Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019
Last Updated on May 19 2019

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019

          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 bulan Mei meringkus 29 terduga dari 68 terduga pelaku terorisme terhendus adanya upaya melakukan tindakan negatatip  di 22 Mei 2019 jelang perhitungan suara di KPU.             Kepala Divisi Humas Polri,...
TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei
Last Updated on May 19 2019

TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei

            JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Kekuatan pengamanan  jelang  pengumuman   rekaptulasi penghitungan suara yang dilakukan  Komisi Pemilihan Umum, dalam Pilpres   dan Pileg  pada  22 Mei 2019. Secara detail TNI Polri menurunkan kekuatan 32,000 personil...
 Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim
Last Updated on May 14 2019

Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Lieus Sungkharisma  diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, Selasa (14/5/2019), terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta...
Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur
Last Updated on May 13 2019

Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Sesuai data yang usai dilakukan penelusuran , akhirnya  di ketahui sebanyak 29 anggota Polri gugur selama pengamanan Pemilu 2019. Data tersebut merupakan jumlah per Senin (15/3)2019.. Kepala Biro...
Kivlan Diperiksa Bareskrim
Last Updated on May 13 2019

Kivlan Diperiksa Bareskrim

  JAKARTA,KORANRKYAT.COM- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kivlan diperiksa sekitar lima jam. Ia keluar didampingi tim kuasa hukumnya sekitar pukul 15.30...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Redaksi

Redaksi

Monday, 06 May 2019 02:34

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Peringatan Hari Buruh di sejumlah kota di Indonesia.   Kepolisian menetapkan empat tersangka  dengan mengenakan pasal 170 KUHP.Terhadap kelompok Anarko dan Vandalisme.

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dihubungi Sabtu (4/5)2019 mengatakan Kepolisian menetapkan empat tersangka terkait  Anarko Sindikalisme yang melakukan sejumlah tindakan memancing rusuh pada peringatan Hari Buruh di sejumlah kota di Indonesia.  "Polda Jabar dan Polrestabes Bandung sudah menetapkan dua tersangka karena aksi vandalisme dengan mengenakan pasal 170 KUHP," ujarnya.

            Selanjutya, Dedi menegaskan dua orang lagi ada di Malang yang sudah ditetapkan tersangka, dikenakan Pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Pasal 489 KUHP. "Total Rp 3,5 juta kerugian akan perbuatan vandalisme dua orang anggota Anarko Sindikalisme di Bandung. Namun untuk di Malang, tidak ada kerugian yang disebabkan dua tersangka vandalisme," ujarnya.

            Dedi katakana  tindakan Anarko Sindikalisme di beberapa kota, seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Makassar masih proses identifikasi dan sejauh ini belum ada proses penegakan hukum. "Masih proses identifikasi dan proses penegakan hukum nihil.Untuk di Surabaya ada enam orang dikenakan wajib lapor dan sudah dilakukan pembinaan," jelasnya.

Masih dikatakan Dedi   kepolisian belum mendapatkan siapa tokoh-tokoh yang mengkoordinasikan Anarko Sindikalisme. 'Sebelumnya, kelompok Anarko Sindikalisme membuat kerusuhan saat peringatan Hari Buruh atau May Day di Bandung, pada Rabu (1/5/2019),"rincinya. 

           Pada hari yang sama, kelompok serupa juga melakukan aksi anarkistis di dua kota lainnya, yaitu Makassar dan Malang. Untuk kejadian di Bandung, berdasarkan data sementara, tercatat ada 619 orang dari kelompok Anarko yang diamankan saat kerusuhan di Hari Buruh. 

             Selain di Bandung, gerombolan perusuh berbaju hitam itu merusak gerai McDonald's di Makassar. Setelah kejadian ini, dua pemuda di Makassar diamankan pihak kepolisian. Sementara di Kota Malang, kelompok tersebut melakukan aksi vandalisme di Jembatan Kahuripan yang merupakan cagar budaya. (vk)

 

 

Friday, 03 May 2019 23:22

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Merasa diperlakukan tidak adil dalam proses hukum,Panglima Komando Adat Dayak Kalimantan mendatangi propam, warsidik dan Divisi Humas Mabes Polri  menyampaikan keluhannya. Adanya  dugaaan korupsi PLTU Lati Kabupaten Berau menelan kerugian Rp 14.85 miliar hingga kini pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka namun, pelakunya masih bebas berkeliaran.Uniknya , kasusnya sudah setahun tidak ditindak lanjuti hingga sekarang.    

          Siswansyah Panglima Komando  Adat Dayak Kalimantan Posisi di DPW Kalimatan Timur  berkedudukan di Kabupaten Berau, Siswansyah ditemui di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Senin (29/4) 2019 mengatakan artinya kedatangan saya ke Kadiv Humas untuk menindaklanjuti atas ada dugaan tindak korupsi PLTU Lati di Kabupaten Berau. "Terkait kasus ini yang kita lihat sudah sekian tahun lamanya tidak ada perkembangan dari pihak Polres sudah mengeluarkan statmen di Media bahwa di tahun 2017 tim tipikor sudah statmen mengatakan bahwa tersangka lebih dari satu. Sampai hari ini pun jangankan tersangka tidak ada yang bisa lakukan dan mantan Direksi PT IPB sudah ditetapkan tersangka di bulan Oktober oleh Polres Berau tetapi beliau sampai  hari ini tidak ditahan," ujarnya.

Selanjutnya, Siswansyah  menegaskan alasannya bahwa pertama mantan Direksi IPB tidak pernah akan melarikan diri. Kedua, dia mengendap penyakit cuci  darah tetapi yang kita dapati pada waktu itu saya sendiri yang memergoki beliau saya ketemu di Bandara Spinggan Balik Papan katanya masa orang ditetapkan tersangka bisa keluar daerah. "Kalau dia sakit hanya dua tempat, di rumah atau di rumah sakit. Kalau toh dia harus keluar daerah berobat minimal ada pendampingan dokter dengan  pihak Kepolisian .Sementara ini  tidak,  dia sama anaknya keluar daerah  tujuannya Berau- Jakarta.

Artinya ini yang saya sayangkan,dia seorang koruptur bisa semudah itu dan sudah ditetapkan tersangka masih bisa dengan bebas dengan lengang  mau kemana mereka pergi. Artinya menurut saya ini ketidak adilan dan artinya kalau hari ini kita tidak menegakan hukum yang sebenar-benarnya mau dibawah kemana bangsa ini," tegasnya.

         Siswansyah menjelaskan   kita bicara generasi, berati generasi  kita akan buruk, artinya yang saya tekankan ke Mabes Polri dan khususnya suratnya sudah masuk ke Kapolri  dan saya minta gelar perkara di pindahkan ke Mabes Polri agar tidak terkontiminasi dengan  penyidikan ini. "Dan kasus ini sudah lama sekali ,kasus boiler  ini kurang lebih 3 tahun . Nah laporan resmi dari IPB ke Polres Berau tanggal 19 Maret 2018 sampai hari ini sudah tahun 2019 bulan April sudah 1 tahun. Tidak ada perkembangan kasus itu dan Kejaksaanpun tidak pernah SPDP sampai hari ini. Ada apakah gerangan sesuatu yang terjadi," jelasnya.

          Ketika ditanya apa ada dugaan orang sekitar Berau punya jabatan apa kah terlibat ,Siswansyah menadaskan sudah pasti artinya kalau  barang ini tidak ada keterlibatan dibelakang ini tidak mungkin barang ini lamanya seperti ini. " Harapan kita kasus boiler PLTU Lati di Kabupaten Berau diambil alih untuk digelar perkara di Mabes Polri disini. Hanya itulah himbauan kita artinya yang sudah 3 unsur kita temui tadi, dari Propam, Warsidik dan Divisi Humas artinya akan menindak lanjuti dengan surat masuk dari Komando . Artinya terima kasih atas kerja samanya teman-teman media mohon dorongan kasus ini bisa terbuka,agar masyarakat bisa merasakan lampu dengan sempurna," tandasnya.

Sementara  barang bukti yang dibawah Siswansyah membeberkan barang bukti Laporan  dari PT IPB ke Polres itu tanggal 19 Maret 2018. Artinya kita menindak lanjuti ini sampai hari ini April 2019 tidak ada perkembangan kasus." Awalnya Kita ini tidak ada barang bukti ,ini disini terindikasi ada kerugian keuangan daerah dengan keuangan negara. Contohnya uang muka hilang fisiknya pun tidak ada dan sampai hari ini kita tidak tahu rimbanya kemana apakah uang muka di terima dengan pemenang dari tender itu atau apa kah tidak. Yang ironis uang muka hilang Rp 14 Miliar lebih  Boilernya tidak ada . Hari ini kita harus membayar bunga bank dari pinjaman tersebut dengan bunga Rp 1, 2 Miliar. Banyangin dan ini yang kita pinjam duitnya siapa dan kita disuruh membayar sampai hari ini," bebernya.

Siswansyah  sayang kan sekali penegakan hukum yang menurut saya di Kabupaten Berau kayanya rendah sekali. masih tebang pilih. Yang kasihan pencuri sendal dihukum mati-matian , Sementara Yang korupsi dibiarkan dengan enak-enak jalan kesana-sini sama anak istrinya. "Dugaan korupsi , RP14,85 miliar yang rimbahnya sampai hari ini kita tidak ketahui kemana .Sesuai dengan rencana pemerintah daerah seandai PLTU Lati itu berjalan sesuai rencana, artinya masyarakat dapat manfaat besar listrik disana. Dengan berjalan tidak sesuai rencana dan uang tidak diketahui rimbahnya." akunya.

Sedangkan yang dirasakan masyarakat disekitarnya, Siswansyah mengungkapkan  yang dirasakan masyarakat hari ini mati lampu, artinya kita mau tuntut siapa. Kita sudah tahu keadaan Boiler itu harus diganti dan kita perbaiki boiler hari ini." Hari ini boiler perawatannya itu pemerintah daerah mengambil tenaga hari dari China dan ini orang indonesia tidak bisa memperbaiki boiler kita. Perwatannya orang dari China. Ini kita mengeluarkan biaya yang sangat besar artinya kerugian dan sangat-sangat susah. Artinya pertanggungan IPB perusahaan Daerah pun ke Pemerintah daerah yang dilaporkan juga ke  DPRD itu mines pak tidak pernah untung terus sampai hari ini. Artinya ini yang harus tindak," ungkapnya.

          Jadi, Siswansyah menambahkan ini yang di rugikan bukan sepihak , kami sebagai masyarakat dirugikan ,pemerintah daerah apa lagi." Tolong di tegaskan Pihak Kepolisian Republik Indonesia katakan yang benar ,katakanyang salah .Kami tidak butuh janji-janji tapi kami butuh kepastian hukum. Dan permasalahan ini jangan dibolak-balik hanya himbauan," tambahnya. (vk).

Friday, 03 May 2019 23:04

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kelompok Anarko Sindikalisme  tindakan memancing rusuh pada peringatan Hari Buruh di sejumlah kota merupakan fenomena Internasional. Kelompok tersebut diduga melakukan tindakan yang memancing kerusuhan, antara lain di Bandung, Malang dan Makassar pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019). 

         Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian  di Rupatama Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/) 2019 mengatakan  , kelompok Anarko Sindikalisme yang melakukan sejumlah tindakan memancing rusuh pada peringatan Hari Buruh di sejumlah kota merupakan fenomena internasional. "Ada satu kelompok yang namanya Anarko Sindikalisme, ini bukan kelompok fenomena lokal tapi fenomena Internasional. Kelompok tersebut diduga melakukan tindakan yang memancing kerusuhan, antara lain di Bandung, Malang dan Makassar pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019)," ujarnya. 

         Selanjutnya,  Tito menegaskan kelompok tersebut menerima doktrinisasi secara global. Doktrin itu antara lain bahwa pekerja jangan dikekang aturan. Anarko, katanya, sudah lama berkembang di luar negeri. Namun, kelompok itu baru terdeteksi bermunculan di Indonesia beberapa tahun lalu. . "Kita lihat mereka tahun-tahun yang lalu ada di Yogyakarta, ada di Bandung, sekarang sudah ada di Surabaya, ada di Jakarta, dan mereka sayangnya melakukan aksi kekerasan vandalisme, corat-coret simbol A, ada yang merusak pagar jalan," tegasnya.

          Untuk itu, Tito pun  menjelaskan dan memastikan bahwa Polri akan menindak tegas kelompok tersebut. "Terlepas soal kelompok Anarko, saya mengucapkan terima kasih kepada para buruh karena peringatan May Day berjalan lancar. " Untuk kejadian di Bandung, berdasarkan data sementara, tercatat ada 619 orang dari kelompok Anarko yang diamankan saat kerusuhan di Hari Buruh," jelasnya

         Selain di Bandung, gerombolan perusuh berbaju hitam itu merusak gerai McDonald's di Makassar. Lalu, dua pemuda di Makassar diamankan pihak kepolisian. Sementara di Kota Malang, kelompok tersebut melakukan aksi vandalisme di Jembatan Kahuripan yang merupakan cagar budaya.(vk)

Friday, 03 May 2019 22:43

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri,  meringkus jaringan mafia Narkoba lintas negara Indonesia – Malaysia. Ada 14 pelaku, dari Aceh, Medan, Palembang  beraksi dibawa  kapal. Tim Dirnarkoba  menyita  137 kg dalam 51 bungkus.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo ditemu di Bareskrim, Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/5)2019  mengatakan  terbongkarnya perederan narkoba jenis sabu jaringan Lintas negara Malaysia-Indonesia seberat 137 kilogram merupakan pengungkapan terbesar hingga Mei 2019. "Ini merupakan pengungkapan terbesar tahun ini. Kemarin Polda Metro Jaya mengungkap peredaran seberat 120 kilogram, yang ini 137 kilogram dalam 51 bungkus. Artinya, ini pengungkapan terbesar dari mulai Januari sampai Mei 2019," ujarnya..

            Dedi menegaskan  pengungkapan peredaran narkoba lainnya masih terus dikembangkan oleh tim terpadu." Kepolisian pun akan lebih banyak fokus pada peredaran narkoba jalur laut," tegasnya. 

        Ditempat yang sama, Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigadir Jenderal (Pol) Eko Daniyanto mengatakan pengungkapan peredaran narkoba 137 kilogram tersebut memiliki modus yang sama dari tahun 2016, yaitu menyamarkan barangnya dengan kemasan teh hijau.  "Tidak berubah mulai dari tahun 2016. Kemasannya seperti teh hijau atau model teh lainnya,"  ujarnya 

           Eko menjelaskan pengungkapan yang terbesar ini juga menjadi peringatan bagi aparat keamanan perairan di seluruh Indonesia untuk mengawasi adanya dugaan peredaran narkoba. Untuk itu, ia menyebut pada Maret 2019 Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba telah bekerja sama dengan Malaysia, Myanmar, dan Thailand untuk meningkatkan pengawasan peredaran narkoba. "Pada Maret kemarin kami kerja sama dengan Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Inilah bentuk kerja sama kami,"  jelasnya.

         Eko katakan  peredaran narkoba lainnya bisa terungkap."  Seperti diketahui, dalam pengungkapan peredaran jenis sabu seberat 137 kilogram ini, kepolisian telah menangkap 14 tersangka. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari penjemput, kurir, hingga pengendali," .

          Jadi, Eko menandaskan Sebanyak 14 tersangka tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI), yaitu SN (42), SS (47), TM (39), RM (30), DI (30), MR (47), SO (48), HR (42), BI (47), IS (39), HE (34), RM (29), MA (30), dan HR (34). "Adapun pasal yang disangkakan kepada 14 tersangka tersebut yaitu Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," tandasnya. (vk)

 

Friday, 03 May 2019 22:29

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Kejaksaan  melakukan penangkapan terhadap terpidana Ir Prayitno Hidayat ( Pensiunan PNS Badan Pertanahan Kota Manado) di kompleks pertokoan Mebel Samsuri Jalan Oerip Sumoharjo No.57 Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.

        Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Dr Mukri SH MH ditemui di Kejaksaan Agung mengatakan pada  Kamis,(2/5 ) Mei 2019 pada pukul 15.28 Wib, tim Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara bersama-sama dengan Tim Kejaksaan Negeri Manado,Tim Kejaksaan Negeri Sleman dan intelejen Kejaksaan Negeri Ponorogo  berhasil menangkap  terpidana Ir Prayitno Hidayat . " Pensiunan PNS Badan Pertanahan Kota Manado) di kompleks pertokoan Mebel Samsuri Jalan Oerip Sumoharjo No.57 Kabupaten Ponorogo Jawa Timur," ujarnya.

         Selanjutnya,Mukri menegaskan terpidana Ir Prayitno Hidayat ditangkap dalam rangka Eksekusi putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1030 K/Pid/2012 tanggal 22 Januari 2013 yang menyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemalsuan surat(sertifikat ) atas sebidang tanah seluas 3.056 M2 yang terletak di Kelurahan Malendeng Kecamatan Tikala Kota Manado Manado. "Ini, miliknya saksi korban Sitty Sugihartaty sebagaimana melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP dan dijatuhkan pidana penjara selama 10 bulan," ujarnya.

        Selanjutnya, Mukri menegaskan  bahwa akibat perbuatan pidana,saksi korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1,7 Miliar," Setelah dilakukan penangkapan, terpidana langsung dibawa dengan menggunakan pesawat menuju Manado Sulawesi Utara untuk di eksekusi oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Manado. " Dengan dimasukan ke dalam Klas I-B Malendeng Manado Sulawesi untuk untuk menjalani hukuman,"  tegasnya.(vk)

 

Sunday, 28 April 2019 14:39

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Sofyan Basir diketahui memiliki jumlah harta kekayaan senilai Rp 119.962.588.941. Informasi ini berdasarkan dokumen digital laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Sofyan Basir yang diunduh dari situs https://elhkpn.kpk.go.id, Rabu (24/4/2019).

       Sofyan tercatat melaporkan jumlah harta kekayaannya selama tahun 2017 pada 31 Juli 2018. Pertama, Sofyan tercatat memiliki 16 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi dan Jakarta Pusat. Nilainya mencapai Rp 37.166.351.231. Kedua, Sofyan mempunyai 5 jenis mobil, yaitu Toyota Alphard, Toyota Avanza, Honda Civic, BMW, Land Rover Range Rover. Nilai total aset mobil itu sebesar Rp 6.330.596.000. Ketiga, Sofyan memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 10, 276 miliar. Kemudian, surat berharga senilai Rp 10,313 miliar.

       Kas dan setara kas yang dimiliki Sofyan sebesar Rp 55.876.641.710. KPK sudah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Pada pengembangan sebelumnya, KPK juga sudah menetapkan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan, sebagai tersangka.

        Sofyan diduga bersama-sama membantu Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Kotjo untuk kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1. Ia diduga secara aktif menghadiri sejumlah pertemuan dengan Eni, Idrus, dan Kotjo. Hingga Juni 2018, diduga telah terjadi pertemuan antara Sofyan, Eni, dan Kotjo serta pihak lainnya di sejumlah tempat, seperti hotel, restoran, kantor PLN dan rumah Sofyan.

        8 Fakta Sidang Seputar Keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir dalam Dugaan Suap KPK memandang pertemuan antara Sofyan, Eni, Idrus dan atau Kotjo sudah berulang kali dan cukup intensif membahas kepentingan proyek PLTU Riau-1. Dalam sejumlah pertemuan itu membahas sejumlah hal terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Beberapa di antaranya, terkait Sofyan menunjuk perusahaan Kotjo untuk mengerjakan proyek, lalu menginstruksikan salah satu direktur di PT PLN untuk berhubungan dengan Eni dan Kotjo. Kemudian, Sofyan juga diduga menginstruksikan seorang direktur PT PLN untuk menangani keluhan Kotjo.

          Kotjo mengeluh karena lamanya penentuan proyek PLTU Riau-1 tersebut. Sofyan juga membahas bentuk dan lama kontrak dengan perusahaan-perusahaan konsorsium(as)

Sunday, 28 April 2019 14:23

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Terkait   penjagaan keamanan Pemilu , juga mempersiapkan penjagaan untuk memasuki bulan suci Ramdhan. Pasalnya kesiapan ini penting kesiapan muai dari jakur mudik, jalur balik lokasi tempat perbatasan, baik dipelabuhan udara,pelabuhan sungai serta kesiapan tempat ibadah,kesiapan tempat wisata. juga Polri sudah desain dan mempersiapkan operasi ketupat 2019. 

         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta Selatan,Sabtu (27/4)2019 mengatakan ya awal Mei masuk dalam bulan suci Ramadhan, operasi ketupat dipersiapkan. "Kesiapan-kesiapam ini penting disiapkan mulai jalur mudik,jalur balik, persiapan masukya masalah tempat-tempat masalah lokasi tempat perbatasan. Ah,baik pelabuhan udara,pelabuhan sungai,pelabuhan untuk dipersiapkan kembali kesiapan untuk tempat ibadah dan kesiapan tempat wisata ini harus disiapkan dengan baik," ujarnya.

        Selanjutnya, Dedi menegskan mulai sekarang Polri sudah membuat desain rencana itu dan mempersiapkan untuk operasi Ketupat 2019 sudah disiapkan. "Hari ini sama kemarin Kakorkantas  bersama stecholder terkait lakukan peninjauan langsung mulai mudik sampai pintu tol Bekasi sampai ke Bekstrit, kemudian Semarang sampai ke Surabaya," tegasnya.

       Untuk itu,Dedi menjelaskan cek semuanya apa yang menjadi kendala pada saat arus mudik dan arus Balik." Karena di prediksi tahun ini akan mengalami peningkatan 20 persen hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu." Artinya volume kendaraan jauh lebih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan menuju jalur darat itu semaksimal mungkin," jelasnya.

        Apakah ini hasil pengecekan Jakarta sampai Surabaya,Dedi merinci pengecekan ini bertahap Kakorlantaa sampai seluruh jajaran, jasa Marga, Dinas Perhubungan, beberapa Stecholder terkait keliling semua." Minggu depan Bapak Wakapolri,sama saya dan teman-teman media pakai Hellycopter. Nanti headspot rawan kecelakaan Lalu lintas kemudian rawan kemacetan,  ini seluruh nanti akan saya sampaikan seluruh anggota Polri dilibatkan dalam operasi ketupat adab 102.406 Personil . Ini dilibatkan sedang operasi itu ada beberapa kegiatan pentahapan Pemilu," rincinya .

         Ketika ditanyakan gajil genap di Jalan Tol,Dedi mengungkapkan itu diskresi anggota di lapangan ketika terjadi kepadatan dipakai beberaps metode-metode yang sudah dipersiapkan." Intinya biar tidak terjadi penumpukan ,kemacetan di ruas-ruas Tol atau jalan-jalan penghubung dari penguna arus mudik atau arus balik.Pengecekan panjang mulai Merak, Cikampek, ruas jalan tolnya cukup panjang sampai Probolinggo. Merak sampai Probolinggo tol trans Jawanya," ungkapnya. (vk)

Sunday, 28 April 2019 14:17

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai lintas sektoral antara lain mengecek mengecek ketersedian   anak ayam hingga harga telor ayam, ketersediaan bawang putih.Juga dilakukan koordinasi dengan  bulog karena akan melakukan operasi pasar terkait ketersedian beras nasional..

         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojo No.3 Kbayoran Lama,Jakarta Selatan, Sabtu (27/4) 2019 mrngatakan restribusi stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan kebutuhan penting menjelang bulan ramadhan dan lebaran ini sudah melakukan berbagai macam lintas sektoral ."Kemudian kegiatan yang dilakukan antara lain sudah mengecek ketersediaan harga anak ayam yang kemudian harga ayam bertelor yang akan diproses sehingga standar minimal," ujarnya.

        Selanjutnya, Dedi menegaskan pada  saat panennya di bulan suci ramadhan itu harganya stabil. Hasil pengecekan harga anak ayam boiler atau disini diistilahkan yaitu turun dari yang semula Rp 6.000 perekat menjadi Rp 5.800 perekor."Dimungkinkan kalau harga stabil ini maka harga ayam boiler diperkirakan per kg berkisaran antara Rp 18.000 sehingga disini disebut bahwa perternak juga tidak mengalami kerugian. Dan harga juga dalam cangkupan jangkauan dari konsumen," tegasnya.

         Untuk itu, Dedi menjelaskan  kemudia.juga yang berikut juga dari satgas pangan tentang ketersediaan bawang putih import yang sebanyak 100 Ton di perusahaan Importir di cek langsung bersama Kemenyan dan mengecek semua dokument-dokumennya dan juga mencek time linenya sehingga diharapkan pada saat kebutuhan masyarakat bawang putih meningkat harga masih stabil disesuaikan masa panen yang ada di indonesia"  Ini juga di cek kemudian dipersiapkan Satgas Pangan berkoordinasi dengan Bulog terkait rencana operasi Pasar cadangan pemerintah yang berasal dari import yang merupakan stok beras nasional premium sekitar 5 persen," jelasnya.

          Lebiah lanjut, Dedi merinci Yang ini soal teknis membaca ketersediaan beras tingkat premium yang ada seluruh gudang-gudang Bulog sehingga pada saat bulan suci Ramadhan datang kebutuhan beras juga meningkat harga-harga masih terjangkau."Stok beras aman ya harga masih terjangkau. Hingga diharapkan dengan kegiatan Satgas Pangan seluruh ketersedian dan pengdistribusian harga dalam konsisten stabil," rincinya.

          Menyingung karte, Dedi mengungkapkan Sudah di Maping oleh Satgas Pangan, kalau Kartel-Kartel khusus bahan Pokok Beras, daging, Bawang itu sudah di monitor terus."Apa bila terbukti mengalami dan melakukan penimbunan secara masif mengakibatkan ketersedian pendistribusian barang langka dan mengakibatkan harga di masyarakat meningkat sehingga merugikan masyarkat itu akan ditindak," ungkapnya.(vk)

Sunday, 28 April 2019 14:10

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Untuk May Day secara Nasional ,  Polri bersama Pemerintah Daerah akan menggelar berbagai lomba untuk mempererat  antara perusahan dengan para pekerja atau para buruh. ini sudah disepakati mulai dari Riau, Lampung, Banten, Jakarta,Sumut, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Apa bila ada aspirasi tetap pengamanan memberikan kesempatan menyampaikan aspirasi. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No. 3 Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Sabtu (27/4)2019 mengatakan seluruh Polda sudah menyiapkan segala macam agenda, mulai dari Sumatera Utara ada berbagai macam kegiatan sudah dipersiapkan oleh Polri bersama dengan Pemerintah daerah . "Kemudian tadi saya dapat informasi dari Kepri ,kemudian di Riau , Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Ini konsentrasi May Day yang rawan disitu saja,"ujarnya.

          Selanjuthya, Dedi menegaskan agenda-agenda Settingnya adalah dari pada turun di Jalan dipersiapkan berbagai macam aktivitas lomba-lomba." Ya dalam rangka mempererat antara pihak perusahaan dengan rekan-rekan para pekerja," tegasnya.

         Dedi menjelaskan demikian juga aparat bergabung bersatu  untuk melaksanakan kegiatan lomba." Apabila yang menyampaikan aspirasinya saat May Day aparat keamanan melaksanakan keamanan secara maksimal dalam rangka untuk mengamankan para pekerja menyampaikan aspirasinya silakan," jelasnya.

        Ketika ditanya kalau ada yang ajak -ajak turun ke jalan, antisipasinya bagaimana, Dedi mengungkapkan ya, sebenarnya dari tiap-tiap perusahaan sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dengan libur nasional  yang diharapkan semua tertib." Tidak ada sweping-sweping lagi dan sebagian besar kan libur nasional. Ada langkah Polri bekerja sama dengan Himpunan Serikat Pekerja diusahakan bisa komunikasi terus ya," ungkapnya(vk)

Saturday, 27 April 2019 12:21

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-  Ada penambahan pengamanan anggota Brimob yang jumlah cukup ini dilakukan untuk mendukung seluruh tahapan pemilu yang berakhir di Jakarta. Penetapan secara nasional akhir pada 22 Mei  penetapan anggota Legislatif DPRD, DPD,DPR RI ,Presiden dan Wakil Presiden hingga pelantikan dalam Aman dan Damai.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu(24/4)2019 mengatakan menyinggung penambahan pasukan Brimob, Jumlahnya saya tidak menyampaikan seperti itu, jumlah tidak bisa kita sebutkan dan kenapa jumlahnya tidak boleh sebutkan ini bisa berbahaya. "Artinya betul anggota brimob melaksanakan tugas di Jakarta karena seluruh pentahapan pemiluv ya terakhirnya di Jakarta," ujarnya.

             Selanjutnya, Dedi menegaskan tanggal 22 Mei 2019 penetapan akhir pemilihan secara Nasional di KPU. "Kemudian rangkaian penetapan yang berikutnya tetap di Jakarta fokusnya sampai nanti penempatan anggota legislatif dan pelantikan Presiden dan wakil Presiden bulan Oktober di Jakarta," tegasnya. 

              Untuk itu, Dedi menjelaskan oleh karena itu kondisi Jakarta itu harus dalam aman karena Jakarta Barometer Nasional." Aman kita pastikan seperti itu,; jelasnya. Menyinggung artinya brimob di taruhlah dimana saja lokasinya, dan,apa urgent,  Dedi menandaskan Itu juga tidak boleh. Itu Brimob ditarik ke Jakarta bukan karena suatu hal yang urgent atau setiap Pilpres ada penarikan seperti Itu. "Jadi pada tahapan inti Pemilu ,penetapan hasil kemudian pelantikan hanya mengandalkan kekuatan yang ada di Jakarta tentunya tidak cukup oleh karena itu Polri dan TNI jamin keamanan biar masyarakat tenang saja. Kita harus pastikan keamanan harus betul-betul menjadi hal yang utama di dalam proses rangkaian pertahapan pemilu yang ada," tandasnya.

             Apa benar pengamanan saat ini masih Siaga satu, Dedi merinci kan sudah dicabut. Hari jumat tidak lagi ." TIdak ada lagi siaga 1, kita antisipasi segala kemungkinan terjadi. Kita tidak boleh understimet  dan kita harus tetap mengantisipasi segala macam kemungkinan terjadi ," rincinya.( vk)

 

 

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan