Friday, 03 May 2019 23:22

Panglima Adat Dayak Laporkan Dugaan Korupsi PLTU Lati Kabupaten Berau Rp 14,85 Miliar ke Propam Mabes Polri

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Merasa diperlakukan tidak adil dalam proses hukum,Panglima Komando Adat Dayak Kalimantan mendatangi propam, warsidik dan Divisi Humas Mabes Polri  menyampaikan keluhannya. Adanya  dugaaan korupsi PLTU Lati Kabupaten Berau menelan kerugian Rp 14.85 miliar hingga kini pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka namun, pelakunya masih bebas berkeliaran.Uniknya , kasusnya sudah setahun tidak ditindak lanjuti hingga sekarang.    

          Siswansyah Panglima Komando  Adat Dayak Kalimantan Posisi di DPW Kalimatan Timur  berkedudukan di Kabupaten Berau, Siswansyah ditemui di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Senin (29/4) 2019 mengatakan artinya kedatangan saya ke Kadiv Humas untuk menindaklanjuti atas ada dugaan tindak korupsi PLTU Lati di Kabupaten Berau. "Terkait kasus ini yang kita lihat sudah sekian tahun lamanya tidak ada perkembangan dari pihak Polres sudah mengeluarkan statmen di Media bahwa di tahun 2017 tim tipikor sudah statmen mengatakan bahwa tersangka lebih dari satu. Sampai hari ini pun jangankan tersangka tidak ada yang bisa lakukan dan mantan Direksi PT IPB sudah ditetapkan tersangka di bulan Oktober oleh Polres Berau tetapi beliau sampai  hari ini tidak ditahan," ujarnya.

Selanjutnya, Siswansyah  menegaskan alasannya bahwa pertama mantan Direksi IPB tidak pernah akan melarikan diri. Kedua, dia mengendap penyakit cuci  darah tetapi yang kita dapati pada waktu itu saya sendiri yang memergoki beliau saya ketemu di Bandara Spinggan Balik Papan katanya masa orang ditetapkan tersangka bisa keluar daerah. "Kalau dia sakit hanya dua tempat, di rumah atau di rumah sakit. Kalau toh dia harus keluar daerah berobat minimal ada pendampingan dokter dengan  pihak Kepolisian .Sementara ini  tidak,  dia sama anaknya keluar daerah  tujuannya Berau- Jakarta.

Artinya ini yang saya sayangkan,dia seorang koruptur bisa semudah itu dan sudah ditetapkan tersangka masih bisa dengan bebas dengan lengang  mau kemana mereka pergi. Artinya menurut saya ini ketidak adilan dan artinya kalau hari ini kita tidak menegakan hukum yang sebenar-benarnya mau dibawah kemana bangsa ini," tegasnya.

         Siswansyah menjelaskan   kita bicara generasi, berati generasi  kita akan buruk, artinya yang saya tekankan ke Mabes Polri dan khususnya suratnya sudah masuk ke Kapolri  dan saya minta gelar perkara di pindahkan ke Mabes Polri agar tidak terkontiminasi dengan  penyidikan ini. "Dan kasus ini sudah lama sekali ,kasus boiler  ini kurang lebih 3 tahun . Nah laporan resmi dari IPB ke Polres Berau tanggal 19 Maret 2018 sampai hari ini sudah tahun 2019 bulan April sudah 1 tahun. Tidak ada perkembangan kasus itu dan Kejaksaanpun tidak pernah SPDP sampai hari ini. Ada apakah gerangan sesuatu yang terjadi," jelasnya.

          Ketika ditanya apa ada dugaan orang sekitar Berau punya jabatan apa kah terlibat ,Siswansyah menadaskan sudah pasti artinya kalau  barang ini tidak ada keterlibatan dibelakang ini tidak mungkin barang ini lamanya seperti ini. " Harapan kita kasus boiler PLTU Lati di Kabupaten Berau diambil alih untuk digelar perkara di Mabes Polri disini. Hanya itulah himbauan kita artinya yang sudah 3 unsur kita temui tadi, dari Propam, Warsidik dan Divisi Humas artinya akan menindak lanjuti dengan surat masuk dari Komando . Artinya terima kasih atas kerja samanya teman-teman media mohon dorongan kasus ini bisa terbuka,agar masyarakat bisa merasakan lampu dengan sempurna," tandasnya.

Sementara  barang bukti yang dibawah Siswansyah membeberkan barang bukti Laporan  dari PT IPB ke Polres itu tanggal 19 Maret 2018. Artinya kita menindak lanjuti ini sampai hari ini April 2019 tidak ada perkembangan kasus." Awalnya Kita ini tidak ada barang bukti ,ini disini terindikasi ada kerugian keuangan daerah dengan keuangan negara. Contohnya uang muka hilang fisiknya pun tidak ada dan sampai hari ini kita tidak tahu rimbanya kemana apakah uang muka di terima dengan pemenang dari tender itu atau apa kah tidak. Yang ironis uang muka hilang Rp 14 Miliar lebih  Boilernya tidak ada . Hari ini kita harus membayar bunga bank dari pinjaman tersebut dengan bunga Rp 1, 2 Miliar. Banyangin dan ini yang kita pinjam duitnya siapa dan kita disuruh membayar sampai hari ini," bebernya.

Siswansyah  sayang kan sekali penegakan hukum yang menurut saya di Kabupaten Berau kayanya rendah sekali. masih tebang pilih. Yang kasihan pencuri sendal dihukum mati-matian , Sementara Yang korupsi dibiarkan dengan enak-enak jalan kesana-sini sama anak istrinya. "Dugaan korupsi , RP14,85 miliar yang rimbahnya sampai hari ini kita tidak ketahui kemana .Sesuai dengan rencana pemerintah daerah seandai PLTU Lati itu berjalan sesuai rencana, artinya masyarakat dapat manfaat besar listrik disana. Dengan berjalan tidak sesuai rencana dan uang tidak diketahui rimbahnya." akunya.

Sedangkan yang dirasakan masyarakat disekitarnya, Siswansyah mengungkapkan  yang dirasakan masyarakat hari ini mati lampu, artinya kita mau tuntut siapa. Kita sudah tahu keadaan Boiler itu harus diganti dan kita perbaiki boiler hari ini." Hari ini boiler perawatannya itu pemerintah daerah mengambil tenaga hari dari China dan ini orang indonesia tidak bisa memperbaiki boiler kita. Perwatannya orang dari China. Ini kita mengeluarkan biaya yang sangat besar artinya kerugian dan sangat-sangat susah. Artinya pertanggungan IPB perusahaan Daerah pun ke Pemerintah daerah yang dilaporkan juga ke  DPRD itu mines pak tidak pernah untung terus sampai hari ini. Artinya ini yang harus tindak," ungkapnya.

          Jadi, Siswansyah menambahkan ini yang di rugikan bukan sepihak , kami sebagai masyarakat dirugikan ,pemerintah daerah apa lagi." Tolong di tegaskan Pihak Kepolisian Republik Indonesia katakan yang benar ,katakanyang salah .Kami tidak butuh janji-janji tapi kami butuh kepastian hukum. Dan permasalahan ini jangan dibolak-balik hanya himbauan," tambahnya. (vk).

Read 220 times
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla