Seputar Dunia

  •  
    Presiden Ingin Kerja Sama Lebih Konkret

    .

     
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan utusan khusus Perdana
     
Friday, 03 November 2017 17:05

Polda Metro temukan Dugaan Penyimpangan Di Teluk Reklamasi

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya telah melakukan pengembangan penyelidikan terkait proyek reklamasi teluk Jakarta. Hasilnya ditemukan bukti adanya unsur pidana dalam proyek reklamasi setelah dilakukan gelar perkara, Kamis (2/11) kemarin. "Setelah gelar perkara ternyata itu merupakan tindak pidana. Kita naikan jadi penyidikan. Jadi saat ini yang di kenakan masalah korupsi," katanya.

            Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/11). Argo menjelaskan, terdapat pelanggaran unsur Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Namun, dalam hal ini, Polda Metro Jaya masih melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut. “Tentu membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam, apakah ada kerugian negara atau tidak, apakah saat pelaksanaan lelang NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak Pengganti) itu sesuai aturan atau tidak," ungkap Argo.

              Terkait perihal tersebut, Argo menuturkan didapat dari keterangan saksi di lapangan dan barang bukti yang dikumpulkan oleh penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Bermula dari melakukan penyelidikan, namun setelah didapati bukti yang cukup, dilakukan penyidikan dan didapati unsur pidana korupsi pada proyek tersebut.Namun, Argo saat ini belum menjelaskan secara detail terkait lokasi pulau yang terdapat unsur pidana korupsi tersebut. Lantaran, dalam hal ini, penyidikan Ditkrimusus Polda Metro Jaya masih berjalan untuk mengumpulkan data-data tersebut. 

"Kemarin kita minta informasi dan data yang ada, sekarang sudah naik penyidikan, tentu kita akan mnita keterangan orang-orang yang terlibat nanti arahnya akan terlihat ke pulau C dan D atau yang lain," ujar Argo.  Meski demikian, Argo kembali memastikan jika terdapat unsur korupsi yang merugikan negara."Ya korupsi kan bisa rugikan negara baik NJOP sama atau tidak, kita cek," ujar argo.

               Seperti diketahui, penyelidikan kasus ini dimulai sejak September 2017, dengan dasar adanya polemik di masyarakat soal reklamasi. Polisi sudah meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan "Setelah gelar perkara ternyata itu merupakan tindak pidana. Kita naikkan jadi penyidikan ya," Ujarnya  "Jadi saat ini yang dikenakan masalah korupsi. Pasal 2 dan 3 korupsi," kata dia. Meski begitu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih mencari terduga pelaku dalam kasus tersebut. Selain itu, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. "Kita masih cari pelaku siapa yang lakukan tentunya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut tentang apakah ada kerugian negara atau tidak," ucapnya.(as/vk)

  

Read 260 times Last modified on Friday, 03 November 2017 17:17
Login to post comments

Gaya Hidup

Face Book Galleries

.   BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan utusan khusus Perdana Menteri Jepang yang juga...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo telah melantik Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna sebagai Kepala Staf TNI...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan tim Direktorat Tindak...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  - Penyanyi pop Istiningdiah Sugianto atau Iis Sugianto memenuhi panggilan Komisi...
Batam(Koranrakyat,com) Gedung olahraga yang disulap menjadi lokasi Gelanggang Permainan Eletronik ( Gelper) yang...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyoresmi menjabat sebagai Ketua DPR.Pria yang akrab...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Terkait dengan adanya dugaan kasus mahar politik yang sudah dikatakan oleh La Nyala...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -Akibat ambruk balkon di lantai Mezanin Gedung Bursa Efek Indonesia pada   Senin...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Perseteruan antara Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sarifuddin...