Children categories

Content Category 1

Content Category 1 (0)

Culla pemper ac nec sit massa In Curabitur id risus sit. Non ante gravida eros quis justo sed nonummy et Donec et. Hendrerit velit orci sagittis eu Aenean pharetra faucibus

View items...
Content Category 2

Content Category 2 (2)

Nonummy et Donec et. Hendrerit velit orci sagittis eu Aenean pharetra faucibus eu laoreet nunc. Tincidunt nulla a Nulla eu convallis scelerisque sociis nulla interdum et. 

View items...
Saturday, 03 November 2018 07:52

Banyak Artis Nyaleg Apa Kata Desy Ratna Sari

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dessy Ratnasari menanggapi positif banyaknya kalangan artis yang kini mendaftarkan diri sebagai calon legislatif. Desy Ratnasari menilai, selama artis tersebut bisa menunjukkan kinerja yang baik dan berkomitmen atas pencalonannya, tentu tak akan jadi masalah. “Very good, artinya bangsa Indonesia betul-betul mendirikan tonggak demokrasi, yang memberikan kesempatan untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk jadi anggota dewan,” jawab Desy saat ditemui di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa malam (14/8/2018).

 

              Dalam pemilu legislatif 2019 sederet artis diketahui ikut serta, diantaranya Nafa Urbach, Syahrul Gunawan, dan Ahmad Dhani. Baca juga: Desy Ratnasari Beri Isyarat Akan Maju ke Pilgub Jawa Barat Menurut wanita berusia 44 tahun ini, artis memiliki keuntungan tersendiri jika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Modal sosial berupa popularitas, akan memudahkan para artis saat melakukan kampanye, ketimbang calon legislatif lainnya. Meski demikian,

              Desy mengingatkan agar para artis tak hanya mengandalkan popularitas semata. Menurutnya, meningkatkan faktor elektabilitas saat kampanye juga tak kalah penting. “Tapi ya sama juga, kalau artisnya tidak turun melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat, ya sama saja, sulit,” pungkas Desy Ratnasari. Seperti diketahui, Desy Ratnasari akan kembali maju sebagai calon legislatif untuk dapil Sukabumi. Ia akan bersaing di dapil yang sama dengan presenter Olla Ramlan yang baru pertama kali maju sebagai calon legislatif. (as)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Partai Demokrat turut mengomentari banyaknya artis yang diusung menjadi caleg oleh sejumlah partai. Demokrat berharap, artis-artis yang diusung bisa fokus mengemban amanat rakyat.  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, sebaiknya para artis yang nyaleg bisa fokus bekerja sebagai wakil rakyat. Dia mencontohkan, seperti halnya politikus Partai Golkar Tantowi Yahya dan politikus DemokratDede Yusuf.

          “Saat ini sebanyak 61 artis tercatat di pendaftaran (caleg) ini. Tidak mudah melepaskan keartisannya. Misalnya Tantowi Yahya, artis setelah menjadi anggota dewan dan di komisi serius karena dia sempat jadi pimpinan komisi. Dede Yusuf juga tidak pernah lagi (tampil di televisi),” kata Roy dalam diskusi bertajuk Colak Colek Caleg di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7).

          Sebab, menurut Roy, saat ini masih terdapat sejumlah artis yang menjabat sebagai anggota DPR tapi tidak bisa melepas dunia keartisannya. Namun, Roy enggan menyebutkan nama artis tersebut. “Banyak artis yang tidak bisa meninggalkan keartisannya, di DPR masih berlaga artis,” ungkap Roy.

          Demokrat pada Pileg 2019 juga mengusung sejumlah mama beken seperti mantan atlet bulutangkis nasional Taufik Hidayat. Roy mengatakan, Taufik terdaftar sebagai caleg Demokrat di Dapil Jawa Barat II. Roy mengaku, Demokrat tidak memperlakukan Taufik secara khusus sebagai caleg.

“Kami melakukan standarisasi untuk menjawab siapa nomor urut 1, meskipun nomor urut tidak berpengaruh karena berdasarkan suara terbanyak. Nomor 1 incumbent, kedua pengurus inti, ketiga vote getter, kadang vote getter kalah sama kader,” ujar Roy.

“Contoh di Dapil Jabar II, ada Taufik Hidayat, dia atlet bulutangkis, ada incumbent Dede Yusuf (di Dapil Jabar II). Dia (Dede Yusuf) nomor pertama, karena pendidikan politik tidak mudah, kita tidak mendidik yang asal caleg, kita tidak ingin tiba ada artis,” tutup anggota Komisi I DPR itu.(as)

 

Friday, 02 November 2018 12:20

Banyak Artis Nyaleg Apa Kata Desy Ratna Sari

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dessy Ratnasari menanggapi positif banyaknya kalangan artis yang kini mendaftarkan diri sebagai calon legislatif. Desy Ratnasari menilai, selama artis tersebut bisa menunjukkan kinerja yang baik dan berkomitmen atas pencalonannya, tentu tak akan jadi masalah. “Very good, artinya bangsa Indonesia betul-betul mendirikan tonggak demokrasi, yang memberikan kesempatan untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk jadi anggota dewan,” jawab Desy saat ditemui di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa malam (14/8/2018).

              Dalam pemilu legislatif 2019 sederet artis diketahui ikut serta, diantaranya Nafa Urbach, Syahrul Gunawan, dan Ahmad Dhani. Baca juga: Desy Ratnasari Beri Isyarat Akan Maju ke Pilgub Jawa Barat Menurut wanita berusia 44 tahun ini, artis memiliki keuntungan tersendiri jika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Modal sosial berupa popularitas, akan memudahkan para artis saat melakukan kampanye, ketimbang calon legislatif lainnya. Meski demikian,

              Desy mengingatkan agar para artis tak hanya mengandalkan popularitas semata. Menurutnya, meningkatkan faktor elektabilitas saat kampanye juga tak kalah penting. “Tapi ya sama juga, kalau artisnya tidak turun melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat, ya sama saja, sulit,” pungkas Desy Ratnasari. Seperti diketahui, Desy Ratnasari akan kembali maju sebagai calon legislatif untuk dapil Sukabumi. Ia akan bersaing di dapil yang sama dengan presenter Olla Ramlan yang baru pertama kali maju sebagai calon legislatif. (as)

Tuesday, 30 October 2018 23:35

Malam Hari Presiden Blusukan ke Pasar Di Bogor

Written by

 

.

 

 

 

BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Bogor yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa malam, 30 Oktober 2018. Blusukan ke pasar tradisional ini dilakukan Presiden di luar agenda kerja.Tiba sekira pukul 21:57 WIB, Presiden yang mengenakan kemeja putih lengan panjang langsung masuk ke dalam pasar. Ia kemudian menghampiri pedagang sayuran dan berbincang dengannya.

Setelah itu Kepala Negara mengunjungi jongko pedagang lainnya satu per satu, mulai dari pedagang buah, tempe, hingga ayam. Kepada para pedagang Presiden menanyakan kondisi harga komoditas yang mereka jual. Presiden ingin mengetahui langsung dan memastikan harga-harga bahan pokok di pasar stabil.

 

"Saya hanya ingin pertama karena kalau kita melihat angka-angka inflasi itu kan dibawah 3,5 (persen) artinya harga itu stabil dan tadi saya lihat memang beberapa ada penurunan," kata Presiden seusai peninjauan.

 

            Beberapa komoditas yang harganya turun, menurutnya antara lain sawi hijau dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, buncis dari biasanya Rp16.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Namun ada juga komoditas yang mengalami kenaikan, misalnya alpukat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 dan ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. "Kalau suplai sedikit otomatis harganya naik sedikit. Saya kira dalam perdagangan adalah sesuatu yang biasa," ujarnya.

 

Presiden melihat bahwa kondisi harga-harga di pasar ini sejalan dengan kondisi makro ekonomi, terutama berkaitan dengan besaran inflasi. Dengan kondisi harga yang relatif stabil ini, Presiden berharap tidak ada pihak-pihak yang berkata sebaliknya.

 

"Inflasinya stabil, harga di pasar juga stabil. Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Presiden menjelaskan bila terjadi lonjakan harga bahan pokok maka dirinya akan langsung memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga. Meski demikian, dirinya tidak memungkiri jika menyeimbangkan harga antara petani atau peternak dengan konsumen bukanlah perkara mudah.

 

"Jadi jangan sampai harganya terlalu rendah, peternak nanti teriak-teriak Kalau sayur murah, nanti petani juga teriak rugi. Jadi ini menyeimbangkannya enggak mudah. Kalau teriak mahal nanti yang marah ya ibu-ibu (pembeli)," tandasnya.

Setelah berkeliling dan berinteraksi selama setengah jam, sekira pukul 22:26 WIB, Presiden meninggalkan lokasi. Dalam peninjauan pasar ini, Presiden didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya.(eas)

 

 

 

*Presiden Minta Momentum Asian Games Bisa Dilanjutkan ke Asian Para Games*

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM,)Pemerintah kembali menggelar rapat terbatas mengenai persiapan Asian Para Games 2018. Dalam rapat terbatas yang kedua membahas soal persiapan itu, Presiden Joko Widodo meminta laporan terhadap perkembangan dan tindak lanjut terhadap rapat sebelumnya yang digelar pada 7 September 2018 lalu.

"Hari ini saya minta diupdate mengenai kesiapan baik venue maupun nonvenue yang akan digunakan selama Asian Para Games dan juga persiapan teknis pelaksanaan baik yang berkaitan dengan acara, pertandingan, hingga nantinya penutupan," kata Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 2 Oktober 2018.

Kepala Negara berharap kesuksesan yang diraih pada penyelenggaraan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu juga dapat diikuti dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

"Saya minta momentum penyelenggaraan Asian Games kemarin bisa dilanjutkan kembali pada penyelenggaraan Asian Para Games kali ini," tuturnya.

Untuk memastikan hal itu, Kepala Negara meminta para menteri dan pihak-pihak terkait penyelenggaraan untuk senantiasa melakukan pemantauan di lapangan agar dalam penyelenggaraan nanti tak ditemui hambatan.

"Saya minta INAPGOC, para menteri, dan kepala lembaga yang terkait pelaksanaan Asian Para Games ini untuk terus memantau perkembangan persiapan terutama di lapangan agar kita sebagai tuan rumah dapat memberikan pelayanan yang paling baik kepada atlet dan ofisial yang datang dari berbagai negara di Asia," tandasnya.,(eas)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo pada Minggu pagi, 2 September 2018, bertemu dengan para atlet peraih medali di Asian Games 2018. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Saat mengawali sambutannya, Kepala Negara sempat berkelakar bahwa dirinya masih ingin perhelatan Asian Games 2018 terus berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sore nanti, penutupan resmi ajang olahraga tertinggi se-Asia itu akan dilaksanakan.

"Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para atlet yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, para atlet langsung menerima bonus raihan medali sebagai wujud apresiasi dari pemerintah atas prestasi yang ditorehkan anak bangsa. Tak seperti biasanya, bonus atlet yang diterima ini langsung dapat diterima para atlet bahkan sebelum penutupan ajang Asian Games dilakukan. Penyerahannya pun juga dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden berupa tabungan dengan nominal sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah. Presiden bahkan sempat memastikan secara personal kepada para atlet penerima bahwa bonus tersebut memang benar sudah diterima.

"Indonesia berterima kasih atas sejarah emas yang Saudara-saudara torehkan. Oleh karena itu saya sampaikan kemarin kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan," kata Presiden.

Presiden melanjutkan, apabila sebelum upacara penutupan nanti sore masih ada atlet-atlet lainnya yang mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia, maka apresiasi yang sama akan langsung diberikan bahkan sebelum acara penutupan Asian Games 2018 dilangsungkan.

"Kalau pagi, siang, atau sore nanti masih ada tambahan medali setelah acara ini, akan saya berikan langsung. Tahu-tahu nanti masih ada tambahan emas lagi ya saya berikan di sini," ucapnya.

Untuk diketahui, penyerahan bonus tersebut langsung diberikan oleh Presiden dengan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apresiasi pemerintah berupa tabungan diserahkan kepada sembilan perwakilan atlet, yakni Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat), dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing) yang berhasil memperoleh medali emas. Sedangkan peraih medali perak diwakili oleh Ari Wahyuni (angkat besi), Aswat (panjat tebing), dan Alexander Elbert _(soft tennis)._ Sementara peraih medali perunggu diwakili oleh Nining Purwa Ningsih (sepeda), Amri Rusdana (pencak silat), dan Bunga Nyimas _(skateboard)._ 

Untuk atlet perorangan, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing memperoleh bonus apresiasi sebesar Rp1,5 miliar, Rp500 juta, dan Rp250 juta. Sementara untuk atlet beregu, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing akan mendapatkan Rp750 juta, Rp300 juta, dan Rp150 juta per orang.

Dalam acara tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga  Imam Nahrawi, _Chef de Mission_ Syafruddin, dan Ketua INASGOC Erick Thohir.

Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anon(eas)

Saturday, 01 September 2018 12:22

Puluhan Ribu Dikerahkan Untuk Penutupan Asian Games

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Pengamanan  penutupan  Asia Games  dikerahkan Alaskan sekitar  9.422 personil, pengamanan pengamanan terdiri dari pengamanan Lalu lintas dan ancaman teroris.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Kamis(30/8)2018 mengatakan jumlah pengamanan penutupan Asia Games 9.422 personil terdiri dari Satgas Opsda di Polda 4.440 personil , Satgas Polres 2.068 personil ,kemudian BKO dari Mabes Polri 947 Personil , BKO dari TNI 1371 personil dan dari Pemda 596  Personil ini Dishub." Jadi memang mohon dimaklumi sama seperti pada waktu pembukaan ada atlit dari Wisma atlit yang  ada akan didorong menuju aquatic disana mereka menggunakan bis pasti pergerakan mereka mengganggu arus lalu lintas ini yang perlu dipahami masyarakat.

Kita berharap semua bisa semua lancar tapi kalau pun ada yang terhambat tetapi mohon di mengerti," ujarnya.

Ketika ditanya apa arus nya apa tidak bisa ditentukan, Setyo menegakan pada   Sore, tetapi dari jam 07.00 pagi sudah ditutup arah dari TVRi yang lebih padat. "Kemudian dari arah harmon yang arah hotel akan ditutp dari jam 07.00 pagi sampai selesai malam ditutup semua pengaturan . Saya kembali menghimbau masyarakat yang tidak ada kepentingan disekitar Senayan sebaiknya tidak mendekat kalau akan ada pengaturan dan.yang diprioritaskan kepada para delegasi maupun atlit," tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan untungnya atlit sudah berkurang ,atlitnya sekitar 3 .000 sudah pulang tetapi relawan-relawan kemarin bertugas ini mereka akan ikut upacara juga sekitar 9.000 orang." Relawan-relawan Asia Games," jelasnya.

Ketika disinggung apakah ada kemungkinan jalan Sudirman Senayan ditutup total, Setyo merincinya kalau Sudirman tidak ,itu buka tutup. "Kalau Sudirman dan Gatot subroto itu buka tutup untuk jalur pemberangkatan," rincinya.

Menyunting teroris, Setyo membeberkan  kalau kemacetan sudah diatur, untuk aksi teror  Kita mencegah jangan sampai ada serangan teror ,kita memonitor lah. Sel-sel sudah dalam pantauan kita semua. Moga-mogah mereka tidak bergerak." Ya, sampai saat ini masih kita pantau,aman dan termonitor. Kita kan sudah tau kan.orang-orangnya sel-sel ini yang bergerak, ini potensi-potensi begerak. Kita sudah tau semua. Ya kita upayakan," bebernya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan berhasil menambah medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018 melalui cabang angkat besi di kelas 62 kilogram (kg) putra yang digelar di _venue_ angkat besi di Hall A, Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Ini merupakan medali emas kelima untuk kontingen Indonesia di ajang olahraga terakbar di benua Asia.

Kemenangan Eko ini turut disaksikan Presiden Joko Widodo yang menonton sejak pukul 14.30 WIB. Tampak hadir bersama Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi,  _Chef de Mission_ kontingen Indonesia Syafruddin dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Rosan Roeslani.

 

"Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Saya kira perjuangan Eko Yuli memang saya lihat tadi sejak awal sangat percaya diri. Jadi kalau dapat emas, dan ini memang sudah diprediksi dan dimasukkan target, alhamdulillah kita tambah satu emas lagi. Jadi hari ini lima," kata Presiden yang pada kesempatan ini juga mengalungkan medali kepada para juara.

 

 

Eko berhasil mengangkat beban seberat 141 kg untuk _snatch_ dan 170 kg untuk _clean and jerk_ sehingga total angkatannya 311 kg. Raihan Eko ini jauh mengungguli atlet asal Vietnam, Van Vinh Trinh yang harus puas di posisi kedua dengan total angkatan 299 kg (133 kg _snatch_ dan 166 kg _clean and jerk_). 

 

Trinh sempat memiliki upaya terakhir untuk mencuri kemenangan Eko Yuli. Tapi, usahanya melakukan _clean and jerk_ seberat 179 kilogram gagal. Sementara medali perunggu direbut atlet asal Uzbekistan, Adkhamjon Ergashev dengan total angkatan 298 kg (136 kg _snatch_ dan 162 kg _clean and jerk_).

 

Di kelas 62 kg putra ini wakil Indonesia lainnya juga tampil, yaitu Muhamad Purkon. Sayang, Purkon harus puas berada di posisi ketujuh dengan total angkatan 282 kilogram hasil dari 130 kilogram _snatch_ dan 152 kilogram _clean and jerk_.

 

 

 

*Bersyukur "Pecah Telur"*

 

 

 

Seusai pertandingan, Eko pun mengucapkan syukurnya karena bisa mencatat sejarah bagi cabang angkat besi di ajang Asian Games dengan meraih medali emas. Ia juga lega bisa memenuhi target dari pemerintah.Sebelumnya, capaian terbaik Indonesia untuk angkat besi adalah medali perak yang diraih lifter putri Sri Wahyuni di Asian Games 2014 Incheon. Hasil ini diulangi Sri dengan meraih perak di kelas 48 kg putri di Asian Games 2018 ini."Ya ini adalah sejarah pertama untuk angkat besi putra, karena selama ini kan masih di perak. Alhamdulilah sekarang bisa pecah telur," kata Eko.

Ia pun mengapresiasi kehadiran Presiden yang menonton langsung dirinya beraksi. Baginya, hal tersebut menambah motivasi untuk bisa menampilkan yang terbaik."Kita senang Presiden bisa nonton langsung. Ini cara kita membuktikan, mumpung datang kita kasih lihat. Cabang olahraga kita _kan_ agak kurang populer, tapi kita bisa kasih emas. Jadi kita bisa tunjukkan cabang angkat besi ini juga bisa diunggulkan," ujarnya.

 

Eko menuturkan yang menjadi resep kemenangannya adalah bahwa selama pertandingan ia fokus ke strategi pelatih. Ia pun berharap bisa tampil lagi di ajang olahraga internasional lainnya, yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo nanti."Ke depannya kan lebih sulit karena ada perubahan kelas jadi 61 kilogram, jadi persiapannya harus lebih keras," tandasnya.(dl)

 

 

 



 

 


JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla secara resmi membuka perhelatan olahraga akbar Asian Games ke-18, Sabtu, 18 Agustus 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Perhelatan Asian Games kali ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di dua kota.
       "Atas nama seluruh rakyat Indonesia, kita bangga, kita merasa terhormat kedatangan tamu-tamu istimewa dari 45 negara. Dalam Asian Games 2018 kita bangsa-bangsa se-Asia ingin menunjukkan bahwa kita bersaudara, kita bersatu, kita ingin meraih prestasi, dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim Asian Games ke-18 tahun 2018 saya nyatakan dibuka," kata Presiden.
     Upacara pembukaan diawali dengan sebuah tayangan yang menunjukkan Presiden Joko Widodo melakukan aksi mengendarai sepeda motor karena terjebak kemacetan Jakarta dalam perjalanannya dari Istana Kepresidenan Bogor sebelum akhirnya tiba di SUGBK. Aksi ini sontak membuat penonton berdecak kagum.
      Tiba di Royal Box SUGBK pukul 19.08 WIB, Presiden Jokowi disambut Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah dan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir. Setibanya di Royal Box, Presiden melambaikan tangan ke arah penonton yang membuat seisi stadion bergemuruh tepukan.
     Hitung mundur menjadi penanda dimulainya rangkaian pembukaan Asian Games ini. Kembang api pun meletus ke udara sesaat setelah seisi stadion meneriakkan angka satu.Tari Saman yang ditampilkan secara kolosal menjadi persembahan pembuka untuk menyambut seluruh atlet dan official dari 45 negara yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar di benua Asia ini. Sebanyak 1.500 penari menampilkan tarian secara serempak yang memukau seluruh penonton di stadion.
       Setelah itu, defile atau parade atlet dan official dari seluruh negara peserta dimulai. Diawali dari kontingen Afghanistan, seluruh negara peserta secara alfabetis memasuki stadion.
     Kontingen tuan rumah Indonesia yang terdiri atas 931 atlet dan 400 official mendapat sambutan paling meriah berupa tepuk tangan panjang dan yel-yel dari para penonton. Sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia muncul terakhir saat defile. Atlet-atlet Indonesia memasuki arena pembukaan setelah kontingen Yaman.
    Para atlet Indonesia dengan gembira melambaikan tangan kepada penonton. Sementara itu di tribun kehormatan Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla tak berhenti melambaikan tangan untuk menyemangati para atlet.
    Perenang Siman Sudartawa mendapat kehormatan sebagai pembawa bendera kontingen Indonesia. Dia merupakan salah satu perenang terbaik yang dimiliki Indonesia, dengan raihan 8 medali emas di kancah SEA Games.
   Seusai defile seluruh negara peserta selesai, Via Vallen naik ke atas panggung dan membawakan lagu resmi Asian Games ke-18 "Meraih Bintang". Penampilannya sukses membuat seisi stadion bergemuruh. Bahkan, Presiden pun tampak sesekali bergoyang dengan gerakan ala mendayung saat lagu tersebut dinyanyikan.
    Tepat pukul 20.00 WIB, acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka yang diiringi lagu Indonesia Raya, dibawakan oleh Tulus dan Purwa Caraka Music Studio Choir. Setelahnya, seisi stadion hening sesaat untuk mendoakan korban gempa Lombok yang terjadi baru-baru ini.
     Setelah Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir dan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah memberikan sambutannya, Presiden membuka secara resmi perhelatan Asian Games ini.
     Acara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera OCA diiringi hymne OCA. Bendera OCA dibawa oleh delapan atlet legendaris Indonesia, yaitu Lely Sampoerno (peraih medali perak menembak Asian Games 1962 Jakarta), Suharyadi (peraih medali emas tenis Asian Games 1990 Beijing), Sri Indriani (peraih medali perunggu angkat besi Olimpiade 2000 Sydney), Chandra Wijaya (peraih medali emas badminton Olimpiade 2000 Sydney), Lilis Handayani (peraih medali perak memanah Olimpiade 1988 Seoul), Markis Kido (peraih medali emas badminton Olimpiade 2008 Beijing), Kusumawardhani (peraih medali perak memanah Olimpiade Seoul 1988), dan Christian Hadinata (peraih medali emas badminton Asian Games 1972 Bangkok).
    Rangkaian pembukaan Asian Games 2018 kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji atlet dan janji wasit. Untuk janji atlet dibacakan oleh pebasket nasional Indonesia Arki Dikania Wisnu, sedangkan wasit bulu tangkis Wahyana mewakili kalangan wasit sebagai pembaca janji wasit.
    Selanjutnya para penonton disuguhi persembahan kreatif berupa tarian dan lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia yang dibagi ke dalam empat segmen atau tema, yaitu air, bumi, angin, dan api. Saat pertunjukan segmen api, obor Asian Games yang telah dikirab mulai dari New Delhi, India pada 15 Juli 2018, memasuki lapangan.
    Tepat pukul 21.05 WIB, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, Susi Susanti, menyalakan obor Asian Games 2018 di kauldron dengan wajah haru. Sebelumnya, api Asian Games 2018 pertama kali dibawa masuk ke dalam stadion oleh Lanny Gumulya (peraih medali emas loncat indah Asian Games 1962 Jakarta), Arif Taufan (peraih medali emas karate Asian Games 1998 Bangkok), Yustedjo Tarik (peraih 2 medali emas Asian Games 1978 Bangkok dan 2 medali emas Asian Games 1982 New Delhi), Suprianti Sutono (peraih medali emas atletik putri Asian Games 1998 Bangkok), dan I Gusti Made Oka Sulaksana (peraih medali emas selancar angin Asian Games 2002 Busan). Rangkaian acara pembukaan ini kemudian ditutup dengan pertunjukkan kembang api spektakuler yang mewarnai langit SUGBK malam itu.(eas/dl)









 
 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Penutup rangkaian Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada tahun ini menjadi berbeda dengan adanya kirab obor Asian Games 2018.
 
Prosesi yang diselenggarakan beberapa saat sebelum berlangsungnya Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih tersebut melibatkan langsung Presiden Joko Widodo.
 
Sebelum menjemput obor tersebut, Presiden terlebih dahulu menerima laporan dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
 
Dalam laporannya, Puan menyampaikan bahwa obor Asian Games telah melalui 63 titik di 54 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. 
 
“Dari Sumatra hingga Papua, dari dasar laut hingga ke langit Indonesia,” ucap Puan.
 
Kedatangan obor di kota dan kabupaten yang dilalui disambut dengan semangat dan riang gembira oleh masyarakat.
 
“Api Obor ini adalah lambang semangat membara seluruh rakyat Indonesia untuk menyukseskan Asian Games ke-18 tahun 2018,” tutur Puan.
 
Dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kepala Negara dari mimbar kehormatan berlari kecil menuju gerbang sayap barat Istana Merdeka. Di sana telah menunggu atlet
 
legendaris Indonesia Verawaty Fajrin yang merupakan pebulu tangkis nasional era 80-an beserta atlet legendaris lainnya. Verawaty kemudian menyerahkan obor Asian Games kepada Presiden Joko
 
Widodo yang telah tiba di titik penyerahan pertama.
 
"Saya serahkan api Asian Games 2018 kepada Presiden Republik Indonesia,Bapak Joko Widodo," ucap Verawaty saat hendak menyerahkan obor Asian Games.
 
"Saya terima api ini untuk memulai perhelatan besar Asian Games 2018," jawab Presiden Jokowi.
 
Selanjutnya, Presiden bersama para atlet legendaris tadi berlari kecil dengan membawa obor tersebut menuju tangga depan Istana Merdeka di mana Ketua INASGOC, Erick Thohir membawa obor
]
Asian Games 2018 dengan didampingi atlet legendaris Rudy Hartono. Obor tersebut kemudian dibawa keluar halaman Istana Merdeka untuk dilanjutkan ke titik berikutnya.
 
"Semoga api Asian Games ini menjadi lambang dan simbol persahabatan dan sportivitas dalam perhelatan besar Asian Games 2018," ucap Presiden ketika menyerahkan obor Asian Games kepada
 
Ketua INASGOC.
 
Tak berselang lama usai kirab obor Asian Games 2018 dilakukan, Kepala Negara sempat kembali ke dalam Istana untuk bersiap menjalani upacara penurunan bendera negara. Setelahnya, seperti
 
yang dilakukan pagi tadi, Presiden terlebih dahulu menyambangi tribun undangan untuk menyapa masyarakat dan memenuhi permintaan foto bersama.
 
Momen tersebut rupanya dimanfaatkan oleh penyanyi Ari Lasso yang turut memberikan hiburan bagi tamu undangan sebelum upacara berlangsung. Ketika menyanyikan lagu andalannya, Ari
 
sempat mengutarakan keinginannya untuk berfoto bersama Presiden. Permintaan tersebut kemudian dipenuhi oleh Presiden setelah Ari Lasso selesai melantunkan lagunya.
 
Dalam upacara penurunan bendera yang dimulai sekira pukul 17.00 WIB, Tim Bangsa yang sore itu bertugas mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sang pembawa baki, Zanati Tahta Umahati
 
yang mewakili Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), menyerahkan kembali bendera Merah Putih kepada Presiden Joko Widodo di mimbar kehormatan. Upacara penurunan bendera berlangsung
 
dengan lancar dan khidmat.(eas/dil)

 

 

 

LAMPUNG(KORANRAKYAT.COM)-Kirab Obor Asian Games ke 18 tahun 2018  terus berjalan di Bandar Lampung. Nampak masyakat antusia disambut oleh 30 ribu pelajar menyambut dijalan dan diamankan oleh  1.629 personil baik dari TNI dan Polri. Obor di terima oleh Ketua MPR RI , Zulkifli  Hasan.

      Wakil Kapolda Lampung, Brigjend Pol Angesta Romano Yoyol ketika ditemui di Polda Lampung, Rabu(8/8)2018 mengatakan untuk persiapan disambut oleh Bupati /Walikota disambut dilepas lagi dari Tulang bawang menginap di Kantor Bupati diacarakan sedikit pagi Start ke sini ketemu dijembatan penyebrangan disambut oleh Walikota dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. "Ada juga berapa kegiatan diserahkan kepada   Menteri BUMN Rini Soemarno di serahkan kepada Pak Kapolda dan diserahkan kembali ke Danrem dan ke Walikota," ujarnya.

      Selanjutnya, Yoyol menegaskan Untuk pengamanan sampai sejauh ini tetap aman dan besok itu sekitar 30 ribu anak SD,SMP dan SMA mengunkakan pakaian adat menyambut obor Asian Games. "Kemungkinan macet itu pasti ada, obor diserahkan kepala Ketua MPR RI  Zulkifli  di  Tugu Bandar Lampung ya dan sampai malam di lepas ke Bakauni. Besok malam ada kegiatan dari Walikota untuk ambang sana menjajakan  makanan ciri khas Lampung," tegasnya.

       Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung , AKBP Sulistyaningsi menjelaskan  perjalanan panjang Api Obor akhirnya sampai di Kota Bandar Lampung. " Pelibatan pers pam pawai obor Asean games 2018 seluruhnya 1.629 terdiri dari Polda 156 pers dan 1.473 pers polres jjrn yg dilewati oleh rombongan pawai obor," Jelasnya.

        Sulistyaningsi menjelaskan titik persiapan awal Kirab diatas Fly Over MBK kemudian titik persiapan akhir di Jl. Raden Intan delan Plaza Lotus, depan Hotel Andalah dan depan Bank Utomo, dilanjutkan ke Tugu Adipura sebagai pusat kegiatan Api Obor Asian Games 2018. "Untuk diketahui, estafet obor di mulai dari, MBK, PTP 7,  Ganesa Operasion,Holand Bakrery, Bank BNI, TMP, Makorem,hingga menuju  Tugu Adi Pura, "rincinya.(vk)

Wednesday, 18 July 2018 14:06

Presiden Jokowi: Keliru, Orang Besarnya itu Zohri

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik di bawah usia 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat, siang ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo menerima langsung kedatangannya sekira pukul 14.00 WIB di Ruang Teratai Istana Bogor.

Zohri tampak mengenakan jaket berwarna putih dipadankan dengan bawahan merah lengkap dengan medali emas yang diraihnya saat memasuki ruangan. Di dalam ruangan itu, Presiden Joko Widodo yang mengenakan jaket Asian Games telah menunggunya.

Presiden kemudian langsung menyalami Zohri sebelum berpose bersama untuk diabadikan para juru foto yang hadir.

Bersama dengan Zohri yang berada di sebelahnya, Kepala Negara sekali lagi menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Zohri.

"Tentunya kita bangga atas prestasi yang telah dicapai oleh Lalu Muhammad Zohri di ajang kejuaraan dunia U-20 lari 100 meter," ucapnya.

Selain itu, Presiden mengungkapkan ganjalan yang ada di hatinya menanggapi keinginan Zohri yang disampaikan kepada media. Beberapa waktu lalu, saat Zohri diwawancara media mengenai kesediaannya untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Zohri menjawabnya dengan mengaku bangga apabila dapat bertemu dengan "orang besar".

"Apa jawaban Zohri? Mau banget, ketemu orang besar," tutur Presiden menirukan jawaban Zohri.

Atas jawaban tersebut, Kepala Negara mengingatkan bahwa sebenarnya figur besar yang dimaksud itu ialah Zohri sendiri. Sebab, dengan segala kekurangan yang ada, dirinya mampu membuktikan bahwa ia mampu mengungguli para pesaingnya meski tak diunggulkan.

"Ini yang keliru, yang mengganjal di hati saya. Orang besarnya itu bukan di sini, tapi Zohri. Dia yang orang besar," ujar Presiden.

"Karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihan Zohri bisa memenangkan pertandingan lari 100 meter U-20," imbuhnya.

Secara khusus Presiden berpesan kepada Zohri agar tak lekas berpuas diri. Ia meminta Zohri agar terus giat berlatih untuk menghadapi ajang Asian Games 2018 dan pertandingan-pertandingan besar lainnya.

"Rakyat sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara ini," tandasnya.

Dalam pertemuan ini, Presiden Joko Widodo kemudian mengajak Zohri untuk berkeliling di halaman sekitar Istana Kepresidenan Bogor. Sesekali keduanya tampak melakukan pembicaraan sembari berkeliling.

 

"Bapak Presiden berpesan semoga saya bisa menampilkan yang terbaik di Asian Games, semangat latihan, jangan sombong, dan selalu rendah hati karena perjalanan saya insyaallah masih panjang," kata Zohri mengungkapkan salah satu pembicaraan dengan Presiden.(ea)

 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Menjelang 50 hari penyelenggaraan Asian Games 2018 digelar, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla pagi ini melakukan peninjauan sejumlah pelatnas dan infrastruktur cabang olah raga di DKI Jakarta, Jum'at, 29/6. Menggunakan kendaraan Bus, Wapres berangkat pada pk.08.00 Wib dari rumah dinasnya Jl.Diponegoro No.2. Jakarta menuju kawasan Pulomas untuk peninjauan Pelatnas BMX. Kedatangan Wapres langsung disambut oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari dan sejumlah atlet saat tiba pada 08.25.
 
Di tempat ini Wapres menerima penjelasan Raja Sapta sekaligus berkesempatan menyapa para atlet yang sedang berlatih, serta mencoba menaiki sebuah sepeda BMX yang sedang digunakan berlatih para atlet.Langkah Wapres mencoba BMX  tersebut diikuti oleh CdM Komjen Polisi Syafruddin, Gubernur DKI Anis Baswedan serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Selain BMX ikut pula dicoba sepeda bicycle moto-cross, untuk atraksi.  “Untuk Cabor ini targetnya satu medali emas di nomor putra," tutur Raja Sapta.
 
        Dua puluh menit kemudian, Wapres menuju ke Pelatnas Hockey di Komplek Gelora Bung Karno  Senayan. Di tempat ini sekitar 20 menit,  Wapres menerima penjelasan langsung dari Ketua Umum Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) Brigjen TNI Yus Aldi Kamrullah, bahwa Cabor yang dibinanya  ini akan diikutkan dalam 2 nomor pertandingan yaitu Putra dan Putri. Sementara penjelasan mengenai penyelenggaraannya secara rinci disampaikan oleh  Direktur Venue Inasgoc Arlan Lukman. Pada kesempatan tersebut, Wapres  menyempatkan meninjau masuk lapangan Hoki dan foto bersama dengan para atlet.Kegiatan Wapres meninjau di kawasan GBK ini dilanjutkan ke pelatnas tenis lapangan di area yang sama, yang disambut oleh Ketua Umum PP Pelti Rildho Ananda Anwar dan para atlet Pelti. Wapres menerima penjelasan Rildo seputar latihan dan nomor-nomor yang akan diikuti oleh atlet binaannya dan sempat berdialog dengan pelatih asing Frank dari Belanda.
 
        Berikutnya Wapres meninjau IT Laboratorium INASGOC di Gedung Kerucut yang masih di wilayah GBK. Di tempat ini, Wapres menerima laporan dari Ketua INASGOC Erick Thohir dan Direktur IT INASGOC Panji Choesien  tentang fungsi Laboratorium IT INASGOC yang merupakan Unit IT penting di INASGOC yang akan mendukung peyelenggaraan Asian Games secara digital.
Menutup rangkaian peninjauan, Wapres menggelar rapat koordinasi kesiapan Asian Games di kantor INASGOC.
 
Tampak hadir dalam rombongan Bus, Menpora Imam Nahrawi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kominfo Rudiantara, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, Ketua INASGOC Erick Thohir,  Chef de Mission Komjen Polisi  Syafruddin, dan Pj. Gubernur Jawa Barat Komjen Polisi Mochamad Iriawan,  serta Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.
 
Turut mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Sulistiantoro Dewa Broto,  Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Deputi Bidang Administrasi Guntur Iman Nefianto, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Nyoman Suida, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi dan  Wijayanto Samirin. (as)
Monday, 07 May 2018 16:45

Indonesia-Tiongkok Promosikan Asian Games

Written by

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM)

Bhin Bhin, Atung, dan Kaka adalah tiga maskot hasil karya anak bangsa yang diusung Indonesia dalam Asian Games 2018. Ketiganya merupakan cerminan dari tiga energi atau kekuatan yang berbeda yang semuanya berpadu menjadi satu dalam ajang olahraga tertinggi se-Asia.

Bhin Bhin, seekor burung Cenderawasih, merupakan representasi dari strategi. Dalam perwujudannya sebagai maskot, ia mengenakan rompi dengan motif Asmat khas Papua.

Sementara Atung merupakan seekor rusa bawean yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Adapun wujud Kaka, diambil dari badak bercula satu. Tentu saja ia mewakili representasi kekuatan. Kaka tampak mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Ketiganya muncul dalam rangkaian penyambutan kunjungan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Keqiang, ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 7 Mei 2018.

Saat memberikan pernyataan pers bersama selepas pertemuan bilateral, Presiden Joko Widodo mengapresiasi dukungan dan partisipasi RRT dalam penyelenggaraan Asian Games mendatang. Ia juga mengajak seluruh negara-negara peserta menjadikan Asian Games sebagai ajang memperkukuh persahabatan.

"Marilah kita jadikan Asian Games 2018 ini tidak hanya ajang perhelatan olahraga, namun juga sebagai energi Asia untuk perdamaian dan persahabatan kita," kata Presiden.

Menanggapi hal itu, PM Li Keqiang, yang turut memberikan pernyataan dalam kesempatan yang sama, mendoakan agar penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia pada Agustus mendatang dapat terselenggara dengan sukses. 

Tampak satu momen di mana Kaka, yang berarti kekuatan, diserahkan oleh PM Li kepada Presiden Joko Widodo di mana pada saat yang bersamaan, Presiden telah memegang Bhin Bhin di tangan kirinya. Setelahnya, Presiden Joko Widodo memberikan maskot Atung yang berarti kecepatan kepada PM Li untuk kemudian berfoto bersama.

"Sekarang kita mengangkat simbol (maskot) dari Asian Games dan mengharapkan bahwa Asian Games bisa sukses," tutur PM Li.(eas)

.

 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Asian Games 2018 merupakan kesempatan emas sekaligus momentum terbaik bagi kita untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. Tahun ini, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah bagi ajang kompetisi olahraga tertinggi di Asia ini yang secara resmi akan dibuka pada 18 Agustus 2018.Dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga yang akan diikuti oleh para atlet dari 45 negara peserta, dapat dipastikan bahwa semua mata akan tertuju kepada Indonesia selama penyelenggaraan berlangsung.
 
Maka, bukan hal yang berlebihan bila Presiden Joko Widodo memberi perhatian ekstra bagi persiapan Asian Games edisi ke-18 ini. Bahkan, dirinya turun tangan langsung untuk ikut mempromosikan Asian Games melalui berbagai penampilan dan kunjungannya akhir-akhir ini.Di sela-sela aktivitasnya menemui para atlet Pelatnas berkuda di Arthayasa Stable, Kota Depok, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden bersama dengan Richard Sambera, mantan perenang putra andalan Indonesia yang penuh prestasi, menggelar wawancara khusus dengan Presiden terkait penyelenggaraan Asian Games ini.
 
Berikut petikan wawancara dengan Presiden Joko Widodo:
 
_*Bagaimana hari Minggu seperti ini Bapak tumben meninjau para atlet kita?*_
 
Semuanya perlu dilihat, perlu dikontrol, karena tahun ini kita mempunyai sebuah _event_ yang akbar, yang besar, yaitu Asian Games ke-18 yang akan dimulai 18 Agustus yang akan datang. Perlu persiapan. Kesuksesan itu dimulai dari bagaimana kita mempersiapkan.
 
Kenapa saya cek _venue-venue_-nya sudah selesai atau belum? Kemudian persiapan atlet dalam rangka nanti prestasinya seperti apa juga harus dikontrol dan dicek.
 
Saya ingin melihat lapangannya seperti sekarang ini kita lihat, latihan untuk berkuda di Arthayasa, di Depok. Latihannya terus sehingga kita harapkan nanti kita dapat emas dari sini.
 
Saya mendapatkan informasi, dan setelah kita cek di lapangan, 92 persen _venue_ sudah selesai. Kemudian persiapan-persiapan atlet baik di tempat latihan seperti ini, baik di dalam dan luar negeri juga sudah berjalan. Kita harapkan nanti tidak hanya sukses persiapan, tetapi juga sukses pelaksanaan dan prestasi. Ini yang kita harapkan.
 
_*Apa itu alasan mengapa Bapak akhir-akhir ini ingin memastikan secara intens persiapan menuju Asian Games berjalan dengan baik?*_
 
Iya, dan juga rasa kepemilikan dari masyarakat. Oleh sebab itu selalu saya sampaikan kalau ini harus sudah hangat, harus panas, dan nanti menjadi sebuah demam. Karena sekali lagi, ini 45 negara akan berkumpul di Indonesia dan kurang lebih 15 ribu atlet akan berkumpul di negara kita sehingga masyarakat kita harapkan semuanya ikut berpartisipasi dalam Asian Games yang ke-18.
 
_*Termasuk jaket yang lagi heboh ini?*_
 
Iya, supaya masyarakat semuanya ingat bahwa 18 Agustus 2018 akan dibuka Asian Games di Jakarta.
 
_*Sebenarnya, dukungan konkret seperti apa yang Bapak harapkan dari seluruh masyarakat?*_
 
Seluruh masyarakat, dunia usaha, kemudian pemerintah, dan pemerintah daerah semuanya harus memberikan dukungan kepada _event_ besar karena ini menyangkut nama besar negara kita, menyangkut nama besar bangsa kita, semampu yang mereka miliki.
 
Misalnya toko-toko memberikan diskon untuk nanti pada saat Asian Games. Kemudian masyarakat mengadakan lomba-lomba baik di sekolahan, di kampung, atau di kabupaten dan kota masing-masing. Saya kira ini akan memberikan dukungan yang besar pada _event_ besar Asian Games 2018.
 
Termasuk saya pakai jaket ini, saya ingin mengajak masyarakat agar semuanya memberikan dukungan kepada Asian Games.
 
_*Suksesnya ada dua: penyelenggaraan dan prestasi. Bagaimana itu?*_
 
Yang paling penting, _venue_ harus siap dan tadi sudah saya sampaikan 92 persen sudah siap. Tinggal _finishing_ akhir-akhir saja. Kemudian saya lihat tempat-tempat _training_ seperti ini juga sudah digunakan. Artinya latihan ini juga terus menerus.
 
Yang kita harapkan nanti mendapatkan prestasi yang baik karena di Asian Games 2014 kita berada di _ranking_ 17. Target kita pada Asian Games yang ke-18 ini kita masuk ke 10 besar. Targetnya 16 emas, kurang lebih. Syukur bisa lebih.
 
_*Berbicara mengenai dukungan, apakah nanti Bapak akan banyak hadir di pertandingan untuk mendukung atlet?*_
 
Ya! Saya akan datangi, saya akan memberikan semangat di _venue-venue_ yang ada. Nantinya kita harapkan emas itu betul-betul bisa kita raih dan lebih dari target. Kalau kita datangi dan kunjungi yang paling penting bisa memberikan semangat kepada atlet-atlet kita.
 
_*Ada satu poin yang mungkin jarang didiskusikan, nanti bagaimana pasca-Asian Games?*_
 
Ini yang paling penting. _Venue-venue_ yang sudah kita bangun kemudian banyak yang kita perbaiki menelan biaya tidak sedikit. Pasca-Asian Games ini _venue-venue_ harus kita kelola sehingga produktif.
 
Yang pertama, _venue_ ini harus produktif. Harus dipakai latihan-latihan dalam rangka _event-event_ besar ke depan.
 
Kedua, yang berkaitan dengan industri olahraga ini juga harus dihidupkan. Seperti tadi saya mendapat informasi mengenai celana untuk berkuda, kemudian sepatu berkuda, kenapa kita harus impor? Karena sebenarnya kita sendiri bisa buat. Kalau impor harga Rp3-4 juta, kalau dibuat di sini bisa Rp500-600 ribu.
 
Kemudian misalnya meja pingpong. Kita sudah siap, kenapa harus impor? Produksi dalam negeri harus kita galakkan di bidang pendukung-pendukung untuk dunia olahraga kita.
 
_*Bagaimana masyarakat secara luas memulai lagi setelah ini? Apakah harus berolahraga atau memasukkan olahraga ke kehidupan sehari-hari?*_
 
Iya, termasuk itu. Artinya pasca-Asian Games kita harus punya _blueprint_ untuk dunia olahraga kita, untuk industri yang mendukung keolahragaan kita, dan memberikan demam kepada masyarakat agar giat berolahraga dalam rangka memberikan kesehatan kepada kita.
 
_*Belakangan banyak masukan dari atlet bahwa mereka belum mendapat peralatan dan belum beradaptasi dengan venue?*_
 
Semuanya memang harus beradaptasi dengan cepat. Saya kira atlet-atlet dari luar yang datang ke Indonesia hanya punya waktu seminggu untuk beradaptasi.
 
Seperti berkuda ini nantinya kan untuk kompetisinya di Pulo Mas. Tapi latihannya bisa di Arthayasa seperti ini. Jadi tidak harus latihan di tempat _venue_ yang akan digunakan bertanding.
 
Saya kira kita punya _venue_ untuk _training_ dan _venue_ untuk kompetisi. Saya kira berbeda itu. Saya melihat kesiapan kita sudah sangat baik.
 
Hanya sekali lagi, prestasi. Ini yang harus menjadi semangat kita.(eas)
 
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 2

Entertaiment

Face Book Galleries

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita , Badan Narkotika Nasional...
    JAKARTA,(KORANRAKYAT.COM)- Proses Pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung terus berlanjut, kini akhirnya...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni...
      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN...
    SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •