Print this page
Thursday, 25 June 2015 16:59

Lulung Ingin Bantu Bareskrim Ungkap Korupsi Di DKI

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, koranrakyat.com- Penyelesaian kasus dugaan markup pembelian scan,printer dan UPS dimana tersangkannya sama yang menjadi perhatian masyarakat terus bergulir. Untuk itu kehadiran Haji Lulung agar dapat menuntaskan proses pemeriksaan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Haji Abraham Lungkana biasa disapa Haji Lulung ditemui di Mabes Polri,Kamis (25/6)2015 mengatakan
Saya ingin sekali membantu pihak kepolisian dalam rangka mengungkap masalah yang ada. "Kita tahu, banyaknya akhir-akhir ini ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai Pemda dan kemudian masala ini sudah sampai ke Mabes Polri yaitu Bareskrim," ujarnya.

Selanjutnya, Lulung mengakui saya membantu untuk memberikan beberapa berkas yang diperlukan untuk kepolisian tentunya. "Hari ini saya datang dan saya sampaikan tadi," akunya.

Ketika ditanya apa diminta bareskrim atau inisiatif, Lulung menjelaskan dua-duanya, ini atas  kesadaran saya tentunya dalam rangka membantu hal-hal yang diperlukan oleh pihak kepolisian." Ini terkait kasus scanner atau UPS. "Dua-duanya, biar tambah clear nama saya kan. Biar siapa pelaku-pelakunya semakin jelas nantinya. Karena kalau saya tidak kooperatif, tidak menyampaikan hal yang untuk kepentingan penyidikan itu, nantinya asumsi orang sangat berbeda-beda dengan saya," jelasnya.

Didesak keterlibatan sebagai koordinator, Lulung menandaskan sudah. Kalau kami kan pengawasan dalam arti nanti ya. Nanti pembahasan itu sama-sama kita bahas. "Oleh karenanya memang hasil evaluasi kami di DPRD itu nantinya kalau dalam hal pengadaan barang, karena kami di sana kan tupoksi-nya kan beli barang, yang belanja barang, yang lelang kan ada di eksekutif, ada di Pemda, kami tidak itu. Oleh karenanya ini hasil evaluasi kami di dewan nanti bilamana pemerintah pengen beli barang, pengen beli apa ditunjukin dulu lah sama kami," tandasnya.

ketika disingung tentang apa saja, Lulung merincinya tentang satuan harga barang dari pabrik. Ini selama ini kan engga ada ya, itu diberikan kepada kita. "Karena ini tugas pokok yang harus dijalankan oleh Pemda yang pertama adalah;
Kalau itu ada barang, yang pertama adalah minta dulu nih harga satuan barangnya berapa. Sama ga dengan harga barang yang dicantumkan di nomenklatur itu.
Kedua, tentunya panitia juga harus memverifikasi siapa calon pemenang perusahaannya, PT-nya. Kemudian setelah diverifikasi, punya legitimasi, badan hukumnya cukup, memenuhi syarat kemudian ditinjau kantornya bener ga kantornya ada. Trus kemudian dilihat duitnya punya ga? Kalo kaga punya duit kan pake duitnya siapa," rincinya.

Lebih Lanjut, Lulung mengungkapkan Saya bilang evaluasi. Itu bukan kita. Jadi itu tugas mereka. Mereka kan mengelola keuangan supaya mempercepat pembangunan." Berkasnya engga boleh tahu dong. Kan itu rahasia ya.Pokoknya soal pembahasan alur cerita dari pembahasan anggaran belanja. Itu aja,"ungkapnya.
.
Menyoroti ada nama-nama yang sudah bisa dikerucutkan,Lulung menambahkan untuk menjalani iya. Kir-kira begitu.Berkasnya ada kira-kira seratus lembar lebih lah.Bukan berkas anggaran. Tata cara penganggaran baik itu perubahan maupun itu penetapan. Itu kan paling terkait," tambahnya.(vk)

 

 

Read 7456 times
Redaksi

Latest from Redaksi

Login to post comments