Gedung Putih

Gedung Putih (75)

Culla pemper ac nec sit massa In Curabitur id risus sit. Non ante gravida eros quis justo sed nonummy et Donec et. Hendrerit velit orci sagittis eu Aenean pharetra faucibus

Wednesday, 14 November 2018 10:50

Indonesia Dukung Penuh Perdamaian Dua Korea

Written by

 

 

SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di Semenanjung Korea. Di KTT ASEAN-Korea Selatan, Presiden Jokowi menyebut tekad kuat yang ditunjukkan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, untuk mengupayakan perdamaian sangat diapresiasi oleh dunia dan berbuah hasil.

 

          Kepala Negara berujar, tekad Presiden Moon tersebut seolah menjadi satu dari sekian harapan di tengah banyak ketidakpastian yang sedang melanda dunia sekarang ini.

 

"Di tengah banyak ketidakpastian, muncul beberapa harapan. Antara lain harapan akan terwujudnya Semenanjung Korea yang aman dan stabil. Harapan baru tersebut tidak akan terjadi jika tidak terdapat tekad kuat Presiden Moon untuk mengupayakan perdamaian," ujarnya di Suntec Convention Centre, Singapura, pada Rabu, 14 November 2018.

 

           Indonesia sebagai negara yang tidak hanya bersahabat baik dengan Korea Selatan, melainkan juga mempunyai hubungan bilateral dengan Korea Utara hingga lebih dari 50 tahun lamanya, mendukung penuh kerja keras dan upaya perdamaian yang dijalankan di Semenanjung Korea.

 

"Indonesia mendukung sepenuhnya proses perdamaian ini. Pesan dukungan ini telah disampaikan secara konsisten antara lain pada saat pertemuan saya dengan PM Korea Selatan dan Utusan Khusus Korea Utara menjelang pembukaan Asian Games 18 Agustus lalu," kata Presiden.

 

                Meski demikian, perlu diakui bahwa upaya ini belum berakhir. Kedua negara masih membutuhkan waktu dan jalan panjang hingga benar-benar tercipta perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

 

Indonesia, sebagaimana yang ditekankan Presiden, akan tetap berkomitmen untuk mendukung dan turut andil dalam upaya perdamaian di Semenanjung Korea. Secara khusus Presiden Joko Widodo menyampaikan usulan untuk mengundang pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dalam peringatan 30 tahun kerja sama ASEAN dan Korea Selatan yang akan berlangsung pada 2019 mendatang, jika semua perkembangan positif terus terjadi.

 

            "Semoga dengan pertemuan tersebut maka komitmen Korea Utara akan semakin kuat untuk melakukan langkah menuju Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Ke depan, insyaallah kita akan melihat ASEAN dan dua Korea menjadi pilar penting arsitektur perdamaian dan kemitraan di kawasan demi stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan bersama," ucapnya.(eas)

 

 

BRUSSEL(KORANRAKYAT.COM) , Mengakhiri hari ketiga kunjungannya ke Brussels, Belgia.  Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla melakukan pertemuan silaturahim dengan masyarakat Indonesia yang berada di Belgia dan Luxemberg pada Jumat malam,19/10/2018 di Kedutaan Besar RI di Brussels.

          Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam dalam suasana santai  tersebut, Wapres mengabarkan berbagai hal keadaan tanah air kepada masyarakat Indonesia yang bermukim di kedua negara tersebut, baik mengenai  pembangunan infrastruktur,  ekonomi, politik persoalan musibah, dan lain-lain di tanah air.

           "Mengenai keadaan di tanah air, sebetulnya saya juga belum tentu lebih tahu dari Saudara-saudara, atau minimal sama lah, karena kita sudah tidur Anda-anda semua disini sudah membaca berita koran. Hal ini karena kemajuan teklologi informasi" kata Wapres

          Ia juga menyampaikan,  bahwa adanya musibah di sejumlah tempat di Indonesia seperti halnya di Aceh dan Palu, yang banyak merenggut korbannya sehingga  memperoleh perhatian negara-negara peserta KTT ASEM12 seperti Jepang, Korea yang ingin membantu, ya tapi meskipun kita sendiri nampu, namanya musibah sehingga itu akan mengurangi beban masing-masing korban gempa.

          Silaturahim ini Wapres selain didampingi oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla juga disertai oleh  Wamenlu A.M. Fachir,  Dubes LBBP RI untuk  Indonesia,  Kasetwapres Mohamad  Oemar.(eas)

 BALI(KORANRAKYAT,.COM)

Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders' Gathering yang bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 11 Oktober 2018. Pertemuan yang diinisiasi oleh pihak Indonesia ini menghadirkan 10 negara ASEAN dan sejumlah pimpinan lembaga internasional.

Saat memimpin jalannya pertemuan, Presiden Jokowi menyinggung sejumlah hal terkait dengan visi ASEAN.

"Pertama, pentingnya mulai dipikirkan mekanisme kerja sama kawasan dan global bagi pembangunan berkelanjutan pascabencana," ujarnya.

Setelah bencana beberapa waktu lalu di Sulawesi Tengah dan Lombok menunjukkan bahwa pembangunan selama puluhan tahun dalam sekejap dapat hilang.

Kemudian yang kedua, Presiden memandang pentingnya memprioritaskan SDGs dalam tahap pembangunan masing-masing negara ASEAN. Beberapa capaian SDGs sendiri telah dan akan terus diupayakan Indonesia dalam pembangunannya.

Di antaranya ialah menurunnya angka kemiskinan menjadi satu digit di angka 9,8 persen pada 2018, meningkatnya akses terhadap air bersih bagi rumah tangga, hingga meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional yang mencakup 77,78 persen rakyat Indonesia.

"Tidak kalah penting adalah kemajuan besar pada pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir sebagai perwujudan tujuan nomor sembilan dari SDGs," sambungnya.

Usulan ketiga, masih terkait dengan pencapaian SDGs masing-masing negara, Presiden Joko Widodo berpendapat bahwa sinergi antara organisasi kawasan dan organisasi internasional serta lembaga keuangan menjadi kunci dalam mewujudkan SDGs.

"Sinergi antara organisasi kawasan dan organisasi internasional serta lembaga keuangan bagi pencapaian SDGs penting sekali artinya," kata Presiden.

Adapun yang keempat, Indonesia mendorong sumber pendanaan inovatif seperti _blended finance_ yang telah dibahas dalam Forum Tri Hita Karana yang juga dihadiri Presiden.

"Salah satu tantangan pencapaian SDGs adalah masalah pendanaan. Oleh karena itu, keempat, Indonesia mendorong sumber pendanaan inovatif seperti _blended finance_," ucapnya.

Sementara yang kelima atau terakhir, dalam upaya mencapai SDGs, masing-masing negara perlu melibatkan kemajuan teknologi dalam upaya yang dilakukan.

"Dalam kaitan ini saya mencontohkan berkembangnya aplikasi ruang guru di Indonesia," tutur Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berpesan kepada seluruh pimpinan negara dan pemerintahan ASEAN bahwa untuk mewujudkan SDGs sebagaimana yang telah dicanangkan PBB, masing-masing negara ASEAN tak akan mampu mencapainya seorang diri tanpa bantuan negara lain. Maka itu ia mendorong dilakukannya kerja sama dengan negara lain, utamanya sesama negara-negara ASEAN, untuk dapat mewujudkan hal itu.

"Saya ingin tekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. Pencapaian SDGs memerlukan _global leadership_ dan _shared responsibilities_," ujarnya.(eas)

 

 

*Indonesia dan Afghanistan Tindaklanjuti Potensi Kerja Sama*

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Chief Executive Afghanistan, Abdullah Abdullah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 4 Oktober 2018. Keduanya sebelumnya pernah bertemu saat kunjungan Presiden ke Afghanistan pada Januari 2018 lalu.

"Senang sekali dapat bertemu kembali Yang Mulia Dr. Abdullah Abdullah setelah kunjungan saya ke Kabul di Januari 2018 yang lalu," kata Presiden.

Kepala Negara kemudian mengucapkan terima kasih atas ucapan belasungkawa yang disampaikan Abdullah untuk para korban bencana di Sulawesi Tengah.

"Kemarin saya baru saja dari Palu dan kerja keras terus dilakukan untuk membantu korban dan keluarga serta membantu mereka untuk memulai hidup normal kembali," imbuhnya.

Adapun Abdullah menyebut bahwa kunjungan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, ke Indonesia yang kemudian dibalas oleh kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan telah membuka potensi kerja sama kedua negara yang semakin besar. Kehadiran dirinya ke Indonesia ini ialah untuk menindaklanjuti penjajakan kerja sama itu.

"Saya berbahagia ada di sini untuk menindaklanjuti dan berdiskusi mengenai apa yang dapat dilakukan. Presiden Ghani juga menyampaikan salam dan pesan duka cita serta apresiasi atas dukungan Anda untuk Afghanistan," ucapnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa Abdullah menyampaikan apresiasi upaya Indonesia mewujudkan perdamaian di Afghanistana

“Afghanistan mengapresiasi peran Indonesia dalam proses perdamaian di Afghanistan,” ucap Retno kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Dalam pertemuan itu, selain didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Presiden Joko Widodo juga didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.(eas)

Wednesday, 26 September 2018 11:12

Jk Dorong Kerjasama Ind dan AS

Written by

 

 

NEW YORK(KORANRAKYAT.COM)—Di sela-sela kegiatan rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (SMU PBB) ke-73, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di Hotel Lotte New York Palace, Madison Ave, New York, Selasa, 25/5 pukul 15.00 WS.

Kepada awak media, Wapres JK mengatakan bahwa pertemuannya membicarakan hubungan baik kedua negara tetap terjaga. “Karena tahun depan 70 tahun hubungan diplomatik dengan Amerika, ujarnya.

Di usia hubungan diplomatic tersebut, Wapres JK berharap ada peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat khususnya peningkatan kerjasama ekonomi bidang perdagangan.

“Kita sebenarnya punya kesempatan dalam perang dagang ini,” ucapnya.

Dalam pertemuannya, Wapres JK juga mengutarakan keinginannya agar Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.

“Kita perbaiki, tingkatkan hubungan-hubungan seperti itu,” ujarnya. 

Masalah politik hingga ketegangan di Korea hingga konflik di Myanmar dan Afganistan juga turut di singgung dalam pertemuan. Dan Mike Pance, tutur Wapres JK, menginginkan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim terbesar, harus dapat memainkan peran lebih baik lagi di kancah internasional.

“Indonesia sebagai negara Islam yang besar, sangat penting, dan dia setuju bahwa Indonesia harus punya peran itu,” terangnya. 

Pertemuan dengan Wakil Presiden Negeri Paman Sam ke 48 itu berlangsung selama kurang lebih 30 menit dimulai dari jam 15.00 waktu setempat. (eas)

Wednesday, 26 September 2018 11:05

Wapres Adakan Pertemuan Bilateral Dengan Ratu Maxima Belanda

Written by

Bilateral Dengan Ratu Maxima

 

New York(KORANRAKYAT.COM) Saat bilateral dengan UN Secretary General Advocate for Inclusive Finance for Development bersama Ratu Maxima Belanda di Bilateral Booth, areal Markas PBB, Selasa, 25/9, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) berharap adanya  kerjasama antara  Indonesia - Belanda dapat ditingkatkan, sebagai upaya mempromosikan inklusi keuangan di tingkat global.

“Harapan kami yang mulia mendukung  pengembangan lebih lanjut inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya

Hal ini dilakukan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Terutama dalam menafsirkannya kedalam bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga semua memiliki akses ke lembaga keuangan.

“Kami telah memperluas inklusi keuangan kepada masyarakat, dan telah memaksimalkan teknologi untuk memperluas jaringan agen-agen online,” ucapnya.

Wapres JK bertemu dengan Ratu Maxima Belanda pukul 14.30 WS setelah acara State Luncheon oleh Sekjen PBB António Guterres.

Setelah itu, Wapres JK diagendakan  pertemuan Bilateral dengan UN Secretary General Advocate for Inclusive Finance for Development (Ratu Maxima Belanda) di Bilateral Booth pada pukul 14.30 hingga 14.50 WS.

Dalam pertemuannya, Wapres JK juga menceritakan beberapa kemajuan inklusi keuangan di Indonesia terkini,  diantranya adalah telah menyederhanakan upaya inklusi keuangan dengan menyelaraskan agen-agen online, mengintegrasikan bantuan pemerintah, dan mengoptimalkan penggunaan kartu elektronik.

Peran dunia digital telah mempengaruhi kehidupan dan aktivitas masyarakat agar kehidupannya dapat lebih mudah dan efektif. Salah satu jenis starup yang mulai naik daun pada bidang Fintech, yang tak lain adalah kependekan dari financial dan technology.

Fintech mempengaruhi kebiasaan transaksi masyarakat menjadi lebih praktis dan efektif. Fintech pun membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan akses terhadap produk keuangan dan meningkatkan literasi keuangan. (eas)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dua hal yang terkait dengan Asian Games. Pertama, PM Lee sangat mengagumi acara pembukaan Asian Games. Kedua, Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games telah berhasil berkontribusi dalam memperkokoh persahabatan serta perdamaian antara masyarakat Korea Selatan dan Korea Utara.

"Asian Games telah dapat mempererat persahabatan masyarakat kedua Korea," ujar PM Lee saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin  20 Agustus 2018.

Seusai pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa selain sebagai perekat hubungan dua Korea, PM Lee juga menilai pembukaan Asian Games 2018 sangat impresif dan berhasil menghibur para penonton.

 

"Indonesia telah berhasil menjadikan _event_ Asian Games ini sebagai perekat dari persahabatan dan perdamaian antara Korea Utara dan Selatan. Sebagaimana teman-teman tahu bahwa _joint team_ antara Korea Utara dan Korea Selatan bermain untuk 3 cabang olahraga," kata Retno.

 

Selain berbicara soal Asian Games, keduanya juga melakukan pembicaraan seputar perdamaian dan stabilitas kawasan. PM Lee secara khusus mengapresiasi komitmen dan konsistensi Indonesia dalam mengupayakan perdamaian dan proses denuklirisasi di Semenanjung Korea.

 

"Beliau menyampaikan bahwa tidak banyak negara yang terus konsisten menyampaikan pesan tersebut dan Indonesia merupakan salah satu pihak yang secara konsisten terus mendukung, berkontribusi, untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," tutur Retno.

 

Presiden Jokowi dan PM Lee juga memiliki pandangan yang sama terkait kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu. Terlebih dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok. Oleh karena itu, keduanya bersepakat untuk memperkuat kerja sama perekonomian kedua negara.

 

"Korea Selatan dan Indonesia menjadi lebih penting lagi untuk memperkuat kerja sama, tidak saja dalam konteks kerja sama ekonomi bilateral, tetapi juga dalam konteks integrasi ekonomi kawasan. Kita sedang menegosiasi RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) dan kedua pemimpin berharap agar RCEP ini dapat segera diselesaikan negosiasinya secepatnya," ucap Retno.

 

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi.(was/dl)

Saturday, 04 August 2018 04:02

PT. INKA Akan Menjadi Operator Kereta Api Dakar-Bamako

Written by
 
DAKAR(KORANRAKYAT.COM) Setelah disepakatinya rencana Senegal membeli 10 Lokomotif Diesel Elektrik pada Indonesia-Africa Forum 2018, kini PT. INKA tengah menjajaki untuk menjadi operator kereta api Dakar-Bamako yang disambut baik Senegal. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. INKA, Budi Noviantoro pada saat kunjungannya ke Dakar, Senegal tanggal 22-24 Juli 2018 dalam rangka memfinalisasi rencana pembelian 10 lokomotif tersebut. 
 
Delegasi PT. INKA yang beranggotakan Direktur Utama, Direktur Komersial beserta staf, dan adviser Kantor Staf Presiden RI, dipimpin Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran telah melakukan pertemuan dengan Menteri Infrastruktur, Transportasi Darat dan Pembukaan Wilayah, Abdoulaye Daouda Diallo, dan Menteri Urusan Pembangunan Jaringan Perkeretaapian Nasional  Abdou Ndene Sall. AD Trade Belgium (ADTB), sebagai pihak yang akan mendanai pembelian lokomotif juga hadir pada pertemuan tersebut. 
 
Dubes Mansyur Pangeran menyatakan secara umum pertemuan telah membahas mengenai   mekanisme pembelian lokomotif dan hal lainnya teknis lainnya, seperti skema pendanaan dan waktu penyerahan, serta usulan PT. INKA menjadi operator Kereta Api Dakar-Bamako, yang telah  dibahas secara khusus dengan Dirjen Dakar-Bamako Feroviaire (DBF) dan Dirjen Agence Nationale des Chemins de Fer (ANCF). 
 
Mengingat proses pembuatan 10 Lokomotif Diesel Elektrik baru memakan waktu cukup lama, sekitar 18-24 bulan, dan terdapatnya urgensi pengadaan transportasi kereta untuk tahun ini, maka pemerintah Senegal juga akan menyewa 4 Lokomotif Diesel Hidraulik dari PT. INKA yang diharapkan tiba sebelum akhir tahun 2018.
 
 Menindaklanjuti hal tersebut, PT. INKA akan segera menyampaikan proposal penawaran pembelian dan penyewaan lokomotif serta usulan menjadi operator tersebut secepatnya untuk dapat diproses lebih lanjut, guna memenuhi kebutuhan transportasi kereta mengangkut barang dari Dakar ke Bamako yang berjarak sekitar 1.223 km. 
 
Dubes Mansyur menjelaskan  bahwa pengadaan jalur kereta api Dakar-Bamako merupakan prioritas kebijakan nasional Senegal yang sangat mendesak, karena tingginya biaya transportasi pengiriman barang menggunakan truk. 
 
Saat ini pengiriman barang ke Bamako dari Dakar mencapai lebih dari 4 juta ton per tahun. 
 
Delegasi juga melakukan kunjungan lapangan ke stasiun kereta api Dakar untuk melihat aktivitas stasiun dan hal teknis lainnya menyangkut jalur rel kereta yang digunakan dalam rangka menjajaki peluang kerja sama sebagai operator kereta api. (eas)
 
 
 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat 29 Juni 2018. Kunjungan PM Mahathir ini merupakan kunjungan resmi pertama ke negara ASEAN setelah dirinya terpilih sebagai perdana menteri, Mei lalu.
 
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Mahathir membahas berbagai hal, baik yang terkait urusan bilateral kedua negara maupun isu regional dan internasional. Kedua negara juga memiliki komitmen yang sama mengenai _good governance_, pemberantasan korupsi, isu pentingnya konektivitas dan penyelesaian yang berkaitan dengan perbatasan.
 
"Satu persatu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri. Kita juga berbicara untuk bekerjasama, bersama-sama di perbatasan sehingga keuntungan didapat oleh Malaysia maupun Indonesia," ucap Presiden saat pernyataan pers bersama di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor.
 
Selain itu, keduanya juga membahas mengenai perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Presiden menitipkan warga negara dan tenaga kerja Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia, termasuk pendidikan bagi anak mereka. 
 
Isu lain yang dibahas adalah kerjasama kedua negara untuk melawan diskriminasi kelapa sawit. Sebagai dua negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, kerja sama kedua negara sangat penting untuk melawan segala bentuk diskriminasi terhadap sawit. 
 
Di tempat berbeda, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia akan berjuang bersama melawan diskriminasi terhadap sawit.
 
"Indonesia dan Malaysia kalau dilihat dari produksinya lebih dari 80 persen. Sejauh ini kita bersama dengan Malaysia untuk berjuang bersama untuk masalah sawit. Ini disampaikan kembali oleh Presiden supaya kita dengan Malaysia bergandeng tangan untuk melawan diskriminasi terhadap kelapa sawit kita," ujar Menlu.
 
Sementara itu, untuk isu internasional, Presiden Jokowi dan PM Mahathir membahas mengenai isu Laut Cina Selatan. Keduanya bersepakat untuk mengedepankan dialog dengan menghormati hukum internasional. 
 
"Kita memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis pada hukum-hukum internsional akan kita kedepankan," imbuh Presiden Jokowi.(eas)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan. Tercatat sebanyak 9 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian diumumkan selepas pertemuan bilateral.  Sebagaimana yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama, salah satu dari sejumlah kesepakatan itu ialah mengenai pembaruan kerja sama di bidang pertahanan pertahanan dan produksi bersama sejumlah industri strategis.

 

Selain itu, kesepakatan lainnya yang berhasil dicapai ialah mengenai kerangka persetujuan kerja sama eksplorasi dan penggunaan antariksa untuk tujuan damai. Dokumen kerangka persetujuan itu ditandatangani oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI dan Kepala ISRO India.

Berikut ini ialah keseluruhan kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan;

2. Kerangka Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai Kerja Sama Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai;

3. Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis di Sektor Perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perkerataapian India;

4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah RI dengan India tentang Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

5. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara RI dan Lal Bahadur Shastri National Academy of Administration India mengenai Kerja Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara;

6. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri India mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi antara Lembaga Kajian;

7. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat, Bahan Baku Obat, Produk Biologi, dan Kosmetik;

8. Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antar Provinsi Bali dan Uttarakhand;

9. Memorandum Saling Pengertian Bidang Kesehatan.(eas)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 6

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo ikut bersenam pagi pada Hari Ulang Tahun ke-33 Senam Tera...
.   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan...
    Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan keluarga mengapresiasi peran media yang menurutnya telah ikut...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Selepas jalan pagi bersama keluarga, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan...
  MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak swasta, penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan tambahan...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Aksi pembantaian terhadap 19 orang pekerja karyawan PT Istaka yang sedang melaksanakan...

Ekonomi Makro

  •  

    .

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bank

     
  •  

     

     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam empat tahun ini, pemerintah telah bekerja keras untuk
     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di