Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Sunday, 22 November 2015 02:02

Buruh Di Jatim Tolak PP 78

Written by

 

Surabaya,Koranrakyat.com  -  Buruh  dari  Jawa  Timur  terutama  di wilayah  Ring  1  di antaranya,  Surabaya,Gresik,Sidoarjo,Pasuruan,dan Mojokerto,  mereka  menuntut  agar  gubernur  menolak  Peraturan  Pemerintah  (PP)  No. 78  tahun  2015  tentang  pengupahan  dalam  penetapan  UMK  di  tahun  2016 mendatang.

"Para  buruh  ini  menolak  dengan  keras  adanya  PP  78  tahun  2015  tersebut  bagi  mereka  peraturan  Pemerintah  sudah  di  anggap  tidak  adil  lebih  -  lebih   lagi  dalam  pelaksanaannya  masih  memerlukan  peraturan  mentri  terutama  dalam  menentukan  UMK 2016  mendatang," Ujar  Wakil  Gubernur  Jawa  Timur  Saifullah  Yusuf  saat  memberikan  keterangan  kepada  Wartawan  di  sela - sela  para  buruh, Kamis  (19/11).

Gus  IPUL  -  Panggialan  Akrab  -  Saifullah  Yusuf  Menegaskan, Bahwa  Gubernur  Jawa  Timur  masih  mendengarkan  dari  Dewan  Penggupahan  Provinsi  Jawa  Timur, dan  Apindo  Jawa  Timur  unruk  melihat  situasi  ekonomi  secara  makro  ini  seberapa  mampu  mana  yang  paling  layak  buruh  mendapatkan  upah  yang  layak,"Tuturnya.

Mereka  berharap  agar  Gubernur  Jawa  Timur  H.  Soekarwo  mendengarkan  aspirasi  para  buruh  mengenai  Peraturan  Pemerintah  (PP)  NO.  78  tahun  2015  tentang  pengupahan  agar  menetapkan  UMK  2016  sesuai  dengan  keinginan  mereka.

" Tahun  ini  saja  ekonomi  kita  sedang  di  landa  krisis  sebagai  bahan  pertimbangan  kita  bersama  maka  kita  berada  di  satu  pihak  bagaimana  burh  tersebut  tetap  akan  terjaga  tetapi  di  sisi  lain,  bagaimana  para  pengusaha   ini  sanggup  menjalani  usahanya  sesuai  UMK  menurut  buruh  mampu  di  laksanakan   dengan  benar," Tegasnya.

Gus  Ipul  Menambahkan,  Jangan  Sampai   terlalu  tinggi  nanti  juga  banyak  yang  di  tangguhkan,  kalau  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Ini  di  tetapkan  sangatlah  jauh  sekali  dari  apa  yang  para  bur

Thursday, 19 November 2015 09:25

Diduga Diteror PT GCI Penambang Sumur Tua Kembali Resah

Written by

BOJONEGORO. Koranrakyat.com

     Aksi Teror terhadap penambang yang dilakukan oleh kelompok Security Garda Satria yang diperjakan PT Geo Cepu Indonesia, hingga kini masih terus berlanjut. Tak ayal, kini para penambang minyak sumur tua di Kedewan merasa resah karena sewaktu-waktu keamanannya dapat terancam oleh Garda Satria. 

    Kecemasan para penambang nampaknya cukup beralasan, lantaran saat wartawan Koran Rakyat datang untuk melakukan konfirmasi ke  penambangpun juga tak luput dari psywar kelompok Security Garda Satria. Mulai dari pintu masuk gerbang Desa Wonocolo  hingga ke lokasi penambang minyak sumur tua, mereka menguntit untuk mengawasi aktivitas Koran rakyat pada waktu melakukan konfirmasi dengan penambang.

   Jaman ( 56 ), seorang penambang warga Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, menuturkan kepada Koran rakyat sering mendapatkan teror untuk segera secepatnya menyerahkan sumur minyak tua yang dikelolanya kepada PT Geo Cepu Indonesia ( PT GCI ).

    “ Mereka datang dengan  marah-marah, ngomongnya boleh atau tidak boleh sumur minyak tua diminta Geo Cepu,” ujar jaman, kepada Koran rakyat, 19/10/2015.  

    Dikatakan jaman, rombongan yang datang biasanya berjumlah 7 sampai dengan 15 orang berpakaian lengkap security, dengan membawa mobil double cabin warna putih NoPol. K 1830 FN, dan K 1744 FN. Mereka bukan saja datang ke penambang pada siang hari tapi juga malam hari.  Sehingga membuat warga penambang  ketakutan dan merasa keamanannya terancam. “ Kami bahkan tidak pernah tidur untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi,” papar Jaman leebih lanjut.

    Kata jaman, salah satu aksi terror dengan pengrusakan pernah dilakukan oleh Garda satria, dengan mencabuti kabel listrik yang terpasang di sekitar sumur.

    Setelah sebelumnya Pertaminaa EP Cepu meminta 12 sumur minyak  yang dikelola penambang, kini bertambah lagi 19 sumur yang harus diserahkan pihak penambang tanpa syarat. Diantaranya Sumur KW 90, 70, 125, 21, 126, 128, 57, 17, 09, 15, 20, HZ 2, 48, 42, 81, 82, SM 1, 11, 5, 74, 19, 101, 29, 89, 86, 07, 104, 23.

    Tehadap permintaan Pertamina tersebut para penambang menyatakan tak keberatan menyerahkan sumur tersebut kepada Pertamina asal mereka diberikan kompensasi atas pembukaan sumur-sumur dimaksud.

   “ Karena untuk membuka satu sumur saja membutuhkan waktu 2 tahun, dengan biaya ratusan juga hingga milyaran rupiah, itupun uang warga penambang sendiri, “tegas Jaman. 

   “  Asal Pertamina mau bayar biaya pembukaan sumur-sumur itu dan mau memperkerjakan kami ( penambang, red ), sumur diminta gak masalah,”tambah Jaman. 

   Atas aksi terror yang dilakukan oleh Garda Satria pada penambang,  Kepala dinas Energi Sumber Daya Mineral, Bojoneoro, Agus Supriyanto, mengatakan tidak ada terror dari Garda Satria. Dan persoalan tuntutan penambang yang meminta ganti rugi serta diperkejakan tambang sumur oleh Pertamina, menurut Agus masih dipertimbangkan Pertamina. ( Dan/Pur )     

   

 

 

Bojonegoro.  koranrakyat.com 

Puluhan penambang minyak sumur tua di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Tuban,  Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban, mulai resah dengan rencana penutupan atau penertiban sumur minyak yang dikelola secara illegal di ke empat Desa tersebut. 

Recana penertiban oleh Pertamina tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan kepada bupati Bojonegoro, yang ditembuskan kepada Camat  dan Kepala Desa dimana sumur terletak. Diantaranya, sumur nomer KW 82, KW 73, KW42, KW05, KW 11, KW 02, KW 09, KW 89, KW92, KW 07, KW 08, KW 93 dan KW 81.

Menindak lanjuti rencana Pertamina pihak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pada 7/ 10/ 2015 lalu mengadakan pertemuan dengan mengundang 30 penambang yang terlibat dalam kegiatan penambangan minyak sumur tua yang terletak pada titik koordinat yang bakal dilakukan penertiban.

Para penambang yang tak berkutik atas rencana penertiban sumur minyak itu hanya berpasrah jika itu harus dilakukan oleh Pertamina. Namun penambang yang didukung warga Desa meminta sejumlah kompensasi kepada Pertamina maupun PT GEO selaku mitra KSO Pertamina. 

Kompensasai diantaranya, warga minta agar diberikan uang santunan Rp 500 ribu per KK, penambang minta diperkerjakan oleh Pertamina di lokasi sumur minyak yang bakal ditertibkan. Perbaikan infrastruktur jalan Desa di wilayah sumur tambang minyak.

Permintaan untuk dipekerjakan ditambang minyak menjadi syarat mutlak penambang, lantaran mereka bakal kehilangan pekerjaan sehari-harinya sebagai penambang minyak sumur tua. Hal yang sama juga disampaikan oleh Camat Kedewan, yang meminta Pertamina bisa memenuhi tuntutan warga penambang.

Apalagi dalam proses mencari sumur yang sudah lama terpendam oleh tanah dengan kedalaman sekitar 4 meter tersebut harusnya dihargai atau diapresiasi oleh Pertamina. “ Toh dalam mendapatkan sumur tersebut mereka juga mengeluarkan biaya besar yang dilakukan secara patungan,” ujar Camat Kedewan, Mutarom.

Sementara itu, menurut Sugik, coordinator penambang, menerangkan bahwa selama ini hasil tambang minyak disetorkan kepada Pertamina, baik melalui Koperasi maupun Paguyuban Penambang. 

Masih kata Sugik, penambang sumur minyak tua, sekarang juga resah dengan adanya terror yang dilakukan kelompok eksternal yang dikenal dengan nama “Garda Satria”. Mereka adalah kelompok orang yang bekerja dibawah naungan PT GEO Cepu Indonesia.

“ Mereka dating tengah malam, melakukan pengrusakan kabel aliran listrik, dan meneror penambang untuk menghentkan kegiatan penambangannya. Katanya perbuatan mereka atas perintah dari PT Geo Cepu Indonesia. Dengan kondisi itu kami tidak bisa bekerja pada malam hari,”papar Sugik.

Sugikpun mengharapkan kehadiran pihak PT Geo Cepu, untuk diajak bicara, namun hingga pertemuan Sabtu, 7/11/2015 tersebut digelar tak satupun perwakilan PT Geo Cepu Indonesia menampakkan batang hidungnya.

Menurut Sugik, seharusnya baik Pettamina maupun PT Geo Cepu Indonesia, menghormati hak kepemilikkan warga, karena diantara sumur-sumur minyak tua yang bakal ditertibkan itu juga ada yang berada di lokasi tanah pemajakan.

Atas tuntutan penambang, Lusiyanto, perwakilan Pertamina akan menyampaikan kepada pihak Pertamina Cepu. Demikian halnya dengan Kepala ESDM, Bojonegoro, Agus Supriyanto, berupaya menampung aspirasi panambang dan menyampaikannya kepada pihak Pertamina Cepu. ( Dan )

  I

Thursday, 05 November 2015 23:39

Belum Sampai Setahun Jalan Diperbaiki Sudah Rusak

Written by

 

BOJONEGORO. Koranrakyat.com

    Belum genap satu tahun dilakukan perbaikan , jalan poros Kecamatan yang menghubungkan Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan dan Desa Donan, Kecamatan Purwosari, sudah rusak berat. 

    Selain kondisi aspal yang sudah mengelupas, juga banyaknya lubang besar yang berpotensi terjadinya kecelakaan pengendara sepeda motor dan sepeda. Ditambah debu yang berhamburan saat kendaraan lewat menjadikan keprihatinan tersendiri bagi warga desa yang tinggaal di sepanjang jalan tersebut.

    Seperti dikeluhkan Arya, warga Desa Donan, kondisi jalan yang rusak semakin parah dari hari ke hari. Ia berharap pemerintah kabupaten segera melakukan perbaikan, karena jika tidak maka kerusakan akan semakin parah seiring dating musim penghujan mendatang.

   “ Tapi perbaikannya jangan Cuma tambal sulam saja,”keluh Arya.

   Menanggapi keluhan warga, kepala UPT PU wilayah barat, Fajar yang dikonfirmasi melalui handsphonenya mengatakan bahwa rencana perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam draft APBD 2016.  ( dan )

Jakarta,koranrakyat.com— Soal pemeriksaan keterlibatan anggota hadirnya tambang pasir sehingga kematian salim kancil terus di dalami. Sehingga oknum Polsek Pasisiran diduga kuat sering menerima uang dari aktifis tambang pasir. membuat setiap keluhan dan laporan tak digubris .

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Budi Winarso di temui  di kompleks Mabes Polri, Jumat (9/10)2015 mengatakan Oknum Polsek Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, diduga telah lama menerima uang dari aktivitas tambang pasir ilegal di wilayahnya.

"Tambang ilegal itu kan sudah dari awal 2014, tetapi oknum Polsek (Pasirian) ini mengaku sudah enam bulan dia ngambil'jatah preman'," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Bambang Winarso menegaskan Oknum Polsek Pasirian yang dimaksud adalah Kapolsek, Kanit Reskrim, dan salah seorang anggota Babinkamtibmas. Ketiganya telah diperiksa. "hasil pemeriksaan, uang itu diberikan agar aktivitas penambangan pasir ilegal di sana aman dan berjalan lancar," tegasnya

Selanjutnya, Budi menjelaskan bahwa pelaku tambang pasir ilegal tersebut tidak hanya memberikan uang kepada oknum polisi, tetapi juga ke sejumlah pihak, mulai dari oknum wartawan, hingga pejabat pemerintah setempat.

"Memang itu mulai dari pemerintahannya, DPRD-nya, semua ikut. Itu 'bancakan' ramai-ramailah ya namanya,"Jelasnya.

Namun, Propam Polri hanya mengurus soal dugaan ketidakdisiplinan personel polisi. Jika ada dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum pejabat pemerintahan setempat, pihaknya menyerahkannya ke Polres, Polda, atau Bareskrim.

Pihaknya sampai saat ini belum memutuskan apa-apa terhadap tiga oknum Polsek Pasirian itu. Mereka masih bertugas seperti biasa di polsek tersebut. Ketiganya juga masih aktif terlibat penyidikan kasus pembunuhan petani warga Desa Selok Awar-Awar bernama Salim alias Kancil.

Salim dibunuh lantaran menolak aktivitas tambang pasir ilegal di wilayah oknum polsek setempat yang diduga mendapatkan "jatah preman" itu. Salim dibunuh pada Sabtu (26/9/2015) pukul 06.00 WIB.

Salim dianiaya hingga dibunuh oleh warga pendukung tambang pasir di pesisir Pantai Watu Kecak. Beberapa warga mendatangi rumah Kancil di Dusun Krajan II. Mereka menculik dan membawanya ke Balai Desa Selok Awar-Awar. Di tempat itu, Kancil dianiaya secara brutal. Tangan Salim diikat, ia dipukuli dengan pentungan, dilempari batu, dan ditikam senjata tajam.

Salim yang sudah dalam keadaan meninggal dunia kemudian dibuang ke jalan dekat pemakaman desa setempat. Ia ditemukan warga lain tergeletak dalam posisi tengkurap di tengah jalan yang diapit areal tebu. Saat ditemukan, tangannya masih terikat.

Setelah Salim, beberapa warga juga menganiaya Tosan (51) dari Dusun Persil. Tosan berhasil kabur dalam kondisi terluka parah. Saat ini, Tosan dikabarkan dirawat di rumah sakit di Malang. Polisi menetapkan 24 tersangka atas kasus tersebut. Kemungkinan, masih ada tersangka lain.(vk)

 

 

 

 

 

Nomination,Koranrakyat.com.Dana Pengembangan optimasi lahan pertanian di tujuh Desa, Kecamatan Malo, Bojonegoro. sebesar  Rp 140 juta  diduga dikemplang mantan kepala Unit Pelaksana Tehnis ( UPT ) Pertanian Kecamatan Malo, Totok. 

   Bahkan Kelompok tani di Desa Sumberejo diduga tidak mendapat bantuan dana sepeserpun meski nama Kelompok tani Rukun tani IIi Desa Sumberejo masuk dalam daftar penerima bantuan.

   Kegiatan pengembangan optimasi lahan pertanian yang didanai APBN tahun anggaran 2015, memberikan bantuan kepada masing-masing kelompok tani Rp 1 juta per hektar untuk pembelian Saprodi ( sarana Produksi Pertanian ) berupa pupuk Ponska 1,5 ton, pupuk organic 1 ton dan uang penggarapan lahan pertanian sebesar Rp 3,5 juta per hektar.

   Data yang diperoleh wartawan koran ini di Dinas Pertanian Bojonegoro, sebanyak 19 kelompok tani mendapat bantuan dana optimasi lahan pertanian dengan total luas lahan 500 hektar. 

   Sedangkan Kecamatan Malo mendapat 100 hektar yang terbagi dalam tujuh kelompok tani, diantaranya kelompok tani Rukun tani lll Desa Sumberejo, kelompok tani Kedung rejeki l Desa Kedungrejo, kelompok tani Tani mulyo l Desa Tinawun, kelompok tani karya tani l Desa Banaran, kelompok tani Tani makmur ll desa Ketileng, kelompok tani maargomulyo l Desa rending dan kelompok tani Budi karya l Desa Malo. Dengan masing – masing kelompok tani mendapatkan bantuan dana optimasi lahan seluas 20 hektar. 

   Namun sayang dana yang diberikan pemerintah pusat untuk peningkatan produktifitas lahan pertanian di Kecamatan Malo tersebut tidak dibagikan sebagaimana mestinya, ungkap sumber koran ini yang tak mau disebut jati dirinya.

   Menurut sumber, setiap kelompok dipungut uang pembuatan proposal dengan variasi jumlah Rp 2 juta, Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Padahal proposal pengajuan kelompok tani dibuatkan oleh Perugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) bukannya Ka UPT.

   Saat wartawan Koran ini mengkonfirmasi tidak dibagikannya bantuan kepada kelompok tani,  ketua kelompok tani Rukun tani lll, Mujito, tidak ada di rumahnya. Namun Sekretaris kelompok tani, Reni, yang juga isteri Mujito, membantah tidak dibagikannya bantuan kepada kelompok tani.

   Ketika didesak untuk menunjukkan beberapa petani yang diberi bantuan Reni tidak dapat menjawab. Reni hanya menegaskan suaminya ( Mujito ) juga mendapatkan bantuan. Ditanya soal berita acara penyerahan bantuan, Reni tidak dapat menunjukkan dengan alasan berita acara penyerahan bantuan sudah dikirimkan ke Dinas Pertanian.

   Sekedar diketahui Reni adalah anak kandung Totok mantan kepala UPT Pertanian Kecamatan Malo, dan Mujito, ketua kelompok Rukun tani lll merupakan suami Reni yang juga menantu Totok. 

   Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Djupari, mempersilakan untuk melapor ke pihak Polisi apabila ditemukan bukti penyimpangan.

   “ Kalau memang terbukti dan tidak bisa diingatkan ya laporkan saja ke Polisi,” ujar Djupari, di kantornya.  ( Dan )

Tuesday, 06 October 2015 04:25

Ditengarai Melanggar Bestek Proyek Puskesmas Amburadul

Written by

 

  Bojonegoro.koranrakyat.com Proyek pembangunan gedung Poliklinik Desa Kemiri, Kecamatan Malo, amburadul. Lantaran menggunanakan semen yang tak lazim digunakan dalam proyek bangunan. Proyek gedung Polindes yang dikerjakan CV. Jati Alif, Bojonegoro, itu menggunakan semen merk Merah Putih, bukannya semen Gresik, Tiga Roda atau Holcim seperti yang direkomendasikan Dinas oleh PU Bojonegoro.

   Saat wartawan koran ini ke lokasi proyek, nampak pekerja proyek tengah membuat bangunan pondasi dengan campuran semen merk Merah Putih sebagai bahan perekat.

   Kepala Desa Kemiri,Kecamatan Malo, Bojonegoro, H. Djupri, yang kebetulan berada di lokasi proyek juga mengeluhkan pemakaian semen Merah Putih. Lantas iapun menyangsikan kekuatan bangunan jika menggunakan semen Mersh Putih.

   Ketika Kades mempertanyakan hal tersebut kepada pekerja bangunan, para ekerja hanya menjawab bahwa hal tersebut tergantung si Bos-nya ( Pelaksana proyek ). 

   Kepala bagian sarana Prasarana, Dinas Kesehatan, Bojonegoro, Totok S,menjelaskan bahwa semen yang mendapatkan rekomdasi dari Dinas PU hanya tiga dan berstandar SNI. “ Biasa ya semen Gresik, Tiga Roda, dan Holcim. Sepengetahuan saya semen Merah Putih ya baru kali ini. Tapi sudah mengingatkan, sebaiknya memakai semen kualitas yang bagus,” kata Totok kepada Bidik.  

   Menanggapi digunakan semen Merah Putih sebagai bahan perekat bangunan Kasi sarpras Dinkes itu berjanji akan menegur CV Jati Alif. ( Dan )  

      

Jakarta,koranrakyat.com-  Proses pemeriksaan kasus di lumajang tewasnya aktivis lingkungan hidup salim kancil berbutut panjang. Sorotan tajam dilkukan komisi III DPR melakukam kunjungan ke lokasi  tambangan pasir dan ternyata ijin tak perna berikan. Kini kepala desa Haryono dijadikan tersangka.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dihubungi saat melakukan kunjungan mengataka diduga  ada upaya pembiaran yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan aparat kepolisian setempat atas kegiatan penambangan pasir di kawasan tersebut. Hal itu diketahui setelah Komisi III melakukan pengecekan langsung di wilayah itu pada Jumat (2/10/2015) lalu. 

"Izin penambangan pasir enggak pernah ada. Pemda dan polisi cenderung membiarkan penambangan pasir tanpa izin yang dilakukan Kepala Desa Haryono," ungkapnya.O

Sementara itu, Masinton menegaskan Kepala Desa Haryono telah ditetapkan sebagai tersangka sekaligus auktor intelektualis dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan aktivis antitambang Salim Kancil dan Tosan pada 26 September 2015 lalu. 

"Bayangkan seorang kepala desa bisa mengatur-atur seluruh aparatur pemerintahan daerah Kab Lumajang, bahkan oknum kepolisian dari Polres dan Polsek bisa dia atur dengan membiarkan melakukan penambangan pasir tanpa izin," ujarnya.

Untuk itu, Masinton menegadkan sebelum insiden pembunuhan dan penganiayaan itu terjadi, warga telah melaporkan adanya teror dan intimidasi kepada aparat kepolisian setempat. Namun, polisi tak bertindak cepat dalam memberikan perlindungan kepada warga yang menolak aktivitas penambangan pasir tersebut. Hasil temuan yang diperoleh Komisi III akan dibawa ke dalam rapat pleno. Setelah itu, Komisi III akan mengambil keputusan terkait hasil temuan itu. 

"Setidaknya Komisi III akan mendesak Kapolri untuk mengusut para pihak yang menikmati hasil tambang tanpa izin tersebut, termasuk pejabat pemda Kabupaten Lumajang maupun penadah barang pasir ilegal tersebut,"tegasnya. ujarnya,Masinton (vk)

Surabaya,koranrakyat.com- Aksi pengeroyokan terhadap dua aktivis lingkungan hidup karena penolakan tambang pasir. Sehingga Salim(52) warga Dusun Kranjan II dan  Tosan (51) Dusun Persil tewas. Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji pada Koranrakyat.com menyampaikan bahwa Polda Jatim telah melakukan Bek up, dengan mengirimkan tim dari Dir Ditkrimum Polda Jatim termasuk juga dari Brimob.

Hal senada juga disampaikan Kabag Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dihubungi , Selasa (29/9)2015 mengatakan sebelumnya warga sudah melaporkan adanya ancaman pembunuhan."Sebenarnya itu sudah ada respon dari polisi di lokasi. Tetapi kejadian itu tidak bisa diantisipasi. kita punya pilar pilar dibawah, ada Pihak polsek juga, ungkapnya. Namun kasus ini sudah ditangani ada 22 Tetsangka.

Argo mengatakan  menerima laporan yang paling utama,  kemudian menginterogasi apa saja ancamannya. Ada olah TKP."Saat ini sudah diamankan dan sudah  ditindaki,"tegasnya.

Pada saat kejadian polisi posisinya dimana dan pergerakannya gimana, Argo menjelaskan saat kejadian kita belum tahu, artinya polisi tidak ada. "Polisi dikantor polisi. Sekarang sedang mengungkap kenapa itu bisa terjadi," jelasnya.

Dikatakan  Argo  kasusnya sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara dan sudah periksa saksi. "Tersangka sudah 22 orang. Dari olah TKP Ada barbuk dan transaksi.Dari hasil pemeriksaan kami temukan ada pihak yang mengomando, ayo kesana, ayo kesana," rincinya.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara apa ada ketrlibatan perusahaan pertambangan, Argo mengakui belum ada. Kedepan akan mendalami sampai tuntas.
Dari hasil Tempat Kejadian Perkara(TKP) kita tdk bisa klaim bahwa ada keterlibatan perusahaan pertambangan.(vk/fn)

Sunday, 27 September 2015 00:20

Pakde Karwo Serahkan Hewan Korban

Written by

Pakde Karwo Menyerahkan Hewan Qur'ban Kepada Pengurus Masjid Al - Akbar

Surabaya, Koranrakyat. Com - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo merayakan Hari Raya Idul Adha 1436. H Di Masjid Al - Akbar Surabaya yang beralamat, JL. Masjid Al - Akbar I, Pagesangan, Surabaya, Kamis (24/9/2015). Hewan Qur'ban yang di sembelih di Masjid Al - Akbar Surabaya total keseluruhan berjumlah 79 Ekor Hewan di antaranya, 21 Ekor Sapi, Dan 58 Ekor Kambing.

 Dalam  penyerahan  sapi  milik  Gubernur  Jawa  Timur ini  bersamaan  penyerahan  hewan  qur’ban  sapi  milik  Presiden  Republik  Indonesia (RI)  seberat  1, 25  Ton,  Sapi  qur’ban  milik  Wakil  Gubernur  Jawa  Timur, Drs.  H.  Saifullah  Yusuf  dengan  berat  780  KG, Sekretaris  Daerah  Provinsi  Jawa  Timur,  Dr.  H.  Akhmad  Sukardi  dengan  berat  670  KG,  Kapolda  Jatim  Irjen  Pol. Anton  Setiadji, Kejaksaan  Tinggi  Jawa  Timur  Elvis   Johnny, Ketua  Pengadilan  Tinggi  Jawa  Timur, Pangarmatim  Jawa  Timur,  Komandan  Kobangdikal  Jawa  Timur.

 "Ini peristiwa besar untuk  kita semuanya sekaligus memberikan tauladan Kepada kita semua di wajibkan untuk melakukan berqur'ban seperti sekarang (Hari Raya Idul Adha 1436 H) bagi yang mampu. Tentu saja dagingnya sangatlah bermanfaat bagi orang yang tidak mampu dan berbagai dengan kaum dhuafa, "Ujarnya Pakde Karwo, setelah Menyerahkan Hewan Qur'ban Kepada Pengurus Masjid Al - Akbar Surabaya, Kamis (24/9/2015).

 Dengan rasa bersyukur yang di berikan Kepada Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo Menyerahkan Hewan Qur'ban milik Presiden RI sebuah Hewan Qur'ban Sapi limosin berat 1,20 Ton di Masjid Al - Akbar Surabaya sekaligus juga Menyerahkan Hewan Qur'ban Sapi milik Gubernur Jawa Timur seekor sapi. "Kita harus saling berbagi sesama umat bentuk dampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia dan hal seperti ini juga kepentingan bangsa yang sedang mengalami krisis, "Tuturnya. Pakde Karwo menambahkan, Alhamdulillah perayaan hari Raya Idul Adha Kali ini berjalan dengan rasa lancar, aman, Dan nyaman ini tidak lepas dari pihak TNI Dan Polri.

"Terima Kasih Kepada teman - teman media tidak gaduh dalam perayaan hari Raya Idul Adha ini, "Ungkapnya.

Sementara Dewan Pembina Masjid Al - Akbar Surabaya sekaligus Mantan Wakil Presiden RI Ke 6, Tri Sutrisno berharap agar warga jawa Timur dan  sekitar surabaya agar lebih berfungsi untuk mensejahteraan sekaligus memajukan sesama umat beragam.

"Buatlah Masjid terkesan ramai berbagai sesuatu kegiataan baik di dalam Masjid maupun di luar Masjid Al - Akbar Surabaya, bukan hanya di lihat dari fisiknya saja, "Jelasnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Al - Akbar Surabaya di hadiri sekitar 15 ribu jama'ah. Takmir Masjid Al - Akbar Surabaya memberikan pengumuman yang menjadi imam shalat yaitu Kh. Abdullah Hamid. SH, M.Si sekaligus yang berkutbah adalah guru besar ITS Prof. Dr KH. Muhammad Nuh.(fn)

 

 

 

Wednesday, 23 September 2015 00:53

Bupati Sambari Berharap PAD Gresik Terbesar di JATIM

Written by

 

Gresik , Koranrakyat ,com -   Pendapatan   Asli  Daerah ( PAD )  Kabupaten  Gresik   masih  kurang  dari  target  yang  di  rencanakan ,  karena  baru  63 %  sudah  terealisasikan  .  Bupati  Gresik  Dr . Sambari  Halim  Radianto  mengatakan  di  hadapan  para  pengusaha  yang  hadir  pada  undangan  bulan  pembayaran  PBB badan  dan  perorangan  ,  untuk  membantu  meningkatkan  PAD  Kabupaten  Gresik  menjadi  tertinggi  di  antara  seluruh   kabupaten  di  Jawa  Timur.

          Pada  kesempatan  itu  (  01 / 09 / 2015 ) ,  Bupati  Sambari  menyampaikan  rasa  terimakasih  kepada  para  pengusaha  yang  telah  membayar  pajak  bumi  dan  bangunan  ( PBB ) Kepada  Pemerintah  Kabupaten  Gresik  tepat  waktu, karena  dari  target  PBB  sebesar  Rp 75  Milyar  sampai  28  Agustus  2015  telah  tercapai  pembayaran  sebesar  28,5  milyar dari  target  45,2  milyar  .

          Nilai  tersebut  di  dapat  dari  97  perusahaan  yang  telah  membayar  PBB  badan  dan  perorangan  di  atas  Rp  500  ribu   dengan  nilai  total  28,5 milyar  tersebut  berarti  telah  tercapai  63 %  dari  target  . “ Ujar  Sambari ”

          Secara  terpisah  Kepala  Dinas  Pendapatan  Pengelolaan   Keuangan  dan  Aset  Daerah  ,  Yetty  Sri  Suparyati   menambahkan  ada  5  perusahaan   pembayar  PBB  terbesar  di  Gresik  yaitu  ,  PT  Petrokimia  Gresik  dengan  pembayaran  Rp 4,8  milyar ,  PT  Semen  Indonesia  Rp  4,7  milyar  ,  PT  PLN  PJB  Rp  1,2  milyar , PT  Wilmar  Nabati  Rp  642  juta  dan  PT  Smelting  Rp  542  juta.

 

          Selain  itu  Pemkab  Gresik  juga  memberikan  penghargaan  kepada  perusahaan  pembayar  pajak  daerah  terbesar  yaitu , Hotel  Saptanawa  sebagai  pembayar  pajak  hotel  terbesar ,  PT  Indocater  sebagai  pembayar  pajak  restoran  terbesar  dan  PT  Smelting  sebagai   pembayar  pajak  penerangan  jalan  umum  ( PJU )  Non  PLN  terbesar.  Serta  beberapa  perusahaan  lain  seperti  PT  Semeru  Harapan  Mulia,  PT  Multi  Sarana  Plaza, dan  PDAM  Gresik  pembayar  pajak  air  bawah  tanah  ( ABT ).(ka)

Surabaya,koranrakyat.com.-Kapolda Jatim yang baru Irjen Pol Irjen Pol Anton Setiadji merupakan putra asli Jawa Timur kelahiran Malang. Irjen Pol Anton Setiadji pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Jawa Timur. Mulai dari Kabag Lantas, hingga dua kali menjabat Kapolres di Jawa Timur. Ia lahir di Malang 2 Januari 1959. Namun, dia besar di Jember. Anton muda mulai menjadi anggota polisi tahun 1983 setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) dengan predikat lulusan terbaik. Di Jawa Timur, pada tahun 1992 Anton menjabat Kabag Lantas Polwil Kediri. Tahun 1999 menjabat sebagai Kapolres Ngawi, dan tahun 2000 menjadi Kapolres Banyuwangi. Setelah itu, dia berpindah tugas ke berbagai daerah, sampai terakhir menjabat Kapolda Sulawesi Selatan dan sekarang dipercaya menjadi Kapolda Jatim.

Berikut perjalanan karirnya;

Riwayat Pendidikan
- Akabri (1983) (Lulusan terbaik)
- PTIK (1986)
- Sespim (1997)
- Sespati I (2007)
- Lemhanas PPSA (2012)

Riwayat Jabatan
- Paur PD Dep Pengajaran Bhs PTIK (1983)
- Kabag Lantas Polwil Kediri Polda Jawa Timur (1992)
- Kabag Jianma Lantas pada Ditlantas Polda Sulsel (1997)
- Kapolres Ngawi Polwil Madiun Polda Jawa Timur (1999)
- Kapolres Banyuwangi Polwil Besuki Polda Jawa Timur (2000)
- Kabid Binkum Polda Kalimantan Timur (2003)
- Dirlantas Polda Jambi (2004)
- Dirlantas Polda Bali (2006)
- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (2009)
- Karo Lantas Litbang Sderenbang Polri (2010)
- Kapuslitbang Polri (2010)
- Kadiv Hukum Polri (2012)
- Kapolda Sulawesi Selatan (2014).(fn)

.

 

 

Surabaya,koranrakyat.com,-Dugaan korupsi dana hibah APBD Jawa Timur (Jatim) pada Kadin (Kamar dagang & Industri) Jatim senilai Rp.60 milyar mulai disidangkan di pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi) Surabaya.
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Masyarakat Anti Korupsi (Maki) Jatim berharap agar proses persidangan dapat memberi rasa keadilan pada masyarakat. Jika memang terbukti bersalah para terdakwa hendaknya mendapat hukuman yang setimpal dan hartanya disita untuk mengembalikan uang negara yang mereka korupsi.
 
"Uang negara yang sangat besar itu  seharusnya bisa dipakai untuk membangun daerah untuk kepentingan masyarakat. Akibat dikorupsi maka pembangunan macet dan bisa membawa akibat buruk bagi masyarakat & bisa jadi salah satu sebab kehancuran bagi negara yang sedang menghadapi krisis.  Hanya gara2 uangnya diduga diselewengkan &  dipakai para terdakwa untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain", kata Purwadi koordinator Maki Jatim.
 
Sebagaimana diketahui, berdasar audit BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan & Pembangunan) Jatim, akibat dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim ini, nilai kerugian keuangan negara adalah Rp.26 milyar. Dan kasus ini disidangkan dengan para terdakwa adalah wakil ketua Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra (DKP) dan Nelson Sembiring (NS)
 
"Jangan sampai nantinya pengadilan tipikor Surabaya dalam menyidangkan kasus ini, kemudian menjadikannya sebagai sinetron para mafia hukum yang menyakiti hati masyarakat, untuk menyelamatkan para pelaku agar hanya mendapat hukuman yang ringan dan menyelamatkan harta hasil korupsi para pelaku agar tidak disita untuk mengembalikan keuangan negara" tutur Purwadi.
 
Selain itu Purwadi berharap agar pengadilan tipikor dalam menangani kasus ini bisa membongkar, siapa pelaku sebenarnya dan siapa saja yang menikmati uang negara untuk kepentingan pribadi dari dugaan korupsi ini. "Karena jika dilihat dari struktur organisasi dan tupoksinya, DKP & NS hanyalah para pelaksana yang hanya bertindak berdasarkan perintah. Selain itu mereka juga tidak mempunyai wewenang dalam mencairkan uang dana hibah dari APBD propinsi Jatim yang masuk ke rekening Kadin jatim', ujarnya.
 
Menurut Purwadi, sejak awal penanganan kasus ini sudah menunjukkan indikasi adanya hal yang aneh, karena La Nyalla Mattalitti, ketua Kadin Jatim sebagai orang yang harus bertanggungjawab secara hukum berdasarkan pakta integritas yang merupakan kesatuan dari peraturan2 mengenai dana hibah, terkesan malah tidak perlu mempertangungjawabkan dihadapan hukum.
 
"Akan sangat menyakiti masyarakat, jika proses hukum kasus ini ternyata hanya sinetron untuk mengelabui masyarakat guna menyelamatkan para pelaku korupsi sebenarnya", pungkasnya (fn)
Saturday, 15 August 2015 12:56

Polres Sidoarjo Razia Pelanggar Kendaraan Besar

Written by

Sidoarjo , Koranrakyat.com , -   Tingginya  angka  kecelakaan  yang  melibatkan  kendaraan  besar  ( truck )  di  wilayah  sidoarjo  ,  membuat   gerah  dua  instansi  pemerintahan  yaitu  Polres  dan  Dishub  Sidoarjo .  sehingga  Polres  dan  Dishub  menggelar  operasi  gabungan  terhadap  kendaraan  besar ( truck )  dan  mobil  bak  terbuka  (  pick up ).

                        Ketika  di  temui  Koranrakyat.com  ( 13 / 08 / 15 ) , Kanitlakalantas  Polres  Sidoarjo   IPDA  Wardaya  mengatakan  operasi  gabungan  yang  melibatkan  Polres  dan Dishub  Sidoarjo  memang  sengaja  di  lakukan  untuk  meminimalisir  angka  kecelakaan  yang  melibatkan  truck  di  wilayah  hukum  Polres  Sidoarjo .

                        Selain  Human  eror  angka  kecelakaan  yang  melibatkan  truck  di  wilayah  sidoarjo  semakin  tinggi  pada  akhir  -  akhir  ini,  dan  kebanyakan  pengemudi  truck  menyalahi  undang  -  undang  lalu  lintas  angkutan  jalan  ( UU LAJ )  . “  ujar Wardaya ”

                        Operasi  gabungan  kali  ini  menyasar  semua  kendaraan   truck  yang  melewati  jembatan  layang  trosobo  dengan  sasaran  truck   yang  sudah  tak  layak  pakai ,  kelebihan  muatan  dan  buku  KIR  mati , semua  kendaraan  yang  melanggar  langsung  di  tilang  di  tempat. Selain  truck,  kendaraan  bak  terbuka  (  pick up )  yang  di  buat   mengangkut   orang  juga  tidak  luput  dari  operasi  dan  semua  kendaraan  yang  melanggar  tetap  di  tilang . “ tambah nya ”

                        Kanitlakalantas  Polres  Sidoarjo  IPDA  Wardaya  menghimbau  bagi  warga  yang  mengetahui  kronologi  kecelakaan  di  mohon  untuk  langsung  menghubungi  Polisi  dan  jika  di  mintai  keterangan  jadi   saksi  harus berani dan tidak   perlu  takut  maupun  sungkan ,  agar  proses  evakuasi  dan  penyidikan  bisa  berjalan  cepat .(ka)

Wednesday, 12 August 2015 00:12

Pakdhe : Jatim Daging Sapi Aman Tak Perlu Daging Impor

Written by

Surabaya, Koranrakyat,com  - Gencarnya informasi mengenai mahalnya daging sapi potong di  Indonesia, tidak berlaku untuk  diwilayah JawaTimur karena stok sapi potong  Di  Rumah Potong Hewan  (RPH) seluruh jawa timur masih aman sehingga masyarakat tidak perlu risau akan naiknya harga daging sapi.

 Gubernur Jawa Timur Soekarwo Mengatakan,  wilayah  di  Jawa Timur Untuk Stok sapi potong saat inirelatif kondisinya aman karena terdapat sekitar  4,1  Juta ekor sapi  di   Wilayah  JawaTimur, mengingat Jatim tercatat sebagai daerah penyuplai sapi terbanyak  di Indonesiav Dengan ramainya informasi mengenai kelangkaan daging sapi potong yang  membuat resah masyarakat akan mahalnya harga daging, dan ancaman mogok  jual yang  di lakukan pedagang sapi   di Jatim, Pakdhe Karwo Panggilan dari Soekarwo menanggapinya dengan senyuman. “silakan saja itu hak mereka untuk melakukan  demo, sedangkan hak  kami  tetap melayani masyarakat,”Ujarnya.

 Soekarwo Nambahkan, kalau  diwilayah JawaTimur mengenai sapi potong hingga saat ini kondisinya aman – aman saja dan bisa  di  lihat  di  berbagai Rumah Potong Hewan  (RPH)  seluruh  di JawaTimur.  Salah  satunya   yang   ada  di  RPH  Penggirian dan Kedurus tersediaan sapi potong ternyata masih banyak. Soekarwo Berharap, seluruh masyarakat  di  JawaTimur tidak perlu risau akan kelangkaan dan mahalnya daging sapi potong karena harga di pasaran masih stabil, kalau pun masih ada harga yang  mahal, itu karena efek dari hariraya idul fitri kemarin mengingat.Pada waktu lebaran harga daging sapi naik  100 ribu sampai  110  ribu per-kilogram  (fn)

Page 5 of 6

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan