Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019
Last Updated on May 19 2019

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019

          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 bulan Mei meringkus 29 terduga dari 68 terduga pelaku terorisme terhendus adanya upaya melakukan tindakan negatatip  di 22 Mei 2019 jelang perhitungan suara di KPU.             Kepala Divisi Humas Polri,...
TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei
Last Updated on May 19 2019

TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei

            JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Kekuatan pengamanan  jelang  pengumuman   rekaptulasi penghitungan suara yang dilakukan  Komisi Pemilihan Umum, dalam Pilpres   dan Pileg  pada  22 Mei 2019. Secara detail TNI Polri menurunkan kekuatan 32,000 personil...
 Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim
Last Updated on May 14 2019

Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Lieus Sungkharisma  diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, Selasa (14/5/2019), terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta...
Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur
Last Updated on May 13 2019

Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Sesuai data yang usai dilakukan penelusuran , akhirnya  di ketahui sebanyak 29 anggota Polri gugur selama pengamanan Pemilu 2019. Data tersebut merupakan jumlah per Senin (15/3)2019.. Kepala Biro...
Kivlan Diperiksa Bareskrim
Last Updated on May 13 2019

Kivlan Diperiksa Bareskrim

  JAKARTA,KORANRKYAT.COM- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kivlan diperiksa sekitar lima jam. Ia keluar didampingi tim kuasa hukumnya sekitar pukul 15.30...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Friday, 28 September 2018 03:42

Diteror Pasangan Capres Lapor Polisi

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Merasa terancam akibat diteror dalam  22 kali ditelepon oleh Oknum A Gaspar Syah yang mengakui dari Garda O8 pengawal Prabowo, akibat  mengancam Inas Nasrullah Zubir secara pribadi terancam tidak bisa tidur dan tertekan. Uniknya ancaman itu selain mau memukulnya, ia  juga mengaku dari alumni mujahid Poso perna makan orang di Ambon dan Poso karena takut akhirnya melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan No. LP /971/IX/2018 dengan tuduhan mengancam melalui Informasi dan Transaksi( ITE) dan Medsos.

Inas Nasrullah Zubir  ketika ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Rabu(26/9)2018 mengatakan sesuai dengan LP : 971/IX/ 2018  26 September 2018 dan  , Saya  menduga bahwa ancaman ini berawal dari tulisan saya mengenai apa insiden toilet antara ins cs dengan Prabowo  yang di share di Wa group serta saya juga share teman-teman media dan dipublikasikan di detik.com  dan sudah di jawab juga sama INS lebay." Meman saya mengganggap ini lucu-lucuan. Tapi pada kemarin malam itu ada seseorang yang mengirim Wa dengan satu nomor kemudian saya blok. Kemudian dia kembali wa saya sampai 3 kali ,akhirnya ke 4 saya biarkan wa itu masuk kemudian dia telepon saya sampai 2 kali , ada 3 kali yang saya angkat telepon disitu ada nada ancaman," ujarnya.

Selanjutnya, Inas menegaskan dari pembicara yang mengancam itu,  Pertama, dia bilang adalah pengawal Prabowo dari Garda 08. "Ini saya minta kepada kepolisian untuk diselidiki dan diklarifikasi betul atau tidak. Kemudian dia mengancam dia mau memukul saya. Kemudian mau dipukuli tidak masalah bagi saya,tapi mengerikan Gaspar Syah menekan bagi saya dimana saya perma makan orang di Ambon dan Poso. Saya alumni mujahid Poso, ya saya meriang," tegasnya.

Untuk itu, Inas menjelaskan akibat ancam membuat saya apa engga meriang saya dibegituin.Apa engga meriang Apa lagi mau  di lempar bom molotov ,saya takut dong."Saya punya cucu walaupun anak saya sudah besar. Meriang sampai tidak bisa tidur. Takut malam itu. Ini ngeri juga kalau teroris yang ikut campur," jelasnya.

Lebih lanjut, Inas merincinya Nah, dengan dasar itu saya cerita sama teman-teman dan teman-teman minta saya sebaiknya kita lapor polisi. Sebelum terjadi sesuatu kita lapor polisi. "Kita lapor ke polisi hari ini. Tapi yang lucunya, dia sempat mengatakan elu gw akan teror terus. Tetapi lucunya ketika saya sebar informasi kepada wartawan bahwa hari ini saya akan melaporkan kepada kepolisian , stop terornya, " rincinya.

Seiring dengan itu, Inas menandaskan saya menduga kayanya ada seseorang yang meminta berhenti stop."Tadi ketemu ibu rita mengatakan ini bukan tindak pidana Pemilu tetapi pidana cyber. Nanti saya akan lapor dibawa dan nanti akan diteruskan ke cyber crime," tandasnya

Ketika didesak a pakah ingin laporkan , Inas mengakui saya ingin ini dilapor agar polisi mengusut tuntas siapa yang memerintahkan . Kalau memang ada orang yang menyuruh ini harus di usut tuntas , siapa dia. I"ni kan tahun politik, jangan sampai ada ancaman-ancaman yang dilakukan oleh elit politik. Jangan sampai ada oleh karena itu saya minta ini diusut tuntas siapa yang menyuruhnya. Kalau memang ada , karena engga mungkin lah," akunya.

Saat disinggung berapa kali dia melakukan penyerangan dengan Wa, Inas membeberkan telepon saja dalam 1 malam 21 kali, saya mati kan. Yang terakhir kali ditengag-tengah sempat ngobol dengan saya. Dia katakan hai anjing gua bengini-bengini. Saya katakan elu juga anjing." Kan bisa komunikasi anjing dengan anjing, orang dengan orang. Kalau orang, sebut saya orang. Tapi kalau elu sebut anjing, elu juga anjing. Kalau elu berkomunikasi sebut orang. Dia bilang elu banci, elu juga banci. Karena banci dengan banci bisa berkomunikasi. Itu kan, ge gebukan rame-rame. Ya, kalau masalah gebukin tidak ada masalah. Dia katakan saya mantan Poso biasa makan orang takut juga saya," bebernya.

Ketika ditanya terakkhir kali dikontak kapan, Inas mengungkapkan kemarin sampai jam 23.00, 22 kali menepon hampir  1 jam. Itu dilakukan sampai kemarin malam, Selasa(25/9)2018. Berkaitan indenti dia kasih namanya A. Gaspar Syah dia shere log . Kalau elu berani datang sini . Ge tunggu sama teman-teman. Namanya A. Gaspar Syah."Dia mengaku anggota Garda 08 dan rumahnya adalah Markas Garda 08 di Jakarta. Sementara itu Garda 08 ada Daerah Hutan Kayu, Matraman."

Sementara itu, Inas menambahkan  lalu dia, Share log karena dia mau datang. Saya tidak cek dan saya melapor ke Polisi disini." Tapi waktu saya minta share log saya telepon polisi di BSD dan saya minta share log untuk lokasi Polsek, polisi kasih share log itu. Saya kirim ke A. Gaspar Syah. Dia tahu ini bukan rumah anda. Made ITE anda berbeda. Ya, dia tahu itu bukan orang sembarangan. Dia punya peralatan canggih. Ini pasti ada suruhan orang," tambahnya.( vk)

Read 134 times
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan