan ekstray ada pemaksukan dari Belanda waktu itu  salah satu gudang Import  di Bandara Seokarno Hatta dan dari informasi itu sampai akan ke teman-teman Bareskrim untuk bisa langsung kita laksanakan konter direvre sehingga barang-barang tersebut tidak sampai tidak beredar ke luar oleh karena itu kita lakukan conter derevre bersama-sama teman-teman Bareskrim. “Sehingga bisa kita laksanakan pencegahan 600 ribu butir ekstasi,” tegasnya. (vk)

JAKARTA(KOTANRAKYAT.COM)  Menyikapi adanya  tindakan aksi yang dilakukan oleh kelompok Kriminal bersenjatan yang sempat melakukan penyekapan terhadap warga Papua, untuk itu dalam mengatasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyerukan gencatan senjata di Papua.

Komisioner Mediasi Komnas HAM Munafrizal Manan saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat (17/11)2017 mengatakan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata harus sama-sama mundur terlebih dahulu dan mengedepankan komunikasi. "Jika dua pihak memang tak bersedia untuk mediasi yang difasilitasi Komnas HAM, maka dua pihak harus gencatan senjata supaya tidak menimbulkan korban lagi dari kalangan sipil atau aparat," ujarnya.

Selanjutnya, Manaf menegaskan TNI-Polri serta kelompok kriminal bersenjata  juga harus memastikan bahan kebutuhan pokok bagi warga dapat didistribusikan dengan baik. "Kantor perwakilan Komnas HAM Papua sudah menyampaikan hal ini secara langsung kepada kedua pihak di lapangan," tegasnya.

Untuk itu, Manaf  menjelaskan soal upaya mediasi, Komnas HAM telah mendapatkan akses komunikasi dengan pihak kelompok bersenjata. Namun, Komnas HAM belum mendapatkan komitmen eksplisit dari mereka mengenai kesediaan mediasi. “Jika mediasi memang ingin ditempuh, diingatkan bahwa prosesnya akan memerlukan waktu yang cukup lama.Mediasi tidak bisa dilaksanakan secara tergesa-gesa karena harus melalui tahapan, mulai dari persiapan, pra mediasi dan pascamediasi,” jelasnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Sela-sela Sertijab Irwasum Kemarin (16/11) 2017 mengatakan  sebelumnya meminta Komnas HAM untuk ikut memediasi TNI-Polri dengan KKB di Papua.Mediasi itu terkait serangan kelompok kriminal bersenjata yang mengakibatkan beberapa ong aparat terluka, bahkan ada yang tewas. "Saya berpikir juga mungkin teman-teman Komnas HAM bisa datang ke sana untuk melakukan mediasi," ujarnya

Lebih lanjut, Tito menegaskan dengan mediasi itu, Komnas HAM diharapkan menjadi mengerti dengan situasi riil di lapangan sehingga tidak menyalahkan tindakan-tindakan yang dilakukan aparat.” Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya

Petugas gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 345 warga desa Kimberly dan Utikini, Papua, Jumat siang.Proses evakuasi sandera yang berlangsung dari pukul 11.00 WIT hingga 12 WIT dikabarkan diwarnai penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).Berdasarkan informasi yang dihimpun, evakuasi berlangsung bertahap. Rombongan evakuasi pertama telah sampai dengan selamat di Mapolsek Tembagapura, Mimika, Papua. (VK)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Serah terima jabatan Irwasum dari Komjen Pol Dwi Priyanto kepada Irwansum baru Komjen Pol Putu Bayu Seno, seiring dengan itu juga akan dilakukan serah terima di  Polhukam sebagai Ketua Pelaksaa Satgas Siber Pungli Pusat. Pada Kamis (16/11) 2017 di Rupatama Mabes Polri.

 

            Satgas Saber Pungli, Komjen Pol Dwi Priyanto  ditemui di Rupatama, mengatakan sesuai dengan Perpres 87 tahun 2016 disebutkan bahwa Irwasum sebagai Ketua Pelaksana Satgas Siber Pungli .Dengan sertijab aah   ditindak lanjuti  sertijab di Polhukam. “Jadi Irwasum  Eks officio menjadi Ketua Pelaksana Satgas Siber Pungli Pusat.  “  Sampai saat ini alhamdulilah  perkenaan Saber Pungli sebagai fungsi pencegahan, penindakan, intelejen  bisa berjalan dengan baik . Artinya  saber pungli  dengan  mengoptimalkan  sarana , personil baik itu dilembaga, kementerian maupun juga di daerah bisa berjalan ,” ujarnya.

 

        Dwi menegaskan  sekitar  1. 316  operasi tangakap tangan(OTT) yang sudah dilaksanakan diberikan kewenangan dan tentunya masih berlanjut pelaksanaan tugas ini akan dilanjutkan olehn Komjen Pol Drs Putut Bayu Seno SH .” Sekitar  Rp 315.625. 000.000  berkas sudah  dikirim ke Jaksa Penuntut umum  dan sudah disidangkan,” tegasnya.

 

Terkait dana CSR Kalimanta tengah, Dwi menjelaskan ada di Kalimantan Tengah itu  beliau mengeluarkan peraturan Gubenur menyarankan ke pada Satgas Saber Pungli ditinjau kembali dan beliau mengeluarkan instruksi  Gubernur untuk ditunda. Itu yang saya tahu. “Itu yang saya tahu dan kemari tim sosialisasi  melaksanakan  di Palangkaraya dibawa Pimpin Irjen  Pol Gufron untuk ketemu dengan Gubernur,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Irwasum, Komjen Pol Putu Bayu Seno :mengatakan saya  mengucapkan syukur kehadirat Tuhan maha Kuasa karena telah memberikan amanah kepada saya untuk menjabat Irwasum. “Irwasum salah satu jabatan di lingkungan Kepolisian tetapi orang yang bergandengan dan kemarin  Komjen Pol Dwi Priyanto sekarang saya. Tentu dalam tugas-tugasnya sudah terprogram dalam satu tahun , saya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Dwi untuk kedepan mudah-mudahan akan lebih bias membanea  tugas-tugas ini bisa berhasil lagi sekarang ini bias berhasil dalam kepimpinan beliau,”ujarnya.

Menyoroti yang perlu mendapat prioritas, Putu mengakui Saya kira terkait tim internal dan Eksternal tentu nanti kita akan evaluasi dengan data-data yang ada, laporan-laporan dari masyarakat mana  yang perlu kita prioritaskan tentu kita mengingatkan adanya motivasi dari masyarakat untuk mau  meberikan informasi..

“Berkait dengan ada main hakim sendiri, tentunya ini tidak boleh. Polres Tangerang ini sudah melakukan proses penahanan terhadap tersangka yang diduga telah melakukan tindakan main hakim sendiri, ini sebagai Irwasum nanti akan memantau sampai sejauh mana  proses penyidikan ini,” akunya .

Disinggung kenapa ini bisa terjadi, Putu menandaskan Kitaa tidak bisa mengontrol masing-masing orang , ini spontanitas dari yang bersangkutan melihat sesuatu seperti itu dan ada motivasi lain, sekarang masih dalam penyelidikan dari Polres Tanggerang. “Kita tunggu saja. Tidak juga hilang kepercayaan, Tidak juga , masyarakat melaporkan kepada polisi banyak sekali. Kenapa main hakim sendiri dan kita ketahui setelah penyidikan tuntas.,” tadasnya.  

Sementara Kapolri juga melakukan sertijab   Pejabat utama Mabes Polri. Kali Ini Komjen Pol Dwi Priyanto  memasuki masa pensiun. Untuk bisa meningkatkan kinerja dan ada Irwansum dipipin Komjen Pol Putu Bayu Seno dan Baharkam dipimpin oleh  Komjen Moegarto, Ketiganya Pernah menjadi Kapolda Metro jaya.  

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui usai melakukan serah terima di Rupatama, Kamis(16/11)2017 mengatakan hari ini kita melakukan  serah terima dari Irwasum dan Kabarhamkam, Untuk Komjen Dwi Priyanto masuki masa pensiun akhir bulan ini  diganti oleh Komjen Putut Bayu Seno Kabaharkam  sebelumnya dan Kabaharkam diganti oleh Komjen Pol Moegiarto yang sebelumya Kalemdikpol .” Ini tiga-tiganya orang-orang senior dan kebetulan mantan Kapolda Metro jaya semua, sama dengan saya jadi kami berempat kami mantan Kapolda Metro Jaya,” ujarnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, 16 November 2017 00:19

Kejagung Agung Obyektif Sikapi Kasus Pimpinan KPK

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Terkaitan dengan laporan penasehat hukum Setya Novanto ke Bareskrim Mabes Polri terhadap  ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang Kejaksaan akan bersikap Objektif

 Jaksa Agung, M. Prasetyo ditemui di Kejaksaan Agung, Rabu (15/11) 2017 mengatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tertanggal 7 November 2017. “Itu diserahkan kepada  Jaksa Tindak Pidana Umum,  Saut Situmorang dan  Agus Rahardjo Ketua KPK dan pimpinan komisioner KPK dinyatakan sebagai terlapor,” ujarnya .

             Prasetyo menegaskan untuk tuduhan pemalsuan surat atau menggunakan surat palsu, bola ada ditangan penyidik Polisi, kita menunggu saja kami terima hanya sebatas SPDP. “Kalau berkasnya mungkin tadi cek berkasnya  Jaksa Penuntut umum,” tegasnya.

          Prasetyo janji  akan meneliti secara objektif memenuhi unsur dan persyaratan dilanjutkan oleh penyidik. Kalau pun tidak memenuhi syarat kita kembalikan kalau memenui kita lanjutkan. “Berulang kali saya katakan  Kejaksaan akan bersikap objektif profesional dan proposional. Kita tidak mungkin salah dikatakan benar atau sebaliknya benar dikatakan salah. Itu lah yang kita jaga. Itu jaminan dari saya,” jelasnya

 

         Dikatakan   Prasetyo saya telah ketemu dengan  Agus Rahardjo, tapi tidak menyinggung kasusnya, biar tak campur aduk . “Ya, supaya kalian tahu . Itu simbolis bekerja, dia mampu buktikan  apa tidak , kalau tidak mampu tentunya akan dihentikan,” tandasnya.(vk)

Wednesday, 15 November 2017 23:59

Kejagung Lantik 6 Pejabat Utama dan 3 Staf Ahli

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Dilantik  6 Pejabat Utama dan 3 Staf Ahli Kejaksaaan Agung. Jaksa Agung, M. Prasetyo kepada wartawan di Kejagung, Rabu (15/11)2017 mengatakan semua yang di promosikan menjadi eselon 1 a dan 1 b maupun eselon apapun tentunya melalui proses yang cukup panjang.

       ” Sedangkan untuk  wakil Jaksa Agung ,Jaksa Agung Muda, Staf Ahli, yaitu tugas Jaksa Agung hanya sebatas sampai mengusulkan ,masing masing posisi diusulkan 3 nama dibawa ke rapat tim penilai. “ujarnya

Prasetyo jelaskan keputusan oleh Presiden dan  Wakil Presiden disana ada Menteri Sekretaris Negara , ada menteri Sekretaris Kabinet, ada menteri Pendayagunaan aparatur negara reformasi birokrasi.” Ada dari BKN BIN, semua ikut menilai dan semua ikut mencermati dan semua akhirnya diminta saran untuk siapa diputuskan ditetapkan menduduki jabatan  sesuai usulan,” jelasnya.

        Prasetyo menandaskan semua melalui proses dan tidak tiba-tiba mendadak tidak serta merta melalui proses penilaian yang panjang. “Ada syarat tentang prestasi , dedikasi , intregritas jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan ya, ini bukan diputuskan oleh Jaksa Agung , Jaksa Agung hanya mengusulkan  yang memutuska Presiden,”tandasnya.   nama pejabat kejagung yang dilantik1. Dr  Arminsyah  SH, MSi sebagai Wakil Jaksa Agung 2. Dr Mohamad Adi Toegarisman SH, MH sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI3. Dr Jan Samuel Maringan SH, MH sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung RI4. Loeke Larasati Palestina SH, MM sebagai Jaksa Agung Muda  Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI5. Muhammad Yusni SH, MH sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI6. Setia Untung Stimulasi SH,M.Jum sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung RI7. Agus Siswanto SH, MH sebagai Staf Ahli Intelejen Kejagung RI8. Ferry Wibisono SH, M.H.CN sebagai Staf Ahli Pembinaan Kejagung RI9. Sudung Situmorang SH, MH sebagai Staf Tindak Pidana Khusus Kejagung RI (vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Upaya pencegahan bahaya narkoba terhadap generasi muda dari narkoba yang dilakukan oleh BNN dan Polri terus saja dilakukan. Ini didasarkan dari hasil survey pada tahun 2016, pasalnya 3,8 Persen coba pakai dan 1,9 persen teratur pakai . Pemberantasan dilakukan untuk menjaga sehingga dapat dilakukan pencegahan.

 

            Kepala Humas BNN , Kombes Pol Sulystianriatmoko ditemui pada diskusi Stop N dan Save Genarasi muda,Selasa (14/11)2017 mengatakan  dengan hasil survey  yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas  Indonesia ,data survey tahun 2016 yang dilakukan di 8 Provinsi besar Indonesia terhadap Polulasi pelajar dan Mahasiswa Indonesia angka hasil surveynya adalah 3,8 Persen coba pakai. Artinya 4 dari 100 Pelajar Mahasiswa pernah menggunakan narkoba .” 1,9 Persen itu teratur pakai artinya dua dari pelajar mahasiswa memakai narkoba secara teratur selama 1 tahun pada survey tahun 2016.  Jadi kalau peningkatan itu mungkin relevasi dari hasil penelitian sejalan pernyataan Gubernur DKI,” ujarnya.

Ketika ditanya langkah yang dilakukan BNN seperti apa, Sulis menegaskan di Deputy  pencegahan tahun 2018 ada desain desemisasi informasi advoasi itu berubah kepada  dalam struktur pemerintahan yang lebih tinggi oleh _Pak Budi Waseso diarahkan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat  ke tingkat RTdan RW , jadi kalau ada seperti kegiatan penyuluhan dan advokasi lebih bagus nyasar kepada tingkat RT dan tingkat RW sehingga dampaknya bias dirasakan.” Kamnya lebih jelas dan yang lebih luas, dia biasa dilewel Bupati  Kabupaten dapat memperlihatkan sampai level Kecamatan, Kepala Desa hingga RT RW.  Jenjang penyampaian terlalu panjang bias tidak efektif,oleh karena itu punya kebijakan apa bila kegiatan-kegiatan terminasi dan advokasi lebihn menyentuh kepada masyarakat yaitu RT dan RW. Tahun 2018 akan seperti itu program dari Pemerintah dan BNN,” tegasnya.

Untuk itu, Sulis mejelaskan Polisi tidak melakukan rasia ditempat hiburan malam? Sebetul nya data pemetaan itu sudah juga dikoordinasikan antara Kepolisian BNN dengan Pemerintah DKI, tentu alasan Pemerintah DKI itu menutup salah satu tempat hiburan bukan sekonyong-konyong beliau minta masukaan dari Polri dan masukannya sudah lengkap . “Begitualah alasan penutupannya sudah ada pertimbangan karena tidak sekonyong-konyong.  Begitulah data itu ada dari Polri dan ada dari BNN, Jelasnya

            Sulis mengungkap  BNN punya data itu . BNN sudah melakukan pemetaan itu , Polri juga sudah melakukan pemetaan itu. Ilustrasinya begini kalau kita tangkap satu pengedar ketika  pengedar diintrograsi pasti dia cerita dan cerita itu di data oleh Polri dan BNN. Itu kemudian dikembangkan didalam proses pemetaan, jaringan dan kita tahu persis peredarannya.“Jadi kita tunggu eksekusi , ya, tinggal waktu saja dan mungkin ada kebijakan dari BNN  dan Polri..Penutupan Alexsis di tutup alasannya dan  berdasarkan beberapa kali pengungkapan sudah terbukti. Data yang diberikan oleh BNN dan Polri . Saya pikir dijadikan pertimbangan oleh Bapak Gubenur DKI,” ungkapnya. (vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Kebakaran kantor  Polres Dharmasraya Sumatera Barat,  Polisi  menelusuri pelaku pembakaran.Saat di lokasi petugas temukan dua orang membawah busur panah, akhirnya  polisi tembak hingga tewas.Karena dianggap melawan petugas. Selanjutnya jenasah kedua orang itu dibawah ke RS. Bhayangkara Padang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto ketika di hubungi Minggu, (12/11) 2017 membenarkan ada Polisi menembak dua orang mencurigakan di sekitar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, yang terbakar. Dua orang tersebut diketahui membawa busur panah saat petugas tengah memadamkan kobaran api. “Seiring dengan itu dua orang tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan beberapa busur (anak) panah ke arah petugas," ujarnya.

Selanjutnya, Rikwanto menegaskan Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, kedua orang mencurigakan itu masih melakukan perlawanan. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan mengarahkan tembakan ke kedua orang tersebut. "Sehingga mengakibatkan kedua orang tersebut meninggal dunia," kata Rikwanto.

Untuk itu, Rikwanto menjelaskan dari keduanya, polisi mengamankan busur panah, delapan anak panah, dua buah sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisika pesan Jihad dari “Saudara Kalian ABU ‘AZzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”. Namun, belum dapat dipastikan apakah kedua orang itu terlibat dalam terjadinya kebakaran di markas Polres Dharmasraya. "Sedang didalami apakah ada hubungan antara kebakaran dengan teroris yang tertembak," jelasnya.

 

Lebih jauh, Rikwanto merincinya Kebakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Minggu dini hari sekira pukul 02.45 WIB. “Mereka langsung mencoba memadamkan api sambil berteriak mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api. Saat itulah salah satu petugas melihat ada dua orang mencurigakan yang membawa busur panah,” rincinya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Tim saber pungli yang dibentuk pemerintah. Telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak 1.316 hingga bulan November 2017, namun baru 300 kasus yang disidangkan.

Kepala Satgas Saber Pungli,  Komjen Pol Dwi Priyatno saat ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (12/11) 2017. Mengatakan sejak dibentuk pada akhir Oktober 2016, satuan tugas sapu bersih pungutan liar telah melakukan 1.316 operasi tangkap tangan di seluruh wilayah di Indonesia. Data tersebut didapatkan per November 2017.Namun, masih sedikit dari kasus tersebut yang telah disidangkan dan pelakunya divonis bersalah. "Dari 1.316 ada yang sudah sidang, vonis, kurang lebih 300-an," ujarnya.

Selanjutnya, Dwi menegaskan masih banyak kasus berada di tingkat penuntutan dan proses penyidikan. Ada juga yang berkasnya masih bolak-balik ke kejaksaan karena dianggap kurang lengkap.Dari 1.316 penangkapan, terjaring 2.435 tersangka. Praktik pungli banyak ditemukan pada kementerian atau lembaga yang berkaitan dengan birokrasi dan penegakan hukum. "Banyak di bidang pendidikan, penegakan hukum, perizinan, kepegawaian, seperti itu," tegasnya.

Untuk  itu, Dwi menjelaskan data tersebut sama dengan temuan Ombudsman RI mengenai sektor-sektor yang rawan pungli dan banyak diadukan masyarakat. Umumnya pungli lebih banyak terjadi di daerah-daerah ketimbang di pusat. Oleh karena itu, Dwi mengimbau masyarakat, terutama para pemegang kepentingan di instansi menjauhi pungli. "Sesuai arahan Presiden, jangankan yang jutaan atau miliaran rupiah, yang Rp 10.000 saja harus ditindak,"jelasnya. (vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Keributan kembali terjadi setelah di Nusa Kambangan Cilacap, kini kembali lagi terjadi keributaan di Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jumat (10/11/2017) petang.  Petugas Densus melakukan sweping narapidana dan menyita sejumlah personil napi tak terima.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam keteranganya tertulis, Sabtu(11/11) 2017 keributan bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.Piket Densus temukan HP empat buah milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali.

Selanjutnya, Rikwanto ponsel disita,namun  salah satu napi tidak terima dan memancing keributan. Ia memancing petugas dengan mengeluarkan ucapan yang memprovokasi.”Aksi tersebut berhasil memancing reaksi petugas dan tahanan di blok lain,” tegasnya.

  Di jelaskan kerusuhan tak terelakkan. Akhirnya terjadi perlawanan dilakukan napi terhadap petugas sehingga mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti jebolnya pintu sel tahanan dan kaca pecah. Anggota piket pun mengeluarkan tembakan ke atas sebagai peringatan."Sampai saat itu suasana sudah bisa direda oleh piket densus. Setelah itu anggota siaga di piketan sambil menunggu perkembangan,"jelasnya.

Rikwanto katakana  para tahanan masih ada yang melakukan provokasi.”Selanjutnya, pihak rutan berkoordinasi dengan Brimob Polri untuk mem-back up pengamanan di rutan Mako Brimob,” ujarnya.(vk)

 

 

 

Saturday, 11 November 2017 09:14

Wakil Jaksa Agung Mengundurkan Diri Siapa Pegantinya ?

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Setelah ditinggalkan Andi Nirwanto, saat inim posisi Wakil Jaksa Agung Mengalami kekosongan.Keputusan pergantian kini masih berada ditangan Presiden.

Kepala Kejaksaan Agung HM Prasetyo ditemui di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/11) 2017 mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menentukan Wakil Jaksa Agung yang posisinyasudah setahun kosong.Posisi Wakil Jaksa Agung sementara diisi plt, yakni Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin), Bambang Waluyo.

Prasetyo katakan, Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden mengenai penunjukkan Wakil Jaksa Agung.  Presiden yang akan melantik orang tersebut."Pak presiden sudah tandatangan. Tinggal kita lantik saja secara resmi. Dalam waktu dekat," tegasnya. "Nanti lah pokoknya. Sudah ada di kantong saya," ujarnya.

 Prasetyo sebelumnya mengajukan tiga nama ke presiden untuk menggantikan Andhi Nirwanto sebagai Wakil Jaksa Agung. Andhi memutuskan pensiun dini dari jabatannya pada 29 Januari 2016. Andi beralasan, sudah cukup mengabdi pada Korps Adhyaksa selama 35 tahun.

Sepanjang karir yang dijalani, ia telah berpindah jabatan sebanyak 19 kali. Ia juga sempat menjadi pelaksana tugas (Plt) jaksa agung setelah Basrief Arief selesai menjalani tugas.

Kemudian, Andi kembali menjabat Wakil Jaksa Agung setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Muhammad Prasetyo sebagai Jaksa Agung pada November 2014.

Sejak Andhi mundur hingga saat ini, posisi Wakil Jaksa Agung kosong. Hal ini kerap diprotes sejumlah pihak, mulai dari anggota DPR hingga aktivis.

Selama ini, jika ditanya soal pengganti Andhi, Prasetyo selalu berkelit. Ia selalu mengatakan, saat ini ada Bambang Waluyo yang bertindak sebagai pelaksana tugas.

Namun, pelaksana tugas dianggap tidak cukup untuk menjalankan tugas orang nomor dua di lembaga adhyaksa itu.Sebab, posisi jabatan wakil jaksa agung dianggap sangat penting guna memberi perubahan di internal kejaksaan.

Hal itu terkait tugasnya sebagai ketua koordinator tim pemantau urusan-urusan terkait reformasi birokrasi.

 

Peran wakil jaksa agung dianggap cukup sentral, yakni mulai dari merencanakan, mengawasi pelaksanaan, hingga mengevaluasi implementasi dari program dan kebijakan ini akan dibuat .(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Korlantas lakukan Workshop dalam rangka memperbaiki layanan di masyarakat.Ada Sim Online, Samsat Online dan sistim pengawasan Samsat secara cepat serta menghindari pungli oknum petugas serta adanya system pengawasan cepat.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di temui usai melakukan Launcing Aplikasi Pelayanan Lalu Lintas di Ancol, Kamis (9/11) 2017 mengatakan  Kotlantas  Polri dan seluruh pejabat utama , perwira yang ada di Mabes Polri kemudian para Direktur Lalu lintas Polda kemudian para Kasat Lantas hadir mengikuti work shop dalam rangka melakukan validasi memperbaiki pelayanan dan pelaksanaan tugas fungsi lalu lintas. “Jadi salah satu yang menjadi target selama kepemimpinan saya sebagai Kapolri adalah untuk menaikan kepercayaan publik.

Salah satu problemnya banyak komplotannya di Bidang Lalu lintas. Oleh karena itu saya meminta jajaran Lalu lintas melakukan perbaikan diantaranya adalah memperbaiki sistem modernisasi sekaligus juga perbaikan perorangan dan lain-lain,” ujarnya. Tito menegaskan beberapa waktu lalu sudah banyak kita lakukan perbaikan misalnya SIM online , orang bisa punya SIM perpanjangan di Papua  yang bisa di perpanjangan di Jakarta. Tidak perlu dia pulang lagi karena kalau dia pulang ongkosnya bisa Rp 3 Juta untuk biaya pesawat disana dan itu bisa dilakukan dimana saja. “Sekarang ini Samsat online se Jawa dan Bali sudah bisa dilakukan masih akan dikembang se Indonesia. Ada juga dapat dong kecepatan seperti jalan tol kecepatan diatas dibatasi awan dan mungkin diberikan tindakan,” tegasnya.

Tito menjelaskan selain memberikan pelayanan public, juga bisa menghitung jumlah kendaraan  buat di jalan tol itu. Misalnya arus mudik menuju  kita bisa tahu jumlahnya. Jumlah truk, jumlah kendaraan sepeda motor  yang lewat sehingga kita bisa perkirakan evaluasi dan bagaimana sistem rekayasa kemudian pertugas yang kita ploting berapa. Yang ketiga tadi ada kegiatan kontak center.” Kontak center ini  bisa downloud oleh masyarakat terutama yang menggunakan android masyarakat bisa melapor kecelakaan, ada  petugas yang aneh-aneh misalnya melaporkan , kemudian tadi ada peristiwa tapi bisa melalui kontak center bisa langsung ini bisa masuk AMTC nasional berikut management center Mabes Polri,” jelasnya 

Seiring dengan itu, Tito menandaskan sesuai kemajuan teknologi dari data yang ada,itu nanti bisa diberitahu di daerah-daerah mana di Polda-Polda AMTC praktek managemen canter mereka yang akan menangani di lapangan.” Ada kasus suap, kasus apa, ada panggilan, ada mungkin merasa resah  terganggu ada peristiwa terancam dan ini pula ini bisa disampaikan melalui mekanisme sistem com tak center ini.

 

Saya kira ini bisa memperbaiki pelayanan publik  yang akan lebih terbantu  baik di pengurusan surat kendaraan bermotor, kelancaran lalu lintas dan kita lebih tahu dan lain-lain,” tandasnya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Bentrok Napi  terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan  Nusa Kambangan Cilacap terjadi. Perkelahian terjadi  antara kelompok John Refra alias John Kei dan  Napi  teroris dan  , akibatnya  sebagian menderita luka dan  1 Korban tewas.  

Kepala Devisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Kompleks Mabes Polri, Rabu (8/11)2017 mengatakan  tentang terjadinya pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok napi status terorisme terhadap napi status pidana umum di lapas Kelasa 2A Nusa Kambangan Cilacap. “Kronologis kejadian pada  Pukul 07. 50 WIB kemarin Selasa tanggal 7 November 2017 telah terjadi keributan massa dimulai dengan penyerangan yang dilakukan oleh teroris blok warga binaan Teroris blok tembok kamar 3 ke Blok tembok kamar 1, warga binaan atas nama John Refra alias John Key dengan menggunakan balok dan batu-batu yang dari proyek yang ada dikamar Blok,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan dengan adanya penyerangan tersebut  mengakibatkan napi pidana umum  ada diluar kamar termasuk membantu John Key melakukan penyerangan terhadap  napi inisial T  , karena salah jumlah kemudian napi T kembali kedalam  sel dan mengunci dari dalam.”Sekitar pukul 10.00 di Lapas kelas 2 dapat dikendalikan dan setelah petugas memasukan kembali para napi kedalam kamar sel-sel masing,” tegasnya .

 

Untuk itu, Setyo menjelaskan sekitar pukul 12.30 telah terjadi pengeroyokan di Blok C No 20 dikamar kambing yang bantu-bantu petugas lapas. “Dilihat batu-batu sekitar lapas John Refra alias John Key, Yanto Wartanobe Pidana Umum Luka kiri atas dagu kanan memar. Ketiga Moch Asrul Sidik Pidana Umum Luka Pelipis tangan kanan Memar. Satu orang meninggal atas nama Tumbur Prayogi Alfian Taburian alias Oldy ,” jelasnya.

 Lebih lanjut, Setyo merincinya Pelaku dalam kejadian Mochamad Iqwan alias Umar . kedua. Zainal Abidin alias . 3.Fetaria alias jack . 4 Colfi aias Asadullah.  5. Prio Utomo alias Rio alias Pryo. 6. Achmad Abidin Abulkuhur.   7 Beben Achriul,8. Mansur aalas Mansud . 9.Moch Ali Mafudiin. . 10. Moch  Alihardjo. 11. Mochmad Sabri. “Barang bukti yang terakhir diamankan oleh Polsek Setor Nusa Kambangan pisau dapur 4 buah, batu bata,potongan Kayu Balok  Yang menjadi korban atas nama Asrul yang menjadi korban , kaos warna putih milik korban < John Key yang ter kena getah darah,” rincinya .

 Setyo  katakan    situasi dapat dikendalikan dengan aman. “Penyebabnya ini tidak disebutkan hanya penyerangan dari salah satu warga binaan teroris oleh kelompoknya John Key. Harus hati-hati karena laporannya tidak ada,” akunya. (vk)

Thursday, 09 November 2017 04:38

Jadi Viral Oknum Guru Pukul Siswa Jadi Buruan Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Maraknya aksi pemukulan siswa yang dilakukan oleh gurunya terus menjadi sorotan tajam. Namun hal itu harus terus dipelajari, kejadian  di SMP 10 di Pangkal Pinang  berbeda dengan video viral .  

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ketika di temui di Kompleks Mabes Polri,Selasa (7/11)2017 mengatakan peristiwa pemukulan siswa di SMP Negeri 10 Pangkalpinang berbeda dengan video pemukulan siswa yang viral beberapa hari terakhir.Saat ini, polisi masih mendalami di mana pemukulan itu terjadi. "Yang ini masih kami selidiki di mana sebetulnya kejadian ini," ujanya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Polri memberi arahan kepada jajaran Polda untuk mencari lokasi peristiwa itu. Masing-masing Kepala Bidang Humas Polda diminta mengonfirmasi ke sekolah-sekolah di wilayahnya. "Kami minta cek ke Direktorat Kriminal Umum Polres-Polres manakala ada yang melapor," tegasnya.

Seiring dengan itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti ketika dihubungi mengatakan, pelaku kekerasan itu bukan guru, melainkan orangtua siswa."Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak dilakukan guru, tetapi orangtua siswa,Ujarnya.

Menyikapi hal itu, Retno menandaskan KPAI menyayangkan jika benar pelaku kekerasan tersebut adalah orangtua siswa. ‘Saya heran orangtua siswa bisa masuk ke dalam kelas dan melakukan pemukulan,” tandasnya.

Sesuai diketahui, kan lokasi kejadian tersebut diduga berada di Pontianak. Sebelumnya, video berdurasi 37 detik sempat viral melalui media sosial. Dalam video terlihat seseorang diduga guru sedang memukul dua siswa secara bergantian di ruangan kelas.

 

Papan nama di bahu siswa tidak terlihat begitu jelas. Video itu diduga direkam siswa lain yang duduk di bangku paling belakang. (vk)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 5

Face Book Galleries

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima...
BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu...
  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim berencana membeli kembali...
Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi...
BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Dugaan suap terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi...