Articles

Hadapi Sparatis Papua Diam Diam Gub Papua Bentuk Tim Khusus

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Proses kasus penermbakan di Papua terus saja mendapat perhatian aparat Keamanan Polri dan TNI, namun diam-diam Gubernur Papua akan membuat tim khusus yang tidak melibatkan  aparat keamanan. Meskipun begitu Polri merespon pada  dasarnya penyelesaiannya itu harus komprehensif dan Polri dan TNI hanya membantu dipihak keamanan sehingga terjadi rana tertib Sipil..

       Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas,Brigjend Pol Dedi Prasetyo   ditemui di Mabes Polri, Sabtu (22/12) 2018 mengatakan prinsipnya untuk menyelesaikan kasus Papua itu harus dilihat dari koperhensif tanggung jawab masalah keamanan adalah tangung jawab Polri karena ini masih rana tertib sipil,  "Tugas TNI membantu tugas-tugas Polri dalam hal melakukan  law imposment penegakan hukum karena itu kan yang dikedepankan law imposment Aproust ( Pendekatan) terhadap kriminal bersenjatan kelompok tersebut.," ujarnya. 

         Selanjutnya,Dedi menegaskan  Jadi itu tidak bisa diambil alih dari unsur lain." Kepolisian unsur utama untuk mengelola keamanan dalam negeri dibantu stecholder terkait. Kalau dari Gubernur membuat tim sendiri  harus koordinasi dengan aparad keamanan sebagai wujud rekom dalam rangka menindak lanjuti penegakan hukum sentra," tegasnyal. 

          Dedi menjelaskan belum saya belum mendapat informasi dan belum mendapat surat konfirmasi berkaitan dengan masalah itu.Apa lagi  Komnas HAM sudah turun yang melihat secara objektif melihat kondisi disana, "Komnas HAM  memiliki kewenagan untuk melihat secara objektif langkah-langkajh apa yang harus diambil oleh aparat Kepolisian disana maupun aparat hukum yang disana," jelasnya.

           Terus bagaimana Kepolisian dan TNI sedang bekerja mereka membuat Tim sendiri,Dedi merincinya  mungkin kalau polisi dari prospektif penegakan hukum dan menjaga keamanan ,sama dengan TNI untuk menjaga keutuhan  NKRI."Bahwa Papua sudah final adalah satu kesatuan dari NKRI yang tak terpisahkan," rincinya. 

           Disinggung Kalau dibentuk tim independen apa satu betuk ketidak percayaan kepada aparat keamanan, Dedi menandaskan semua itu tergantung pada komunikasi, ya berkomunikasi dengan aparat keamanan tentunya bisa diselesaikan dan terpantau baik.  Justru karena kudang komunikasi tidak akan mampu menyelesaikan semua yang ada di Papua, " tandasnya. (vk)

 

 

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  -  Terduga teroris YS alias Khodijah yang ditangkap pada Kamis (14/3/2019), di...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  -  Terduga teroris YS alias Khodijah yang ditangkap pada Kamis (14/3/2019), di...
  SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy diperiksa di Polda Jatim,...
    BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berupaya mengenalkan Kopi asli Bengkulu ke...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Setelah Polisi gagal evakuasi dan tangkap  istri Husein Alias Abu Hamza,  akhirnya...
    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan pengoperasian...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat Kerja Kementerian...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Polisi berusaha  mencari satu alat bukti lagi untuk mengungkap pemilik...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menanggapi lembaga survei yang mengukur sikap politik...
  PANDEGELANG(KORANRAKYAT.COM) Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan para anggota...

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •