Friday, 15 September 2017 01:11

.Refleksi Perobekan Bendera, Anak-Anak Surabaya Diminta Teruskan Perjuangan

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Potongan lirik lagu berjudul “Surabaya Oh Surabaya” yang dinyanyikan siswa-siswi SMP Negeri 6 Surabaya mengajak seluruh

peserta untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo yang 72 tahun silam dengan gagah berani menurunkan bendera belanda untuk memperoleh

kemerdekaan. Ya, untuk mengenang dan menghormati kembali perjuangan rakyat surabaya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas

Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan Refleksi ''insiden perobekan bendera belanda'' yang terjadi pada 19 September 1945 di Hotel Yamato (sekarang Hotel

Majapahit) dalam bentuk teatrikal.

          Mengangkat tema “Surabaya Merah Putih” rekonstruksi peristiwa perobekan bendera dimulai sekitar pukul 08.00 pagi oleh gabungan komunitas teater

se-surabaya. rekonstruksi perobekan bendera Belanda dimulai ketika ada beberapa pemuda yang diperankan oleh seniman, datang dari arah utara untuk

kemudian memasuki hotel. Dalam rekontruksi tersebut, para seniman juga memainkan adegan panjat gedung dengan menggunakan tangga bambu untuk

merobek bendera merah putih biru.

Mereka mampu memperagakan aksi perobekan bendera merah putih dengan penjiwaan yang sungguh-sungguh. Bahkan, Saking emosinya, pas rekonstruksi,

tangan seorang pemain teatrikal ada yang sampai berdarah,” kata Heri Prasetyo selaku koordinator acara, Kamis, (14/9/2017) di Jalan Tunjungan depan Hotel

Majapahit.

         Heri Prasetyo atau yang biasa dipanggil Heri Lentho mengutarakan makna peristiwa perobekan bendera yang setiap tahun diadakan untuk menanamkan

karakter perjuangan dan nasionalis kepada seluruh warga surabaya. “Rakyat surabaya khususnya Indonesia, kalau diajak ngomong unsur kebangsaan dan

nasionalisme itu selalu kuat, makanya setiap tahun acara ini selalu kita kemas berbeda dan menarik,” terangnya.

       Diakui Heri, aksi teatrikal tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya sangat berbeda. “Tahun ini kita melibatkan paduan suara dibumbuhi atribut bendera

merah putih berukuran kecil yang dibawa pelajar SD dan SMP,” jelas Pria berusia 50 tahun ini.Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir menggunakan

busana tentara berwarna hijau menuturkan bahwa peristiwa perobekan bendera merupakan momen gagah berani yang ditunjukkan warga Surabaya untuk

mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Peristiwa perobekan bendera ini yang kemudian berakhir pada tanggal 10 November 1945,” kata Risma seusai acara yang juga dihadiri oleh Kapolrestabes

Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal, pasukan veteran, pasukan TNI AD, AL dan AU, Polri serta pelajar SD-SMP negeri/swasta, jajaran OPD terkait serta

barisan Forpimda.Disampaikan pula oleh Wali Kota, untuk memperingati acara ini pihaknya juga melibatkan anak-anak (pelajar SD dan SMP). Tujuannya,

supaya anak-anak mengerti bahwa para pendahulunya dan pejuang dengan gagah berani melawan kesombongan pemerintah Belanda sehingga berhasil

memperoleh kemerdekaan.Anak-anak Surabaya juga harus belajar dari pendahulunya agar berani, tidak boleh takut dan tidak boleh minder dengan siapapun

untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah dan lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.

       Sementara Hartoyik selaku Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menambahkan, peristiwa ini merupakan tujuan terakhir dari bangsa Indonesia

untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah belanda selama 350 tahun. “Peristiwa ini seperti mercusuar yang menyinari seluruh negeri mulai sabang sampai

merauke dan itu adalah Surabaya,” pungkas Hartoyik.Dalam acara ini, Hartoyik berpesan kepada generasi muda agar meneruskan perjuangan yang sudah

dilakukan pejuang terdahulu dengan cucuran darah dan hilangnya ribuan nyawa rakyat surabaya. “Saya yakin para pemuda dan pemudi surabaya bisa

meneruskan perjuangan ini dengan professional untuk menjunjung tinggi nilai bangsa dan negara ini,”urainya.(fdl)

 

 

Read 846 times
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo ikut bersenam pagi pada Hari Ulang Tahun ke-33 Senam Tera...
.   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan...
    Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan keluarga mengapresiasi peran media yang menurutnya telah ikut...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Selepas jalan pagi bersama keluarga, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan...

Ekonomi Makro

  •  

    .

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bank

     
  •  

     

     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam empat tahun ini, pemerintah telah bekerja keras untuk
     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di