Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Wednesday, 27 June 2018 16:24

Polisi Segel Bawang Bombay 670 Ton Impor Asal India

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

MEDAN(KORANRAKYAT.COM) Dirjend Dirjend Perlindungan Konsumen Serahkan  kepada Bareskrim ada dugaan penyimpangan import ilegal bawang Bombay dari India oleh karenanya kasusnya akan diproses .

Wakil Direktur Tindak Pidana  Ekonomi Khusus  Bareskrim Polri,  Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga ditemui di Medan, Senin (25/6)2018 mengatakan rekan-rekan wartawan   Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Negara Kemendag . "Hari kita sudah melihat penyerahan secara resmi untuk penyidikan kasus importasi secara ilegal bawang dari India, boleh dikatakan masa seharusnya yang dikeluarkan ijin import bawang bombay dengan ukuran 5 cm keatas,"ujarnya.

      Selanjutnya, Daniel menandaskan tapi rekan-rekan sekalian menyaksikan didepan kita contoh-contoh bawang yang kita temukan atau pun yang kita bandingkan disini ada bawang yang diameter 5 cm ke bawah." Nah secara kasat mata agak sulit membuktikan kita bahwa bawang yang produksi lokal atau produksi lokal dengan hasil import. Kemudian kita cek secara nyata perbedaan itu ada kalau kita lakukan secara mendalam kalau kita lakukan pemotongan. Lapisan-lapisan bawang lokal dan lapisan-lapisan bawang import ini dari India berbeda hampir mirip sama.  Sulit membedakan dan ukurannya sama keganjilan dan   kekurangan-kekurangan yang kita temukan dalam importasi yang dilakukan  oleh 3 PT ini," tegasnya.

     Untuk itu, Daniel menjelaskan   setelah kita lakukan penyerahan dan kita lakukan penyidikan hukum kami sudah melihat yang dilakukan penyimpangan ijin importasi . Ijin Importasi yang seharusnya 5 cm ke atas tapi kenyataannya kita temukan dilapangan bahwa bawang import ini ada yang ukurannya 5 cm kebawah. "Nah  dapat saya contohkan bagaimana membuktikan dan membedakan mana yang lokal dan mana yang import . Nah rekan-rekan dapat saya contohkan untuk barang lokal ini biasa mempunyai irisan dan dia memiliki umbi lebih dari satu.

    Ini lokal tetapi kalau kita temukan import yang hampir mirip sama besarnya maka umbinya lebih dari satu. Jadi satu putaran saja sementara yang lokal sama yang fur ada sebelah kanan. Nah yang sangat siqnifikan bisa kita lihat jadi sangat jarang kita temukan umbinya lebih dari satu import. Hampir mirip sama merah tetapi jenisnya berbeda," jelasnya.

    Lebih jauh, Daniel katakan yang memiliki satu atau lebih dari satu lingkaran umbi lebih dari satu. Sedangkan kalau kita sayat bawang import ini  biasanya dia hanya satu. Ini rekan-rekan bisa luta lihat secara kasat mata hasil yang kita lakukan." Ya rekan-rekan semenjak hari ini  bahwa kita lakukan penyelidikan kita sudah kumpulkan informasi-informasi  yang diterapkan dan saya lihat dari Bareskrim sudah melakukan pengumpulan informasi dan kita akan lakukan penyidikan sementara kita segel tempat penyimpanan bawang import yang berukuran 5 cm yang kebawah," ujarnya.

Ditempat yang sama,Dirjend Perlindungan Konsumen danTertib Niaga Kementerian Perdagangan. Veri Anggrijono mengatalan 
sebenarnya kasus ini sudah berproses selama dari bulan Mei, kita lakukan dari daerah Dumai , informasi dari Dumai dengan Domisi Perusahaan dari Industri Bahan bawang goreng.; Kita uji kita berikan bahan . Ini kita telusuri dari Dumai dan Pekan Baru . Dari hasil pengawasan kita ini di edarkan di bawa kedaerah Sumatera Utara sehingga patut diduga dari barang yang semestinya sebagai bahan baku di jual sebagai bawang merah konsumsi kita dapati di Medan 3 Perusahaan inisial ada PT SMM, CV LH, UD AL," ujarnya.

Sesuai data, ada  3 Perusahaan, kita dalami di Medan kita temukan 670 Ton yang disampaikan Pak Daniel sepertinya bawang merah dan kalau kita lihat secara kasat mata agak sulit kalau kita sudah lakukan memotong ada perbedaan bawang bombay dengan bawang merah. "Nah kalau ditanyakan kenapa di musnakan ini peraturan Kementerian Perdagangan, ini  dalam pemberlakuan selain sanksi pidana dan ini di aturan kita ada saksi administrasi dan ada sanksi Pidana," tegasnya.(vk)

Read 112 times Last modified on Wednesday, 27 June 2018 16:29
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan