World Today

  •  
    Indonesia dan Malaysia Bahas Perlindungan
     
     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri
     
Thursday, 05 July 2018 13:46

Aktifis 98 Minta Pemerintah Memberi Penjelasan Soal Hutang Negara

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Gelar Rembuk Nasional yang dilaksanakan Aktivis 98 yang dilaksankan di Monas, Sabtu(7/7)2018 akan dihadiri 50 Ribu aktivis 98 diseluruh indonesia sebagai siqnal rezim yang berkuasa harus tegas menjawab ada persoalan bangsa ini menjadi hutang bangsa harus segera dibayar dan ditindak tegas.

Aktivis 98, Benny Ramdhani,aktivis dari Sulut yang juga inisiator ditemui di Sekretariat 98 di Kemang Utara 22, Jakarta Selatan, Rabu(4/7)2018 mengatakan untuk teman-teman Pers penting di ingatkan bahwa pada 7 Juli 2018 secara kuantitas aktivis yang akan hadir kurang lebih  50 Ribu ." Sebagai signal dan sebagai tanda rezim yang berkuasa pada hari ini ,bahwa ada persoalan bangsa kami katakan sebagai hutang sejarah," ujarnya .

Selanjutnya, Benny menegaskan tadi saya ngobrol dengan keluarga korban , saya 3 periode menjadi anggota DPRD Provinsi, Periode terakhir saya menjadi senator Sulawesi Utara . Ada 4 hal yang membuat saya merasa menggunakan fasilitas kekuasan secara sumultan termasuk dengan gaji yang diterima dan gaji dinikmati oleh anak istri dan keluarga. "Buat saya jika Satu , saya melaksanakan tugas politik kenegaraan yang tidak berhianat kepada nilai-nilai agama yang saya yakini," tegasnya.

Untuk itu, Benny menjelaskan  Kedua, ketika saya berhianat atas politik rakyat yang diberikan kepada saya untuk menjadi anggota parlemen. Ketiga , jika saya gagal mengusung citacita reformasi yang diusung oleh aktivis 98 di tahun  2008  yang sukses menggulingkan razim ototarian Presiden yang ditaktor pada saat itu Soharto. "Ke empat, jika kami gagal untuk memperjuangkan kalau kawan kami sudah menjadi martil bagi demokrasi bagi reformasi yang telah menyerahkan jiwa raganya menjadi korban di tahun 1998 kami memperjuangkannya mereka menjadi pahlawan reformasi. "Harap semua fasilitas dan kekuasaan yang kami terima . Saya perlu diisi oleh kawan-kawan yang hadir berada dan kami sering menyatakan kami generasi yang perlu istirahat dan perlu menyerahkan tongkat untuk mengawal reformasi kepada kawan-kawan kami dan kita kawan-kawan yang sedang menuntut studi di kampus-kampus. Istirahat bukan berhenti tidak ada kata pensiun bagi para kativis," jelasnya .

Lebih jauh, Benny merinci Ada teman-teman kami yang studi di luar negeri sampai hari ini nyaman punya kuarga mungkin sampai ini untuk menguris rumah.tangga kami, istri, anak dan mengurus ekonomi kami. Tetapi situasi ini memaksa kami untuk kembali ke Jakarta bergabung dengan semua kekuatan." Ada masalah bangsa ini kita menghadapi ancaman intoleransi, ada ancaman terorisme, ini kekuatan yang high eksposit heboh yang memiliki kekuatan daya hancur , daya rusa tidak bagi demokrasi bukqn eksensi negara tidak pancasila itu ideologi yang disepakati oleh Fanding Father dan tidak peradaban masa depan anak cucu-cucu kita,"rincinya.

Oleh karena itu, Benny mengakui  Ini berbahaya. Dan acara tanggal 7 Juli kita juga kemudian masukan. Satu agenda hutang sejarah kita , meminta kepada Presiden negara untuk menetapkan gerakan reformasi yang telah menjadi martil gerakan.reformasi untuk di jadikan sebagai pahlawan reformasi. "Keluarga tidak pernah meminta itu tapi kami lah yang menganggap berhutang untuk memperjuangkan itu. 20 tahun itu dilakukan semua elemen.dan semua kekuatan elemen dan semua kekuatan  tetapi negara belum mengambil sikap apapun . Kepada Jokowi kami memiliki harapan itu," akunya.

Sesuai perkembangan, Benny menandaskan terkahir teman-teman bertanya kenapa mereka ditetapkan sebagai pahlawan reformasi . Keluarga memberikan kesaksian dan anggapan diluar apakah ini karena pemahaman Sumber Daya Manusia(SDM) dan apakah sengaja desain kekuasaan orde baru, kami tidak ingin jika menjadi korban martil reformasi dianggap sebagai perusuh , dianggap orang-orang yang layak ditembak kwrena memiliki kekuasaan yang sah melawan kekuasaan yang sah. "Tidak kami mengatakan pahlawan reformasi adalah benteng siapapun yang kekuatan rezim berikut di negara enak dinegara ini maka mereka tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk membunuh anak bangsa yang sedang menyatakan menyampaikan.pesan perubahan
Kondisi daerah," tandasnya

Jadi, Benny menambahkan kepada yang menguasai hak di republik ini sadar lah kalian yang kalian  menikmati jadi kuat karena reformasi. Kehidupan politik yang semakin demokratif . Dengan demokrasi yang semakin demokratif ini kuat reformasi . "Kami bisa mengatakan siapapun menikmati kekuasaan dan situasi kondisi politik yang semakin  demokratif ..ini ada di sistem kekuasaan sebagqi buah  reformasi pernah berjuang untuk tidak setuju korban reformasi sebagai pahlawan mereka adalah penghianat reformasi yang tidak layak kekuasaab sebagai hasil kekuasaan hasil reformasi kondisi politik yang semakin demokratif yang hal ini ada di sistem kukuasaan sebagai buah reformasi tidak pernah berjuang agenda-agenda reformasi dan tidak setuju menjadi tuntutan para korban menjadi pahlawan mereka adalah pelaku penghianat kaum biadab yang tidak  layak menerima  kekuasaan sebagai arti kekuasaan,"tambahnya. (vk)

 

Read 164 times Last modified on Thursday, 05 July 2018 13:57
Login to post comments

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik di bawah usia 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat,...
              SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melantik Kepala Badan Pengelola...
    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan...
      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga...
      RUSIA(KORANRAKYAT.COM) Timnas Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan...
      RUSIA(KRJ.COM) Timnas Belgia berhasil meraih juara ketiga pada Piala Dunia 2018. Keberhasilan tim Eden...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Hanya berselang sehari pasca politikus Golkar  ditetapkan tersangka, KPK langsung...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 biasa dikenal Hari Bhayangkara di gelar di...
    JAKARTA(KORANRAKYAT,COM) - Hadiri perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 di Istora Senayan ,Rabu(11/7) 2018...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Akibat viralnya kelakuan  pemukulan yang dilakukan AKBP M Yusuf  di tokonya dan...