Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
.
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Tiga sektor utama penyangga perekonomian Jawa Timur adalah industri pengolahan, perdagangan dan jasa, serta di sektor pertanian. “Pertumbuhan tiga sektor ini yang membuat perekonomian Jawa Timur mampu tumbuh relatif tinggi dan berkesinambungan,” ucap Presiden Joko Widodo ketika memulai rapat terbatas tentang Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Di Provinsi Jawa Timur di Kantor Presiden, Selasa 14 Maret 2017.
 
Sejalan dengan menguatnya sektor industri pada perekonomian Jawa Timur, Presiden juga memberikan penekanan khusus pada penyiapan SDM yang terampil dan berkualitas. “Untuk itu, saya minta agar program pendidikan dan pelatihan vokasi harus dilakukan secara masif dengan melibatkan kalangan Industri. Saya melihat di Jawa Timur ini sudah dilakukan,” ujar Presiden.
 
Presiden juga mengingatkan untuk melibatkan pondok-pondok pesantren yang banyak tersebar di Jawa Timur dalam penyiapan SDM. “Sehingga, para santri bukan hanya dibekali ilmu agama tetapi juga mendapatkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan yang berguna ketika mereka memasuki dunia kerja. Ini saya lihat juga sudah dimulai di Jawa Timur,” kata Presiden.
 
Di awal pengantarnya, Presiden mengatakah bahwa perekonomian Jawa Timur pada tahun 2016 tumbuh 5,55 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
 
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan semakin tinggi jika kita bisa lebih fokus lagi untuk melakukan langkah-langkah terobosan meningkatkan kinerja di tiga sektor unggulan tadi, baik dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, pengurangan biaya logistik,  bantuan teknis maupun penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Presiden.
 
Namun, Presiden mengingatkan bahwa pertumbuhan yang semakin tinggi harus berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan. “Di Jawa Timur yang masih berada pada level 11,85 persen atau 1,15 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional (10,70 persen). Dan juga dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan yang masih berada di tingkat yang lebih tinggi 0,402 dibandingkan dengan rata-rata nasional 0,397,” ucap Presiden.(eas)

 

Friday, 28 October 2016 04:17

Dahlan Iskan Merasa Sedang Diincar oleh Penguasa

Written by

Surabaya,koranrakyat.com,- Dahlan Iskan tidak terkejut saat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PT PWU) Jatim oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kemarin (27/10). Dia merasa sudah diincar sejak lama sehingga ditersangkakan dan langsung ditahan. Padahal, belum ada audit yang menunjukkan adanya kerugian negara. 

Penetapan tersangka itu dilakukan penyidik setelah Dahlan dimintai keterangan sejak pagi kemarin. Bapak dua anak tersebut tiba di gedung Kejati Jatim pukul 09.15 untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Kehadirannya kemarin adalah yang kelima. 

Status tersebut berubah sekitar pukul 16.00. Saat jam dinas habis, penyidik menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Bukan hanya itu. Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung juga memutuskan untuk menahan Dahlan sampai 20 hari ke depan. 

‘’Saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa,'' kata Dahlan kepada media saat akan meninggalkan gedung kejati. 

''Biarlah sekali-sekali terjadi, seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa digaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apa pun, harus menjadi tersangka,'' jelasnya.

Dahlan menyatakan, dirinya ditetapkan sebagai tersangka bukan karena memakan uang negara. Bukan karena menerima sogokan. Juga bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus menandatangani dokumen yang sudah disiapkan anak buah. 

Maruli tidak mau menjelaskan secara detail alasan penetapan Dahlan sebagai tersangka. Dia hanya menyatakan sudah ada dua alat bukti. Dia menyebut peran Dahlan selaku direktur utama yang menandatangani dokumen lelang pelepasan aset di Kediri dan Tulungagung. ''Penahanan dilakukan agar proses hukum berjalan cepat,'' kata Maruli. 

Sementara itu, penasihat hukum Dahlan Iskan, Pieter Talaway, menegaskan, penahanan oleh Kejati Jatim tersebut sangat berlebihan. Sebab, Dahlan selalu kooperatif. Demikian pula dengan penetapan tersangka yang tidak beralasan. 

Menurut Pieter, secara kebijakan, tidak ada masalah dalam restrukturisasi aset di PT PWU. Segala mekanisme sudah dilalui Dahlan selaku Dirut. Termasuk yang dipersoalkan selama ini, yaitu pelanggaran Perda 5/1999 karena pelepasan aset tidak seizin DPRD.

"Faktanya, ada surat persetujuan dari ketua DPRD yang dasarnya dari rapat di komisi C," ujar Pieter. Surat tersebut dikeluarkan pada 24 September 2002 dengan nomor 593/6083/040/2002. Dalam surat itu disebutkan, sesuai hasil rapat dengar pendapat antara komisi C dan PT PWU, diputuskan pelepasan aset diproses sesuai dengan UU PT. Juga berpedoman pada UU tersebut.

Jika dalam perjalanan restrukturisasi aset terjadi masalah, Pieter mengatakan, Dahlan tentu tak bisa serta-merta dikaitkan. Apalagi, dia telah membentuk tim restrukturisasi serta memberikan kuasa kepada Wisnu Wardhana (WW). Saat itu WW menjabat kepala biro aset.

Ketika membentuk tim dan menunjuk WW, Dahlan menerapkan pakta integritas. Mantan menteri BUMN itu melarang siapa pun melakukan tindakan korupsi. "Minta fee pun dilarang," tegas Pieter. 

Dahlan juga menjamin tak pernah menerima apa pun dari WW maupun tim restrukturisasi aset. "Jangankan menerima sesuatu, sejak awal digaji di PT PWU saja tidak mau," imbuhnya.

uru besar hukum ekonomi Universitas Indonesia (UI) Erman Rajaguguk menyatakan, tidak semua kesalahan yang terjadi dalam BUMN atau BUMD harus dimintakan pertanggungjawaban hukum ke direksi. Menurut dia, ketika direksi sudah menunjuk pelaksana teknis, seharusnya tanggung jawab sudah melekat pada pelaksana teknis tersebut. 

Karena itu, ketika dalam praktiknya pelaksana teknis menyeleweng atau melakukan penyimpangan, dialah yang harus bertanggung jawab. Menurut Erman, hal tersebut sudah jelas tertuang dalam KUHP. ''Sudah jelas ada kalimat barangsiapa...,'' imbuhnya. 

Erman selama ini termasuk ahli yang berpandangan bahwa kekayaan BUMN atau BUMD PT bukan termasuk kekayaan negara, tapi kekayaan negara yang sudah dipisahkan. Dengan demikian, ketika sudah menjadi aset yang telah dipisahkan, kerugian BUMN atau BUMD tidak bisa dianggap sebagai kerugian negara. ''Meskipun 100 persen sahamnya dari pemerintah atau negara. Meskipun juga dividennya adalah uang pemda atau negara,'' jelasnya.

Ketika menjadi PT, BUMN dan BUMD juga harus tunduk pada UU PT. Dengan demikian, ketika terjadi penjualan aset, tentu yang harus didapatkan adalah persetujuan dewan komisaris. Erman menyatakan, ketika penjualan aset sudah disetujui dewan komisaris dan ternyata harganya di bawah NJOP (nilai jual objek pajak), hal itu juga belum tentu menjadi persoalan. Menurut dia, NJOP adalah patokan penetapan pajak atas objek pajak.

Polemik apakah kerugian BUMN atau BUMD termasuk kerugian negara atau bukan sebenarnya telah tuntas pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK telah memutus bahwa BUMN atau BUMD termasuk kerugian negara. BPK pun berhak memeriksa keuangan BUMN atau BUMD.

Nah, meski begitu, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein tetap memberikan catatan. Dia menyebutkan, penanganan pidana korupsi terhadap kerugian BUMN atau BUMD tetap harus case-by-case. ''Jangan asal korporasi rugi, maka hal tersebut diartikan terjadi kerugian negara. Harus dilihat dulu apa sebabnya,'' katanya.

Yang mutlak harus dibuktikan adalah ada tidaknya kesengajaan perbuatan melawan hukum dan niat jahat. Jika dua hal itu tak bisa dibuktikan, meski terjadi business loss yang menimbulkan kerugian keuangan negara, hal tersebut tidak bisa dibawa ke ranah pidana korupsi. Sementara itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengungkapkan, penetapan tersangka dan penahanan Dahlan Iskan berpotensi menimbulkan diskursus baru dalam penegakan hukum. Di satu sisi, kejaksaan memang memiliki kewenangan menyidik dan melakukan upaya paksa dalam pengusutan kasus korupsi. 

Namun, di sisi lain, yang ditetapkan dan ditahan kejaksaan merupakan sosok yang dikenal banyak orang tidak memiliki mental korupsi. ''Tak ada mental untuk memperkaya diri sendiri. Ini sangat mengagetkan,'' kata pria yang juga Sekjen PPP itu(fd)

 

 

 

Wednesday, 26 October 2016 17:46

Terduga Teroris Ditangkap Di Magetan

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-Penangkapan teroris Gatot di Magetan yang dilakukan pemeriksaan intensif. Pasalnya ia adalah generasi baru dari jaringan JI dan mengetahui logistik dan akan melakukan berbagai teror diberbagai tempat seperti dilakukan jaringan yang lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Rabu (26/10)2016 mengatakan Oh ya atas nama Gatot tadi  baru ditangkap yang bersangkutan ini  dari pada jaringan kaitan  pelaku-pelaku kelompok jemaah Islamia  mereka ini penyimpan logistik kategorinya. "DPO berkaitan dengan kegiatan logistik mendukung aksi-aksi teror di sekitar seputaran Jawa Tengah dan seputaran  Jawa Timur," ujarnya

Selanjutnya,Boy menegaskan daftar Pencarian orang sudah berdasarkan penyelidikan dan penyidikan kasus lama. Dengan kasus lama ini memunculkan katakanlah nama yang bersangkutan yang selama ini  sudah dijadikan DPO." Sudah sekitar 3 tahun.
"Jadi beberapa keterlibatannya tersangka merupakan anggota kusumah Timurlaut Devisi keamanan . Kedua. Memiliki tugas pengamanan logistik pencarian pendistribusian di wilayah Kudimah Timur  Jadi ini peran-peran yang berkait dengan menjaring, kasus terorisme yang pernah dilakukan.oleh Densus 88. Jadi ini merupakan kelanjutan penyelidikannya karena ini berkaitan dengan logistik  Berkaitan dengan bahan peledak dijadikan pengembangan dikwatirkan logistik-logistik yang merupakan alat yang digunakan sebagai aksi teror itu bisa jadi dijadikan aksi  ada tindakan bisa berpotensi menimbulkan kejahatan baru.," tegasnya.

Untuk itu, Boy menjelaskan Maka kalau kaitan terorisme kecuali yang mengarah logistik bahan peledak dan senjata. Maka ditetapkan oleh Sensus sebagai DPO dan dicari karena dikuatirkan ada dampak dari penyimpanan bahan peledak." Seperti hanya mengambil bahan keterangan saja tetapi keterlibatan belum. Ada kaitan biasanya di jadikan sumber informasi aktivitas yang bersangkutan.Dia berpindah-pindah atau mobile .Saat ditangkap disediakannya, kalau wilayah tugas Tim kita ini  ada di Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah ada di Jawa Barat dan di Jakarta, Sumatera.," jelasnya.

Lebih jauh, Boy merinci Semua tim melakukan pemantauan melakukan penyelidikan yang belum tertangkap. Jadi mereka hanya menekuni itu sampai dapat lah yang bersangkutan . Ini nanti ditentukan pemeriksaan hari ini . Jadi pertama dulu itu yang sudah bersama-sama dia itu tercatat Sujata alias Jimmy Salim, ini merupakan jaringan kelompok dari pimpinannya bernama Bravo alias ....rekannya sudah maju duluan . "Jadi yang tadi sebutkan sudah menjalani sidang terlebih dahulu karena sudah berapa bulan lebih dahulu," kuncinya.

Kalau ada kaitan dengan peristiwa Thamrin, Boy membeberkan berbeda jaringan kalau Thamrin itu  JAD ,Baruna, Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat dan Abdulrahman.
"Ya,di urut-urut Bom Bali ini adalah  bendera JI tapi berbeda generasi sudah terjadi proses generasi sudah pelampiasan, jadi dia sudah terjadi semacam tumbuh sel-sel baru lagi. Group Imam Samudera Cs dulu berkaitan dengan kelompok Abu Bakar Baasir juga melakukan hubungan selama upaya di tahun 2000. Ini adalah sel-sel barunya lagi," bebernya.

Seiring dengan itu, Boy menandaskan si Gatot ini belajar dari Baasir atau Imam Samudera? Engga, ada jaringan-jaringan lebih muda lagi. Mereka kelompok-kelompok pelatihan baru seluruhnya seperti di Aceh. Jadi sudah lapis-lapis yang sekian sehingga timbul sel-sel yang baru. Ini generasi mudahnya. Kalau Gatot,Beda generasi dan beda masa. "Sementara ini masih dikenbangkan di Jawa Tengah, karena sejumlah bahan bukti juga yang diamankan. Ini baru sebagian di Fikskan lagi apa sudah semua atau belum. Yang jelas sejumlah bahan bukti sudah diamankan.Banyak sekali . Jadi ada bom rakitan yang belum jadi, terkait dengan potongan pipa pantalon, senpi, pipa kecil, ada semacam peralatan yang dikemas untuk penguatan bom rakitan yang sama dengan beberapa kasus lainnya. Bom lempar. Mirip dan sementara bom pipa atau bom lempar. Yang mereka lempar dibawa di tas pinggangnya dipakai untuk ditargetnya," tandasnya.( vk)

Tuesday, 18 October 2016 12:08

Marwah Daud Diperiksa Bareskrim

Written by

Jakarta, Koranrakyat.com-Proses Pemeriksaan terhadap Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng  Marwah Daud Ibrahim diajukan 38 Pertanyaan. Pertanyaan itu juga dikaitkan dengan aktifitasnya di Pedepokan.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Umum Devisi Humas Mabes Polri, Kombes  Pol Martinus Sitompul ,Selasa (18/10)2016 mengatakan pemeriksaan  Marwah Daud Ibrahim sudah dilakukan pertanyaan dan ada 38 pertanyaan di ajukan kepada Marwah Daud Ibrahim sebagai ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng . "Ya ditanya soal pertama kondisi fisik dan apakah bersedia untuk diperiksa dan sebagainya bagian penghormatan hak Asasi bagi mereka yang diperiksa. ," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  Kedua, adalah soal pokoknya, pada pertanyaan pokok ditanyakan terkait dengan kegiatan padepokan kemudian hubungan -hubungan Ketua Yayasan dengan saudara Taat Pribadi  termasuk juga dengan para pengikut-pengikutnya. "Aktivitas-aktivitas beliau apa yang dilakukan intinya terkait dengan kegiatan-kegiatan Ibu Marwah menjadi Ketua Yayasan Padepokan dan kemudian aktivitasnya apa saja. Ini yang dilakukan pemeriksaan," tegasnya.

Ketika ditanya apa dijawab semua, Martinus menjelaskan ya Di jawab semua. Penjelasan satu pihak apakah sudah cukup , mau ditanya apa tambahan-tambahan ibu melakukan penjelasan." Namun 38 pertanyaan tidak menutup ada pemeriksaan tambahan untuk melakukan pemeriksaan pada kasus-kasus lain pada saudara Taat Pribadi ini yang sedang dilakukan analisis setiap jawaban," jelasnya (vk)

 

 

Jakarta,koranrakyat.com- Sekitar Rp, 4 Juta uang Asli  milik Taat Pribadi di Padepokan  di sita.Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri Selasa (11/10)2016 nmengatakan uang yang disita dari padepokan Dimas Kanjeng milik Taat Pribadi tak seluruhnya asli.Uang asli yang ditemukan di sana hanya berjumlah Rp 4 juta."Uang aslinya, informasinya empat jutaan. Jumlahnya tidak banyak," ujarnya.

Selanjutnya, Boy menegaskan Polri menduga, uang yang diperlihatkan Taat Pribadi dalam foto dan video yang beredar adalah palsu. Namun setelah Polisi telah mencoba mencari bungker yang diduga berada di padepokan itu. Namun, hasilnya nihil."Ada yang bilang dalam bungker, ada yang bilang di gudang. Tapi polisi sudah lakukan upaya pencarian itu," tegasnya.

Untuk itu, Boy menjelaskan sementara itu, uang palsu yang "digandakan" oleh Taat Pribadi dititipkan ke sejumlah pengikutnya. Pasalnya beberapa pengikut Taat Pribadi yang diperiksa polisi pun sudah dikorek informasinya dan dilakukan penggeledahan di rumahnya."Di Makassar misalnya, itu sedang dijemput. Siapa korban-korbannya sedang disatukan oleh Bareskrim," jelasnya.

Saat ini, Boy menandaskan Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dalam penanganan kasus Taat Pribadi. Hingga saat ini, setidaknya ada lima laporan dugaan penipuan yang masuk ke polisi.

"Dalam laporan ke Bareskrim Polri, korban mengaku merugi Rp 25 miliar.Sementara, untuk laporan ke Polda Jatim, para korban mengaku tertipu masing-masing senilai Rp 800 juta, Rp 900 juta, dan Rp 1,5 miliar," tandasnya.

Itu sebab itu, Boy merincinya korban merasa tertipu dengan iming-iming Taat Pribadi yang disebutnya bisa melipatgandakan uang.Rekrutmen korban Taat Pribadi menyerupai multilevel marketing, di mana para korbannya mencari "pelanggan" lain untuk mempercayakan uangnya kepada Taat Pribadi.

"Selain dijerat kasus penipuan, Taat Pribadi diduga sebagai dalang di balik oembunuhan mantan santrinya bernama Abdul Ghani.Ghani merupakan mantan pengikut Taat Pribadi yang diduga mengetahui praktik penipuan yang dilakukan pemilik padepokan itu," rincinya.(vk)

 

Jakarta, koranrakyat.com- Proses pemeriksaan terhadap kasus penipuan yang dilakukan tersangka Taat Pribadi terus berlanjut.   Polda Jatim akan memeriksa 10 saksi orang dekat nya Taat Pribadi.

Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di temui Mabes Polri, Rabu (5/10)2016 mengatakan Penyidikan terhadap kasus penipuan dimana terhadap tersangka Taat Pribadi saat ini akan dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang ada baik mereka yang sebagai subkoordinator , koordinator pun yang disebut Sultan." Keterangan-keterangan mereka kita butuhkan untuk bisa lebih mengetahui  kemana aliran dana dan siapa saja yang memiliki informasi-informasi terkait praktek-praktek tindak pidana penipuan ini," Ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  disamping itu agenda pemeriksaan untuk minggu depan terhadap arah struktur yang ada besok juga akan diterbangkan beberapa barang bukti terkait laporan korban dari Surabaya senilai Rp 200 Miliar. "Barang-barang yang diperoleh yang ada di rumah korban akan dibawa hampir satu peti penuh nanti akan dibawa ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan termasuk seperti didalamnya ada batangan emas yang diduga emas yang lempengan-lempengan kuning kemudian beberapa surat, kemudian beberapa kertas-kertas yang bertulisan huruf-huruf kemudian beberapa kain juga dan ini yang akan dibawa dan akan diperiksakan kalau itu bentuknya uang kertas indonesia nanti rupiah itu yang akan diperiksakan keasliannya," tegasnya.

Ketika ditanya yang mau diperiksa itu berapa orang, Martinus menjelaskan minggu depan panggilan ada sekitar 10 orang. Dari 10 orang ini terkait orang-orang dekat dengan saudara Taat Pribadi yang merupakan Sultan bawahannya langsung dan beberapa koordinator."  Jadi terkait dengan laporan si A,  si A ini dulu pengikut kemudian diperkenankan Oleh siapa kemudian yang memperkenankan dia koordinatornya. Kemudian koordinator dana ini dilaporkan ke koordinator, sehingga koordinator ini akan dipanggil. Itu akan diperiksa di Polda Jatim," jelasnya.

 Dikatakan Martinus   baru satu kasus saja yang sekitar Rp 830 Juta itu dia Polda Jatim."10 orang ini pengumpul uang dari penyuluh, Ini ada koordinator, termasuk diatasnya Sultan ada 10 orang," rinciannya.

Saat ditanya apa termasuk pemeriksaan Marwah Daud, Martinus menandaskan Ya siapa akan siapa dipanggil bisa tentu terkait dengan informasi-informasi yang ada pada penjelasan-penjelasan keterangan saksi-saksi. Apa bila seorang saksi mengatakan si A tentu akan diperiksa di A. Kalau si A mengatakan si C, si C akan kita periksa. "Sehingga memang supaya dapat suatu aliran perbuatan itu yang bisa mengungkap perkara ini. Siapapun dia itu kita akan lakukan pemeriksaan. Apa lagi kita sudah mendapatkan pada saat penggeledahan kita mendapatkan surat-surat berisi surat pernyataan antara penyertaan penyerahan mahar itu suatu bukti baru bagi kita dalam rangka untuk melihat itu siapa menerima itu surat pernyataan," tandasnya. (vk)

 

Wednesday, 05 October 2016 14:33

Enam Mobil Kanjeng Disita Polda Jatim

Written by

.Jakarta,koranrakyat.com-  Kanjeng Dimas Taat Pribadi diduga melakukan pembunuhan dan  dilaporkan penipuan serta penggandaan uang atau pengadaan .  di Jawa Timur 3 laporan dan di Bareskrim 1 laporan. Enam mobil disita dijadikan barang bukti. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Rianto ditemui di Mabes Polri , Selasa (4/10)2016 mengatakan   Sekarang ditangani oleh Polda Jatim kita hanya memback up dan kebetulan ada laporan 1 kasus ke Mabes Polri , laporan terkait dugaan penipuan  nanti akan di komunikasikan dengan teman-teman Polda Jatim. "Apakah nanti akan ditangani oleh Tim Mabes Polri atau Polda Jatim nanti kita lihat perkembangannya," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada yang disita dari aset Taat Pribadi, Agus menegaskan tadi Kita mengamankan 6 unit mobil dari berbagai merek sekarang sedang kita dalami berkaitan. ".Dengan kasus yang sedang kita tangani ada unsur-unsur yang terpenuhi kasus seperti apa nanti kita lihat dari perkembangan seperti apa di Polda Jatim." Tegasnya.

Sesuai pengakuan salah seorang Kanjeng diberikan emas muda dan terus dalam emas muda ada lambang palu Arit , Agus menjelaskan  Apa benar ini salah satu cara membangkitkan komunis,Ya nanti kita pelajari data dan semua informasi tentu kita tidak bisa langsung begitu melihat langsung mengatakan atau dikatakan itu perlu ditelusuri lebih dalam lagi. "Kalau misalnya seorang melakukan transaksi bersangkutan itu banyak tidak dapat digeneralisasi nah ini lah sedang didalami oleh penyidik," jelasnya

Menyinggung bagaimana Dimas Kanjeng bisa mengeluarkan uang, Agus merincinyaIntinya saya pernah mengatakan bahwa tidak ada satu orang di dunia ini  yang melipat digandakan uang dengan data-data yang sah . Dalam.Artian begini kalau ada orang yang punya kemampuan mungkin ada sulap, ada kemampuan sendiri yang dimiliki uang koin jadi uang kertas , atau kartu jadi uang segala macam. "Itu kan apa kah bisa dibelanjakan atau tidak. Kalau dalam masalah ke uangan misalnya mengadakan menjadi beberapa bagaimana dengan nomor serinya, dengan tanda-tanda khusus keuangan yang memang sudah menjadi bagian-bagian penting dalam mata uang begitu. Sementara kalau dikatakan  bisa mengeluarkan uang sebegitu kan. Siapa yang melihat pasti dan kalau kita melihat video apakah itu betul prosesnya seperti itu. Apakah itu tidak kemungkinan rekayasa seperti dahulu," rincinya.

Untuk itu, Agus menandaskan tetapi yang pasti ada ditemukan salah satu jubah yang kita dapatkan berapa jubah itu yang ditemukan saat dilakukan penggeledahan teman-teman penyidik memang dikantongnya ini kantongnya cukup banyak dan besar-besar ." Ia kan kemungkinan di dalam diisi dulu baru di keluarkan dan itu bisa saja seperti itu. Yang pasti, kita berharap sekali lagi kita berharap tidak muda terprovokasi ada orang yang mampu dan ada istilah menggandakan.. menggandakan ada yang sama nomornya, begitu ada juga yang mengadakan. ," tandasnya.

Jadi, Agus menambahkan Kalau mengadakan ini berarti ada menjadi ada. Siapa yang berbuat seperti itu  Peruri, yang kita akui lembaga membuat mata uang indonesia. Peruri yang resmi dan sah. Yang mungkin pecahkan uang yang diadakan Peruri. Orang lain mengadakan patut dipertanyakan. "Yang mengadakan disebut Marwah Daud  Saya tidak.tahu orangnya siapapun dan kita tidak mengatakan siapa tidak siap dan pasti ada mengandalkan atau mengadakan anak kita pahami bersama istilah itu.," tambahnya. ( vk)

 

 

 

 

 

 

Tuesday, 04 October 2016 09:29

Polisi Perdalam Kasus Dimas Kanjeng

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Meskipun Polisi Fokus pada kasus pembunuhan, ada juga penggandaan uang dan penistaan agama. Pendalaman juga harus berhati-hati sehingga perlu ada keterlibatan yang lain sehingga mendapat informasi yang langsung seperti MUI dan tokoh agama.

Kepala Biro Penerangan Umum,  Brigjend Pol Agus Rianto di temui di Mabes Polri, Senin (3/10)2016 mengatakan  untuk kasus pembunuhan  dengan melibatkan beberapa tersangka termasuk didalam  adalah saudara TP . "Masalah kemungkinan adanya penistaan agama mungkin hal-hal berkaitan dengan agama tentunya sampai saat ini kita masih belum mendapat informasi secara langsung sampai dengan hal itu. Tentu kita masih harus mengkoordinasi dan mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini bisa saja seperti MUI, tokoh-tokoh agama yang membidangi hal itu.," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan kalau memang terpenuhi unsur-unsur dan adanya masalah pemusatan agama tentunya kita proses, tentunya ini perlu waktu nanti kita akan tetap terus memonitor perkembangan- nya."Secara umum tentunya sesuai diatur dalam perundang-undangan antara lain misalnya bahwa apa bila seseorang atau kelompok orang yang melaksanakan ibadah tidak seperti lazimnya agama itu. Baik seseorang atau sekelompok orang kadang-kadang seorang  dengan perbuatan antara lain seperti itu," tegasnya.

Untuk itu, Agus menjelaskan berkaitan dengan orang atau kelompok yang diduga menyimpang, Kita pernah menangani hanya memang data-data saat ini tidak kita pegang peran menangni nanti saya koordinasi dengan penyidik mengenai hal itu. "Kalau Kanjeng Dimas, Ini kalau tidak mengerucut ke kasus penistaan.Setiap penanganan oleh Polri itu pasti harus hati-hati ,cermat, harus teliti. Jadi bukan mengerucut pada itu.
Kita kan sudah menangani kasus ini , kalau ada penambahan sama semua kasus yang kita tangani sama. Mungkin pihak-pihak yang terkait bisa sama dan bisa berbeda. Misalnya terkait dengan penipuan tentunya ada pihak-pihak yang mengetahui tentang itu. Ada pihak yang mengeriti agama itu, nanti kita akan melakukan penelusuran kita bisa dapat pemahaman lebih rinci," jelasnya.

Menyinggung Seperti tadi yang Bapak bilang membawa MUI, Agus menandasBukan mengajak kalau kita katakan mengajak berarti ikut kita. " Tetapi kita meminta keterangan atau penjelasan semua pihak itu bisa dikatakan mengajak mungkin bisa kita meminta atau kita melakukan upaya-upaya penegakan hukum kita mengungkap semua persoalan supaya jelas," tandas. (vk)

 

 

 

 

Tuesday, 04 October 2016 09:25

Rekontruksi Dimas Kanjeng Dilaksanakan 64 Adegan

Written by

Jakarta, Koranrakyat.com- Kasus dugaan pembunuhan terhadap  terhadap Abdul Gani Polisi lakukan rekonstruksi dengan 64 adegan. Polisi berusaha mencari keterlibatan Pimpinan Padepokan  Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Martinus Sitompul  di Mabes Polri, Senin (3/10)2016 mengatakan soal Dimas kanjeng sedang dilakukan rekonstruksi Ada 64 adegan terhadap kasus pembunuhan. "Ini dihadirkan taat pribadi dan beberapa tersangka lain supaya untuk mengetahui utuh cerita adegan ini dari  tahapan pertama sampai eksekusi," Ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan diketahui disini ada perencanaan-perencanaan ada penyerahan uang dan kemudian ada eksekusinya di bawa pergi di beli plastik beli tali yang bisa dipakai mengangkut 200kg."
Artinya bahwa terkait peristiwa ini sebagai berita acara untuk melengkapi berita acara pemeriksaan yang sudah ada," tegasnya.

Ketika ditanya Pembunuhan siapa, Martinus menjelaskan untuk almarhum Abdul ghani.
"Ada berapa tersangka,  
Yang Tersangka 10, 4 yang masuk dalam  Daftar Pencarian Orang( DPO) 1 Tersangka sudah diserahkan ke yang lain dan 4 ini kita pinjam kita bawa. Taat pribadi juga," jelasnya.

Untuk Kasus penipuannya, Martinus merincinya sampai sekarang ada 4 laporan yang sudah ditindak lanjuti penyelidikan dengan pemanggilan." 1 kasus Bareskrim dengan total Rp 25 Miliar, kemudian ada di Jatim ada 31 Rp 800 juta kemudian Rp 1,5 Miliar, Sulawesi Selatan Rp 200 Miliar. 4 sudah terima.
Dua nyusul rencana buat laporan dari probolinggo dan Tanjung Perak. Ini akan kita tunggu dan harap Apabila ada laporan lainnya silahkan ke Polda Jatim," rinciannya.

Lebih lanjut, Martinus menambahkan selain rekonstruksi hari ini juga akan dlakukan pengamanan aset, dan untuk melihat lihat aset-aset yang ada apa aja. "Hari ini kita sertakan penyidik Bareskrim, BI ada dari Jakarta 2 orang, dari Surabata 3 orang. BI ada lima orang. Kejaksaan juga di undang biar liat proses penyelidikan awal agar JAKSA Penuntut Umum  nanti bisa mengetahui," tambahnya. ( vk)

Wednesday, 28 September 2016 17:03

La Nyalla Tersandung Korupsi Alim Ketua Kadin Jatim

Written by

Batu,koranrakyat.com.- Setelah ketua Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jatim (Jawa Timur)  La Nyalla Mattalitti menjadi terdakwa kasus korupsi, para pengusaha yang tergabung pada organisasi Kadin Jatim menggelar Musyawarah Provinsi pada 18-19 September 2016 di The Singhasari Resort, Kota Batu. Dalam musyawarah itu, forum memilih Basa Alim Tualeka sebagai ketua untuk periode 2016-2021.

Saat dimintai tanggapan soal terpilihnya Alim Tualeka sebagai ketua Kadin Jatim, Jamhadi salah seorang pendukung La Nyalla Mattalitti yang menyebut dirinya sebagai tim ahli Kadin Jatim, mengatakan seseorang bisa menjadi ketua organisasi tersebut apabila memimpin perusahaan minimal dua tahun berturut-turut dan punya kartu tanda anggota Kadin. "Selain itu, illegal." kata Jamhadi.

Alim Tualeka menolak jika disebut sebagai ketua Kadin Jatim illegal. Ia menunjuk Undang-Undang nomor 1 tahun 1987 dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Kadin sebagai dasar hukum. "Ada Keputusan Presidennya kok",  tutur Alim.

Sedangkan para pengusaha menyambut baik terpilihnya Alim Tualeka sebagai ketua Kadin Jatim dan berharap agar ada efisiensi dalam regulasi dan memangkas biaya tinggi dalam menjalankan usaha.

"Karena saat La Nyalla Mattalitti sebagai ketua Kadin Jatim beberapa periode, entah ada hubungan khusus apa antara La Nyalla dengan Gubernur Jatim Soekarwo, terbit Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 050/13150/022/2012 tertanggal 16 Juli 2012 tentang kewajiban pengusaha di Jatim harus memiliki kartu anggota (KTA) Kadin Jatim", ungkap Totok Herlambang seorang pengelola UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah) di Jatim.

"Hal itu pernah diungkap media massa bahwa dengan adanya SE Gubernur Jatim tadi, maka pengusaha baru boleh mengikuti pengadaan barang dan jasa di Jatim jika mempunya KTA Kadin Jatim. Ini mengarah pada monopoli dan membuat harga melambung tinggi", cetus Totok.

"Selain itu dengan adanya SE Gubernur Jatim tadi, para pengusaha yang akan membuat/ memperpanjang  SUJK, IUI, IUKN dll persyaratan administratif agar bisa mulai menjalankan usahanya, tidak akan bisa jika tidak memiliki KTA Kadin Jatim. Ini namanya mempersulit dunia usaha, tambahnya 

"Apalagi untuk mendapatkan KTA Kadin Jatim, pengusaha/calon pengusaha harus membayar biaya pendaftaran yang cukup tinggi dan harus melunasi iuran selama waktu tertentu yang cukup tinggi. Ini selain memberatkan dunia usaha, juga apa motifnya sehingga masyarakat dipaksa setor uang untuk Kadin Jatim?", ujar Totok.

"Apalagi dalam prakteknya, jika kita sudah membayar uang pendaftaran sebagai anggota Kadin Jatim dan membayar iuran selama 1 tahun, meski tanpa KTA-pun dengan alasan KTA belum jadi asal  dengan menunjukkan kwitansi pembayaran pendaftaran dan iuran bulanan selama 1 tahun, kita baru bisa mengurus surat2, dokumen dan persyaratan administrasi di instansi, agar bisa mulai menjalankan usaha. Tanpa itu kita saat akan mengurus perijinan dll, tidak akan dilayani oleh instansi", katanya.

"Hitung saja, ada berapa ribu pengusaha dan dikalikan berapa juta rupiah uang pendaftaran serta uang iuran bulanan yang harus dibayar langsung setahun itu. Bisa terkumpul berapa puluh milyar tiap tahun yang dinikmati oleh pengurus Kadin Jatim. Maka bisa dikatakan bahwa dunia usaha dipaksa untuk membayar pungutan yang tidak perlu alias pungli tapi pungutan itu di-sahkan oleh SE Gubernur Jatim", tuturnya.

Menurut Totok, selain mendapat milyaran rupiah dana paksaan dari masyarakat, Kadin Jatim juga mendapat dana dari APBD (Anggaran Penerimaan & Belanja Daerah) Jatim sejumlah milyaran rupiah tiap tahun, dan akhirnya terbongkar di pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) bahwa dana hibah Kadin Jatim dikorupsi oleh pengurusnya. Ini menunjukkan bahwa Kadin Jatim yang seharusnya menjadi organisasi yang mendorong tumbuhnya dunia usaha, malah menjadi benalu bagi masyarakat, pemerintah dan negara.

"Dan bagi pengusaha yang dipandang tidak nurut pada pengurus Kadin Jatim, maka meski mau membayar pendaftaran, perpanjangan anggota Kadin Jatim atau iuran tahunan, bisa ditolak, otomatis karena dia tidak bisa menunjukkan kwitansi pembayaran saat mengurus perijinan dll pada instansi, maka akan ditolak. Jika begitu apa bisa menjalankan usaha?", imbuhnya

 

"Maka SE Gubernur Jatim Nomor 050/13150/022/2012 tadi harus dicabut. Jika Gubernur Jatim takut pada La Nyalla Mattalitti, sebaiknya Mentri Dalam Negeri harus membatalkan SE Gubernur Jatim tadi, karena selain bertentangan dengan peraturan diatasnya, juga SE Gubernur tadi sangat menghambat dunia usaha", pungkasnya.(fd)

Jakarta,koranrakyat.com-Kasus Penangkapan Ketua Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang miliki puluhan r.Polisi fokuskan pada kasus pembunuhan. Sedang kasus dugaan penipuan Taat yang laporanya masuk ke Mabes sama Polda Jatim akan diproses berikutnya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar, Rabu (28/9)2016 mengatakan kasus DPO berupaya penangkapan yang dilakukan penyidik Polda Jawa Timur sudah dilaksanakan dimana ada dugaan keterlibatan  tindak Pidana pembunuhan. "Kemudian memang setelah dicek baik itu di Polda Jawa Timur dan di Mabes Polri ada satu tindak pidana penipuan. Tindak Penipuan ini dua laporan Polisi ada di Polda Jawa Timur yang sudah diterima oleh Penyidik disana, satu yang dilaporkan ke Bareskrim. ," ujarnya.

Selanjutnya,Boy menegaskan dilihat dari modusnya ada orang yang melapor itu mereka diminta semacam mahar uang dalam jumlah tertentu dimana didalam janji-janji besar itu uangnya apa bisa digunakan atau tidak." Ini berdasarkan laporan. Harus diingat rekan-rekan awal disidik berkaitan dengan tindak Pidana Pembunuhan dimana ada dua korban merupakan dua warga padepokan itu kemudian jenazahnya ditemukan satu di Situbondo dan satu lagi di Wonogiri., Jadi ternyata dari tersangka yang sudah ditetapkan.mengarah ke saudara Taat Pribadi ini," tegasnya.

Untuk itu, Boy menjelaskan Laporan polisi yang berkaitan penipuan ini prosesnya masih berjalan belum disimpulkan dahulu karena penyidik fokus pada tindak pidana pembunuhan. "Tapi laporan itu nanti akan diproses sesuai proses laporan laporan yang ada berangkat dari alat bukti yang ada. Keberadaan orang yang berkaitan uang informasinya demikian. Sementara kalau catatan kita 3 laporan, dua di Polda Jatim dan 1 laporan di Bareskrim," jelasnya.

Menyinggung kaitan Marwah Daud , Boy merincinya Konteksnya perkenalan saya belum bisa memastikan beliau hanya hubungan lebih lanjut pertemanannya yang saya tahu seperti ini. "Saya tidakmemahami kapasitas hubungan  bisa jadi beliau memahami bukan kegiatan keahlian atau pun kemampuan oleh Saudara Taat Pribadi. Baru sampai.disitu kita ketahui," rincinya.

Ketika dipertanyakan penipuan, Boy membeberkan kalau disana dilaporkan tindak pidana penipuan diatur dalam KUHP, ada penggelapan juga, nanti proses pembuktiannya normal dengan dua alat bukti. "Kalau alat bukti kalau penipuan sesorang.barang siapa bujuk rayu dengan rangkaian kata-kata itu kan.Dilihat katanya seperti apa. Nanti dilihat pemeriksan.seperti apa oleh korban apakah Taat Pribadi ada unsur bujuk rayu terhadap orang-orang ini. Itu kan untuk membuktikan," bebernya.

Lebih lanjut, Boy menandaskan  Itu fakta-faktanya harus digali.  Kemudian dengan uang itu , mata uang itu bisa menjadi bisa menarik  oleh penyidik. Bagaimana apa bisa dilakukan oleh Penyidik  atau hanya dua rangkaian kata bohong. "Harus dibuktikan kalau ternyata apa yang diucapkan itu tidak bisa terbukti dengan uang itu tidak bisa berganda itu lah kata bohong itu. Penilaiannya jadi terpenuhi. Nanti kita lihat ini masih berjalan. Belum bisa dikatakan menipu. Baru dugaan melakukan penipuan," tandasnya.

Jadi, Boy menambahkan sekali lagi terkait masalah pokok, awalnya masalah menghilangkan nyawa orang kepolisian menetapkan tidak main-main ini masalah pembunuhan kalau dia bisa membuktikan perencana aksi pembunuhan itu diduga melanggar pasal 340 KUHP hukuman nya berat sekali, bisa hukuman mati. Ini tidak main-main proses.masalah ini." Kami berkeyakinan apa yang diputuskan adanya alat bukti keterlibatan saudara Taat Pribadi semua didasarkan alat bukti terhadap pihak-pihak lain terlebih dahulu dikatakan terssngka. Itupun dengan mengedepankan praduga tidak bersalah. Tetap asas hukum kita harus dibuktikan di Pengadilan," tambahnya. ( vk)

 

 

 

.

Ponorogo,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo merasa prihatin dengan mulai hilangnya nilai-nilai khas Bangsa Indonesia yang sejatinya penuh santun dan bersahaja di kalangan muda-mudi dewasa ini. Nilai yang dimaksud oleh Presiden ialah mengenai jati diri bangsa, budi pekerti, kesantunan, semangat juang, dan juga keagamaan. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo berpesan agar setiap generasi mengestafetkan nilai-nilai positif kepada para generasi setelahnya. 

"Nilai-nilai itulah yang sekarang ini kita merasa kehilangan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diestafetkan kepada generasi yang akan datang," ucap Presiden di hadapan para santri dalam acara Peringatan 90 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor pada Senin, 19 September 2016, di Kecamatan Mlerek, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Bukan tanpa sebab dirinya berpesan demikian. Presiden mencontohkan apa yang ia lihat sendiri di media sosial belakangan ini. Dirinya menyesalkan nilai-nilai Indonesia yang luntur dalam sejumlah percakapan di media sosial yang menurut Presiden tidak tampak pada sekitar 40 sampai 50 tahun sebelumnya.

"Coba kita lihat bagaimana di media sosial itu saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina, mengolok-olok. Apakah itu nilai-nilai Indonesia? Jawaban saya bukan," tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengakui sering membaca komentar-komentar masyarakat di suatu pemberitaan media online. Di sana pun Presiden merasa sedih karena menemukan komentar para pembaca yang juga saling menghujat.

"Sedih kalau kita baca komentar-komentar saling hujat di situ. Saling memaki dengan perkataan yang saya yakin itu bukan nilai-nilai kita. Ada nilai-nilai lain yang tidak sadar masuk menginfiltrasi kita dan itulah yang akan menghilangkan karakter, identitas, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia," terang Presiden.

Untuk itu Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun diberikan porsi yang lebih dalam kurikulum pendidikan SD dan SMP. Instruksi tersebut kemudian diterjemahkan oleh Mendikbud dengan wacana _full day school_ yang di dalamnya bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif bangsa Indonesia.

"Kemarin sudah disampaikan wacana _full day school_ yang akan dicoba di beberapa provinsi untuk menanamkan nilai-nilai itu. Tanpa nilai-nilai tersebut identitas kita akan hilang. Padahal waktu saya bicara dengan kepala pemerintah lain mereka sangat memuji Indonesia yang tetap kokoh meskipun kita berbeda-beda," terangnya.

*Bersiap Hadapi Era Keterbukaan dan Persaingan*

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo tak lupa untuk memberi ucapan selamat atas kiprah dan keberhasilan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam perjalanan panjang reformasi kemerdekaan negara Indonesia. Dirinya juga mengajak segenap sivitas akademika Gontor agar dapat memberikan peran yang lebih besar lagi dalam menanamkan nilai-nilai santun dan positif di kalangan masyarakat.

"Saya ingin ucapkan selamat atas milad ke-90. Saya kira perjalanan panjang dan sudah melampaui beberapa zaman sampai sekarang alhamdulillah mulai dari kebangkitan nasional, perjuangan pembangunan, sampai reformasi masih ada sampai sekarang, saya ucapkan terima kasih," ucap Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo meminta para santri untuk dapat mempersiapkan diri dalam berkompetisi di era keterbukaan. Hal tersebut dimaksudkan agar para santri tidak tertinggal oleh kompetisi global yang menurut Presiden sangat keras.

"Konsekuensi negara keterbukaan bukan apakah kita siap bersaing atau tidak dengan mereka, baik SDM maupun produk. Pilihan kita harus siap. Kita harus berani jalani itu, kalau tidak saya khawatir kompetisi itu bisa meninggalkan kita," ujar Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara ASEAN yang lain. Menurutnya, walaupun terlihat bersahabat, namun sebenarnya persaingan antar negara-negara tersebut tetaplah ada.

"Kalau kita bertemu kepala negara ASEAN selalu ada 'ASEAN way', bergandeng tangan dengan yang lain. Tapi saya katakan, mereka adalah pesaing kita. Jangan lengah terhadap itu, begitu kita lengah daya saing kita habis. Inilah keterbukaan yang tidak bisa kita tolak lagi, tidak bisa kita hambat, tidak bisa kita menutup diri, kita nanti bisa ditolak negara lain," tegasnya.

Menutup sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak para santri dan seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat membantu pemerintah dalam upayanya meningkatkan kondisi perekonomian dan kemudahan berusaha di Indonesia. Sebab, menurutnya, Indonesia saat ini masih tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya.

"Alhamdulillah saya senang pondok ini. Alumni-alumninya, santri-santrinya ada yang jadi ketua MPR, pimpinan di DPD, di eksekutif banyak, Pak Menteri Agama, Gubernur, Bupati, Walikota di daerah juga banyak. Ini yang menyebabkan saya bangga. Artinya dari sisi persaingan sudah ditunjukkan bahwa alumni Gontor bisa bersaing," tambah Presiden sekaligus mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam harlah Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan juga Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal selaku tuan rumah.

*Peresmian Gedung UNIDA dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Menara Masjid Jami*

Sebelum menghadiri Peringatan 90 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga meresmikan Gedung Utama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Gedung yang memiliki luas 17.000 m2 tersebut dibangun empat lantai dan menghabiskan dana Rp. 76 milyar yang berasal dari sumber dana mandiri Pondok Modern Darussalam Gontor. 

Setelah menghadiri acara tersebut, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri melakukan peletakan batu pertama pembangunan menara baru Masjid Jami' Pondok Modern Darussalam Gontor. Menara baru tersebut merupakan kado istimewa dalam Peringatan 90 Tahun Gontor, mengingat menara lama yang sudah berusia tua karena dibangun sejak tahun 1977.(eas)

Bojonegoro Koranrakyat.com Pemerrintah kabupaten Bojonegoro gelar rapat tertutup Di RSUD Sosodoro Djati Kusumo tentang Evaluasi Pengoperasian RSUD Sosodoro Djati Kusumo 

Dalam acara tersebut sempat ada sedikit Insiden salah satu awak media  tidak diperkenankan untuk untuk mengambil foto atau liputan didalam ruang rapat oleh seoarang ibu yang mengaku

pihak catering .akhirnya teman-teman media menunggu diluar hingga acara rapat evaluasi selesai .Dalam acara evaluasi tersebut hadir berbagai pihak-pihak yang berkaitan dengan RSUD ,salah

satunya Dinas Kesehatan,Dinas Pekerjaan umum,Dinas Perijinan ,Dinas Lingkungan Hidup ,Kominfo,Direktur RSUD Dan juga Sekda kabupaten Bojonegoro .Sekretaris Daerah kabupaten

Bojonegoro Soehadi Moelyono Mengatakan Dari rapat evaluasi ini banyak hal yang perlu di penuhi Dan sampai sekarang belum sesuai target .Dikarenakan dari target Akhir agustus yang diharapkan 

tetep RSUD sosodoro djati kusumo belum bisa dioperasikan ,Namun Mudah-mudahan hingga akhir 2016 sudah bisa ditempati.Karena rumah sakit ini sudah sekitar 7 tahun belum ditempati dan

seharusnya selesai waktu itu .Karena ada beberapa Hal yang perlu dibenahi atau dilengkapi salah satunya instalansi listrik atau pun jaringan air atau Ipal . Disamping itu tentunnya Banyak pipa yang

karatan karena sudah lama belum ditempati tentunya harus diganti semua .Dari evaluasi ini nantinya dianggarkan di APBD Perubahan karena banyak sekali kekurangan yang Perlu

dilengkapi.sementara itu pihak Direktur RSUD Dr.hariono Mudah-mudahan akhir 2016 bisa ditempati ,Mengenai insiden tadi ,Akan saya sampaikan yang Bersangkutan dan nanti akan saya tegur .(Dan)

 

 

 

 

 

 

Surabaya, Koranrakyat.com Pt. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bank Jatim terus menunjukkan kinerja yangsignifikan ha ini tercermin dari perolehan dana dari pihak ketiga sebesar 44,99 Triliun atau naik11,80% (yoy) Tabungan menjadi penyumbang angka tertinggi dalam pertumbuhan dana dari pihak ketiga bank jatim sebesar   Rp.11,78 Trilliun  atau naik  21,19%,” Ujar R. Soeroso Dirut Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk dalam kesempatan  buka bersama dan  Gathering dengan wartawan Senin (6/6) belum lama ini.

          Dijelaskan mantan Direktur Utama BPR UMKM Jawa Timur ini, bahwa  Giro  sebesar Rp.20,81 Trilliun  atau naik 19,71% sedangkan deposito sebesar Rp.12,39Trilliun atau turun 5,61%  Tingginya pertumbuhan danamurah ( tabungan dan giro ), mencatatkan Current Account Saving Account ( CASA) Bank Jatim  periode  Mei 2016 sebesar 72,45% posisi ini naik dari angka 67,37% di posisi Mei 2015

         Lebih jauh dikatakan Pembina pengawas Perbarindo ini, bahwa Pertumbuhan kinerja Bank Jatim periode Mei 2016 juga tercermin dari total asset sebesar Rp.52,69% Trilliun  atau naik 10,70% penyaluran kredit sebesar  Rp.29,13 Trilliun  atau naik 5,85% dan laba sebelum pajak sebesar Rp.675,16 Miliar  atau naik 13,02% serta labah bersih  sebesar Rp.477,21 Miliar atau naik 13,50% . Sedangkan Rasio keuangan  diatas rata rata benchmark, antara lain  return on equity (ROE) sebesar 21,44% meningkat dibandingkan  Mei 2015 yaitu 18,11% , Tingkat efesiensi juga semakin meningkat, hal ini tercermin dan rasio biaya operasional disbanding pendapatan operasional (BOPO) sebesar 69,19% atau semakin efesien  dari posisi Mei 2015 sebesar 72,31%

            Sementara Ferdian Timur Satyagraha menyampaikan, bahwa Jaringan kantor bank Jatim mencapai 1440 titik layanan terdiri dari 1 kantor pusat , 45 kantor cabang , 166 kantor cabang pembantu , 185 kantor kas , 97 kantor layanan syariah , 173 payment point, 80 kas mobil ,691 ATM dan 2 CDM ( Cash Deposit Machine) dari perkembangan jaringan kantor , untuk saat ini berkembang difokuskan  pada jaringan usaha Syariah yang sejalan dengan rencana spin off usaha syariah bank Jatim , Rencana perkembangan jaringan syariah sampai dengan tahun 20121 sebanyak 281 titik layanan

Hal senada juga disampaikan Avantiono Hadhianto pemimpin Divisi pendukung bisnis  menyampaikan Sesuai keputusan RUPS Bank Jatim tahun buku 2014, diamankan agar bank Jatim Melakukan spin Off dan dipertegas pada RUPS bank Jatim Tahun buku 2015, bahwa spin off bank Jatim syariah akan dilakukan tahun 2016 , pendirian bank Jatim Syariah di tahun 2016 akan digolongkan sebagai bank buku 1 dengan status sebagai anak usaha  bank Jatim  dengan rencana struktur permodalan  sebesar 600 miliar.  Dengan adanya Spin Off ini diharapkan  sampai dengan tahun 20121 dapat meningkatkan kinerja keuangan bank Jatim  syariah  antara lain dari dana pihak ketiga diproyeksikan sebesar  Rp.3,18 Triliun , laba diproyeksikan  sebesar Rp.119,76 miliar serta asset diproyeksikan sebesar Rp.5,09 Triliun .

Bank Jatim Syariah memiliki produk  dengan akad murabahah, musyarakah, Musyarakah mutanaqisah, mudharabah,Qord,Ijarah Muyahiya Bittamlik (IMBT), Rahn, Kafalah dan jasa bank lainya.(fd)

 

 

 

Madura,Koranrakyat.com.- Usai meresmikan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi IV di Kabupaten Mojokerto, Presiden Joko Widodo dan rombongan pada Sabtu (19/3) siang langsung menuju Sampang, Madura,  untuk meresmikan pengoperasian Bendungan Nipah

“Bendungan ini disiapkan untuk jangka panjang untuk produksi pangan kita,” tutur Presiden Jokowi saat peresmian.

Dengan laju pertambahan penduduk dunia seperti saat ini, pada masa yang akan datang, manusia akan memperebutkan dua hal, energi dan pangan. Untuk menghindari krisis pangan di masa yang akan datang, pemerintah membangun terus bendungan karena kunci dari ketahanan pangan adalah ketersediaan air.

“Tahun ini 8 (waduk), tahun depan 9 waduk. Karena kunci kemajuan ada  di ketersediaan air,” kata Presiden.

Misalnya, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah menargetkan membangun 7 waduk, karena provinsi ini mengalami kesulitan air baik untuk pengairan irigasi maupun air minum pun. Dengan banyaknya bendungan dibangun diperkirakan produksi pangan akan melimpah.

“30-40 tahun negara lain akan datang meminta pangan kelebihan kita. Mereka yang minta bukan kita yang mengimpor dari mereka,” ujar Presiden dengan optimis.

Menurut Presiden, bendungan ini akan mengairi sawah seluas 1.150 Ha. Sawah-sawah itu terdiri dari 925 Ha sawah baru yang merupakan pengembangan sawah tadah hujan dan 225 Ha merupakan areal sawah existing. Dengan manfaat tambahan,  sebagai konservasi sumber daya air dan daerah wisata serta perikanan air tebar.

Bendungan Nipah di Sampang ini dibangun untuk dapat berfungsi dalam umur layanan 50 tahun. Oleh sebab itu, pengelolaan bendungan yang berkelanjutan menjadi keharusan.

Agar berkeberlanjutan, daerah tangkapan air Bendungan Nipah dipelihara dengan memperhatikan sistem konservasi yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah perbandingan debit maksimum dan debit minimum di bawah 50, laju sedimentasi maksimum 2 mm/tahun, dan rasio ruang terbuka hijau minimal 30%.

Lokasi pembangunan Bendungan Nipah adalah di Desa Tabanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang atau tepatnya di Pantai Utara Sampang, 60 km dari Kota Bangakalan, Madura. Bendungan ini sudah menjadi studi sejak tahun 1973, kemudian mulai pembebasan lahan 1982. Tahun 1993, masyarakat tidak berkenan sehingga berhenti. Dibangun tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008, namun karena terkendala pembebasan lahan, proses pengisian baru dimulai pada 10 Oktober 2015.

Sementara sebelumnya Pesiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi meresmikan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IV sepanjang 18,47 kilometer yang memanjang dari Krian hingga Mojokerto, pada Sabtu (19/3) siang di Kabupaten Mojokerto.

Jalan Tol Sumo merupakan bagian dari Tol Trans Jawa, yang terdiri dari empat seksi yaitu:
- Seksi IA : Waru-Sepanjang (2,3km) dan Seksi IB : Sepanjang–Western Ring Road (4,3km);
- Seksi II : Western Ring Road – Driyorejo (5,1km);
- Seksi III : Driyorejo – Krian (6,1km);
- Seksi IV : Krian – Mojokerto (18,47km).

“Negara ingin berkonsentrasi pada dua hal besar yaitu deregulasi dan pembangunan infrastruktur. Kita ingin fokus, kita ingin konsentrasi disana. Deregulasi diperlukan agar ada kecepatan kita dalam bertindak melaksanakan pembangunan,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di gerbang Tol Penompo yang ada di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

Menurut Presiden, terdapat 42.000 peraturan terdiri dari perpres, pp, permen, dan peraturan-peraturan lainnya. Peraturan yang banyak ini menjerat pemerintah sehingga tidak mempunyai kecepatan dalam bertindak di lapangan. Pemerintah segera akan menyederhanakan agar semua dapat diputuskan, dikerjakan dengan cepat.

Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, terlambat dalam pembangunan infrastruktur oleh karena itu pemerintah menargetkan dalam 5 tahun minimal telah terbangun Tol 1.000 km.

“Dari merdeka sampai sekarang, 70 tahun, kita baru mempunyai 840 km, oleh sebab itu saya bertarget kepada Bapak Menteri PU, 5 tahun minimal 1000 km,” ujar Presiden.

Perihal Jalan Tol Surabaya-Mojokerto yang sudah 21 tahun direncanakan dan sudah 18 km  dapat direalisasikan, Presiden mengapresiasi kinerja Gubernur, Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Gresik, dan pihak terkait yang dapat menyelesaikan pembebasan lahan tersebut, dan meminta pembangunan sisanya dapat diselesaikan pada tahun 2017.

Pada kesempatan yang sama, Presiden dengan tegas meminta pemerintah daerah, Gubernur, Bupati, Walikota harus segera turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan.

“Saya titip pada Bapak Wagub, Bupati, Walikota memang harus sering turun di lapangan, masalah-masalah itu akan selesai kalau lapangan dikuasai”, pesan Presiden.

Dengan adanya tol ini, diharapkan mobilitas barang dan orang makin cepat, biaya logistik makin murah, dan akhirnya harga-harga barang murah sehingga masyarakat dapat membeli barang lebih murah.

Setelah peresmian ini, Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meresmikan pengoperasian pemanfaatan Waduk Nipah di Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang .

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jalan Timur adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.{fd/Adb/eas}

 

 

 

 

Page 3 of 6

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan