Sunday, 08 April 2018 13:14

Dubes Mansyur Serahkan Surat Kepercayaan, Presiden Guinea-Bissau Harapkan Kerja Sama di Sektor Perikanan

Written by 
Rate this item
(0 votes)
 

 

 

Bissau (KORANRAKYAT.COM)  - Guinea-Bissau yang terletak di Afrika Barat ingin belajar dari Indonesia dalam mengelola hasil perikanan dan kelautannya.

Guinea-Bissau yang secara ekonomi sangat bergantung pada panen kacang metenya ternyata memiliki potensi ikan yang sangat berlimpah.

“Indonesia merupakan negara panutan, dan Guinea-Bissau dapat banyak belajar dari Indonesia di bidang ini,” hal tersebut disampaikan Presiden José Mário Vaz kepada Dubes RI untuk Guinea-Bissau, Mansyur Pangeran, residen di Dakar, Senegal, dalam pertemuan tête-à-tête usai upacara penyerahan surat-surat kepercayaan di istana kepresidenan Guinea-Bissau  Selasa  (3/4/2018),

        Dalam pertemuan tête-à-tête Presiden José Mário Vaz secara khusus meminta bantuan Dubes Mansyur untuk dapat menjembatani kerja sama antara Indonesia dan Guinea-Bissau di bidang perikanan dan kelautan.

“Presiden Vaz menilai Indonesia sudah memiliki teknologi perikanan dan kemaritiman yang sangat tinggi sehingga sangat mengharapkan ada kerja sama dan transfer teknologi dari para ahli di Indonesia ke masyarakat Guinea-Bissau”, demikan Dubes Mansyur dalam keterangan persnya.

Presiden José Mário Vaz pada kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa kerja sama di sektor perikanan akan menjadi prioritas hubungan kedua negara.

Kepada Dubes Mansyur, Presiden Vaz telah memutuskan untuk berkunjung ke Indonesia tahun 2018 ini.

        Presiden Vaz juga meminta bantuan Dubes Mansyur untuk mengajak para pengusaha Indonesia datang ke Guinea-Bissau untuk melakukan usaha dan berinvestasi di bidang lainnya seperti kacang mete yang sangat berlimpah di Guinea-Bissau.

Presiden Vaz berjanji akan memberikan kemudahan-kemudahan fasilitas demi mendorong investasi dari Indonesia.

“Presiden Vaz juga menjelaskan bahwa kondisi keamanan di Guinea-Bissau saat ini sangat kondusif dan tidak pernah ada lagi tindakan kekerasan, pembunuhan ataupun pelanggaran HAM,” imbuh Dubes Mansyur.

       Diakui oleh Presiden Vaz bahwa saat ini masih terjadi sedikit ketidaknyamanan situasi politik antar partai, namun diyakini dalam waktu dekat ini akan berakhir dan situasi politik akan menjadi stabil.

Dalam pertemuan tête-à-tête, Dubes Mansyu berkesempatan menyampaikan salam hangat dan persahabatan Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, kepada Presiden José Mário Vaz dan seluruh rakyat Guinea-Bissau disertai komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang dengan Pemerintah Guinea-Bissau

           Dubes Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih Pemerintah Indonesia kepada Presiden Vaz atas dukungan Pemerintah Guinea-Bissau pada pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, serta dukungan-dukungan dan kerja sama lainnya di forum internasional seperti di Inter-Parliamentary Union (IPU) dan keanggotaan Indonesia di Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2016-2017.

“Indonesia selama ini memberikan bantuan teknik berupa pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perwira menengah dan tinggi dari berbagai negara Afrika untuk peningkatan skill-nya di Sekolah Komando Angkatan Darat (Seskoad), Pendidikan Tinggi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) dan Pelatihan Ketrampilan tentang Combating Terrorism.”

      Pada tahun 2017, hubungan Indonesia dan Guinea-Bissau telah memasuki babak baru dengan disepakatinya kerja sama pertahanan melalui penandatanganan Naskah Letter of Intent (LoI) antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Pertahanan Guinea-Bissau, Eduardo Costa Sanha, pada kunjungan Menteri Pertahanan RI ke Bissau 7 Agustus 2017. LoI ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkrit melalui pembuatan payung hukum yang lebih kuat seperti MoU.

     Penyerahan surat-surat kepercayaan oleh Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden José Mário Vaz merupakan (negara) yang ke-7 sejak Ia tiba di Dakar, Senegal, pada Maret 2016. Dubes Mansyur memiliki 8 wilayah kerja di Afrika Barat termasuk Senegal. (dms/mp/eas)

Read 864 times
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita , Badan Narkotika Nasional...
    JAKARTA,(KORANRAKYAT.COM)- Proses Pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung terus berlanjut, kini akhirnya...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito...
      JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni...
      Koranrakyat, Jakarta  Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN...
    SINGAPURA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut baik perkembangan dari proses perdamaian di...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •