Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

BNN Siapkan Psikolog Untuk Periksa Pelaku Peminum air Rebusan Pembalut Wanita
Last Updated on Nov 15 2018

BNN Siapkan Psikolog Untuk Periksa Pelaku Peminum air Rebusan Pembalut Wanita

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita , Badan Narkotika Nasional ( BNN) sigap memberikan bantuan psikologi agar para pelaku pasalnya air tersebut tidak memiliki kandungan zat adiktif.Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengerahkan para psikolog...
Dua Jaksa Nakal Chuk Suryosumpeno dan Jaksa Ngalimun Ditahan Kejagung
Last Updated on Nov 15 2018

Dua Jaksa Nakal Chuk Suryosumpeno dan Jaksa Ngalimun Ditahan Kejagung

    JAKARTA,(KORANRAKYAT.COM)- Proses Pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung terus berlanjut, kini akhirnya berhasil menahan mantan Jaksa bernama Ngalimun dan Chuck Suryosumpeno.          Dari pantauan  yang ada  Ngalimun keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung, sebelum Chuck...
Setyo Wasisto Minta Maaf, dan Mohon  Wartawan Dukung Kerja  M. Iqbal Kadiv Humas Yang Baru
Last Updated on Nov 15 2018

Setyo Wasisto Minta Maaf, dan Mohon Wartawan Dukung Kerja M. Iqbal Kadiv Humas Yang Baru

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal  digelar di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018. Setelah menyerahkan jabatan  meminta maaf bila ada kesalahan dan kehilafan. Berharap para teman wartawan...
Polisi Larang Reuni 212 Melibatkan Massa Yang Besar
Last Updated on Nov 15 2018

Polisi Larang Reuni 212 Melibatkan Massa Yang Besar

      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni alumni 212 diharapkan kegiatan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan aparat hukum. Diharapkan dalam reuni  itu tidak melibatkan sejumlah massa yang besar.            ...
Indonesia Bahas Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang
Last Updated on Nov 14 2018

Indonesia Bahas Kerja Sama Mitigasi Bencana ASEAN dan Jepang

      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana. Kepala Negara menyebut, bersama negara-negara ASEAN, Jepang sebagai mitra pertama ASEAN diketahui merupakan...

World Today

Redaksi

Redaksi

Friday, 07 September 2018 05:56

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polisi antisipasi kegiatan olahraga Ahmad Dhani ,  yang situ ya asesmentnya melanggar undang-undang No.9 tahun 1998 tidak sesuai 5 point akan dibubarkan atau tidak diperbolehkan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ketika ditemui di Mabes Polri, Kamis(6/9)2018 mengatakan  Pada prinsipnya yang mungkin dari wilayah memiliki tim yang menganalisa rencana kegiatan tersebut. "Kita mengasesment secara komperhensif sepanjang kegiatan masyarakat sesuai undang-undang No.9 tahun 1998 itu dilaksanakan tidak sesuai dengan 5 point UU No.9 tahun 1998 pertama bahwa kegiatan menyampaikan dimuka publik atau di muka umum itu sifatnya tidak absolut, tetapi sifatnya tentatif sesuai regulasi yang ada di kita," ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan termasuk regulasi internasional ICPR internasional Convensi Politik Right , bahwa sepanjang kegiatan masyarakat itu yang pertama tidak melanggar norma, etika  yang tidak melanggar  peraturan perundang-undangan , tidak menganggu ketertiban umum , tidak atau dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa tidak diperbolehkan,". Sehingga dalam ISPR itu  disebutkan ada dua kegiatan  masyarakat menyampaikan di muka publik atau dimuka umum sepanjang tidak melakukan indikasi pelanggaran melanggar HAM, melanggar konstitusi yang hukum yang berlaku, Moral Etika dan tidak menggangu ketertiban umum di ijinkan. Sepanjang tidak ada indikasi seperti itu sangat jelas Polri atau Polisi dapat membubarkan kegiatan tersebut," tegasnya.

Ketika ditanya ini kan hanya gerak jalan sehat memperingati  hari Olah Raga, Dedi menjelaskan ya, mungkin gerak jalan tetapi dibalik itu wilayah yang punya kemampuan mengaksesment seperti itu. "Dari Mabes Polri sudah sangat jelas kepada wilayah betul-betul mampu menganalisa koperhensif," jelasnya.

Saat disinggung jadi ada potensi ke 5 hal itu ya, Dedi merincinya dari assesment pasti ada potensi yang mengarah kesitu. Artinya Polisi mengambil  the cressy kepolisian seperti itu, cressy kepolisian itu diatur dalam UU No.22. Polisi dapat  mengambil satu tindakan dengan satu penilaian sendiri yang secara mandiri. "Kalau itu dibiarkan terjadi kontradiksi ya maka kepolisian di salahkan. Polisi harus betul-betul mengantisipasi setiap kemingkinan terburuk yang terjadi di Masyarakat," rincinya.

Ketika disorot apa jadi kalau tetap diselenggarakan, apa Polisi  bisa dibubarkan atau membubarkan diri, Dedi menandaskan ya, sangat kuat mengindikasi kepada 5 hal  tersebut , Polisi dapat membubarkan." Kalau dalam membubarkan terjadi perlawanan ada pasalnya pasal 212 dan pasal 218  lawan petugas sanksi hukumannya 4 bulan," tandasnya.(vk)

Wednesday, 05 September 2018 12:02

LOMBOK(KORANRAKYAT.COM) Adanya  inpres nomor 5 Tahun 2018 untuk membangun kembali Provinsi Nusa Tenggara Barat akibat gempa yang terjadi beralang-ulang. Pemperintah dengan sigap mengalirkan bantuan pengucuran dana. Seiring dengan itu ditegaskan jangan ada potongan satu rupiah untuk bantuan bagi masyarakat NTB.

Dalam kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Lombok, Minggu (2/8) 2018 mengatakan dan mengingatkan kepada semua pihak agar jangan sampai ada potongan untuk bantuan dana stimulan rekonstruksi rumah yang diberikan kepada korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya ingin tidak ada serupiah pun dari tabungan ini dipotong, enggak mau saya. Semuanya harus masuk ke masyarakat dan untuk membangun rumah masing-masing," ujarn

Dalam kunjungannya yang ketiga ini, Jokowi didampingi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dan Kepala BNPB.

Ia menyerahkan bantuan secara simbolis sebanyak 5.293 buku tabungan dana stimulan rekonstruksi rumah yang telah selesai diverifikasi.

Bantuan dana stimulan ini diberikan kepada warga korban gempa Lombok yang rumah mengalami kerusakan.

Untuk rumah rusak berat, pemerintah memberikan 50 juta, rusak sedang 25 juta, dan rusak ringan 10 juta

Jokowi meminta agar dana tersebut diprioritaskan untuk membangun rumah

Adapun rumah yang dibangun harus menggunakan kontruksi rumah yang tahan gemp

Hal ini mengingat wilayah Indonesia berada pada kawasan cincin api yang rawan terjadi gempa bum

Untuk itu, pemerintah telah menunjuk Kementrian PUPR, insinyur, mahasiswa teknik, dibantu dari TNI dan Polri untuk mendampingi masyarakat bergotong royong membangun rumah.

Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, Presiden menyarankan untuk bisa dipakai sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun kembali rumah warga.

Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya, warga dipersilakan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang lain.

Jokowi berharap, proses pembangunan berjalan cepat karena sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Dengan demikian, rumah yang dibangun bisa dihuni warga sebelum musim hujan datang.(vk)

Wednesday, 05 September 2018 11:48

LOMBOK(KORANRAKYAT.COM)Pemerintah ke bali membangun kembali NTB, sejak awal gempa hingga rehabilitasi dan rekonstruksi Polri ikut membantu secara langsung. dengan menurunkan 1.300 personil dan dana dukung personil Polri Rp 10 Miliar dalam tugas.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika di temui di Lombok saat mendampingi Presiden Jokowi,Senin(3/9)2018 mengatakan dari tanggap darurat tentu dari Polri berkewajiban dan tanggung jawabnya memang untuk membantu masyarakat dari awal . Pertama kita sudah memberikan bantuan bersama teman-teman TNI Pemda dan lain-lain." Itu sudah pasti kita pertama dari tanggap darurat menolong evakuasi menolong korban membawa ke rumah sakit ada yang kena tuntunan kita angkat dibawa ke rumah sakit dan seterusnya bersama-sama jajaran lain seperti TNI dan Pemda," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan setelah itu baru kita mulai termasuk pengamanan kepada masyarakat..Evakuasi di Giri Terawangan dan Giri Air termasuk Turis-turis kita lakukan sudah. "Setelah itu saya kirim pasukan pertama kali itu lebih kurang 700 hingga 800 untuk membantu tanggap darurat  mediasi kepada korban yang rumah ya rusak untuk dan lain-lain termasuk operasi sembako-sembako yang tadinya kurang susah okey. Kalau.masalah sembako dan logistik tidak ada masalah tidak ada masalah disini. Distribusi bagus dari pemerintah mengucurkan luar biasa  dari Bulog, dari BUMN, bapak presiden sudah all out untuk memerintahkan sehingga tidak ada masalah," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  urusan makanan sudah tidak ada masalah, tadi tenda yang kurang sudah, selimut kurang sudah. Saya juga memberikan dukungan buat Mabes Polri sebanyak lebih kurang Rp 10 Miliar untuk jajaran Polri saja dalam rangka untuk operasional dan lain-lain." Kita juga meminta kepada Kapolda-kapolda memberikan simpati, ,sumbangan-sumbangan anggota-anggota Polri berembuk juga hampir Rp 10 Miliar sudah diserahkan kepada Polda untuk kepentingan operasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya Kemudian kita melihat banyak kebutuhan-kebutuhan yang dilakukan dalam rangka rekonstruksi rehabilitasi dan kita undang Polda-Polda yang punya kemampuan besar, resqu dan total dari semua diluar Polda ada 1.300 baik dari Brimob, Shabara kemudian dari Pol Air, Helly Copter kita kirim ada dua, kapal kita kirim termasuk kapal yang bisa merubah air laut menjadi air tawar . "Ya kita kirim kesini juga. Kemudian kita.kirim Jelly Copter untuk melakukan evakuasi yang ada di gunung dan tempat-tempat terpencil untuk kendaraan . Selain itu untuk mempercepat ke Amergancy lewat darat sulit agak lambat bisa pakai Peshawar Helly Copter,ada  rumah sakit TNI Angkatan Laut yang terapung kita kirim kesana, Rumah Sakit Mataram dan lain-lain," rincinya.

Seiring dengan itu, Tito mengungkapkan nah dalam rekonstruksi pasukan yang luar Brimob tetap saya pertahankan perpanjang 1 bulan, kalau kurang kita akan kirim anggota kita dari luar daerah. Kemudian yang kedua kita juga turut membantu rekonstruksi ini, ini kan ada yang dijalan besar itu alat-alat besar bisa masuk tapi yang didalam gang-gang kecil itu sulut dilakukan secara manual oleh anggota-anggota kita." Dibawah Satgas yang dipimpin oleh Pak Danrem dan Koosgab Mayjen Marsuni itu semua bersama relawan, TNI, Kementerian Sosial itu semua bekerja menjaga stabilitas harga sekaligus melakukan verifikasi berapa rumah yang rusak berat,rusak ringan makin cepat verifikasi maka pemerintah akan cepat lebih cepat mengucurkan uang, ini kemarin sudah di kucurkan uang oleh Bapak Presiden 5 Ribu lebih masih akan berlanjut kita akan  awasi oleh Polri agar itu betul-betul sampai kepada anggota  masyarakat yang berhak".Presiden jelas tidak ada potongan satu rupiah pun, jadi kalau ada yang berani motong ya entah alasan apa pun juga kita akan proses hukum Tindak pidana korupsi atau penggelapannya," ungkapnya. (vk)

Monday, 03 September 2018 06:53

MATARAM(KORANRAKYAT) Bencana Gempa Bumi di Lombok ,berakibat warga kehilangan tempat tinggal Kerala hancur,akhirnya Presiden Joko Widodo langsung memberikan  bantuan sebesar Rp 264 Miliar untuk perbaikan 5.293 unit rumah rusak yang diserahkan kepada korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada wartawan, Minggu(2/9)2018 mengatakan menyikapi bencana alam gempa yang berulang-ulang, akhirnya Presiden Joko Widodo langsung memberikan langsung bantuan sebesar Rp 264 Miliar untuk perbaikan 5.293 unit rumah.

"Nilai total yang diserahkan sebanyak Rp 264 milyar untuk 5.293 KK yang rumahnya rusak berat, di mana masing-masing rumah rusak berat diberikan stimulus Rp 50 juta," ujarnya.

Selanjutnya, Sutopo menegaskan bantuan langsung ditransfer oleh Pemerintah dan masyarakat menerima dalam bentuk tabungan BRI. "Diharapkan tabungan sebesar Rp 50 juta dapat membantu masyarakat untuk membangun kembali rumahnya yang roboh akibat gempa," tegasnya.

 

Untuk itu, Sutopo menjelaskan adapun rincian warga yang mendapatkan dana stimulan dari pemerintah adalah Kabupaten Lombok Barat 359 orang, Kabupaten Lombok Utara 1.353 orang, Kabupaten Lombok Timur 2.782 orang, Kabupaten Lombok Tengah 779 orang, Kota Mataram 20 orang."Satu orang perwakilan dari masing-masing lima Kabupaten/Kota menerima secara simbolis bantuan langsung dari Presiden," jelasnya.

Untuk itu, Sutopo mengungkapkan Presiden berpesan, dana yang diberikan benar-benar untuk membangun rumah dan tidak digunakan untuk hal yang lain.

"Saya akan cek benar nanti, uangnya dibangunkan rumah atau tidak. Satu lagi pesan saya untuk pejabat pemerintah, jangan dipotong serupiah pun dana yang turun ke masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan Jokowi berharap masyarakat bersabar, untuk sementara yang diberikan dana stimulan masih sejumlah 5.293 orang.Sisanya 70.000-an orang masih dalam verifikasi sesuai aturan yang berlaku."Nantinya rumah yang akan dibangun harus memiliki kontruksi rumah tahan gempa seperti Risha.

Untuk itu pemerintah telah menunjuk Kementrian PUPR untuk melakukan pendampingan bersama-sama dengan insinyur, mahasiswa teknik yang telah diberikan pembekalan serta TNI dan Polri," tuturnya.

Kedatangan Presiden untuk yang ketiga kali ini adalah mengecek para korban yang telah tertangani dengan baik dan mendapat pertolongan, mengecek sekolah dan rumah sakit darurat, memastikan aktivitas perekonomian berjalan lancar serta menghibur masyarakat.

Selama perjalanan menuju Gunung Sari, Lombok Barat. Presiden menyempatkan ke pos pengungsian Desa Menggala dan Desa Kekait. Menyapa, berdialog dan shalat magrib berjamaah dengan pengungsi.

Malam harinya, Presiden bersama pejabat negara lainnya nonton bersama dengan para pengungsi acara penutupan Asian Games di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Di tempat yang sama, Presiden juga akan menginap di tenda bersama para menteri, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri dan pejabat lainnya.( vk)

Sunday, 02 September 2018 12:52

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo pada Minggu pagi, 2 September 2018, bertemu dengan para atlet peraih medali di Asian Games 2018. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Saat mengawali sambutannya, Kepala Negara sempat berkelakar bahwa dirinya masih ingin perhelatan Asian Games 2018 terus berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sore nanti, penutupan resmi ajang olahraga tertinggi se-Asia itu akan dilaksanakan.

"Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para atlet yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, para atlet langsung menerima bonus raihan medali sebagai wujud apresiasi dari pemerintah atas prestasi yang ditorehkan anak bangsa. Tak seperti biasanya, bonus atlet yang diterima ini langsung dapat diterima para atlet bahkan sebelum penutupan ajang Asian Games dilakukan. Penyerahannya pun juga dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden berupa tabungan dengan nominal sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah. Presiden bahkan sempat memastikan secara personal kepada para atlet penerima bahwa bonus tersebut memang benar sudah diterima.

"Indonesia berterima kasih atas sejarah emas yang Saudara-saudara torehkan. Oleh karena itu saya sampaikan kemarin kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan," kata Presiden.

Presiden melanjutkan, apabila sebelum upacara penutupan nanti sore masih ada atlet-atlet lainnya yang mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia, maka apresiasi yang sama akan langsung diberikan bahkan sebelum acara penutupan Asian Games 2018 dilangsungkan.

"Kalau pagi, siang, atau sore nanti masih ada tambahan medali setelah acara ini, akan saya berikan langsung. Tahu-tahu nanti masih ada tambahan emas lagi ya saya berikan di sini," ucapnya.

Untuk diketahui, penyerahan bonus tersebut langsung diberikan oleh Presiden dengan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apresiasi pemerintah berupa tabungan diserahkan kepada sembilan perwakilan atlet, yakni Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat), dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing) yang berhasil memperoleh medali emas. Sedangkan peraih medali perak diwakili oleh Ari Wahyuni (angkat besi), Aswat (panjat tebing), dan Alexander Elbert _(soft tennis)._ Sementara peraih medali perunggu diwakili oleh Nining Purwa Ningsih (sepeda), Amri Rusdana (pencak silat), dan Bunga Nyimas _(skateboard)._ 

Untuk atlet perorangan, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing memperoleh bonus apresiasi sebesar Rp1,5 miliar, Rp500 juta, dan Rp250 juta. Sementara untuk atlet beregu, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing akan mendapatkan Rp750 juta, Rp300 juta, dan Rp150 juta per orang.

Dalam acara tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga  Imam Nahrawi, _Chef de Mission_ Syafruddin, dan Ketua INASGOC Erick Thohir.

Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anon(eas)

Saturday, 01 September 2018 12:32

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Gerakan kelompok ganti presiden 2019 secara jelas menimbulkan  konflik dan ada penolakan. Oleh karena itu apabila tidak memenuhi syarat dan berpotensi memecah bela itu akan dibubarkan.

Kepala Devisi Humas Mabes Polri, Irjend Setyo Warsito ketika ditemui di Mabes Polri, Kamiis (30/8)2018 mengatakan jadi bukan begitu cara melihatnya urut permasalahannya, lihatnya begini. Dengan ada gerakan atau aksi 2019 ganti presiden, ini kalau  dia sendiri saja tidak ada kelompok lain yang menolak, saya kira tidak ada masalah. "Yang jadi masalah ketika dia akan mmelakukan deklarasi dan melakukan aksi dan melakukan apa saja disatu kota, disatu kota sudah ada kelompok yang bertolak belakang dengan dia. Nah ini peran Polri supaya kita menengahi jangan sampai  jadi bentrok," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan 

Ya, pasal 6 dikuatkan pada pasal 15 kalau tidak memrlenuhi pasal 6 Polisi bisa membubarkan .

"Kan dua-duanya dihimbau untuk melakukan aksi supaya tidak terjadi benturan." Di kerawang sudah dihimbau untuk dua-duanya tidak melakukan aksi. Jadi supaya tidak terjadi benturan. Kalau terjadi benturan polisi lagi disalahkan," tegasnya.

Ketika disinggu ganti presiden 2019, Setyo menjelaskan Jadi kalau gerakan 2019 ganti presiden ada yang menolak . Pasal itu sama dengan kegiatan lain misalnya mau bikin konser untuk lombok ada yang menolak engga kalau tidak ada yang menolak itu bisa jalan. "Kalau ada yang.menolak tunggu dulu kita melakukan asisesman. Ada yang menolak engga, ini potensi bentruknya berapa ini itu yang.menolak juga gede kekuatannya juga besar dan sudah berhadap-hadapan. Ini harus dibubarkan dua-duanya," jelasnya. .

Sering dengan deklarasi di lakukan oleh Jokowi, Setyo menandaskan oleh karena itu yang lakukan deklarasi dari Jokowi dua periode karena tidak menolak dibiarkan saja. Sepanjang tidak ada yang menolak kita melakukan asisten begitu. Semua menghindari bentrok Kan polri mencegah jangan.sampai jadi bentrok," tandasnya.

Ditunggu Bawaslu tidak melarang, KPU tidak melarang itu .secara prinsip tidak mempermasalahkan itu, Setyo membeberkan Kita kan ada aturannya, Polri  berdasarkan aturan dan bahwa aturan itu ,aturan Undang-undang No.9 tahun 1998 pasal 6 menyangkut kriteria, syarat-syarat yang harus diperhitungkan. "Yang memenuhi itu pasal 15 diperbolehkan. Ketika pasal untuk membubarkan itu masih juga dilawan kita gunakan KUHP melawan petugas dan ini ingat ada juga AISSI PIARD . Di situ disebutkan bahwa ini bukan memang Hak Asasi Manusia, tetapi Hak Asasi Manusia yang bukan yang mutlak dan bisa ditunda. Misalnya dia tidak lakukan deklarasi mati engga. Kalau engga bisa ditunda dong. Itu polisi berhak menunda," bebernya.

Saat ditanya KPU, Bawaslu acara prinsip tidak masalah, ada kelompok masyarakat yang melakukan pengamatan, Setyo mengakui Polri sendiri menyampaikan kepada masyarakat  memberikan penyampaian. "Itu hak asasi manusia juga. Sama-sama punya hak mereka. Ya. Tidak masalah.

Kalau di Kerawang perkembangannya. Sama dua-duanya, kita minta tidak ada yang melakukan  kegiatan," akunya.( vk)

Saturday, 01 September 2018 12:22

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Pengamanan  penutupan  Asia Games  dikerahkan Alaskan sekitar  9.422 personil, pengamanan pengamanan terdiri dari pengamanan Lalu lintas dan ancaman teroris.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Kamis(30/8)2018 mengatakan jumlah pengamanan penutupan Asia Games 9.422 personil terdiri dari Satgas Opsda di Polda 4.440 personil , Satgas Polres 2.068 personil ,kemudian BKO dari Mabes Polri 947 Personil , BKO dari TNI 1371 personil dan dari Pemda 596  Personil ini Dishub." Jadi memang mohon dimaklumi sama seperti pada waktu pembukaan ada atlit dari Wisma atlit yang  ada akan didorong menuju aquatic disana mereka menggunakan bis pasti pergerakan mereka mengganggu arus lalu lintas ini yang perlu dipahami masyarakat.

Kita berharap semua bisa semua lancar tapi kalau pun ada yang terhambat tetapi mohon di mengerti," ujarnya.

Ketika ditanya apa arus nya apa tidak bisa ditentukan, Setyo menegakan pada   Sore, tetapi dari jam 07.00 pagi sudah ditutup arah dari TVRi yang lebih padat. "Kemudian dari arah harmon yang arah hotel akan ditutp dari jam 07.00 pagi sampai selesai malam ditutup semua pengaturan . Saya kembali menghimbau masyarakat yang tidak ada kepentingan disekitar Senayan sebaiknya tidak mendekat kalau akan ada pengaturan dan.yang diprioritaskan kepada para delegasi maupun atlit," tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan untungnya atlit sudah berkurang ,atlitnya sekitar 3 .000 sudah pulang tetapi relawan-relawan kemarin bertugas ini mereka akan ikut upacara juga sekitar 9.000 orang." Relawan-relawan Asia Games," jelasnya.

Ketika disinggung apakah ada kemungkinan jalan Sudirman Senayan ditutup total, Setyo merincinya kalau Sudirman tidak ,itu buka tutup. "Kalau Sudirman dan Gatot subroto itu buka tutup untuk jalur pemberangkatan," rincinya.

Menyunting teroris, Setyo membeberkan  kalau kemacetan sudah diatur, untuk aksi teror  Kita mencegah jangan sampai ada serangan teror ,kita memonitor lah. Sel-sel sudah dalam pantauan kita semua. Moga-mogah mereka tidak bergerak." Ya, sampai saat ini masih kita pantau,aman dan termonitor. Kita kan sudah tau kan.orang-orangnya sel-sel ini yang bergerak, ini potensi-potensi begerak. Kita sudah tau semua. Ya kita upayakan," bebernya. (vk)

Saturday, 01 September 2018 04:07

BOGOR(KORANRAKYAT.COM)Seusai melakukan pertemuan formal di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk mencicipi jajanan khas Indonesia, Jumat sore, 31 Agustus 2018. Keduanya pun sempat menanam pohon bersama di halaman belakang Istana Bogo

Dari Istana Bogor keduanya naik _golf cart_. Presiden tampak berada di kursi pengemudi dan PM Morrison di sebelahnya. Keduanya kemudian menuju Grand Garden Cafe di kawasan Kebun Raya Bogor.

Sesampainya di jembatan penghubung Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor, keduanya berhenti dan melanjutkan perjalanan ke Grand Garden Cafe dengan berjalan kaki. 

Kehadiran Presiden dan PM Morrison ini sontak membuat masyarakat yang berada di Kebun Raya Bogor terkejut. Keduanya tampak sesekali menyapa masyarakat yang antusias bertemu dua kepala pemerintahan ini, bahkan kedua menerima ajakan berswafoto.

Tiba di Grand Garden Cafe sekira pukul 16.40 WIB, Presiden kemudian mempersilakan PM Morrison untuk mencicipi aneka jajanan khas Indonesia. Makanan ringan yang disajikan antara lain pisang goreng, colenak, dan tahu isi udang. 

Sementara minuman yang disajikan yaitu teh, kopi hitam, dan wedang jahe madu. PM Morrison tampak menikmati hidangan khas Indonesia ini.

Saat santap sore bersama PM Scott, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Bogor, 31 Agustus 2018

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden(eas)

Friday, 31 August 2018 08:28

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kontingen Garuda selaku pasukan yang dikirimkan untuk melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian PBB tidak hanya diakui karena kemampuannya, tapi juga dikenal luas karena mampu berbaur dengan masyarakat setempat di wilayah penugasan. Tak jarang, ketika menjalankan misinya di sejumlah wilayah tersebut, para pasukan TNI ini berhasil merebut simpati masyarakat.

Hal ini juga diakui oleh Presiden Joko Widodo yang pagi ini melepas keberangkatan satuan tugas batalion gerak cepat dan satuan tugas maritim TNI ke Kongo dan Lebanon dalam rangka misi perdamaian. Upacara pelepasan digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat, 31 Agustus 2018.

"Kita juga patut berbangga bahwa kiprah Kontingen Garuda di berbagai misi PBB selalu diterima dan dihargai khususnya oleh masyarakat setempat. Garuda Indonesia selalu dapat berbaur dengan masyarakat sekitar. Menghormati adat dan istiadat masyarakat lokal," kata Presiden.

Maka itu, sebelum memberangkatkan 960 personel yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB kali ini, Kepala Negara mengingatkan agar para pasukan TNI ini selalu mempelajari dan menghormati adat istiadat wilayah setempat. 

"Jagalah nama baik bangsa Indonesia, patuhi hukum setempat dan selalu ikut prosedur yang berlaku, pahami dan hormati budaya setempat, serta tunjukkan profesionalisme, disiplin, dedikasi, dan loyalitas," ucapnya.

Selain itu, dalam menjalankan misinya ini, pasukan perdamaian Indonesia juga diharapkan untuk dapat menjaga nama baik bangsa dengan selalu menjaga sikap dan mau berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dan pasukan perdamaian dari negara lainnya.

"Jagalah sikap dan perilaku Saudara dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat dan pasukan dari negara lain," tutur Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut mendoakan kesuksesan bagi para Kontingen Garuda dalam menjalankan misinya di Kongo dan Lebanon. Dengan itu, Presiden secara resmi melepas keberangkatan pasukan pemelihara perdamaian kebanggaan Indonesia.

"Semoga kita selalu dalam lindungan Allah _subhanahu wa ta'ala_. Selamat bertugas para prajurit Garuda yang perkasa. Selamat bertugas para prajurit kebanggaan Indonesia," ucapnya.(eas)

Wednesday, 29 August 2018 23:53

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap dua tersangka, yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), diduga melakukan pencurian data nasabah kartu kredit warga negara Australia.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo ketika ditemui di Bareskrim, Rabu( 29/8)2018 mengatakan kedua pelaku dengan inisial AR dan DSC, yang masih berstatus mahasiswa, memancing data nasabah melalui link yang dikirimkan lewat email kepada nasabah. "Kronologi pengungkapan tindak pidana yang berujung pada penangkapan keduanya," Ujarnya.

Selanjutnya, Albertus menegaskan semua bermula dari surat yang diterima oleh Direktorat Pidana Siber dari Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian di Australia."Surat tersebut menyebutkan telah terjadi penangkapan dan persidangan terhadap WNI di Australia dengan inisial AS yang dituduh menerima barang pembelian menggunakan kartu kredit milik warga negara Australia. Setelah kita menginterogasi, kami melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa barang-barang itu diminta untuk dikirim ke Indonesia dengan menggunakan beberapa proxy untuk mengaburkan identitas, sampai kita menemukan Dedek di Bandung dan Adhitya di Yogyakarta," tegasnya.

Untuk itu, Albertus menjelaskan Kedua tersangka membeli barang-barang tersebut menggunakan data kartu kredit curiannya. Kemudian, keduanya memanfaatkan AR untuk menerima dan mengirimkan barang belanjaan mereka ke Indonesia.

"Selanjutnya, tersangka AR ditangkap di sebuah asrama di Sleman, Yogyakarta, pada 6 Juni 2018. Sementara itu, tersangka DSC ditangkap di rumahnya, di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal yang sama," jelasnya.

Lebih jauh, Albertus merinci untuk WNI di Australia tersebut, pada akhirnya berhasil lolos dari jerat hukuman, hanya dikenakan denda.

"Saat penangkapan tersangka AR, polisi menyita 1 unit laptop Apple Macbook Pro, 1 buah handphone iPhone 7 Plus, 1 unit CPU, 1 unit router, 1 lembar fotocopy KTP, serta 1 buah kartu ATM," rincinya .

 

Jadi, Alberthus membeberkan sementara barang bukti yang disita dari tersangka DSC, yaitu 1 buah laptop merek MSI GE62, 1 buah iPhone, 1 buku rekening beserta kartu ATM, 1 buah kartu mahasiswa, 1 buah kartu SIM A, 1 buah kartu SIM C, serta 1 buah keyboard."Para pelaku telah melakukan tindakan tersebut selama kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mendapatkan 4.000 data kartu kredit," bebernya.

 

Itu sebabnya,Albertus menambahkan namun, mereka baru menggunakan data kartu kredit curian tersebut sebanyak sembilan kali untuk berbelanja. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai 20.000 dollar Australia.

"Kedua pelaku terancam didakwa pasal berlapis dengan hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar,"tambahnya .(vk)

Entertaiment

Face Book Galleries

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita , Badan Narkotika Nasional...
    JAKARTA,(KORANRAKYAT.COM)- Proses Pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung terus berlanjut, kini akhirnya...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni...
      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN...
    SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan