Tuesday, 01 January 2019 00:55

Takut Jadi Isu International Polisi Masih Lunak Hadapi Sparatis Papua

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Adanya  ancaman Kelompok Bersenjata melakukan penembakan di Nduga menelan korban 19 orang  dan 1 anggota TNI, sebenarnya untuk memacing adanya  perlawanan keras sehingga bisa menjadi isu Nasional maupun  Internasional ada pelanggaran HAM, Ini terjadi karena tidak adanya  kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat  didaerah pegunungan Nduga.

          Oleh karenanya    pembangunan jembatan oleh PT Istaka Karya dan sesuai perintah Presiden bersikeras membangun Trans Papua sehingga masyarakat dapat memiliki kesejahteraan ekonomi.Kapolri, Jenderal Tito Karnavian  di acara rilis  Tahunan di Mabes Polri, Kamis(27/12)2018 mengatakan Nduga  adalah kelompok bersenjata disana pimpinannya Tegianus Togoya mereka pada waktu itu kelompok lama ada peristiwa paduma dulu itu bagian dari Nduga." Nduga ibukotanya di Kenyam. Ini gangguan utana pada Pilkada lalu mereka menguasai daerah Kenyam ketika   ada pesawat akan turun lagi pesawat sipil sehingga kita merespon pasukan Polri dan TNI terjadi kontak senjata disana ada anggota kita yang terluka dan ada mereka ada yang meninggal," ujarnya. 

        Selanjutnya, Tito menegaskan setelah Kenyam kita yang   kuasai Polri TNI operasi  dari gunung  ke gunung  , dari bukit ke bukit dan hutan ke hutan terakhir terdeteksi mereka ada di daerah Iggi ,  

         Kelompok mereka bergerak terus mengganggu  pembangunan do nduga yang dilaksanakan  PT Istaka karya, sebetulnya  PT  membangun sudah sosialisasi ke   tokoh masyarakat setempat.  "Tetapi karena tanggal 1 Desember hari penting bagi kelompok  ini karena bagi mereka hari Deklarasi kemerdekaan.  Mereka melakukan aksi paling ringan pengibaran bendera tetapi paling tidak kalau bisa menyerang, kalau bisa yang diserang Polri TNI," tegasnya.

        Untuk itu, Tito menjelaskan   engga bisa pendatang itu lah tujuannya mengeksploitasi sehingga menjadi isu nasional maupun  Internasional. Mereka berhasil menjadi isu nasional dan Internasional kadang-kadang kita ikut genderang mereka sehingga menjadi isu nasional dan isu internasional itu lah tujuannya. "Setelah itu kemana dialog ,syukur lah kalau melibatkan pihak ketiga itu tujuannya. menghadapi tujuan seperti ini kita jangan ikut genderang mereka yang kita lakukan tetaplah langkah-langkah penegakan hukum secara terbatas tetapi proses pembangunan harus jalan terus," jelasnya.

         Tito katakan  Kita lihat yang terjadi kekerasan ini ada digunung diantara Nduga ini kan satu barisan,wamena, Pucak jaya, Lani Jaya, Jelimo, Kabupaten Punjak, Mambro Tengah, itu daerah gunung masih ada kelompok bersenjata. Namanya kelompok pegunungan Tengah bagian barat itu ada 4 kabupaten Dengai Donggai, Paniai dan Puncak jaya. "Kita afal betul siapa saja kelompok-kelompok itu dimana. Otletnya untuk melakukan penegakan hukum mereka kalau kita lakukan penindakan keras akar masalah utamanya. Kalau teman-teman dari Papua berbeda, Kalau saya akar masalah utama Kesejateraan  di daerah lain kenapa tidak di kepala Burung sudah maju kenapa tidak," rincinya. 

          Lebih lanjut, Tito membeberkan  dulu gerakan kemerdekaan paling kuat muncul di Manukuari, sekarang Manukuari  tran sudah bagus. Biak Seruni tidak dan dulunya banyak gerakan kemerdekaan sekarang tidak ada karena kesejahteran meningkat.. "Problema yang  ditengah Pegunungan mereka adalah ekonomi. Karena  terisolasi hanya pesawat udara yang bisa masuk kesana. Oleh karena itu Presiden berkeras untuk membangun trans Papua yang bisa mengkonek seluruh papua melintasi pegunungan ini.Sehingga logisitk biaya ekonomi akan  menjadi rendah. Bayangin satu bungkus idomie berapa Rp 5000 disana bisa menjadi Rp 50.000. Sementara Semen di Jawa Rp 70.000 disana Rp 1,5 Juta," bebernya.

            Oleh karena itu, Tito mengakui Trans Papua maka akan murah. Persoalannya kenapa diserang kenapa tanggal 1 Desember untuk memancing  targetnya bagaimana ini bisa menjadi isu Nasional dan Isu Internasional setelah itu digoreng sehingga kemerdekaannya keluar. Dalam rangka untuk membaut gerakan itu aktif.  dan"Yang ketiga adalah memancing terjadi aksi eksesif.akibat tindakan balasan dari pemerintah.aksi eksesif ini nanti buat gorengan baru pelanggaran HAM oleh pemerintah Indonesia.tujuan kesana oleh karena itu kita memang kita harus menarik benang di dalam tepung tidak boleh bertindak emosional kita lakukan langkah-langkah penegakan hukum  terbatas persoalannya adalah medan yang berat, hutan yang lebat,gunung yang tinggi ".Tito kunya

          Tito mengungkapkan tapi khusus Natal dan Tahun baru  saya perintahkan Jajaran Polri Coling Down  adalah gencatan Senjata karana Natal dan Tahun Baru itu masyarakat disana sangat menghargai gereja , kalau Natal dan Tahun Baru sama-sama tidak boleh main. Saya kira begitu, Selama disana tidak ribut jangan disini kejar-kejar  kalau selesai tahun baru karena sensitif kalau Natal dan tahun baru dilakukan operasi langkah penegakan hukum yang keras." Apalagi ada korban mudah sekali  digoreng.  Yang kita lakukan sekarang adalah kita tetap melakukan langkah pendekatan kepada tokoh masyarakat seperti disana ada Natal bersama jadi aksi terorisme integensi itu didalam dikenal dalam ilmu strategi adalah perang merebut simpati publik. Siapa yang mampu merebut simpati .publik disana dan kelompok ini ada tapi lama-lama akan menghilang sendiri," ungkapnya. 

          Tito  menandaskan sebaliknya kalau kita bertindak keras kita akan menang tetapi kita akan berbahaya kalah dengan menunjukan  power yang kita lakukan adalah seolah kita kalah dilapangan. "Publik memberikan simpati kepada kita.itu Startegi besarnya. Intinya  trans papua yang  dibangun itu kasih orang membangun jembatan untuk kepentingan masyarakat Papua. Ini mereka kejam terus  mau disebutkan apa juga pengunaan kekerasan tidak bisa di toleransi. Ada perang propaganda sekarang. Sadar engga sadar perang propaganda itu," tandasnya.(vk)

Read 142 times
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus...

Ekonomi Makro

  •