Seputar Dunia

  •  
    Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator

     

    MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama

     
Tuesday, 21 November 2017 16:36

Minim Layanan Kesehatan Dan Keamanan Warga Asli Papau Ikut Di Evakuasi

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Tim  TNI-Polri melakukan evakuasi para pedatang daerah Bikini, dan Kymbeli ternyata dikuti oleh pada masyarakat asli Papua. Nampak mereka juga minta dievakuasi atau direkolasi karena minimnya pelayanan kesehatan ternasuk keamanan. Hingga kini  800 an yang sudah berhasil dievakuasi.

    Kepala Biro Penerangan Maasyarakat, Brigjend Pol Rikwanto  ditemui di kompleks Mabes Polri, Selasa (21/11)2017 mengatakan  di Papua  berhasil dievakuasi penduduk pendatang yang ada Bikini, Longsoran dan Kymbeli . Semua merupakan masyarakat pendatang sudah di evakausi,namun masyarakat asli Papua masih bertahan disana. Dalam perkembangannya diantara mereka akhirnya ada yang minta dievakuasi atau direkolasi paling karena  disana minim pelayanan kesehatan termasuk juga makanan , dan keamanan,”ujarnya.

Rikwanto katakan  dialog antar TNI- Polri dengan pemuka setempat dibantu tokoh adat , Pastur  akhirnya mereka  berkenan untuk dievakuasi dan terakhir sekitar 800an lebih masyarakat asli papua yang ada dikampung tersebut sudah bisa di evakuasi.” Diatara mereka juga terdapat anak-anak , sementara mereka digeser  ke Tembagapura  dari Tembagapura kita geser di Mimika . Di Mimika ini akan ditampung di gedung tertentu dan disitu akan diperlakukan dengan baik oleh Kabupaten Mimika, dibantu oleh Kemeterian Sosial,” tegasnya.

  Dikatakan Rikwanto  tahap awal evakuasi dari kampung tersebut untuk Bekini atau pun Longsoran untuk ditampung di Mimika dan selanjutnya dirapatkan lagi mereka akan ditaruh dimana. Itu yang pertama adalah pelayanan kesehatan dan makanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada saat pertama  ini. “Setelah evakuasi apa akan dilanjutkan pengejaran, memang dibagi kegiatan oleh TNI Polri disana, disatu sisi tetapkan melakukan evakuasi terdepan antara ini dan yang satu Satgas lagi melakukan pengejaran terhadap KKB yang mendahului melarikan diri sebelumnya dan yang menyandera mereka. Jadi satgas-satgas ada yang membidangi pembebasan  sandera  ada yang  melakukan pengejaran terhadap KKB ini. Pengejaran masih berlangsung dan tidak ada batas waktu yang penting tidak ada penyanderaan dan situasi keamanan tetap dijaga dan kondusif bagi masyarakat di Mimika juga bagi masyarakat disekitar Tembagapura ini tetap dijaga sampai saat ini,”jelasnya.  

 

         Menyinggung keamanan apakah masih tetap dilakukan, Rikwanto  merincinya masih tetap dengan jumlah kekuatan yang ada sambil kita liha tsituasi nya bagaimana yang menngejar dan bagaimana yang menjaga situasi ditempat , bagaimana  keamanan evakuasi.” Prosesnya masih kita terus nilai. Tentang perubahan-perubahan mekanisme pengamanan itu dinamis sekali disana,” rincinya.

 

        Ketika di sikapi tentang Sinergi TNI – Polri disana, Rikwanto menandaskan Ya, bapak presiden sudah memberikan apresiasi TNI Polri disana dan mereka dikatakan sejak awal kekompakan TNI – Polri  ini disana solid sekali sehingga yang menjadi ancaman di Papua apapun bentuknya bisa kita netralisir untuk Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB), kita jauhkan dan kita usir juga kita masih kejar untuk sandera masih kita evakuasi. “Kita terus dan yang penting TNI-Polri tetap solid  dan dengan kesolidan ini ganguan kemanan tengah bisa kita netralisir,”tandasnya.  

 

      Disikapi mereka di rekolasi sampai kapan,Riwanto mengungkapkan  Kita pendataan dulu ya , pendataan dan kemudian akan dibahas masalah pekerjaan dan warga  yang dianggap layak.  Untungnya diharapkan tidak kembali kesana ya itua rawan bisa-bisa jadi akan kembali kesana ada penyandreraan lagi. “Kan ada yang mau dievakuasi ada beberapa dan masih tinggal disana, bukan hanya beberapa dan sudah 800an dan sudah banyak. Ini dilakukan  bertahap bsa jadi nanti seluruh karena memang tadinya tidak mau tetap disana karena selanjutnya ada masalah kesehatan masalah pangan ,masalah keamanan akhirnya mereka mengajukan d,iri untuk ikut di evakuasi. Ada 800an lebih , kita harapkan semuanya  dalam evakuasi ini,” ungkapnya.

 Dalam Evakuasi ini akan  ada di sini, Rikwanto menambahkan Ya , semua harusnya kita back up yang sudah dievakuasi mampu yang belum dan yang masihn bertahan disana.” Kita harapkan semua bisa dievakuasi,” tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

Read 164 times
Login to post comments

Face Book Galleries

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima...
BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu...
  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim berencana membeli kembali...
Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi...
BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Dugaan suap terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi...