Monday, 11 March 2019 11:16

Petugas Polda Jatim Tembak Mati YP Kurir Narkoba Setelah Berusaha Kabur

Written by 
Rate this item
(0 votes)

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  Petugas Polda Jatim  tembak mati kurir Narkoba diduga   jaringan International. kurir Narkoba berinisial YP, warga Jalan Mangkurejo RT 02 RW 02 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo ditembak mati dikarenakan berusaha kabur dari petugas.

         Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera, didampingi Kepala RS Bhayangkara Kombes Pol Prima Heru dan Wakadir Resnarkoba Polda Jatim, AKPB Teddy S Syarif menggelar konferensi Pers dan menjelaskan bahwa polisi terpaksa menembak mati tersangka YP setelah dia mencoba melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas, Senin (11/3/2019).

           Kejadian yang menimpa tersangka kurir Narkoba jaringan Internasional berinisial YP ini bermula ketika polisi mengendus pengiriman Narkoba jenis shabu-shabu dari Malaysia. Informasi ini didapat dari pengembangan pengungkapan kasus Narkoba dengan kurir berinisial CKH dan HLKL yang sudah berhasil ditangkap 19 Oktober tahun lalu. Mereka berdua yang memberikan informasi akan ada lagi pengiriman SS dari Malaysia pada 9 Maret 2019 dengan pengendali berinisial KIM di Jakarta dan melalui jalur darat di salah satu hotel di Surabaya. “Dari sinilah petugas berhasil mengendus keberadaan YP yang diminta mengirim SS ke Surabaya dengan terlebih dahulu menemui KIM di Jakarta,” Tandas Kabid Humas Polda Jatim.

        Lebih lanjut mengatakan, Langkah YP ke Jakarta bertemu KIM pada 7 Maret 2019 juga sudah termonitor petugas kepolisian. Pada Sabtu 9 Maret 2019, YP menerima sebuah koper dari KIM untuk dibawa ke Surabaya dengan naik bus dari terminal Lebak Bulus. YP pun naik bus sekitar pukul 16.00 WIB dengan diberi uang saku Rp 2 juta namun dia tak menyadari bila sudah diikuti petugas Ditresnarkoba Polda Jatim dengan menggunakan mobil.

Ketika  bus mengisi bahan bakar di SPBU Kebomas Gresik, tepatnya pada Minggu (10/3/2019) petugas menyergap dan menangkap YP. Saat digeledah, ditemukan 5 bungkusan plastik SS dengan total berat mencapai sekitar 5 kilogram. Kelima bungkusan SS ada di dalam koper hitam. Petugas juga menyita sebuah Handphone merek Samsung dan merek Docomo, sebuah charge HP merek Asus, selembar tiket pesawat Lion, selembar tiket bus, bukti bill hotel di Jakarta dan KTP, semuanya atas nama YP. Selain itu juga menyita uang tunai Rp 2,35 juta.

 

  YP  ditembak mati petugas karena berusaha melarikan diri.“Saat diminta keterangannya, YP mengakui akan diberi upah Rp 30 juta per kilogram SS yang dikirimnya. Tujuan pengantaran adalah Stasiun Gubeng dan akan ada kurir lain berinisial EVO yang akan menerima barang tersebut,” beber Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera.

      Pengakuan ini membuat petugas pun membawa YP ke Stasiun Gubeng sekaligus menyanggong penerima barang berinisial EVO. Namun, ditunggu dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB ternyata EVO tidak datang. “Saat itu, tersangka YP beralasan lagi bahwa bila EVO tidak datang, kiriman akan dibawa ke Desa Sendang Lauk Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, sehingga malam itu pun petugas mengawalnya ke lokasi yang dimaksud,” katanya.

Pada hari Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB sampai di Bangkalan dan ditunggu sampai 22.30 WIB tetap saja EVO tidak datang. Tanpa disangka, YP malah berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas. “Tiga kali tembakan peringatan guna memperingatkan agar tersangka tidak melarikan diri, ternyata tersangka tetap nekat melarikan diri sehingga akhirnya terpaksa ditembak petugas. Situasi saat itu gelap dan tertutup oleh semak belukar, sewaktu petugas mendekati tersangka YP teryata sudah meninggal dunia,” Ungkap Frans Barung Mangera.

Jasad YP  dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. Wadir Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Teddy S Syarif menyatakan, tindakan keras oleh petugas berupa penembakan karena tersangka mencoba melarikan diri. “Tersangka YP ini termasuk kepercayaan bandar narkoba bernisial KIM dan SS yang dibawanya senilai sekitar Rp 5 Miliar,” ungkap Wadir Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Teddy.(mt)

 

Read 517 times Last modified on Monday, 11 March 2019 13:53
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat