Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Pemkot  Bengkulu  berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019
Last Updated on Jun 23 2019

Pemkot Bengkulu berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019

    BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu  berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019 yang diberikan oleh  Dirjen Perbendaharaan Kementerian  Keuangan RI, Grage Horizon, Selasa (18/6/2019).  Dua capaian kota Bengkulu itu terdiri atas kategori pengelolaan Fiskal...
Presiden Jokowi: Seluruh Bidang Tanah di Gresik Bersertifikat pada 2024
Last Updated on Jun 23 2019

Presiden Jokowi: Seluruh Bidang Tanah di Gresik Bersertifikat pada 2024

    GRESIK(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Gresik dengan keseluruhan mencapai 3.200 sertifikat. Penyerahan berlangsung di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, 20 Juni 2019...
Presiden Angkat Isu Rakhine State di _Retreat_ KTT ASEAN
Last Updated on Jun 23 2019

Presiden Angkat Isu Rakhine State di _Retreat_ KTT ASEAN

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam pertemuan retreat KTT ke-34 ASEAN di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu 23 Juni 2019. "Saya ingin bicara sebagai satu keluarga, berterus terang, untuk kebaikan kita semua,” kata Presiden memulai...
Dugaan Korupsi Di Kementerian Kelautan  Diperiksa Kejaksaan
Last Updated on Jun 23 2019

Dugaan Korupsi Di Kementerian Kelautan Diperiksa Kejaksaan

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Terkait dengan kasus tindak Pdaina Korupsi  dalam pembangunan  kapal  Perikanan di Kementerian kelautan  dan perikanan RI, ada 4 saksi  yang periksa yaitu Nur Azizi, Harmoko Prasmasji,  Gaduh Nur Hidayat dan  Adiriansroob Vrenfky...
Kejagung : Pidsus Kejagung Periksa Saksi Rudy F Simanjuntak Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit PT Bank Mandiri(Tbk)
Last Updated on Jun 23 2019

Kejagung : Pidsus Kejagung Periksa Saksi Rudy F Simanjuntak Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit...

      JAKARTA KORANRAKYAT.COM-  Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit PT Bank Mandiri(Tbk) kepada PT Central Stall Indonesia. Pidsus Kejaksan Agung memeriksaa Saksi itu Rudy F Simanjuntak Special Assets Management (SAM) Bank Mandiri Pusat,            ...

World Today

  •  
    Presiden Angkat Isu Rakhine State di

     

     

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam

     
Friday, 04 May 2018 16:08

Dilema Rumah Sakit: Apakah Teknologi Jawaban Tuntutan Kualitas Layanan Versus Tingginya Biaya Operasional?

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Xavier Denoly, Country President Indonesia Schneider Electric didampingiMartin Setiawan Vice President Commercial & Industrial Building Channel VP  saat  memberikan keterangan pada wartawan di Surabaya (an) Xavier Denoly, Country President Indonesia Schneider Electric didampingiMartin Setiawan Vice President Commercial & Industrial Building Channel VP saat memberikan keterangan pada wartawan di Surabaya (an)

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Bukan lah rahasia bahwa fasilitas kesehatan merupakan salah satu bagian bangunan rumah sakit yang menghabiskan energi paling besar karena harus beroperasi 24/7/365 dengan peraturan yang sangat ketat. 50 hingga 60 persen biaya operasional rumah sakit berasal dari konsumsi energi. Rumah sakit saat ini berada di bawah tekanan luar biasa untuk dapat tetap konsisten memberikan layanan terbaik di tengah-tengah pertumbuhan jumlah pasien dan alokasi anggaran yang kian menyusut. Tanggung jawab para staf semakin berat untuk menjaga performa fasilitas kesehatan sambil memastikan keamanan pasien dan kepatuhan terhadap peraturan.

        Di Indonesia sendiri, kendala tidak hanya terjadi dari sisi konsumsi energi. Hampir seluruh rumah sakit yang berada di wilayah terpencil dihadapkan pada masalah besar pemadaman listrik yang dikarenakan kurangnya suplai di wilayah tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap kualitas layanan, keselamatan pasien dan menyebabkan rusaknya reputasi rumah sakit. Memiliki ketersediaan daya yang cukup di seluruh ruang termasuk ruang operasi, ICU dan kamar pasien menjadi fokus utama.

           Xavier Denoly, Country President Indonesia Schneider Electric mengatakan  apa dilema pengelola rumah sakit dalam hal pengelolaan energi dan bagaimana digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional yang membumbung tinggi.

  Dikatakan juga Umumnya, rumah sakit memiliki cadangan generator yang dapat memasok listrik pada saat padam, namum biasanya pergantiaan antara listrik utama dengan listrik dari generator membutuhkan waktu sehingga penting bagi rumah sakit untuk memastikan kecukupan daya untuk ruangan-ruangan yang kritikal selama masa transisi tersebut. Namun begitu hingga saat ini belum banyak rumah sakit yang menaruh perhatian penuh pada meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas pengelolaan energi sehingga banyak rumah sakit yang masih berada di jalur lambat ketika harus menerapkan teknologi baru yang dapat membantu mereka mencapai tujuan ini. Sementara Manajer Operasional membutuhkan akses cepat ke informasi infrastruktur untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pasien, staf dan pengunjung.

Namun sistem bangunan rumah sakit jauh lebih kompleks daripada di fasilitas jenis lainnya. Seringkali personil rumah sakit bahkan tidak menyadari masalah sistem atau kegagalan fungsi sampai seseorang masuk di pergantian waktu kerja. Ini tidak hanya menunda waktu respons, tetapi juga membuat frustasi para staf operasional karena harus diburu-buru dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Banyak Manajer Operasional juga menyadari adanya pemborosan energi yang signifikan yang terjadi setiap hari di ruang pasien dan ruang operasi, tetapi mereka tidak berdaya untuk secara cermat dan manual menyesuaikan setiap area di dalam area gedung yang luas. Tidak cukup waktu dan tidak cukup personel untuk melakukan pengecekan setiap saat untuk memastikan suhu tidak terlalu tinggi dan lampu dimatikan di kamar yang tidak berpenghunI

              Jadi bagaimana Manajer Operasional rumah sakit dapat mengatasi tantangan ini? Jawabannya ada pada data yang sudah ada di depan mereka. Mengoptimalkan Data Pasien dan Gedung untuk Penghematan dan Kepuasan Pasien Sistem manajemen gedung (Building Management System disingkat BMS) diibaratkan seperti sistem pernapasan rumah sakit. Menghirup udara masuk dan keluar dari rumah sakit dan menyaring kontaminan yang dapat mengancam pasien, staf dan higienitas peralatan. BMS juga memberikan manfaat yang sangat besar karena dapat mengumpulkan data bangunan untuk mendeteksi ketidakefisienan dan memperingatkan staf operasional terhadap masalah peralatan. Tetapi BMS biasanya tidak dapat melakukan analisa terhadap komponen penting dari lingkungan rumah sakit – yaitu alur keluar masuknya pasien.

           Sistem penerimaan pasien, pengosongan ruangan dan pemindahan pasien (Admission, Discharge and Transfer disingkat ADT) merupakan sistem yang memonitor kedatangan dan kepergian pasien dan dapat digunakan oleh staf operasional untuk menciptakan peluang baru untuk melakukan penghematan energi, meningkatkan produktivitas staf dan kepuasan pasien. Teknologi yang ada saat ini memungkinkan Manajer Operasional untuk memanfaatkan data jumlah okupansi ruangan yang belum digunakan secara maksimal. Kuncinya adalah berbagi informasi melalui Health Level-7 (HL7) interface untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan layanan kesehatan internasional dan privasi pasien. Dengan menggunakan HL7, staf operasional dapat menciptakan interoperabilitas antara BMS rumah sakit dan penjadwalan klinis, tata graha (housekeeping), dan sistem ADT.

               Sebagai contoh, a clinical optimization solution dapat berbagi status okupansi kamar pasien dan ruang operasi dengan BMS, yang dapat memberikan informasi kepada sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dan sistem pencahayaan ruangan untuk bekerja ketika ruangan akan digunakan dan berhenti ketika ruangan sudah tidak dipakai sehingga penghematan energi dapat dilakukan dengan tetap memastikan keamanan dan kepuasan pasien. Sementara UPS dan trafo isolasi berfungsi untuk memastikan ketersediaan energi. Jika terjadi kegagalan daya, sistem akan memicu suara alarm untuk segera mengingatkan staf perawat dan tim perawatan, dan sistem UPS secara otomatis akan menggantikan pasokan daya cadangan sementara ke ruangan-ruangan yang kritikal, memberikan cukup waktu untukmelaksanakan prosedur cadangan untuk pembangkit listrik alternatif.

         Sementara Martin Setiawan Vice President Commercial & Industrial Building Channel VP mengatakan, bahwa saat ini sudah sekitar 20 Rumah Sakit di luar Jakarta  termasuk di Jatim dan Solo. Mereka telah merasakan keuntungan telah bergabung dengan Schneider Electric . Selain lebih efesien juga mempermuda pengawasan jaringan listrik yang ada di Rumah  sakitnya.   (an)

Read 1947 times Last modified on Saturday, 05 May 2018 01:01
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan