Seputar Dunia

  •  
    Senegal Berencana Pesan Lagi Pesawat CN-235

     

     

    SINEGAL(KORANRAKYAT.COM) Puas dengan kualitas pesawat serta layanan purna jual dari PT.

     
Gedung Putih

Gedung Putih (54)

Culla pemper ac nec sit massa In Curabitur id risus sit. Non ante gravida eros quis justo sed nonummy et Donec et. Hendrerit velit orci sagittis eu Aenean pharetra faucibus

Saturday, 13 January 2018 13:34

Senegal Berencana Pesan Lagi Pesawat CN-235

Written by

 

 

SINEGAL(KORANRAKYAT.COM) Puas dengan kualitas pesawat serta layanan purna jual dari PT. Dirgantara Indonesia, Presiden Senegal, Macky Sall, menyatakan keinginannya untuk kembali membeli pesawat CN-235 dari Indonesia.Hal tersebut diutarakan oleh Presiden Macky Sall ketika bertemu dengan Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, di sela-sela pertemuan awal tahunan di Istana Kepresidenan Senegal akhir pekan lalu.

Dubes Mansyur menyatakan jika terealisasi, tentunya pesawat tersebut akan menjadi pesawat yang keempat yang dibeli oleh Pemerintah Senegal dari Indonesia.Pada tahun 2017, Pemerintah Senegal telah menandatangani kontrak pembelian pesawat CN-235 yang ketiga yang penandatanganannya disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu.

Selain pesawat, Dubes Mansyur pada kesempatan pertemuan tersebut juga menyampaikan kepada Presiden Macky Sall untuk mendorong tindak lanjut rencana pembelian gerbong kereta api PT. INKA dan kapal untuk keperluan niaga dan militer dari PT. PAL yang telah dijajaki oleh Senegal sejak tahun lalu.

Dubes Mansyur menyatakan bahwa tawaran 2 (dua) produk industri strategis Indonesia lainnya (gerbong kereta api dan kapal-kapal kargo, kapal tanker dan kapal militer) dimaksud saat ini dalam tahap pembahasan di tingkat teknis kementerian terkait di Senegal.Presiden Macky Sall menyampaikan bahwa pemerintahnya merasa senang terhadap peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara. Dikatakannya bahwa Ia telah beberapa kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada kegiatan-kegiatan pertemuan internasional antara lain dalam rangka G-20 dan OKI baru-baru ini.

Dubes Mansyur mengharapkan promosi industri strategis Indonesia tersebut di Senegal dapat direalisasikan pada tahun 2018 ini. Selain itu, juga mengharapkan adanya saling kunjung pada tingkat kepala negara untuk lebih memperkokoh hubungan bilateral dan persahabatan kedua negara.(eas)

 

 

 

 

 

JEDDAH (KORANRAKYAT.COM) Hari keempat kunjungan kerja ke Arab Saudi, Menag Lukman Hakim Saifuddin melakukan pertemuan dengan Ketua Islamic Development Bank (IDB) Dr. Bandar bin Muhammad bin Hamzah Asad Hajar.

Pertemuan dilakukan di Kantor IDB, Jeddah. Turut mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali, Konjen RI Jeddah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Haji Khoirizi, Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah Agus Muammar, serta Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah. Adapun Dr. Bandar bin Muhammad bin Hamzah Asad Hajar, sebelumnya menjabat sebagai Menteri Haji Arab Saudi. "Kami merencanakan agar daging hewan Dam jemaah haji  bisa dikelola lebih efektif dan efisien," terang Menag Lukman melalui pesan  singkat, Selasa (26/12).

      Mayoritas jemaah Indonesia menunaikan haji tamattu'. Karenanya, mereka diwajibkan untuk membayar Dam Tamattu', berupa menyembelih hewan atau berpuasa selama beberapa hari. Kebanyakan jemaah Indonesia memilih membayar Dam dengan menyembelih hewan kurban. Dengan kuota jemaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200ribu, tentu potensi daging yang bisa dikelola sangat besar.Menag berharap, pengelolaan yang baik hasil kerjasama Indonesia, Arab Saudi, dan IDB dapat meningkatkan kemanfaatan daging Dam, utamanya bagi masyarakat yang membutuhkan."Sehingga pendayagunaan hewan-hewan kurban itu lebih mendatangkan manfaat bagi banyak orang yang membutuhkannya," tuturnya.

       Sebelumnya, Menag juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi guna membahas MoU penyelenggaraan haji 1439H/2018M. Beberapa usulan dibahas bersama, salah satunya terkait penambahan kuota haji Indonesia. Menag dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air, malam ini.(eas)

 

 

Tuesday, 26 December 2017 11:50

RI-Senegal Terus Garap Kerja Sama di Sektor Pertanian

Written by

 

SINEGAL (KORANRAKYAT.COM) Ziguinchor, salah satu Provinsi di Senegal di wilayah Casamance yang kaya akan hasil pertaniannya serta merupakan penyuplai utama sektor pertanian di Senegal, membutuhkan bantuan dari Pemri berupa transfer teknologi di bidang pertanian. Hal ini disampaikan oleh Ketua KADIN Ziguinchor, Jean-Pascal Ehemba, dalam Seminar Bisnis yang diselenggarakan oleh KBRI Dakar bekerja sama dengan KADIN Ziguinchor di Hotel Kadiandoumagne, Ziguinchor (13/12).

Jean-Pascal menyampaikan bahwa para pengusaha Ziguinchor membutuhkan peralatan teknologi industri menengah untuk mengolah dan memproses produk pertanian, seperti mesin pembuat selai/jus, padi, sawit dan kemasannya.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, mengatakan bahwa sesuai hasil survey yang dilakukan KBRI di lapangan, kemasan produk di Ziguinchor memang dinilai belum bagus dan sangat jauh kualitasnya dibandingkan dengan di Indonesia. Menurutnya, para pelaku usaha setempat perlu mendapat bantuan khusus berupa transformasi teknologi di bidang pertanian dan makanan agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan baik dan memiliki nilai tambah.

Caranya bisa dilakukan dengan mengundang pengusaha Indonesia ke Ziguinchor atau berkunjung secara langsung ke pabrik-pabrik di Indonesia. Dubes mengingatkan kepada seluruh peserta seminar untuk memanfaatkan fasilitas bebas visa yang diberikan oleh Pemri kepada WN Senegal sejak tahun 2016 untuk berkunjung ke Indonesia.

Dubes Mansyur menegaskan bahwa pada tahun depan KBRI akan prioritaskan Ziguinchor dalam program bantuan transfer teknologi di sektor pertanian dan kelapa sawit.

“Tahun depan KBRI akan prioritaskan petani dari Ziguinchor untuk mengikuti pelatihan di Balai Pertanian Indonesia di Gambia dan di Indonesia. Kita akan bantu petani di Ziguinchor untuk bisa meningkatkan hasil panennya,” pungkas Dubes.

Ziguinchor sangat membutuhkan bantuan Indonesia dalam meningkatkan produksi padinya supaya bisa panen lebih dari satu kali dalam setahun. Pemanfaatan pohon aren untuk dapat menghasilkan gula dan energi juga sangat diperlukan oleh Ziguinchor untuk memaksimalkan potensinya.

Menurut Dubes, disinilah Indonesia bisa memainkan peranan untuk memaksimalkan pasar Afrika dengan cara berbagi pengalaman dan transfer teknologi kepada masyarakat petani di wilayah Casamance.

Masih segar dalam ingatan warga Ziguinchor ketika Kapal Feri Le Joola tenggelam pada tahun 2002. Ziguinchor yang secara ekonomi sangat bergantung pada perannya sebagai pelabuhan kargo, pusat transportasi dan terminal feri sempat mengalami kelumpuhan ketika Feri Le Joola tenggelam sehingga memutuskan hubungan antara Casamance dan negara-negara sekitar.Pengganti dari Kapal Feri Le Joola adalah Feri Willis yang disewa dari Indonesia (PELNI) pada tahun 2002 – 2005 lengkap beserta kapten kapal dan awaknya.

“Ikatan historis tersebut membuktikan komitmen yang tinggi dari Pemri untuk mendukung pembangunan dan kemajuan di Ziguinchor,” Ujar Dubes Mansyur.       

“So Klin” Populer di Ziguinchor

Dalam pertemuan dengan Dubes Mansyur di kantornya, Gubernur Ziguinchor, Guèdji Diouf, mengatakan bahwa “So Klin adalah deterjen yang sangat populer di kalangan masyarakat Ziguinchor, namun sayang tidak ada pabriknya di Senegal.”

Tidak hanya itu, Gubernur Diouf juga tertarik untuk mengembangkan budidaya Salak di Ziguinchor.

Gubernur Diouf juga mendorong agar dikembangkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dengan Ziguinchor karena di Ziguinchor ada universitas negeri ternama yang bernama Universite Assane Seck de Ziguinchor.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Walikota Ziguinchor, Abdoulaye Balde, yang berjanji akan mendorong para pelajar Ziguinchor untuk memanfaatkan peluang beasiswa yang ditawarkan oleh Pemri tiap tahunnya.

Walikota Balde juga menawarkan kerja sama Sister City dengan daerah yang memiliki kesamaan karakteristik dengan Ziguinchor.

Peluang beasiswa dari Pemri ditanggapi positif oleh Walikota Dembiring, Tombong Gueye, yang berencana untuk mengambil program S3 di Indonesia.

Diharapkan ke depannya akan banyak mahasiswa dari Ziguinchor yang akan belajar ke Indonesia sehingga dapat membantu memajukan ziguinchor. “Ziguinchor butuh pengaruh dan inspirasi dari tokoh yang sekolahnya tinggi, kreatif, dan inovatif untuk memajukan sektor-sektor kehidupan di Ziguinchor,” imbuh Dubes Mansyur.

Harapkan Bantuan Pembangunan Masjid

Dalam pertemuannya dengan Dubes RI, Walikota Balde dan Gubernur Diouf mengharapkan Indonesia dapat membantu pembangunan Masjid Agung di Ziguinchor. Masjid yang ada saat ini tidak mampu menampung jumlah jamaah yang ada. Selain itu, jumlah masjid di Ziguinchor juga sangat minim dibandingkan di wilayah Senegal lainnya karena mayoritas penduduknya yang beragama Kristen.

Kedatangan Dubes RI beserta delegasi di Ziguinchor ternyata telah menyebar hingga ke seluruh pelosok Casamance sehingga seorang Pemuka Adat berpengaruh dari Oussuye, Casamance, yang bernama Moustapha Basséne mengorganisir sebuah pertemuan di salah satu hotel di Cap Skirring (70 km dari Ziguinchor).

Dikatakan oleh Moustapha Basséne, meski tanah di wilayah Casamance lebih subur dari wilayah Senegal yang lain karena menerima curah hujan lebih tinggi, belum ada Masjid Agung baik di kota utama Ziguinchor maupun di Cap Skirring.

Moustapha Basséne sangat berharap Pemri dapat mempertimbangkan untuk membangun Masjid Agung di Ziguinchor atau di Cap Skirring karena kondisi masjid yang ada saat ini di Cap Skirring semakin tidak terawat.

Dubes RI menanggapi positif permintaan tersebut dan mengatakan bahwa ini peluang baik bagi Indonesia untuk mengembangkan hubungan keagamaan yang lebih solid antara kedua negara yang sama-sama mayoritas muslim.

 

“Dengan adanya masjid yang dibangun Indonesia, kehadiran Indonesia di Senegal akan semakin terlihat, seperti halnya China yang telah banyak berikan bantuan fisik untuk Senegal berupa sarana olahraga,” demikian Dubes Mansyur.(eas)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Jutaan Massa memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) dan kedutaan Amerika Serikat saat digelarnya Aksi Bela Palestina di Jakarta, Minggu (17/12/2017). Aksi tersebut menyerukan pembelaan bagi Palestina dan mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

          Seperti diketahui, kecaman terhadap AS dipicu oleh keputusan Trump yang mengubah kebijakan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak hanya menggemparkan umat Islam dunia, akan tetapi juga sekutu-sekutu AS. Aksi massa bela Palestina digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta,. Bendera Indonesia, Palestina, dan tulisan Lafaz Tauhid tampak berkibar sepanjang acara.

Terlihat di lokasi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan penyanyi religi Opik. Dalam orasinya, Opik mengajak massa untuk mendukung Palestina."Lambaikan tanganmu untuk Palestina. Al-Aqsa.. Al-Aqsa... Takbir," ujar Opik lantang saat berorasi menggunakan rompi coklat serta baju serba putih.

Sementara Menteri Lukman terlihat duduk bersama dengan para ulama. Dia mengenakan pakaian putih serta peci berwarna putih.Dalam acara tersebut, panitia menghimbau agar tidak menginjak-nginjak rumput serta menjaga kebersihan. "Saya harap kita saling menjaga kebersihan, rumput Juga makhluk Allah. Selain itu agar nanti para relawan tidak terlalu capek," ujar Ketua Komisi Dakwah Majwlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis.

Menjelang siang, Rizieq Shihab rupanya ikut serta dalam aksi bela Palestina tersebut. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu hadir via sambungan audio yang disuarakan langsung dari Mekkah.Dalam sambungan tersebut, pria bergelar Habib itu menyampaikan apresiasi terhadap seluruh massa yang hadir dalam aksi bela Palestina di Monas. Tidak sampai di situ Habib Rizieq juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ulama dan masyarakat yang hadir.

          Habib Rizieq mengajak agar masyarakat dunia dan Indonesia agar menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Bukan hanya menolak terhadap pemindahan ibu kota, tapi tolak juga untuk mengakui Israel sebagai negara," ujar Habib Rizieq via sambungan audio di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

            Selain itu, Habib Rizieq menghimbau agar Indonesia memiliki ketegasan terhadap pernyataan yang disampaikan Trump. Dia juga menyarankan agar memutuskan segala hubungan internasional dengan Amerika."Amerika harus mengakui Yerussalem Ibu Kota Palestina. Jika tidak ulama dan bersama warga Indonesia agar ikut memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi. Indonesia tidak butuh Amerika, tapi Amerika butuh Indonesia," tegas Habib Rizieq.

 

            Sebelumnya, Donald Trump menyerukan agar Ibu Kota Israel dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerussalem Timur. Atas pernyataan tersebut berbagai reaksi dunia terus bermunculan. Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah digelar di Istanbul, Turki, beberapa hari lalu. Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo menyerukan agar negara yang terbabung dalam OKI tidak menyetujui pengakuan Trump tersebut.(as)

 

 

ISTAMBUL (KORANRAKYAT.COM) Komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina mendapat apresiasi dari sejumlah negara, termasuk Palestina itu sendiri. Bahkan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas ketika bertemu dengan Presiden Joko Widodo sesaat sebelum melakukan kegiatan sesi foto bersama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), pada Rabu, 13 Desember 2017.

      "Presiden Palestina menyampaikan terima kasih yang mendalam dan penghargaan yang tinggi atas dukungan Indonesia terhadap Palestina," ujar Menteri Luar Negeri Retno yang turut mendampingi Presiden selama KTT LB OKI berlangsung.Selain itu juga Presiden Abbas menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara di luar Timur Tengah yang paling memperjuangkan hak-hak Palestina. 

       Apresiasi juga diberikan Raja Yordania Sri Baginda Raja Abdullah II Bin Al-Hussein atas dukungan Indonesia kepada perjuangan rakyat Palestina.Raja Yordania dikenal juga sebagai penjaga dan perawat Masjid Al-Aqsa. Masjid suci yang berada di Yerusalem yang perawatannya dibiayai oleh Departemen Wakaf Yordania.

        KTT Luar Biasa OKI yang dilaksanakan di Rumeli Hall Lütfi Kırdar International Convention and Exhibition Center (ICEC) kali ini memang sengaja digelar untuk mempersatukan sikap negara-negara OKI dalam menghadapi pengakuan sepihak Amerika Serikat atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel.Bahkan dalam pidatonya, Presiden Jokowi kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina yang akan terus meningkat, mulai dari dukungan politik, ekonomi, hingga kebijakan luar negeri.“Dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia, disitu terdapat keberpihakan terhadap Palestina,” ucap Presiden.(eas)

 

 

 

 

 

 

 

 

ISTAMBUL (KORANRAKYAT.COM)  Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak akan surut, bahkan akan meningkat. Hal tersebut disampaikan saat ia berpidato dalam KTT Luar Biasa OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di Istanbul, Rabu 13 Desember 2017.“Indonesia akan menyertai Palestina dalam perjuangannya,” kata Presiden Jokowi

 

          Menurut Presiden, dukungan tersebut bukan hanya dalam bentuk dukungan politik, namun Indonesia akan terus tingkatkan dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina.Dalam hal kebijakan luar negeri, Presiden juga menegaskan posisi Palestina yang berada di jantung politik luar negeri Indonesia.

 “Dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia, disitu terdapat keberpihakan terhadap Palestina,” ucap Presiden.(eas)

 

 

Tuesday, 14 November 2017 13:40

Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator Ekonomi Dunia

Written by

 

MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama yang mencapai 2 milyar orang dan total GDP USD4,5 miliar. Oleh karenanya ASEAN India selayaknya dapat menjadi salah satu generator ekonomi dunia.

 Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menghadiri KTT ke-15 ASEAN-India yang juga dihadiri oleh PM India Narendra Modi. Pertemuan tersebut digelar di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina pada hari Selasa, 14 November 2017.“Namun, neraca perdagangan dan investasi kita masih jauh dari optimal,” ujar Presiden.

  Indonesia juga mengapresiasi kemajuan kerja sama kemitraan ASEAN-India selama 25 tahun. Sebagai momentum untuk mendorong penguatan kerja sama menuju puncak perayaan ASEAN-India Commemorative Summit tahun depan“Saya ingin garis bawahi optimalisasi kerja sama ekonomi ASEAN-India sebagai prioritas bersama,” kata Kepala Negara. Optimalisasi kerja sama ekonomi tersebut dilakukan  melalui berbagai langkah termasuk melalui percepatan penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“Keberhasilan RCEP mengirimkan pesan kuat bahwa integrasi ekonomi dapat menghasilkan manfaat bagi semua,” tutur Presiden.Presiden mengingatkan bahwa hingg kini dunia masih terus dibayangi ketidakpastian. “Untuk itu ASEAN dan India perlu perkuat kerja sama penguatan arsitektur keamanan kawasan dan kerja sama maritim termasuk melalui EAS dan IORA di Samudra Hindia, dan penyelesaian ASEAN-India Maritime Transport Agreement,” ujar Presiden.(eas)

 

 

 

Saturday, 11 November 2017 11:34

Presiden Sampaikan Tiga Pesan Utama di Forum APEC Viet Nam

Written by

 

 

JAKARTA*KORANRAKYAT,COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pesan utama saat menghadiri Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Viet Nam pada Sabtu, 11 November 2017.

  Dalam sesi Working Lunch yang mengusung tema "Fostering A Shared Future", Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.

 Hal ini dikarenakan data menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC, namun kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi yang tidak merata.

 

"Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas," ujar Presiden Jokowi.

 Kedua, Presiden Jokowi juga mendorong APEC untuk segera menyelesaikan agenda Bogor Goals yang belum tuntas (unfinished business). Mengingat selama 23 tahun “Bogor Goals” telah menjadi kekuatan pendorong kerja sama APEC.

 "Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat," tutur Presiden.

 Terakhir, Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.

 

"Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," ucap Presiden Jokowi.

 Presiden Jokowi pun berharap anggota APEC dapat bekerja sama mengupayakan agar visi APEC dapat membuahkan hasil nyata dan bermanfaat bagi rakyat seluruh dunia.

 "Keseimbangan pilar liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerja sama ekonomi dan teknik semakin menjadi kunci keberhasilan," kata Presiden Jokow

 

Dalam sesi working lunch ini, para pemimpin APEC sependapat untuk memulai proses pasca 2020. Ditekankan pula bahwa APEC perlu terus memainkan peran sebagai model inkubator bagi integrasi regional.

 Para pemimpin APEC juga memiliki kesamaan pandangan bahwa fokus kerjasama APEC adalah rakyat dan kalangan bisnis. Pasca 2020 harus dibangun atas dasar Bogor Goals, dan dengan penambahan area kerjasama sebagai akibat terjadinya revolusi industri.

 Sebagai penutup, Presiden Viet Nam, Ketua APEC 2017, menegaskan bahwa APEC Pasca 2020 harus bersifat aspirasional, ambisius namun juga dapat direalisasikan.(eas)

 

 

 

 

 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-Sook di Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis sore, 9 November 2017.
 
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Jokowi menyambut baik peningkatan status kemitraan antara Indonesia dengan Korea Selatan menjadi _Special Strategic Partnership_ dengan penekanan pada akselerasi sektor industri di Indonesia. 
 
“Kita menyambut baik peningkatan investasi Korea Selatan hampir dua kali lipat pada semester I tahun 2017,” kata Presiden Jokowi.
 
Di bidang perdagangan, Presiden Jokowi mengatakan akan terus meningkatkan nilai transaksi perdagangan, meskipun pada semester I tahun 2017 ini telah meningkat sebesar 19,3 persen.
 
Sedangkan di sektor industri kreatif, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kerja sama yang ia inisiasi pada saat kunjungannya ke Korea Selatan pada tahun 2016 lalu, kini sudah ditindaklanjuti.
 
“Kerja sama industri kreatif yang saya bahas dalam kunjungan saya ke Korea Selatan tahun 2016, juga telah ditindaklanjuti antara lain dengan telah dibukanya _Korean Creative Content Agency (KOCCA)_, di Jakarta, Oktober 2016,” ungkap Presiden.
 
Kepada Presiden Moon, Presiden Jokowi secara khusus juga meminta perhatian terhadap perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, terutama yang bekerja di sektor perikanan.
 
Di akhir keterangannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa isu terkait perkembangan di Semenanjung Korea turut dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara.
 
Presiden Jokowi mendesak agar Korea Utara dapat mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklirnya.
 
“Saya menekankan posisi Indonesia yang mendesak agar Korea Utara mematuhi semua Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait denuklirisasi Semenanjung Korea dan menghentikan uji coba peluncuran balistik misil,” ucap Presiden Jokowi.
 
Sementara itu, Presiden Moon yakin kerja sama dan hubungan bilateral kedua negara akan tumbuh dengan baik. Apalagi kedua Kepala Negara memiliki fokus yang sama dalam menjalankan tugas pemerintahan, yakni mengutamakan rakyat dan mengembangkan ekonomi yang bersifat toleran. 
 
"Saya yakin sekali kepercayaan seperti ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan hubungan bilateral antara kedua negara," ujar Presiden Moon.
 
Sebagai penutup, Presiden Moon mengundang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Korea Selatan tahun depan.
 
Sebelum memberikan keterangan pers, Presiden Jokowi beramah tamah dengan Presiden Moon di beranda belakang Istana Kepresidenan Bogor atau yang lebih dikenal sebagai _veranda talk_ dan pertemuan bilateral.
 
Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Dubes RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
 
*Blusukan ke _Mall_*
 
Ada yang berbeda dalam rangkaian penyambutan resmi kunjungan kenegaraan tamu negara kali ini, Presiden Jokowi mengajak Presiden Moon blusukan ke pusat perbelanjaan yang berada tak jauh dari Istana Kepresidenan Bogor. 
 
Setelah melakukan penanaman pohon gaharu, Presiden Jokowi dan Presiden Moon menggunakan buggy menuju Bogor Trade Mall (BTM) melalui Kebun Raya Bogor. 
 
Tiba pukul 16.45 WIB, kehadiran Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in disambut dengan sangat antusias oleh warga yang berada di mal tersebut.
 
Keduanya berada di mall tersebut selama 15 menit. Sebelum meninggalkan BTM, Presiden Jokowi dan Presiden Moon menyempatkan diri menikmati segelas teh khas Indonesia.
 
Tepat pukul 17.00 WIB, Presiden Jokowi dan Presiden Moon meninggalkan BTM dengan menggunakan kendaraan kepresidenan.(eas)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Indonesia dan Niger membuka era baru dalam hubungan kerja sama kedua negara. Untuk pertama kalinya, semenjak memulai hubungan diplomatik pada tahun 2011, Presiden Niger melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. 

Presiden Niger, Mahamadou Issoufou, tiba sekira pukul 10.30 WIB di halaman Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo langsung menyambut hangat kedatangannya saat tiba di sisi barat gedung Istana Merdeka.Setelahnya, upacara penyambutan dilangsungkan untuk kemudian keduanya masuk menuju Istana Merdeka dan melakukan perbincangan di halaman belakang Istana Merdeka.

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke pertemuan bilateral. Mengawali pertemuan ini, Presiden Joko Widodo menyatakan sukacitanya menerima kunjungan resmi Presiden Niger."Kita baru saja memulai hubungan diplomatik kedua negara, enam tahun lalu, namun Presiden Mahamadou Issoufou sudah datang dan berkunjung ke Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen besar untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara," ucapnya.

 

Bagi Presiden Joko Widodo, Indonesia dan Niger memiliki setidaknya tiga ikatan yang kuat: persaudaraan Islam, demokrasi dan kebebasan beragama, dan sama-sama negara yang sedang berkembang. Melalui tiga kesamaan tersebut, ia berharap hubungan kedua negara dapat terjalin semakin baik."Saya berharap dengan bermodalkan ikatan itu, kedua negara dapat terus meningkatkan hubungan persaudaraan dan kerja sama konkret di berbagai bidang," ujarnya.

Niger merupakan negara republik di Afrika Barat. Negara ini memiliki luas area sebesar 1.267.000 kilometer persegi. Penduduknya berkisar 20,6 juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam. Perekonomian Niger utamanya berpusat pada pertanian dan peternakan di mana 14 persen produk domestik brutonya dihasilkan melalui produksi ternak.

 Pencapaian Kesepakatan dan Kerja Sama Kedua Negara

Kunjungan kenegaraan Presiden Niger merupakan kunjungan yang bersejarah. Presiden Joko Widodo sendiri berpandangan bahwa sebagai dua negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, hubungan kedua negara yang lebih jauh dapat mendorong kemajuan umat Islam dan menyampaikan nilai-nilai Islam yang toleran.

 "Sebagai dua negara dengan penduduk mayoritas Islam, kunjungan Yang Mulia Presiden Mahamadou Issoufou terasa penting dalam mendorong Islam yang _rahmatan lil alamin_, Islam dengan nilai modernisasi dan toleransi, dan kerja sama memajukan umat Islam baik dalam Organisasi Kerja Sama Islam, maupun kerja sama bilateral," ucapnya saat memberikan pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral.

Presiden juga berujar bahwa hubungan kerja sama dengan Niger merupakan hal yang sangat penting diupayakan mengingat Afrika merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia saat ini. Kedua negara pun telah mencapai kata sepakat untuk meningkatkan sejumlah kerja sama."Presiden Mahamadou Issoufou dan saya telah membahas upaya peningkatan kerja sama berbasis ekonomi, yaitu kerja sama di bidang infrastruktur, industri strategis, energi, teknis, dan SDM," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

 

Dalam bidang teknis, Indonesia dipandang memiliki sejumlah pengalaman dalam mengembangkan sejumlah sektor seperti pertanian dan perikanan. Untuk itu, pihaknya menawarkan bantuan teknis bagi pengembangan sejumlah sektor tersebut kepada Niger."Indonesia memiliki pengalaman yang dapat dibagi kepada Niger. Untuk itu Indonesia akan dengan senang hati menawarkan kerja sama teknis antara lain untuk pertanian, perikanan, pendidikan, usaha kecil menengah, di bidang kesehatan, dan keluarga berencana," ucapnya.

 

Sementara di bidang perdagangan, kedua negara sepakat untuk mengambil langkah penurunan hambatan tarif dan nontarif. Selain itu, sebagai negara anggota The Economic Community of West African States (ECOWAS), Niger juga dimintai dukungannya dalam pembahasan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dengan ECOWAS. 

"Saya mengundang para pengusaha Niger yang akan membuat kesepakatan bisnis dengan Indonesia untuk hadir pada acara Indonesia-Africa Forum di Bali pada April 2018," ia menambahkan.Presiden Mahamadou Issoufou, saat memberikan pernyataannya, mengungkap bahwa dirinya mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Baginya, Indonesia dapat menunjukkan peran pentingnya bagi perdamaian dunia, khususnya dalam hal penanggulangan terorisme."Saya sudah menyampaikan dukungan saya untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ujar Presiden Niger.(eas)

 

 

 

 

.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 4

Gaya Hidup

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo telah melantik Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna sebagai Kepala Staf TNI...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan tim Direktorat Tindak...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  - Penyanyi pop Istiningdiah Sugianto atau Iis Sugianto memenuhi panggilan Komisi...
Batam(Koranrakyat,com) Gedung olahraga yang disulap menjadi lokasi Gelanggang Permainan Eletronik ( Gelper) yang...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyoresmi menjabat sebagai Ketua DPR.Pria yang akrab...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Terkait dengan adanya dugaan kasus mahar politik yang sudah dikatakan oleh La Nyala...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -Akibat ambruk balkon di lantai Mezanin Gedung Bursa Efek Indonesia pada   Senin...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Perseteruan antara Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sarifuddin...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Sekitar 72  korban luka ringan  dan berat sebagian mahasiswi  dan mahasiswa asal Palembang...
  SINEGAL (KORANRAKYAT.COM) Diembiring, sebuah kota kecil di wilayah Casamance Senegal, saat ini sedang membuka...