Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Warga Desa Pagar Din Kabupaten BU  Jembatan Rusak Segera Diperbaiki
Last Updated on Feb 20 2019

Warga Desa Pagar Din Kabupaten BU Jembatan Rusak Segera Diperbaiki

  BENGKULU, KORANRAKYAT.COM)  - Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Suharto mengatakan, untuk penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu sudah sesuai aturan atau tidak ada kendala.           "DD tahun 2018, Alhamdulillah kita serap dengan baik....
Bareskrim Ungkap Penyelundupan 30 kg Shabu Diselipkan Di Downlight
Last Updated on Feb 20 2019

Bareskrim Ungkap Penyelundupan 30 kg Shabu Diselipkan Di Downlight

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Direktorat Tindak Pidana Narkoba( Dirtipinarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penyelundupan 30 kilogram sabu yang diselundupkan dalam lampu downolihgt dari Malaysia ke Indonesia.            Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim...
Komitmen Jaksa Agung  Tuntaskan  Kasus  Pengaturan Skor Sepakbola
Last Updated on Feb 20 2019

Komitmen Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pengaturan Skor Sepakbola

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Setelah menerima lima berkas dari penyidik Satgas Anti Mafia Bola, Kejaksaan Agung akan segera menuntaskan kasus dugaan pengaturan skor bola  Liga Indonesia. Jaksa terus melakukan meneliti dan komitmen ini sama memperbaiki iklim olah raga di...
Gubernur Jatim Khofifah Kumpulkan Pemred Ajak  Memikir Kemajuan Jawa Timur
Last Updated on Feb 20 2019

Gubernur Jatim Khofifah Kumpulkan Pemred Ajak Memikir Kemajuan Jawa Timur

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Gubernur Jatim Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk selalu memberikan ruang luas kepada awak media dalam hal pemberitaan. Komitmen tersebut disampaikan agar para insan pers ikut mengawal pembangunan di Jawa Timur.            “Dalam...
Raup Keuntungan Rp. 1,26 Trilliun Bank Jatim Siap Dukung Program  Pemerintah
Last Updated on Feb 18 2019

Raup Keuntungan Rp. 1,26 Trilliun Bank Jatim Siap Dukung Program Pemerintah

  PRIGEN , (KORANRAKYAT.COM)  Bank  Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ikut songsong program pemeritah di sektor  Pariwisata,dimana pemerintah akan membuat 10 Destinasi Bali baru di Indonesia, selain itu juga akan ikuti program Cetar yang dicanangkan oleh Gubernur Jatim  Khofifah Indra...

World Today

Redaksi

Redaksi

Monday, 21 January 2019 16:30

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka?
Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah Maulia Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febrianti, Aldira Chena hingga Tiara Permatasari.
"Kemarin sudah ada enam yang sudah kami munculkan ada FA, BS, FG, AC, EP, TP dan RF," kata Luki di Mapolda Jatim, Senin (21/1/2019).Kini Luki memaparkan 21 inisial nama artis lain yang juga diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online. Ke-21 inisial tersebut di antaranya BJ, M, AM, UY, PP, TA, SN, WA, RP, M, EFD, AF, G, N, O, V, NZ, T, AKS, B, dan WH.

"Ini sudah kami munculkan dan yang lainnya akan segera kami panggil yaitu BJ, M, AM, UY, PP, TA, SN, WA, RP, M, EFD, AF, G, N, O, V, NZ, T, AKS, B, WH dan seterusnya, banyak sekali," papar Luki.Nama -nama ini rencananya akan dipanggil secara bergantian. Luki menambahkan dalam satu minggu akan memanggil empat hingga lima artis berurutan."Ini akan kami panggil secara berurut-urut kami perintahkan segera sehingga nanti kami beralih kepada kasus yang lain," pungkasnya. (tf)

Monday, 21 January 2019 15:51

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif. 

       Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1)2019 mengatakan Tindakan-tindakan preventif ini secara optimal kita laksanakan sampai batas waktu 29 (jika) tidak ada respon baru subsatgas penegakan hukum gabungan TNI-Polri melakukan upaya-upaya represif. ".Polri hingga kini masih memiliki waktu 8 hari untuk memaksimalkan tugasnya," ujarnya.

            Selanjutnya,Dedi menegaskan  saat ini satgas penegakan hukum Operasi Tinombala sedang melokalisasi titik-titik atau jalur-jalur logistik dan komunikasi dari kelompok Ali Kalora. Hal itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok Ali Kalora Cs. “Jadi jalur-jalur logistik, kemudian jalur komunikasi, jalur-jalur yang tidak menutup kemungkinan kelompok tersebut akan turun dari hutan ke perbatasan, di desa-desa semua sudah dilokalisir oleh satgas penegakan hukum,” tegasnya. 

        Untuk itu, Dedi menjelaskan Satgas penegakan hukum, kata Dedi, belum melakukan gerakan berupa penangkapan kelompok Ali Kalora.  Alasannya, karena masih menunggu upaya-upaya subsatgas preventif melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif ke masyarakat hingga tanggal 29 Januari 2019. 

" Satgas Tinombala juga telah menyebarkan pamflet agar kelompok Ali Kalora menyerahkan diri. “Penyebaran foto, penyebaran DPO (Daftar Pencarian Orang) disebarkan oleh seluruh Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Subsatgas Preventif, baik melalui udara maupun darat,” jelasnya. 

        Dedi katakan Jadi ada anggota dari subsatgas preventif yang langsung bersentuhan dengan keluarga-keluarga kelompok Ali Kalora cs,” sambung Dedi. "Kelompok MIT dipimpin oleh Ali Kalora setelah tewasnya Santoso pada 2016 lalu ketika Operasi Tinombala digelar secara gabungan antara polisi dan tentara. Diketahui ada penambahan empat anggota yang bergabung dengan Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

         Sehingga total jumlah kelompok ini menjadi 14 anggota.  Empat orang tersebut teridentifikasi berasal dari Banten dan Makassar. Mereka semua telah ditetapkan sebagai buronan (DPO). Keempat orang tersebut adalah Alvin asal Banten, Jaka (Banten), Ramadan (Banten), Alqindi Mutaqien (Banten), serta Andi Muhamad (Makasar)," rincinya. (vk)

 

Monday, 21 January 2019 15:43

 

 

   
   
 
       

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara mengirim 4 rekaman CCTV, Pasalnya indonesia menggunakan camera standar digital.

      Kepala Biro Penerangan Masyarkat, Brigjend  Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Senin (21/1)2019 mengatakan untuk kasus teror bom dikediaman  pimpinan KPK  tempatnya pak Agus Rahardjo maupun tempat kediaman Pak Loade untuk  tim yang sedang bekerja melakukan pendalaman analisa terhadap rekaman CCTV yang ada Cidiare  4 rekaman CCTV . "Baik yang di kediaman pak  Ali  kemudian ada beberapa tetangga kita juga mohon bantuan Cidiarenya kemudian waktu dijalan. Cidiare standar di Indonesia itu ada klasifikasi yang diindonesia ada standar digital," ujarnya .

       Selanjutnya,Dedi menegakan  standar digital itu camera itu tingkat resolusi sebelum kejadian di tingkat boleh dikatakan sangat standar. Sedang kita mencoba dianalisa dilaboratorium digital miliknya Puslakbor Polri . "Kita menganalisa   cidiare sampai ke London . Kita  bekerja sama dengan Inafis kepolisan metropolitan di Londen. Dari hasil analisa rekaman CCTV yang kita kirim ke Londen ternyata ada perbedaan menganalisa vidio yang bergerak dan menganalisa yang dalam keadaan tetap diam membutuhkan kecermatan ketelitian mengirimnyang luar biasa," teganya.

        Untuk itu,Dedi menjelaskan  contoh kita sudah mencurigai ada satu kendaran dalam satu bulan ini  mondar  mandir  pada saat mondar mandirnya terlihat cukup jelas ,tetapi ketika mau di zom orang nya jenis kendaraannya." Kita sudah tau ,plat nomornya pada posisi-posisinya  yang cukup sulit pecah oleh karenanya  dari tim analis Inafis ini akan bekerja kembali  mencoba kembali mengirim untuk vidio utuh civiare itu ke London untuk dianalisa agar lebih konpherhensif kembali agar betul-betul  di ketahui  plat nomor tersebut . Plat nomor tersebut nanti akan dilhat plat nomor asli atau palsu ini cukup waktu. butuh ketelitian dan butuh kesababaran dan butuh analisa yang koperhensif ," jelasnya.

       Lebih lanjut, Dedi merinci kendaraan yang bolak balik ada di Pak Agus atau di Pak Laode. di Pak laode, kalau di pak Agus kita hanya mengadalkan dua dan tim analisa mengandalkan dua.   Ini dahulunya  pak Agus dahulu kita sudah mendapatkan 4 Cidiare itu satu-satu harus dianalisa. yang dicari kecocokan terhadap satu sepeda motor dua orang pengatur yang dalam satu bulan kegiatan itu mondar mandir. Sedang terus dilakukan pendalaman mendesak. kemuidian kesabara ."Kemuidan ditempatnya Pak Agus Inafis hanya mengandalkan dua yaitu analisa tenang sidik jari, kita sedang mengalami sedikit kesulitan karean sudah terlalu banyak petugas yang pegang yang kemdian tentang analisa sketsa . Sketsa ini ternyata bila mendapatkan hasilnya sketsa konvensional ini tim ahli yang mendalami saksi tersebut perlu juga ketelatenan, kemudian kesabaran dan juga selalu berulang yang benar-benar memastikan minimal mendekati apa yang digambarkan para saksi ini  sesuai dengan saksi membuat sketsa ," rincinya.

        Seiring dengan itu, Dedi membeberkan apapila saksi pembuat sketsa ini hasilnya sudah matang kalau digabungkan ke dalam  analisa digital ini juga berbagai tindakan-tindakan harus dilakukan yang tidak langsung cocok . Ternyata tidak bisa langsung cocok, begitu langung dicocok kalau digital itu maka akan menimbulkan dari data base kita kerja sama bisa itu sekitar 30 hingga 40 orang-orang yang memiliki tipologi wajah yang hampir sama mata ,hidung telinga mulut itu hampir sama ." Kalau butuh 30 hingga 40 kandidat maka petugas harus menentukan dan menyetir ulang kembali satu persatu sesuai alibi masing-masing ini juga perlu proses waktu yang juga cukup panjang. Jadi analisa terhadap pembuktian secara ilmia  ini perlu waku  yang kita tidak terburuh-buruh tapi kita betul-betul meyakinkan proses pembuktian secara ilmia betul-betul tuntas kalau sudah clier dulu konsep pemeriksaan para saksi itu akan bersandingan alat bukti yang dimiliki oleh tim  mendapatkan hasilnya kalau dilihat dengan kecanggihan yang ada waktuya sih dua hari apa bila proses pengiriman barang bukti betul-betul sempurna," bebernya .

        Sesuai perkembangan, Dedi  mengungkapkan dalam arti kata memang kwalitas gambar yang dikirim tidak ada masalah semua dalam keadaan yang utuh dalam kondisi orisinil dianalisa dua hari sih. Tetapi tindakan-tindakan setelah analisa perlu tindakan-tindakan . Contoh jenis kendaraan ,kendaran ini misalnya Honda New ,misalnya warna hitam ,palt nomernya berapa msialnya B sekian-sekian . "Kalau itu palt nomornya asli sudah dapat langsung diidentifikasi. Pemilik honda Mio misalna B nomor sekian-sekian cepat ketemu orangnya. Tapi kalau hanya diketahui nomr depann saja B sekian-sekian tetapi belakang nya tidak ada motor mio warna hitam perlu dicari seluruh Jakarta, wujudkan lagi Bekasi , ada di Jakarta Selatan itu perlu pendalaman . Kalau diwilayah itu baru identifikasi diprofil kembali dipilih satu persatu masing-masing . Pembuktian ilmia seperti itu  harus kita  membuat satu kesimpulan dan itu kesimpulan yang  tidak terbantahkan lagi. Jadi dalam proses penelitian ilmian ini kita sudah buat satu kesimpulan, kesimpulan itu  masih banyak yang terbantahkan dari celah-celah yang terbantahkan,"  ungkapnya..      

        Ketika ditanya sebenarnya kesulitan dimana , Dedi menadaskan  jadi begini kalau di Inggris diluar negeri itu ada tiga kwalitas camera , di Indonesia cameranya sudah bagus tapi dia masuk dalam stadar digital , kalau di inggiris sudah jafang dipakai . Mereka kurang pakai dua high digital dan  full high digital. Kalau di Indonesia  pakai full high digital sangat bagus artinya malam hari dengan menggunakan camera infrared bisa kita mengzom jelas dengan keterbatsan cahaya ." Kalau di Indonesia ini kita pakai stadar digital dan ini juga pencerahan kepada masyarakat , kalau masyarakat di seluruh kementerian dan lembaga atau  seluruh BUMN apabila memasang CCTV harus betul-betul memilih kwalitas cameranya minimal High digital ,syukur kalau full suatu bisa secara cepat digital," .tandasnya.

       Dedi katakan   Jika terjadi sesuatu   bisa secara cepat dan akurat untuk mengidentifikasi orang  ataupun barang yang dicurigai sesuatu barang yang terjadi. Kalau  kita memakai standar digital laboratorium disana ketika mau mezom itu pecah kemudian ada bayang-bayang,ada  cahaya bayang-bayang ini justru akan menganjadi konvius nantinya. Misalnya angka 3 bisa sadi angka 1.Angka 4 bisa jadi angka 9 nah itu yang tidak bisa dihindari yang dari Full High Digital itu tidak akan seperti itu.ya dia akan lebih sempurna dan dia akan lebih cepat  dan lebih sempurna. itu sudah dikirm pertama boleh dikatakan scemer,motor atau nomor  dinalisa dengan baik . "Mereka tidak berani membuat suatu kesimpulan kalau gambar itu hasil analisa dia ragu-ragu. kemudian ini perlu waktu dua hari lagi  dri Inafis akan mencoba kumpulkan kembali video aslinya yang ada kita kirim kesana ada di puslakbor. Puslakbor juga mengganalisa . Puslakbor digital ini berkoordinasi dengan Inafis. Inafis memiliki teknologi kerjasama dengan dukcapil . Kalau memang wajah bisa dianalisa. kalau motor harus berkoordinasi dengan direktorat Lalu lintas Metro jaya," tambahnya.(vk)

Sunday, 20 January 2019 23:36

 

 

BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa (KLB).

       Seperti diberitakan sebelumnya, Edy memutuskan mundur saat pidato dalam Kongres PSSI di Bali Minggu, (20/1). Dia menyerahkan secara simbolis bendera PSSI kepada Jokdri selaku waketum. Ada isu, Jokdri bisa saja memimpin PSSI hingga 2020. Sebab, jabatan Edy Rahyamadi sejatinya tinggal berakhir setahun lagi.

"Harus ada KLB secepatnya. Kalau ini terus-terus enggak benar nanti. Harus ganti pengurus semuanya, kawan-kawan bicara yang punya suara," bilang Umuh.

Ketika ditanya soal penggantinya, Umuh belum bisa banyak komentar. Saat ini nama-namanya akan segera digodok lebih lanjut.

"Belum, belum. Nanti kami bicara sama kawan-kawan dulu. Saya ayo saja demi kebaikan, tapi saya tak punya kepentingan apa-apa," papar Umuh.(ku)

Sunday, 20 January 2019 23:28

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Tim Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya, Kamis (17/1/2019). Joko akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pengaturan skor. 

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo   di  Mabes Polri, Jakarta Selatan mengatakan  Joko Driyono mengonfirmasi ketidakhadirannya karena alasan ada kegiatan lain. “Minta mundur di hari Jumat(18/1/2019) besok sama Papat (exco PSSI Papat Yunisal). Berdua minta mundur,” ujarnya. 

         Selanjutnya, Dedi menegaskan, ada dua poin penting yang akan digali Satgas Antimafia Bola dari hasil pemeriksaan terhadap pejabat struktural PSSI. Pertama, menyangkut regulasi, mekanisme pengaturan jadwal pertandingan, dan penunjukan wasit pertandingan. Kedua, mengenai dugaan penyimpangan anggaran dalam penyelenggaraan liga. “Ada terkait anggaran yang menyangkut penyelenggara liga dengan match mixing terkait masalah di liga, baik liga 3 atau liga 2 yang terindikasi liga 2. Baru minggu depan kalau pemeriksaan sudah tuntas ada upaya paksa,”tegasnya . 

      Untuk itu,Dedi menjelaskan sejauh ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus dugaan pengaturan skor. Diberitakan sebelumnya, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama terkait, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah." Mereka adalah oknum wasit Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,". jelasnya.

        Lebih jauh, Dedi merinci Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto, pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. "Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan," rincinya.

         Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Suratin 2009.

         Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin." Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman pintu masuk Liga 2. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H,"ungkapnya.(vk)

Sunday, 20 January 2019 13:06

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang warga asing berkewarganegaraan Mozambik karena kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu. WNA tersebut diketahui bernama Samuel Machado Nhavena dan ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/1/2019). 

         Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto memberikan keterangan tertulis, Jumat (18/102019 mengatakan tim bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta telah melakukan penyelidikan selama satu minggu. “Penyelidikan ini dilakukan selama satu minggu, terkait dengan pengungkapan jaringan antar-negara Mozambik dan Indonesia," ujarnya. 

 

          Selanjutnya, Eko menegaskan penyelundupan dilakukan dengan mencampurkan narkotika jenis sabu melalui pakaian dan handuk. “Pakaian dan handuk yang dibawanya (WNA) dalam kondisi basah. Setelah diperiksa menggunakan alat detektor, ternyata pakaian tersebut sudah dicampur dengan sabu,” tegasnya. 

 

Edo menjelaskan dalam penangkapan itu, penyidik Bareskrim Polri juga mengamankan 8 kilogram sabu yang dilarutkan di dalam baju dan handuk sebagai barang bukti. "Lalu, satu handuk berisi sabu seberat 1,3 kilogram, 6 kemeja dengan sabu seberat 2,1 kilogram, 9 kaus yang mengandung sabu 3,5 kilogram, dan 2 kaus jenis Polo berisi sabu 1 kilogram," jelasnya. 

 

           Lebih lanjut, Eko merinci  pelaku sengaja melarutkan sabu ke pakaian dan handuk, untuk mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Narkoba yang diselundupkan itu sudah dicairkan dan direndam terlebih dahulu bersama pakaian dan handuk. Nantinya, setelah dikeringkan, pakaian dan handuk itu akan diperas dan sabu kering itu bisa digunakan. Modus penyelundupan narkoba dengan cara demikian tergolong jarang digunakan. Oleh karena itu, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap jaringan tersebut. “Sampai saat ini tim masih mengembangkan perkara dimaksud,” rincinya. (vk)

Sunday, 20 January 2019 12:56

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija (MIT)  bekas  Walikota Cimahi periode 2002-periode 2007 dengan baang bukti tahap 2 kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Cimahi Kejari Cimahi tindak Pidana Korupsi penyalagunaan APBD Kota Cimahi. Kerugian Negara 37 Miliar lebih.

            Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Dr Mukri  di Kejaksaan Agung,Jumat (18/1)2019 mengatakan Penyidik Kejaksaan Negeri Cimahi melakukan penyerahan tersangka MIT pensiun pegawai Negeri Sipil/Mantan Walikota Cimahi Periode 2002- 2007 dan periode 2007-2012 " Saat menyerahkan. barang bukti tahap 2 kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Cimahi Kejari Cimahi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalagunaan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2006-2007 dalam penyertaan modal Daerah Kota Cimahi pada perusahaan Daerah Jati Mandiri dan PT Lingga Buana Wisesa dalam rangka pembangunan pasar raya Cibeurem dan pembangunan sub Terminal Kota Cimahi kamis, 17 Januari 2019," ujarnya.

        Selanjutnya, Mukri menegaskan didalam kasus dugaan korupsi ini. Barang bukti yang telah diserahkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan berupa uang sebesar Rp 5.250.000.000 dan lahan tanah seluas 24.790 Meter persegi yang terletak di Cibeureum Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi."Penyerahan tersangka MIT  dengan didampingi penasehat hukum dan barang bukti yang dilakukan oleh penyidik Kejari Cimahi setelah berkas perkara hasil penyidikannya dinyatakan lengkap oleh Penuntut Umum Kejeri Cimahi," tegasnya.

          Untuk itu,Mukri menjeaskan Tersangka MIT tidak dilakukan penahanan karena merupakan terpidana yang saat ini sedang menjalani penahanan di Rutan Sukamiskin Bandung dalam perkara Tindak Pidana Korupsi  yang ditangani oleh KPK. "Bahwa perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 3487.065.273  berdasarkan  perhitungan BPKP Provinsi Jawa Barat" jelasnya..

        Lebih lanjut, Mukri merinci Tersangka MIT dipersangkakan primer pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP. "Subsaidir Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP," rincinya..(vk)

Sunday, 20 January 2019 12:45

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu akhirnya terhendus juga bernama Umar Kholid Harahap(28) diduga menyebarkan berita bohong. Kini sudah berhasil ditangkap di Bekasi.

 

          Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/1)2019 saat dikonfirmasi mengatakan.Polri menangkap pria bernama Umar Kholid Harahap (28) setelah diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks soal ijazah Presiden Joko Widodo atau Jokowi palsu."Tersangka ditangkap di Bekasi," ujarnya

 

          Selanjutnya, Dedi menegaskan Umar ditangkap dini hari tadi sekira pukul 00.30 WIB.Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit telepon genggam, dua buah sim card, satu  buah akun Facebook dan satu buah email."Pelaku hingga kini masih diperiksa intensif," tegasnya.

 

         Untuk itu, Dedi menjelaskan selucky Ngelo)mnya, di media sosial viral informasi menyebut ijazah SMA tegasnyaJokowi palsu. Jokowi disebut bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. "Ijasah Jokowi SMA dianggap palsu karna lulus pada tahun 1980. Kemudian diviralkan  menyebutkan SMA  6 Surakarta  tempat  Jokowi bersekolah baru berdiri pada tahun 1986, " jelasnya.

        

       SMPP ialah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan, yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta. Jokowi saat itu merupakan murid SMPP."SMPP berganti nama menjadi SMAN 6 Surakarta pada tahun 1985, bukan 1986 seperti yang di medsos. Tapi kami tetap memakai tahun berdirinya SMPP sebagai tahun berdirinya SMAN 6 Surakarta, yaitu tahun 1975," ujarnya.

          Sebelumnya, seorang warganet menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. Hal itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980. Padahal, kata warganet, SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.

"Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6)," kata Agung saat ditemui wartawan  di SMAN 6 Surakarta, Kamis (17/1).(vk) 

 
Sunday, 20 January 2019 12:36

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus melaksanakan tugasnya. Kini kembali menetapkan staf direktur penugasan wasit di PSSI sebagai tersangka pengaturan skor.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Presetyo  saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/1)2019  mengatakan berdasarkan hasil keterangan para tersangka dan barang bukti yang dimiliki Satgas antimafia bola, telah ditetapkan tersangka dengan inisial ML. ML ditangkap di daerah Jakarta dan telah dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Satgas sudah melakukan upaya paksa terhadap seorang tersangka. Tadi malam sudah dilakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama ML,” ujarnya.(vk)

Sunday, 20 January 2019 12:05

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Maraknya aksi berita hoax,  hal seperti terjadi  adanya 7 kontainer  kertas suara sudah dicoblos saat dicek tidaik ada. Ini bisa mencerdai Pemilu 2019. Menghadapi hal ini, Polri mengajak mahasiswa ikut andil memerangi berita bohong atau hoaks jelang Pemilu 2019. 

            Wakil Kepala Satuan Tugas Nusantara Brigjen Pol Fadil Imran saat  membuka seminar nasional dengan tema “Anti Hoaks:Jangan Ada Hoaks di antara Kita,” di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Selasa (15/1)2019 mengatakan dan meminta mahasiswa untuk mengecek informasi atau berita yang diduga hoaks. “Yang pertama jika ada berita hoaks, cek dan ricek. Cek sumbernya maupun siapa orang yang memberitakan,” ujarnya. 

           Selanjutnya, Fadil menegaskan dan  meminta mahasiswa untuk tidak hanya percaya pada satu sumber ketika membaca atau mendengar informasi di media sosial.  "Para mahasiswa untuk langsung mencari pemberitaan yang bersifat konfirmasi ke media arus utama atau maeinstream. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang utuh," tegasnya. 

          Untuk itu, Fadil menjelaskan  salah satu langkah memerangi hoaks adalah melaporkan berita-berita yang diduga atau sudah dipastikan bohong kepada pihak yang berwenang. “Laporkan jika ada konten di media sosial yang menurut adik-adik mahasiswa mengandung berita-berita bohong yang dapat memecah belah bangsa ini, yang dapat mengganggu rasa aman,” jelasnya.

         Sesuai perkembangan menandaskan rincinya kepada mahasiswa untuk memanfaatkan hak poltik pada Pemilu 2019. “Ingat pada 17 April (2019) nanti datang jangan golput. Berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan, damai, dan sejuk menjelang pada saat dan setelah pemilu. Ini yang kami harapkan dari satgas Nusantara.Mahasiswa saya harap tetap menjadi pendingin, mendinginkan, dan berpikir rasional,” tandsanya.  

          Jadi, Fadil menambahkan Satgas Nusantara dibentuk Polri untuk menangani berita-berita bohong atau ujaran kebencian, penghinaan, serta penyalahgunaan media sosial selama Pemilu 2019. "Satgas ini juga berperan untuk mendinginkan tensi panas menjelang pemilu. Satgas Nusantara membawahi empat subsatgas yang membidangi kemitraan, menajemen media, manajemen sosial dan penegakan hukum," tambahnya. (vk)

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU, KORANRAKYAT.COM)  - Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Suharto...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Direktorat Tindak Pidana Narkoba( Dirtipinarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Setelah menerima lima berkas dari penyidik Satgas Anti Mafia Bola, Kejaksaan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Gubernur Jatim Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk selalu...
  PRIGEN , (KORANRAKYAT.COM)  Bank  Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ikut songsong program pemeritah di sektor ...
JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung...
  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat...
Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan,...
MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan